PINTU NO.7

PINTU NO.7
Eps. 1 - Flashback


__ADS_3

Angin malam begitu dingin menusuk tulang, aku duduk dibalik jendela dengan menatap bintang yang mulai menghilang ditelan malam. Hanya suara jam dinding yang terus berputar menemani setiap detik yang seirama dengan detak jantung.


Malam ini aku tidak bisa tidur, pikiranku melayang entah kemana.


Tetapi hati ini selalu tertuju kepada satu nama yang berada di ujung sana.


Aku ingin sedikit bernostalgia tentang kisah cintaku yang sangat rumit, penuh drama dan juga penuh duri tajam dalam setiap kenangannya.


Yang dimana di dalamnya ada sebuah kisah yang sangat membuatku terlena dalam setiap ceritanya, terhanyut dalam setiap buaiannya.


Dan kisahku dimulai saat hadirnya satu lelaki yang masuk dalam kehidupanku.


Dia merubah segalanya. Dan awal cerita dimulai pada tahun 2019.


Oh ya, perkenalkan namaku kelly, aku wanita yang sedikit bawel, posesif dan juga pemarah. Mungkin semua sifat yang ada dalam diriku terkesan negatif, tapi dari sifat inilah tumbuh kasih sayang yang tulus dari seorang laki laki yang penyabar, penyayang dan juga baik hati.


Aku sudah menyandang status single parent pada umur 21 tahun, aku menikah muda di umur 18thn.


Bukan karena suatu aib yang membuatku harus menikah muda, tetapi karena keadaan di keluargaku.


Ya, aku memang terlahir dari keluarga yang sederhana, ayahku seorang pedagang di pasar sedangkan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, pendidikan ku juga hanya tamatan SMA, tetapi aku bahagia menjadi bagian dari keluarga ini.


Tentang alasannya mengapa aku harus bercerai mungkin itu akan menjadi rahasiaku, dan aku cukup berprasangka baik saja kepada tuhan.


Ada rencana baik dari setiap kegagalan.


Angin malam ini memang cukup dingin, mungkin akan lebih baik jika ditemani teh hangat.


Maklum, bandung dataran tinggi jadi sangat minim untuk mendapatkan kehangatan dimalam hari.


Pikiranku kembali teringat saat awal mula aku mengenalnya lewat sebuah aplikasi kencan dewasa.


Dia mengirimku pesan :


"Hay selamat malam"


Siapa nih, aku bertanya dalam hati.


Jujur, pertama kali yang aku lihat selalu profil dan bionya, aku cek fotonya, hemm lumayan lah hehe


"Ya malam juga"


Sedikit judes, maklum lah namanya cewe selalu jual mahal haha


"Boleh kenalan?"


"Boleh"


"Aku Fito, kamu?"


"Aku kelly"


"Oh ya boleh minta nomer WA nya?"


"Boleh, nih 08*********1"


Dan obrolan kamipun berpindah ke Whatsapp.


"Kamu asli bandung?"


"Iya aku asli bandung, kalau kamu?"


"Aku asli padang, cuman lagi ada kerjaan di Kalimantan"


"Oh jauh juga yah"


"Dekat ko, ini buktinya kita bisa ngobrol"


Dan kamipun terhanyut dalam obrolan ringan sebagaimana orang baru kenal.


Kami belum saling terbuka, tetapi aku sudah terbuka dengan statusku.


Aku tidak mau ada kebohongan yang ujungnya akan membuat orang lain kecewa.


Anyway dia gak permasalahin itu semua, karena baginya status itu tidaklah penting, so jalani kalau memang cocok.


Awalnya sih aku sedikit aneh, sejak perkenalan itu dia tidak ada henti hentinya menelfon, mengucapkan selamat pagi, siang, malam, jangan lupa makan dan hal hal lain yang berbau pendekatan.


Dia juga sering minta video call, ngobrol sampai larut malam bahkan saat dia tidurpun telfon tidak boleh dimatikan.


Dan akupun lama lama terasa terikat tanpa hubungan.


Aku pergi kemanapun dia harus tau, hemm sebegitunya kah??


Padahal bukan siapa siapa.


Tapi aku tidak ambil pusing soal itu, aku tetap menikmati duniaku sebagaimana biasanya.


Dengan statusku yang single parent, aku kembali lagi memasuki duniaku yang dulu.


Aku sering pulang larut malam dan aku merasa sangat bebas.


Malam itu aku sedang karaoke bareng temanku, lagi asyik karaoke, tiba tiba fito nelfon.


Aku gak mau angkat telfonnya, dan jujur aja aku mulai risih.


"Kel itu ada telfon"


"Biarin aja"


Jawabku


"Gak kamu angkat?"


"Engga ah males"


Aku masih menikmati pesona malam dengan hati senang, kumpul bareng teman teman dan juga pasangan masing masing, jadi wajar saja kalau aku mengabaikan telfon darinya.


Waktu menunjukan pukul 02 malam, kamipun pulang dalam keadaan mengantuk.


Kepalaku pusing, lalu fito nelfon lagi.


"Aduh nih orang kenapa sih nelfonin mulu"


Karena pusing dengar suara HP yang terus bunyi, akupun angkat telfonnya.


"Hallo"


Kataku dengan nada sedikit dongkol.


"Ya hallo, kamu kemana aja? kenapa telfonku gak kamu angkat dari tadi?"


"Aku tadi lagi karaoke sama temenku"


"Oh bagus ya, karaoke sampe jam 2 malam"


"Terserah akulah, ngapain ikut campur"


"Ya allah, kamu kan cewe, kalau kamu kenapa napa siapa yang tanggung jawab?"


"Eh fito, denger ya kita itu baru kenal, ketemu aja belum pernah, ngapain sibuk urus hidupku?"


"Baiklah kalau itu maumu. Aku cuman ngingetin aja. Aku nungguin kamu sampe jam 2 malam karena aku takut kamu kenapa napa"


Lalu diapun mematikan telfonnya.


Dan jujur saja saat itu aku kesal karena sifatnya yang terlalu berlebihan.


Dan gak butuh waktu lama, diapun nelfon lagi.

__ADS_1


"Kel, kamu baik baik aja kan? aku khawatir"


"Aku baik baik aja, udah deh fito gausah terlalu over"


"Aku ga over, wajar donk kalau aku khawatir?"


"Khawatir kamu itu berlebihan, lagian kita kan cuman temenan gak lebih."


"Aku tau kita temenan, tapi apa gak boleh ya seorang temen ngingetin soal kebaikan?"


"Udah deh jangan bikin aku tambah kesal. Udah ya aku mau tidur!"


Dan untuk kedua kalinya aku mematikan telfonnya tanpa salam.


Dari dulu aku memang tidak suka cowok yang kebanyakan nelfon dan juga banyak melarang, itulah alasannya aku mulai merasa ilfeel sama dia.


Akupun tertidur dengan keadaan pakaian belum diganti, belum sempat juga cuci muka.


"Kel, kelly bangun"


Suara orang membangunkan, aku lihat ternyata itu kakakku. Dengan sigap juga aku cek jam di HP ku, rupanya sudah jam 9 pagi.


"Habis dugem yah?"


"Karoke bareng temen"


Jawabku


"Ya ampun, karoke sampe jam 2 malam. Kalau kaya begitu terus, kamu jangan tinggal disini. Tinggal aja sama nenekmu"


Ya, semenjak aku bercerai, aku memang tinggal dirumah kakakku.


"Iya teh, biarin lah tehh. Aku mumet dirumah mulu"


"Susah ngomong sama kamu!!


dibilangin gak pernah nurut."


Akupun bangkit dari tempat tidur dan langsung mandi, perut terasa lapar dan akhirnya makan. Aku coba lihat hp ternyata ada 12 panggilan tak terjawab dan puluhan pesan, aku lihat ternyata dari fito. Aku buka semua pesannya.


"Pagi"


"Banguun"


"Hallo"


"Belum bangun kah?"


"Angkat telfonku"


Blablablabla..


aku cuman baca doang.


Aku gak hiraukan pesan itu.


Sampai akhirnya dia nelfon.


"Hallo"


Fito membuka pembicaraan. Suaranya terdengar lembut.


"Ya hallo"


"Sudah bangun kah?"


"Belum"


"Lah ini suara siapa?"


"Yang punya HP"


"Makan"


Jawabku simple


"Kamu baru bangun ya?"


"iya"


Nih orang banyak nanya, aku menggerutu dalam hati.


"Jam 10 baru bangun, rugi dong gak dapet sinar matahari pagi?"


"Ada apa fito?"


Aku memotong pertanyaan


"Gapapa kangen aja"


Kamipun terlarut dalam obrolan ringan, dia ngingetin lagi kalau cewe itu gak boleh keluyuran malem malem, bangun harus pagi, gak boleh malas, dan ujung ujungnya lebih ke ceramah. Aku sih dengerin aja sampe akhirnya nasi di piringku habis dan gak sadar nambah lagi.


"Dikalimantan kerja apa?"


aku mulai berani menanyakan soal profesinya, karena memang sudah tidak ada bahan pembicaraan lagi.


"Aku kerja di PT. sawit, tapi bagian gudangnya"


"ohh, udah lama dikalimantan?"


"baru juga 2 tahun"


"yaa udah lama itu"


"iya lumayan lah"


Karena ngerasa gak ada yang harus dibahas, akupun pamit buat matikan telfonnya.


Tapi dia tahan.


"Tunggu dulu, kemaren aku lihat story mu update game mobile legend ya, kamu suka maen game ML juga?"


"Yaah emang suka, kenapa?"


"Nanti malam mabar yu"


"Ya kalo aku ga keluar"


"Jangan keluar, mendingan kita gadang maen game aja yuk. Rank kamu apa?"


"Baru juga epic 3"


"Aku gendong ya sampe kamu mythic"


Daaaaan kamipun semakin lama mengobrol tentang game itu, game fenomenal yang masih eksis sampai sekarang.


Dia cerita kalau hero favorit dia itu si Odette, dan dia sudah masuk top lokal kalimantan yaitu kotawaringin barat.


Dan aku juga tidak mau kalah kalau hero favoritku Change, top lokal Bandung barat.


Kami saling menyombongkan diri masing masing, sampai akhirnya obrolan kami ditutup karena Fito harus lanjut bekerja.


...*****...


Seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, bandung cuacanya memang dingin, apalagi malam hari.


Dan malam ini hujan turun lumayan deras.


Wah enak nih kalau makan bakso, kebetulan ada mang Ujang lewat.

__ADS_1


"Mang beli bakso seporsi yang pedasss"


"woke siap"


Mang ujang adalah tukang bakso keliling, dia rutin setiap jam 8 malam lewat depan rumah..


Kriing... kriiing...kriiing


Suara telfon, aku lihat ternyata itu fito.


"Hay kell lagi apa"


"Aku lagi makan bakso nih"


"Mau dong, disini gak ada tukang bakso, sekitaran pohon sawit semua"


"Kamu aja jualan bakso siapa tahu laku"


Dan kamipun tertawa lepas malam itu.


"Oh ya, jadi maen game bareng gak?"


"Disini hujan, takut nanti lag, minion aku kira musuh nanti"


"Yaudah kalo gitu kita custom aja yuk by one"


"Hayoo siapa takut"


Dan kamipun logiiinn...


Masuk room custom


-ghobii_lord-


(mengundang anda untuk bermain custom)


"Kamu mau pake hero apa kell?"


"Gak mungkin aku kasi tau lah"


"yaudah aku pake fighter ya dan kamu apa aja bebas"


Otakku bermain liar, kira kira hero apa ya yang bisa dipake buat by one.


Setelah aku pilih semua user, akhirnya aku pilih user asassin si Hayabusa


Game pun dimulai...


eng ing eng....!!!


Dan ternyata dia pake hero Aldous (fighter)


Anjrit, batinku dalam hati.


Inimah maen gamenya gaboleh dilama lamain, harus push cepet cepet, soalnya aldous hero lategame.


Buat yang hobby maen game ini pasti paham lah ya.


Dan kamipun mulai bertarung di land of down.


WELCOME THE MOBILE LEGEND...


Five Seconds till the enemy reaches the battlefield smash them!


All troops deployed...


Begitulah kira kira sambutan awal di gamenya. Game ini memang mengajarkan cara kerjasama yang baik, posisi, dan juga hidden. Apalagi asassin jangan slowhand, lemot sedikit bisa kena hantam.


Kita main by one dengan mengaktivkan voice, aku denger Fito ketawa.


"Ngapain ketawa?"


"lucu aja, kamu push terus"


"Biarin aja, kalo aku gak push duluan late game aku mampus dong ditandain aldos mulu"


Saking seriusnya main game sampe lupa bakso pun belum dimakan habis.


Hujan semakin deras dan suaranya cukup bising ditelinga.


Kami melanjutkan game sampai akhirnya skors 3-2.


Aldous kalah karena kehabisan shield tower. Towernya aku hancurin semua hahaha... Sepertinya dia tidak terima kalau kalah, dan dia bilang hero push lah, nyuri tower mulu lah, blablablabla, bodo amatlah yang penting menang hihihi...


Kamipun bermain game hanya sekali, soalnya sinyal tidak mendukung. Namanya juga game online, sinyal gak kencang jangan harap bisa menang.


Lalu obrolan kamipun berlanjut lewat video call.


"Kell aku lagi ga enak badan sebenernya"


"Ko bisa?"


"Mungkin kecapean soalnya barang masuk ke gudang lumayan banyak tadi"


"Oh, udah minum obat?"


"Udah ko, tadi siang berobat ke puskesmas deket kerjaan"


"Mata kamu aja merah kaya gitu, mirip matanya Argus"


Argus adalah hero fighter di mobile legend.


"Mata kamu juga bulat, mirip sama mata cyclop"


"Kening kamu lebar, sama kaya balmond"


Aku tambah gak mau kalah.


"Hiya hiya, yaudah kamu cantik kaya odette"


"Hiiii makasihh lanceloooot"


Dan kamipun tertawa lepas malam ini.


"Ko kita bisa samaan yah hobby maen game ML?"


"Game ML kan game fenomenal, pasti banyak yang punya lah game ini"


"Hehe niatku mau gombalin malah ditimpal gitu"


"Yaudah kamu istirahat, ini udah jam 11 malam loh. Besok kan kamu kerja"


"Yaudah aku istirahat, tapi aku minta telfonnya jangan dimatikan ya"


"Lah kenapa?"


"Aku pengen ditemenin tidur sama kamu"


"yaudah"


Akupun menuruti maunya.


Sampai akhirnya diapun tidur.


Aku melihat bagaimana dia tidur.


Wajahnya memang menunjukan kelelahan, dan memang dia sedang sakit. Aku pandangi lagi wajahnya, sekilas bertanya dalam hati.


Dia ini siapa? dia orang jauh dan aku gak yakin juga bakalan ketemu sama dia, dia orang asing tapi sejauh ini banyak memberikan perhatian lebih. Banyak mengingatkan kebaikan dan selalu mengingatkanku pada hal positif.

__ADS_1


Seketika hatiku mulai terhanyut dalam perasaan, sampai akhirnya kamipun tertidur dalam koneksi internet masih tersambung.


__ADS_2