
Tiba di kosan, akupun langsung membuka amplop putih itu. Ya tuhaaan semoga saja aku keterima.
Aku robek segel di amplop itu pelan pelan. Sudah terlihat selembar kertas putih. Aku ambil kertas itu dan aku buka lipatannya.
Sebelum aku membukanya, tidak lupa aku berdo'a. Aku memejamkan kedua mataku.
Dan pas aku buka :
"SELAMAT ANDA LOLOS"
Alhamdulillah......
Ada rasa syukur yang tidak bisa terbendung saat aku buka amplop itu. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Aku resmi bekerja di PT itu.
Aku peluk amplop itu di dadaku. Air mata mulai menetes, ternyata aku mendapat pekerjaan baru lagi.
Akupun langsung telfon marcel.
"Cell aku keterima....."
Kataku dengan nada penuh antusias
"Alhamdulillah aku ikut seneng kel. Selamat ya"
"Iya cel, oh ya makasih yah cel ini semua berkat kamu"
"Huss gak boleh bilang kaya gitu. Itu udah rezeki kamu, dan itu juga hasil dari perjuangan kamu"
"Jujur aku seneng banget cel"
"Pasti senenglah, kan susah mau masuk kesana. Gaji UMR, ada BPJS, pokoknya lengkap deh. Kalo tiap bulan kamu capai target kamu juga dapat insentif"
"Ohya??"
"Iyaa beneran. Nih liat aja aku punya duit mulu kan hahahhaha"
"Yeee sombong"
"Yaudah kamu semangat kerjanya. Besok pasti deh kamu udah mulai training di lapangan"
"Iya tapi belum ada info aku stay di mana mananya"
"Jangan khawatir, paling ditempatin di sekitaran bintaro"
"Ya mudah mudahan aja ya cel ga terlalu jauh, soalnya aku juga gak ada kendaraan"
"Udah soal itu gampang. Yang jelas kalo nanti kamu sudah masuk group, simak terus ya apa yang dibahas sama trainer. Dan inget jangan slowrespon"
"Iya cel oke. Thanks ya cel"
"Sama sama. Yaudah aku lanjut kerja dulu yah"
Dan akupun mematikan telfonnya.
Aku terus memandangi kerta yang bertuliskan "Selamat anda lolos."
Aku tidak membuang kertas itu, aku menyimpannya sebagai kenangan.
Dan tidak lupa akupun memberitahu kabar bahagia ini ke anak 4 itu.
Dan kebetulan mereka ada di balkon.
"Heyyyyy.... baca dong ini apa"
Mereka dengan refleks membaca kertas yang aku pegang.
"Lolos jadi apaan tuh?"
Tanya ojak
"issh, ojak, ya gue lolos keterima kerja"
"Widihh selamat ya"
Kata yudi
"Jangan lupa traktir"
Joko menambahkan. Akupun berjalan dan duduk disamping mereka.
"Nanti aja ah traktirnya pas gajian"
"Sebulan lagi, keburu gue balik kampung"
Timpal joko
"Yaudah balik kampung dulu aja sana, tar balik kampung gue sisain traktirannya"
Dan kamipun tertawa lepas.
"Keterima kerja dimana?"
Tanya dede. Sebelumnya aku juga belum cerita ke mereka kalau aku melamar ke PT yang marcel infokan. Aku belum terbuka soal ini.
"Di op*o"
"Lah? lo saingan gua dong, gue kan v*vo"
Kata dede kaget
"Saingan di dunia kerja ya gapapa, asalkan saingan sehat ya gak?"
"Yo'i"
Ojak menyambung
"Lu ditigasin dimana?"
Tanya dede
__ADS_1
"Gak tau nih belum ada info"
"Yaudah tunggu aja paling tar malem infonya."
Ya semoga aja.
Setelah memberitahu kabar baik ini ke mereka. Akupun gak langsung balik ke kamar, aku duduk dulu di balkon bareng mereka, sekedar ngopi dan ngemil makanan yang joko beli di warung depan.
"Kel, kerja di HP itu jangan lupa siapin faceshield, manset, sarung tangan juga, apalagi di Era*hone nya harus safety. Itu udah jadi SOP"
Kata dede menjelaskan.
"Wah, sekomplit itukah?"
"Iya, nanti lu disuruh balik lagi gimana"
"Yaudah nanti gue beli"
Aku menuruti apa kata dede, karena biar bagaimanapun dede pengalaman lebih dulu kerja disana.
Setelah 1 jam lamanya mengobrol, akupun pamit masuk kamar, sekedar rebahan dan muter musik.
Lalu ada 1 pesan masuk dari nomor baru.
Aku segera chek, rupanya itu pesan dafi trainer yang sudah dari tadi masukin aku ke group.
Nama groupnya Cabica Warrior.
Disana memang ada sekitar 20 nomor baru termasuk nomor trainer.
Disana juga ada daftar nama yang lolos, semuanya ada 15 orang termasuk aku.
Aku terus menyimak apa yang dikatakan oleh trainer, sampai akhirnya trainer mengirim sebuah file bertuliskan nama dan tempat stay masing masing.
Aku cari namaku, dan akhirnya aku ditempatkan di Lo*te Mart Bintaro.
Alhamdulillah, bener kata marcel pasti sesuai domisili. Lot*e mart gak terlalu jauh dari kosanku.
Besok kami harus sudah stay di toko masing masing sekitar jam 9. Disana sudah ada senior.
Akupun langsung minta anter ojak buat beli faceshield, manset, sarung tangan, tidak lupa juga print surat tugasnya.
"Ditempatin dimana kel?"
Tanya ojak
"Lo*te bintaro"
"Hidih deket donk, jalan kaki aja bisa tuh"
"Iya jak alhamdulillah, untungnya deket"
Setelah print selesai, semua barang yang diperlukan sudah terbeli. Aku dan ojak pun langsung pulang ke kosan. Tidak lupa aku beliin ojak rokok sebungkus tanda terima kasihku buat dia.
Setelah itu aku langsung masuk kamar dan istirahat...
Mudah mudahan besok training lapangan lancar amiin....
Pagi yang ditunggu tunggupun telah tiba. Aku sudah siap dengan kemeja hitam polos dan celana jeans hitam. Aku berangkat naik gojek karena hari pertama kerja juga jadi harus datang tepat waktu.
Perjalanan dari kosan ke L*tte sekitar 10 menit dengan biaya gojek sebesar 13 ribu.
Tiba disana, aku langsung tanya ke security tempat masuknya pintu karyawan, setelah berhasil melewati beberapa lorong menuju pintu karyawan, akupun bertemu security lagi disana. Aku langsung memberikan surat tugas yang sudah aku print kemarin sama ojak.
"Tugas eraf*hone ya"
Tanya security
"Iya betul pak"
Security itupun langsung menandatangani surat tugas itu. Setelah itu aku di foto dan diantar menuju er*fhone.
Tiba disana, sudah ada senior dari berbagai macam brand Handphone.
Aku menunggu di meja brandku. Jujur agak malu sih soalnya mereka pada ngeliatin juga.
Sampai 10 menit kemudian akhirnya seniorku datang. Dia senyum dan menjabat tanganku.
"Evan"
"Kelly"
Kataku sambil tersenyum.
"Anak tandem ya?"
Akupun mengangguk. Tandem adalah julukan anak SPG yang masih magang.
"Yaudah, kita belajar bareng bareng disini yah. Kalau kamu mau tanya soal spek HP tanya aja yah"
"Oke"
Jawabku.
Evan kelihatannya baik dan gampang akrab juga. Akupun langsung mengambil kanebo dan mulai mengelap demo HP yang sudah di pajang disana. Namanya anak baru ya harus memberikan sikap yang membuat senior seneng. Aku diajarin cara pasang alarm demo, cara aktivin demo selama 12 jam dan juga cara pasang balon gas olli.
Btw tau gak balon gas oli itu apa?
Itulohh balon gas yang warnanya ijo dan ada tulisan O*po dibajunya hehe...
Setelah semuanya selesai, akupun langsung stay di meja. Jam 11 siang Lotte memang sudah ramai pengunjung. Banyak juga yang datang ke area brand Handphone.
Disini, kami saingan secara sehat. Aku mengamati bagaimana cara menyikapi kompetitor lain. Kita tidak boleh berebut menjelaskan produk kepada costumer, kita tidak boleh mengambil costumer yang sedang berada di meja brand lain.
SOP er*afhone memang mengajarkan saingan secara sehat sehingga tidak menimbulkan konflik dengan kompetitor lain.
Ada salah satu costumer yang mulai mendekati brand O*po, dia melihat lihat demo handphone. Aku memberikan senyuman ramah, dan menyambut dengan ucapan :
"Selamat datang di E*rafhone"
__ADS_1
Evan pun tersenyum melihat sikap ramahku yang ditunjukan kepada costumer. Evan mulai mendekatiku, bermaksud membackup kalau costumer menanyakan sesuatu yang belum aku ketahui.
Dan benar saja, costumer itu menanyakan Type O*po keluaran baru.
"Saya lagi nyari type baru dengan fitur yang baru juga, apa di brand ini ada?"
Tanya seorang costumer dengan perawakan cukup tinggi.
"Ada pak. Kebetulan Op*o juga sudah realis type barunya juga yaitu Ren*4. Kalau boleh tau kakak kebutuhuannya lebih kemana ya ka?"
"Aku sih seneng bikin vlog dan juga maen game. Jadi lebih ke kamera sama processor"
"Wah kebetulan banget ka, di Ren*4 ini kameranya 48MP, apalagi kaka hobby ngevlog pastinya kaka butuh yang namanya fitur baru. Disini ada fitur bawaan yang namanya A.I colour portrait"
Aku melihat cara evan menjelaskan kepada costumer itu. Penjelasan evan cukup santai dan tidak terburu buru. Tak hanya itu, evan juga menggunakan demo HP itu dan memperlihatkan secara langsung Fitur demi fitur dari keunggulan Handphone tersebut.
"Chipset nya apa kalo boleh tau?"
Tanya costumer itu sambil meraba raba demo handphone
"Chipsetnya sudah snapdragon 720. Sangat cocok buat kaka yang hobby maen game. Grafiknya juga terlihat sangat jelas dan jernih"
Aku mengamati brand lain. Rupanya mereka juga memperhatikan costumer yang sedang berada di meja op*o. Mereka bisa mengambil costumer kalau costumernya sudah meninggalkan meja tersebut.
"Fiturnya keren juga ya"
Komentar costumer itu. Evan menjawabnya dengan senyuman hangat.
"Oke, ada warna apa aja?"
"Warnanya ada 2 ka, galactic blue, sama shine black"
"Aku mau yang hitam aja"
"Boleh ka, silahkan duduk"
Ada senyuman khas di bibir evan waktu costumer itu membeli satu handphone.
Evan langsung menuju meja Ero dan memberitahu ke bagian gudangnya.
"Pembayarannya cash apa debit ka?"
"Saya mau debit"
Aku diperintah evan buat duduk di meja khusus costumer. Evan yang mengurus struk pembelian sampe ke kasir.
"Kamu duduk disini. Aku ajarin cara open pag HP, cara nembak imey dan nulis surat garansi"
Akupun mengangguk. Beberapa menit kemudian evan membawa HP baru sebuah cutter. Evan mulai membuka ujung demi ujung dus HP dengan ujung cutter. Setelah itu HP baru, charger, garansi dikeluarkan oleh evan.
Pertama tama evan mensetting dulu handphonenya, memasukan email dan tidak lupa mengaktivkan semua fitiur bawaan di handphone tersebut.
Evan juga mencoba kamera, speaker HP dan juga chargernya.
"Kaka isi dulu kartu garansinya ya ka. Garansi software selama pemakaian, garansi baterai 1 tahun dan charger 6 bulan"
Costumer itupun mengangguk dan langsung mengisi kartu garansi itu dengan namanya. Tidak lupa evan juga menyobek sebuah barcode yang biasa disebut dengan imey.
Setelah semuanya selesai, evan meminta difoto dengan costumer dan mengirimkannya ke sebuah group. Aku juga diajak evan difoto bareng.
"Terima kasih banyak yah ka, selamat datang kembali di er*fhone"
"Sama sama"
Dan costumer itupun pulang. Ada salah satu brand yang mendecak kecewa saat costumer itu berhasil membeli HP di brand kami.
"Widih, jam segini udah ngisi aja tuh angka"
"Yaiya dong, hoki kan ada anak tandem"
Jawab evan. Evan langsung mengajakku menuju meja demo tadi.
"Alhamdulillah kel, udah jualan 1. Produk baokhuan lagi"
"Baokhuan itu gimana maksudnya?"
Tanyaku bingung
"Produk baokhuan itu produk utama yang harus dijual. Sebelum kita menawarkan type rendah, diusahakan dulu menawarkan type yang paling tinggi kaya aku tadi. Kita kan gak tau isi kantong costumer"
"Ohh gitu ya, tadi kamu bagus deh jelasinnya"
"Hehe, masih belajar ko. Memang kalo jelasin produk itu yang pertama ditanyakan kebutuhannya dulu apa. Kalau dia butuhnya ke kamera ya kaya tadi aku jelasin. Jelasin dulu keunggulan dari kameranya"
"Kok bisa deal gitu sih tadi?"
"Costumer memang beda beda. Ada yang detail banget, ada dijelasin dengan singkat udah merasa cukup, ada juga yang dari awal udah tau keunggulan produk tersebut"
"Wah kamu hebat yahh"
"Ah jangan gitu donk, kan masih sama sama belajar"
"Hehe, ohiya tadi kamu nyobek barcode itu buat diapain?"
"Oh ini?"
Evan mengeluarkan kertas barcode yang dia simpan di saku belakang celananya.
"Ini tuh imey, nanti aku tembak kalo udah tutup toko"
"Tembak gimana maksudnya?"
Aku kernyitkan dahi. Training waktu di tangerang city memang bwlum dijelaskan apa itu nembak imey dan hal hal lain yang aku belum tau. Inilah pentingnya training lapangan, kita langsung ke praktek bukan teori.
"Jadi kalo kita habis jualan itu. kita wajib tembak imey barcode ini. Nanti secara langsung bakalan ada di aplikasi hasil penjualan kita hari ini"
"Hooo gitu, sorry ya aku banyak nanya"
"Yaelah santai aja, kalau mau tanya apa apa gaboleh sungkan. Nanti aku dimarahin SVP kalo kamu selesai tandem tapi belum tau apa apa"
__ADS_1
Dan akupun tertawa lepas.
Banyak ilmu yang aku dapatkan disini, ternyata modal berbicara saja belum tentu meyakinkan costumer. Ada banyak trik lain yang membuat costumer itu yakin sampai mau membeli produk kami. Yang paling kuat adalah kontak mata dengan costumer. Saat kita menjelaskan sesuatu, kontak mata harus tetap terjaga dengan baik, itu adalah kunci pertama meyakinkan costumer.