
"HUAAAAAAAAAAAAAAA"
Akupun kaget. Aku lihat jam sudah menunjukan pukul 8 pagi.
Haduhh ko bisa kesiangan gini yaah..
Jangan ditanya kenapa hari ini aku bisa kesiangan, jawabannya sudah jelas karena malam habis dugem..
Aku duduk dengan rambut yang sedikit acak acakan. Masih dengan make up yang menempel dan baju yang sama.
"Ko bisa kesiangan gini yah, padahal udah dipasang alarm"
Aku masih berfikir soal ini.
Mau gak mau ya aku tidur lagi, karena emang gak bisa dipungkiri ini mata masih aja gak bisa diajak kompromi.
Setelah mencoba memejamkan mata, anehnya nih mata gak jadi ngantuk.
Akupun langsung cuci muka, duduk dan cek HP.
Ada dua pesan baru masuk.
Satu dari ibu bos yang menanyakan kenapa hari ini gak masuk kerja.
Satu lagi dari Dede.
"Kel sini kesamping"
Aku coba lihat jam pengirimannya, rupanya dia kirim pesan satu jam lalu.
Akupun langsung melangkah ke kamarnya.
"Ada apa de"
Tanyaku.
Disana sudah ada 1 orang temennya dede yang aku juga gatau dia siapa.
Dia tersenyum lepas.
"Marcel"
Dia menyodorkan tangannya.
Dia berperawakan tinggi besar dengan rambut cepaknya yang rapih.
"Kelly"
Jawabku dengan membalas senyum.
"Duduk lah sini"
Ajak dede
Akupun duduk dan langsung mengeluarkan rokok.
"Dia anak baru penghuni kamar samping"
Dede menjelaskan tentangku kepada marcel.
"Ohya?"
Marcel menaikkan kedua halisnya
"Lahiya ngobrol lahh"
Kamipun diam, yah namanya juga baru kenal otomatis masih malu malu gitu.
Aku lihat, yudi masih tidur dengan mimpinya.
Beberapa menit kemudian, seorang cewek datang.
"Hallo sayang, lama banget aku tungguin"
Kata dede.
Kayaknya itu ceweknya dede deh.
Aku menebak dalam hati.
"Macet pas lampu merah"
Jawabnya. Lalu dia membuka sepatunya, duduk dan menebar senyuman padaku.
"Kenalan dong, tuh anak baru"
Kata dede.
"Iis"
"Kelly"
Sejauh ini mereka memang menyenangkan.
Tidak ada ketegangan diantara kami.
Dede dan iis asyik mengobrol, entah apa yang mereka bahas.
Aku diam dan menyibukkan diri dengan HP ku.
"Orang mana kel?"
Tanya marcel membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Oh aku bandung, kalo kamu?"
"Aku asli sini, jakarta. Aku tinggal di tanah kusir"
"Oh tanah kusir"
Kataku sambil manggut manggut.
"Emang tau?"
"Yang banyak kuburan itu kan?"
Dan marcell pun tertawa.
Aku terhanyut dalam obrolan seputar tempat tinggal dan kerjaan.
Rupanya marcel satu kerjaan sama dede. Marcel kerja di Erafhone, dengan posisi tugas sebagai Ero.
Akupun menanyakan HP type baru yang lagi trend saat ini.
"Viv* tuh yang bagus"
Kata dede menyambung.
"Enggak ih, sa*sung aja"
Kata iis gak mau kalah
Aku pusing, kok mereka bisa gak sependapat gitu.
Ternyata dede memang bekerja sebagai SPB V*vo sedangkan iis bekerja sebagai SPG di brand sam*sung.
Diluar kerjaan mereka memang berpacaran, tapi dalam satu kerjaan mereka adalah kompetitor.
"Udah sam*sung aja, layarnya bagus loh udah amoled"
Iis menjelaskan keunggulan brandnya
"Idih bagusan v*vo lah, harga 3juta udah dapat NFC"
"Emang s*msung gak ada NFC nya?
V*vo itu dibawah s*msung"
Merekapun debat antara kedua brand itu.
Aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka.
Dan marcel pun mengambil jalan tengah.
"Udah sekalian I*phone aja, ada yang baru yang 12 Promax"
"Untung di elu itumah"
Dunia sales memang seperti itu, kalau pandai mengunggulkan suatu produk atau menarik hati pembeli ya otomatis target penjualannya bakalan bagus.
Satu jam lamanya ngebahas soal masalah HP, marcel pun pamit pulang.
Sebelum pulang marcel sempat meminta no HP ku.
"Thanks ya kell"
"Sama sama"
Dan marcelpun pulang. Tinggal aku, dede dan iis disini.
Waktu menunjukan pukul 12 siang, perutku terasa lapar dan akupun pamit buat nyari makan.
Kira kira makan apa yah siang ini, nasi padang bosan, nasi warteg apalagi.
Akhirnya akupun memutuskan buat beli mie ayam.
Keluar dari gerbang, joko dan ojak sedang duduk di sebuah warung seberang kosan.
Warung kecil dengan jajanan anak anak.
"Kelly mau kemana?"
Teriak ojak
"Nyari makan jak laper"
Jawabku
"Makan disini ajalah"
Kata joko sambil menepuk kursi kosong di sampingnya. Aku kernyitkan dahi, ya mau gak mau akupun menghampiri mereka.
"Makan disini aja, bude jualan makan juga"
"Bude?"
Tanyaku heran. Karena setahuku ini warung kecil yang kebanyakan jualan jajanan anak anak. Dan aku juga gak tahu bude yang dimaksud itu siapa.
"Iya bude nih yang punya warung"
"Emang jualan makan juga disini?"
Aku tanya heran
"Lahiya, tuh lauknya ada disana"
Joko menunjuk sebuah etalase kecil.
__ADS_1
Akupun mendekati etalase itu yang memang sudah ada lauknya disana.
Menunya aku lihat ada sambel ikan teri campur kacang dan daging ayam.
"Yaudah mana budenya? aku mau pesen makan nih"
Kataku
"Budeeee, budeeee"
Ojak memanggil dengan suara yang sedikit mengayun.
Dan seorang wanita parubaya keluar dari dalam rumah.
"Tuh bude ada yang mau beli makan"
"Oh ya neng tunggu ya bude ambilin nasi dulu"
Kata bude sambil mengambil piring.
Setelah itu dia kembali dengan piring berisi nasi.
"Duh bude nasinya jangan banyak banyak"
Budepun balik lagi mengurangi nasi di piring itu.
"Ambil sendiri aja neng lauknya"
"Iya"
Dan akupun mengambil lauknya.
Setelah itu aku pesan teh hangat.
Rencananya mau beli mie ayam malah gajadi.
"Kalau mau makan disini aja kel, bude suka masak. Tiap hari juga menunya ganti ganti ko"
Kata joko yang masih sibuk dengan HP nya.
"Emang bude masak khusus anak kos ya?"
Tanyaku
"Iya sih, kadang kalo tetangganya ada yang mau beli ya gapapa"
Ojak menjelaskan, dia sepertinya sudah menguasai lingkungan sini.
Akupun makan, emmh masakannya enak ternyata.
Sesuai seleraku, aku suka masakan yang sedikit manis.
"Gak kerja kel?"
Aku menggeleng
"Why??"
Tanya ojak yang so soan pake bahasa inggris.
"Gue kesiangan jak gara gara kemaren"
Ojak dan joko tertawa.
"Loh kok kalian malah ketawa sih?"
"Bukan lu aja kali kel yang kesiangan, kita juga sama"
Ojak masih tertawa dengan asap rokoknya yang sedikit keluar dari celah mulut.
"Lagian udah dibilang masuk pagi, maksain buat dugem"
Kataku protes.
"Tau tuh si yudi kalau soal dugem paling semangat diamah"
"Yaelah gapapa kali kali bolos kerja.
Cari duit mulu gak kaya kaya"
Cibir joko. Aku pun tertawa kecil.
Iya juga sih, pikirku.
"Padahal hari minggu bengkel rame. duh"
Ojak menepuk keningnya. Ojak memang bekerja di salah satu bengkel shorum terkenal di jakarta.
"Sama jak gue juga kalo hari minggu pesenan banyak"
Kataku gak mau kalah.
"Eh kali kali bagi kue nya dong"
Kata ojak
"Gila, emang itu perusahaan punya nenek gue"
"Nunggu kue yang dibawain si kelly mah lama, tuh kue tuh di dagangan bude banyak"
Kata joko dengan menunjuk kue pasar yang dibungkus plastik.
Kami semua tertawa puas siang ini.
__ADS_1
Lewat jam 12 kamipun bubar karena azan dzuhur yang telah berkumandang.