
Hani mencengkeram kuat tangan Abhiyasa dan menoleh ke arahnya ketika Aksa, putra mereka mengatakan jika dia tidak bisa menggerakkan kakinya.
Abhiyasa memegang kaki Aksa. Dia memandang putranya itu yang terlihat lemah dengan alat bantu pernafasan dan alat medis yang masih menempel di tubuhnya.
"Sus, kenapa kaki anak saya tidak bisa digerakkan?" tanya Hani panik pada perawat yang masih berada di sana.
"Tenang Aksa, ini karena tubuh Aksa masih lemah. Nanti akan ada dokter yang melatih Aksa agar bisa menggerakkan kaki Aksa lagi," tutur dokter Antonio yang tiba-tiba ada di ruangan tersebut.
Sontak saja Abhiyasa, Hani dan perawat yang ada di sana menoleh ke arah sumber suara. Di sana, tepatnya tidak jauh dari pintu ruangan tersebut, berdirilah dokter Antonio sambil tersenyum pada Aksa yang sedang melihat ke arahnya.
Dokter Antonio berjalan menghampiri mereka, dia berdiri tepat di samping tempat tidur Aksa, berhadapan dengan Abhiyasa dan Hani yang juga berada di samping tempat tidur putra mereka.
"Pak, Bu, setelah ini Aksa akan dilatih untuk bernafas tanpa menggunakan alat bantu dan dia akan melakukan fisioterapi untuk dilatih berjalan, olahraga dan sebagainya. Biasanya minimal tujuh hari untuk proses ini. Jadi, saya harap Bapak dan Ibu bisa sabar mendampingi putra Bapak Ibu dalam proses ini. Dan juga tolong tumbuhkan semangatnya agar cepat sembuh, sehingga bisa lebih cepat memulihkan proses penyembuhannya," tutur dokter Antonio kembali pada Hani dan Abhiyasa.
"Baik dok, kami akan berusaha semaksimal mungkin," ujar Abhiyasa pada dokter Antonio.
"Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir. Seperti yang saya katakan sebelumnya, nanti ananda Aksa akan didampingi oleh saya sebagai dokter jantung anak, bersama dengan dokter psikolog anak, dan ada dokter lainnya yang tergabung dalam tim kami, termasuk fisioterapis yang akan bertugas melatih ananda Aksa," tutur dokter Antonio kembali sambil menatap Abhiyasa dan Hani secara bergantian.
Hani mendekati putranya dan mengusap lembut rambut putranya itu. Kemudian dia sedikit menunduk dan berbisik di telinga putranya.
"Aksa Sayang, Aksa harus kuat. Aksa harus bertahan dan harus bisa melakukan semua yang diperintahkan dokter, agar Aksa bisa cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan Mama dan Papa di rumah."
Aksa mengangguk lemah sambil menatap mamanya. Dia tidak bisa berbicara bebas dengan alat bantu pernafasan yang masih digunakannya.
"Kondisi pasien sudah lebih baik Pak. Mungkin ada yang Bapak dan Ibu tanyakan pada saya sebagai dokternya?" tanya dokter Antonio pada Abhiyasa.
__ADS_1
"Sementara ini tidak ada dok. Terima kasih telah memberikan pelayanan terbaik untuk putra kami," jawab Abhiyasa sambil tersenyum tipis pada dokter Antonio.
"Itu sudah menjadi tugas kami Pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pasien bisa sembuh kembali. Jika sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, saya permisi dulu Pak," ujar dokter Antonio sambil menganggukkan kepalanya pada Abhiyasa sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
Abhiyasa pun menganggukkan kepalanya sebelum dokter Antonio beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Perawat yang ada di ruangan tersebut mengikuti dokter Antonio meninggalkan ruangan itu setelah berpamitan pada Abhiyasa dan Hani.
Abhiyasa mengambil kursi yang ada di dalam ruangan tersebut dan ditempatkan di samping tempat tidur Aksa, tepatnya di belakang Hani. Kemudian dia berkata,
"Duduklah Honey."
Hani tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada suaminya dan dibalas senyuman serta anggukan kepala dari Abhiyasa.
Mereka berdua mengajak putra mereka untuk berbicara, bercanda bersama agar putra mereka kembali ceria meskipun tidak seperti sebelumnya. Mereka juga berusaha menumbuhkan semangat putra mereka agar mempunyai keinginan untuk cepat pulih dan mau melakukan fisioterapi tanpa mengeluh atau pun menolaknya.
...----------------...
Hari berganti hari, Aksa sudah mulai tidak memakai alat bantu pernafasan lagi. Dia juga mulai melakukan fisioterapi dengan didampingi oleh dokter Antonio dan tim dokter yang menangani Aksa.
Aksa begitu antusias melakukan semua yang diajarkan padanya. Bahkan dia tidak menyerah agar bisa melakukan semua itu. Dia hanya ingin cepat pulih dan sehat kembali.
Hani dan Abhiyasa selalu menemani putra mereka tanpa kenal lelah. Mereka tidak mau meninggalkan putra mereka meskipun kedua orang tua mereka menggantikan keberadaan mereka di sana untuk menjaga putra mereka.
Kini sudah lima hari Aksa melakukan fisioterapi. Dia suah bisa bermain, bergerak bebas, bahkan dia bisa melakukan olahraga ringan saat ini. Fungsi sosial dan psikisnya sudah mulai pulih, sehingga dokter memperbolehkannya pulang hari ini juga.
__ADS_1
Kemajuannya begitu pesat. Di hari keempat, Aksa sudah bisa berjalan dan di hari kelima, Aksa sudah bisa berlari. Sungguh mengejutkan untuk semua tim medis yang menangani kondisi Aksa. Karena biasanya di hari ketujuh, pasien baru bisa berjalan, sedangkan Aksa hanya dalam waktu singkat dia sudah bisa memperlihatkan kemajuannya yang luar biasa.
"Selamat Pak, kemajuan ananda Aksa begitu cepat. Dia pulih hanya dalam waktu lima hari, sedangkan biasanya pasien bisa pulih minimal tujuh hari. Kami benar-benar salut akan kegigihan putra Bapak dan Ibu. Kami juga dari tim dokter yang menangani Aksa merasa bangga pada ananda," ujar dokter Antonio sambil tersenyum bangga pada Abhiyasa dan Hani.
Seketika bibir Abhiyasa dan Hani melengkung ke atas mendengar perkataan dari dokter Antonio. Mereka sangat bahagia mendengar hasil pemeriksaan putra mereka yang sangat memuaskan hasilnya.
"Nantinya akan ada pemeriksaan kembali setelah tiga bulan, enam bulan dan setelah satu tahun nanti akan dilakukan kembali medical check up. Mohon jaga betul-betul kondisi ananda agar tidak melakukan kegiatan yang terlalu berat," tutur dokter Antonio pada Abhiyasa dan Hani.
Tangan Hani mencengkeram tangan Abhiyasa. Matanya berbinar mendengar kabar bahagia yang dikatakan oleh dokter mengenai kondisi putra mereka.
"Baik dok, terima kasih. Kami akan selalu menjaga putra kami," ucap Abhiyasa yang terlihat sangat bahagia saat ini.
"Ananda Aksa sudah diperbolehkan pulang. Perawat akan mempersiapkan kepulangan ananda. Silahkan Bapak bisa mengurus untuk administrasinya," tukas dokter Antonio pada Hani dan Abhiyasa yang ada di hadapannya.
"Tapi dok, apa Aksa diperbolehkan bermain sepak bola dan berlari?" tanya Hani ragu-ragu.
Dokter Antonio tersenyum serta menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Boleh Bu, asalkan tenaganya tidak diforsir. Dan lebih baik ananda tidak terlalu berat jika berolahraga. Nanti setelah benar-benar pulih, ananda akan bisa melakukan apa pun yang diinginkannya."
Setelah mengatakan itu, dokter Antonio berjalan menghampiri Aksa yang sedang bermain di atas tempat tidurnya. Dia terlihat begitu riang dan bahagia bermain seperti biasanya tanpa merasakan sakit di tubuhnya.
Dokter Antonio duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur tersebut. Kemudian dia mengusap lembut rambut Aksa dan berkata,
"Aksa, dokter ingin bicara. Apa Aksa mau berbicara dengan dokter?"
__ADS_1