
Layaknya orang yang baru jatuh cinta, aku mencatat tanggal jadian di memo HP.
Aku catat :
(Tanggal jadian Kelly & Fito 20 Agustus 2019).
Hari demi hari kami lalui dengan bahagia. walaupun jarak jauh, kita selalu meluapkan rasa rindu lewat video call.
Setiap hari tiada waktu tanpa telfon, kuota internetkupun pastinya boros.
Fito selalu peka soal apapun, jadi aku tidak perlu bawel untuk memintanya.
"Neng masih ada paket kuota?"
"Tinggal 256mb lagi a"
"Yaudah nanti sore aa isi ya, sore aa gajian"
"Iya sayang makasih banyak yah"
"Iya sayang"
Selain memperhatikan kebiasaanku, mengingatkanku soal kebaikan, dia juga selalu mengerti kebutuhanku. Dan baru kali ini aku merasa diperhatikan oleh laki laki yang belum pernah aku temui sekalipun.
Jujur sih, pendekatan kami tidak terlalu lama, baru kenal 1 minggu kita udah jadian.
Hahaha, mungkin terdengar aneh yah buat sebagian orang.
Tapi semua tergantung hati masing masing. Kalau sudah merasa nyaman apa salahnya dijalani dulu.
Lanjuuut.......
Hubungan aku dan fito sudah diketahui sama teteh.
Aku cerita sama dia.
"Teh inget ga orang kalimantan yang pernah aku ceritain itu?"
"Iya, kenapa emangnya?"
"Aku jadian sama dia sekarang"
"Oh, cepet banget udah jadian lagi. Bukannya baru kenal?"
Teteh kaget.
"Aku ngerasa nyaman aja teh sama dia, apa salahnya juga kalau dijalani dulu"
"Yaudah. Tapi ingat jangan terlalu pake hati. Nantinya sakit. Biasa biasa aja"
Teteh bilang gini karena sudah tau kalau aku nyaman dan sayang sama orang suka pake hati banget. Nanti ujung ujungnya dia lagi yang dipake tempat curhat.
"Gimana dia masih single kan?"
"Iya teh, dia liatin KTP ny sama aku"
"Yaudah kalau kamu memang yakin dia baik, dia single, jalani aja"
Tetehpun mendukung. Teteh itu type orang yang gak gegabah dalam melakukan sesuatu. Itulah alasannya mengapa teteh banyak bertanya soal fito. Teteh takut aku gagal lagi.
Dan sesuai janjinya, fito pun mengirim pulsa ke nomorku. Aku berterima kasih sekali.
Sejauh ini memang aku belum pernah mendengar fito berbohong, dia selalu jujur.
Semoga saja apa yang aku percayai hari ini, akan terus aku percayai sampai nanti.
Sebab hubungan yang sehat adalah hubungan yang tidak dicampuri dengan kebohongan.
__ADS_1
...*****...
Waktu berjalan seperti biasanya.
Tidak ada yang berubah antara aku dan fito.
Hanya saja, sekarang aku lebih perasa.
Wanita memang selalu mudah terbawa perasaan.
Dan satu lagi, semenjak jadian sama fito aku gak pernah dugem, karaoke ataupun keluyuran tengah malam.
Aku menuruti apa yang fito mau..
Fuuuh.....
Semakin lama fito semakin terbuka juga soal pekerjaannya. Dia cerita kalau ada satu orang rekan kerja yang tidak menyukainya, dan selalu mencari kesalahannya.
"Aa kesal banget sama dia!"
"Aa yang sabar ya sayang, aa jangan emosi, biarkan saja dia begitu. Di dunia kerja orang yang tidak suka pasti ada"
Aku sedikit menenangkan hatinya, setidaknya dia merasa dipedulikan.
"Aa udah sabar neng, tapi semakin hari dia itu semakin memperlihatkan ketidak sukaannya sama aa"
"Biarkan tuhan yang membalas semuanya. Aa cukup diam. Diam itu lebih baik sayang. Percaya deh sama neng"
"Aa udah diam dan selalu mengalah. Tapi lama lama aa merasa diinjak injak tau gak"
"Sayang, cara menghadapi orang seperti itu memang dengan cara diam. Dia sedang memancing aa buat emosi"
Fito diam, dia seperti mendengarkan advice dari seorang motivator.
"Kalau aa ikutan emosi, nanti pekerjaan aa berantakan, itu yang dia cari. Memang tujuan dia itu buat nyingkirin aa"
Dia tersenyum. Senyumannya menandakan rasa bangga dalam dirinya.
"Sama sama"
Dari matanya, aku melihat sesuatu yang tulus. Dari matanya juga aku melihat sebuah kerinduan yang mungkin entah kapan akan terselesaikan.
LDR memang menyiksa untuk sebagian orang, itulah alasannya ada yang tak sanggup karena saking rindunya.
Dan sekarang aku mulai merasakan kerinduan itu.
Saat rindu, yang kami bisa hanya bertatap muka lewat HP, saat rindu yang kami bisa hanya mendengar suara lewat speaker. Kadang dia juga bercerita ingin sekali memeluk erat tubuhku, mencium wangi rambut dan menggenggam tangan. Itu manusiawi sebuah hasrat dari manusia.
Hal yang entah kapan bisa kami dapatkan. Tapi kami selalu bersyukur, selagi masih bisa melihat wajah dan mendengar suara, rasa rindu kami sudah sangat terobati.
...*****...
Keesokan paginya, aku bangunkan fito untuk berangkat kerja, tapi dia tidak angkat telfonnya, aku chatt gak dibalas juga. Pikirku mungkin dia sudah ditempat kerja.
Lewat jam 10 siang, tidak seperti biasanya dia tidak ada kabar, kalau aku telfon aku takut menganggunya bekerja, dan aku tunggu saja sampai jam 12 siang. Ternyata masih juga tak ada kabar. Aku khawatir campur penasaran, lalu akupun telfon dia. Dan syukurlah diangkat.
"Hallo assallamuallaikum"
"Waallaikum sallam" jawabnya dengan nada sedikit parau
"Sayang kamu kemana aja gada kabar, aku khawatir"
"Maaf sayang, aa lagi gaenak badan. Badan aa meriang, semalam habis kena hujan"
"Ya ampun sayang kenapa ga bilang"
"Maafin aa ya sayang"
__ADS_1
"Neng yang seharusnya minta maaf sama aa, saat aa lagi sakit gini neng gabisa jagain aa"
"Jangan kaya gitu sayang, denger suara neng aja aa udah seneng"
Jujur sedih banget, pengen rasanya meluk, ngasih dia obat, nemenin dia dari dekat juga. Tapi semua hanya khayalan yang terus hinggap di kepala.
"Aa sudah minum obat?"
"Sudah neng"
"Yaudah aa istirahat ya sayang, aa tidur lagi dan neng temenin"
"Makasih banyak ya sayang"
"iya sayangku, yaudah bobo yah"
Diapun menuruti dan akhirnya dia tidur dengan memakai sarung. Kali ini benar benar aku pandangi wajahnya. Aku resapi setiap garisan diwajahnya. Matanya yang sedikit sayu, hidung yang kemerahan, badan yang menggigil menggambarkan betapa menganggunya penyakit itu.
Dengar dia sakit rasanya aku juga terbawa sakit, sebab kalau dia sakit gak ada lagi orang yang bawel ditelfon. Dan ternyata aku baru sadar kalau aku sudah mencintainya. Ditinggal sakit saja aku sudah merasa kehilangan.
...*****...
Matahari mulai menampakan cahayanya di upuk timur. Pagi ini cukup sejuk..
Sebelum Fito hadir di hidupku, aku memang selalu bangun siang, karena malam selalu aku habiskan untuk bergadang.
Itu kebiasaan yang paling tidak fito sukai.
"BANGUUUUN!!"
"NENG BANGUN!!!"
Suara pesan masuk memang cukup mengganggu.
Pagi ini Fito membangunkanku di jam 7 pagi.
Segera aku jawab pesannya.
"Iya nih neng udah bangun sayang"
"Nah gitu dong, katanya mau lihat matahari pagi"
"Iya nih neng udah bangun"
Akupun bergegas mandi dan duduk di teras rumah. Matahari pagi memang sangat indah..
Cahayanya memberikan banyak kehangatan.
"Gimana sayang, matahari pagi indah bukan?"
Aku tersenyum lepas. Lalu kemudian dia melanjutkan
"Selain indah, bagus juga buat kesehatan"
"Makasih banyak yah sayang, hal sekecil ini saja aa perhatikan"
"Aa gak mau dan gak suka kalau neng bangun siang. Aa pengen neng bangun di pagi hari. Pagi hari udaranya memang sejuk dan bagus buat kesehatan. Tapi ada alasan lain juga yang buat neng harus bangun pagi"
"Apa tuh sayang?"
"Diucapin selamat pagi sama neng"
Tuhan, kalau boleh aku berharap suatu hari nanti pertemukan aku dengannya. Untuk hari ini, pagi ini dan malam nanti tidak mengapa jika harus seperti ini.
Tapi kalau sesuatu itu akan indah pada waktunya, akan aku tunggu sampai waktu indah itu tiba..
Aku ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
Amiiinnn....!