
Di balkon kamar nya, kini Alfa tengah menyesap rokok nya dengan menatap langit malam .
Ia pun merogoh hp dilihat nya sudah ada pesan masuk dari Delta .
Lo dimana Al? gue ada sesuatu buat lo
setelah membaca isi pesan tersebut Alfa pun membalas nya.
*D*i apartemen gue,kenapa?apaan?"
Alfa pun melanjutkan merokok nya, entah sudah berapa batang yang telah ia habiskan untuk menemani malam nya kali ini.
Terdengar suara ketukan pintu kamar apartemen. nya ia pun langsung mematikan Putung rokok, kemudian berjalan dan membuka pintu nya.
Delta pun langsung memberikan surat dari sekolah nya, perihal diri nya di skor tiga hari tanpa basa basi Delta pun langsung masuk dan merebahkan badan nya di sopa .
Tanpa di buka pun Alfa sudah tau isi surat tersebut dari sekolah nya. Alfa pun hanya meletakan surat tersebut tanpa melihat isi nya .
''Lo ga baca dulu Al isi surat nya?'' tanya nya.
''Lo juga sudah pasti tau apa isi surat tersebut!'' Dengan muka datar nya.
ia pun mengambil rokok dan menyesap nya kembali.
''Juno dan si Aji kemana tuh anak dua?'' bangun dan mengambil rokok dari Alfa.
''Di jalan'' jawab nya dengan kembali menyesap rokok nya .
Tak lama Juno pun datang ke apartemen mewah nya Alfa kini ke tiga cowok pun berkumpul.
''Udah ada disini Lo Del?'' tanya Juno yang langsung mengambil rokok. ''kemana si Aji tumben tuh anak belum datang,'' tanya Juno dengan menyesap rokok nya.
''lagi ngantar bunda nyalon'' jawab nya dengan tersenyum menyeringai.
Di kamar Fanya kini tengah merebahkan badan nya, di kasur empuknya ''nyaman banget'' gumam nya dalam hati. ia pun membuka hp sepertinya ada pesan masuk.
Makasih Fan udah ngobatin luka gue tadi,besok gue jemput berangkat sekolah nya
Di lihatnya ''ternyata ka Alfa yang mengirimkan pesan'' gumam nya dan menaruh hp nya kembali tak membalas pesan tersebut.
Di kamarnya kini tengah menunggu pesan namun tak kunjung ada balasan. Beberapa kali melihat handphone nya tetapi masih tak ada balasan.
Alfa pun membuang nafas nya dan menyimpan kembali hp nya.
Juno pun yang melihatnya kini jengah melihat Alfa, sedari tadi bulak balik melihat hp nya.
''kenapa Lo Al? bolak balik lihat hp'' tanya dengan melihat nya menyelidik.
''Gue juga heran liat Lo al'' sahut Delta kini.
__ADS_1
''Ga kenapa-kenapa.'' Jawab nya dengan muka datarnya.
Padahal saat ini hati dan pikiran nya gelisah tatkala pesan dari fanya belum di balas Alfa pun mencoba memilih membaringkan badan nya kembali.
...*****...
"Selamat pagi Tante."
Mom Della pun terkejut dan langsung menengoknya siapa yang menyapa. Dan datang masih pagi, saat itu mom Della tengah menyiram tanaman nya.
Alfa pun turun dari motor nya dan membuka helem, lalu mengulurkan tangan dan mencium tangan nya mommy Della.
"Pagi juga Alfa mau jemput Ze ia? bentar lagi juga turun'' dan kembali menyiram bunga .
''Mom fanya udah siap belum?'' kini Davin pun datang dan langsung masuk ke dalam rumah.
''Lagi siap-siap Vin pakai seragam'' teriaknya.
Dan menggeleng kan kepalanya belum juga menjawab Davin sudah masuk ke rumah nya aja dan menatap heran.
Kini Mom Della pun berjalan ke arah nya.
''Al nunggu nya di dalam aja? jangan nunggu di luar. kamu udah sarapan belum?'' mom Della pun duduk di kursi sebelah nya.
''Disini aja Tante nunggu nya engga apa-apa ko,udah tadi sebelum berangkat,'' jawab nya dengan tersenyum kaku.
Alfa yang biasa nya bersikap dingin dan selalu irit bicara terhadap orang lain. kini ia memaksakan bersikap seperti orang-orang di sekitar nya.
''Udah ko mom, tuh lagi jalan turun dari tangga'' jawab Davin.
Dan ia kini baru tersadar, bahwa di kursi sebelah mom Della ada Kaka kelas nya ialah Alfa. Dengan rasa terkejut dan menahan rasa penasaran nya Davin pun tersenyum kikuk.
''kenapa lagi Vin? yuk buruan berangkat'' ajak Fanya. yang keluar dari pintu dan masih belum mengetahui, keberadaan Alfa yang tengah duduk menunggu nya.
Tetapi Davin malah diam mematung, ''Fan....'' mom Della pun kini memanggilnya.
''Eh ia mom, maaf lupa belum pamitan'' ucap nya.
Ia pun berniat balik lagi ke arah mommy Della. Tetapi ''ko motor nya kaya punya si tukang maksa ia, masa Davin udah ganti aja'' gerutu nya.
ia pun kembali ke belakang untuk menanyakan nya di lihat ternyata Alfa sudah berada di kursi samping mommy nya.
Ia pun melotot melihat Alfa sudah berada di rumahnya ''kakak kenapa datang lagi kesini sih!'' dengan muka ketus nya.
''Ze... kamu ga boleh kaya gitu, katanya mau jemput kamu sekolah.'' Dengan menegur nya.
''Maaf ia Al Ze suka kaya gitu orangnya'' ucap nya dengan menghiburnya .
''Mom kan udah berangkat bareng sama Davin ih'' ia pun beralasan untuk menolak berangkat bareng dengan Alfa.
__ADS_1
''Ze Alfa dari tadi udah nungguin kamu! ga boleh gitu ze,'' ucap mom Della.
''Ia Fan ga apa-apa ko. lo berangkat bareng aja sama Ka Alfa, gue nanti berangkat sendiri aja.''
kini Davin pun memilih membiarkan Fanya berangkat bareng bersama Alfa.
Davin pun memilih mencari aman saja, takut nya ia berurusan dengan Kaka kelas yang satu ini ''Sorry fan'' gumam nya dalam hati.
Dengan terpaksa Fanya pun berangkat bareng bersama Alfa ''Berangkat dulu mom'' ucap Fanya mencium tangan mom Della ia pun langsung melengos pergi.
''aku juga mom'' ucap Davin dan Alfa kini berjalan ke arah motor nya masing-masing.
kini mereka pun berangkat meninggalkan mom Della sendirian. Fanya pun memilih diam sepanjang jalan dengan rasa kesal nya.
''Engga usah ngambek gitu makanya gue kirim pesan itu di balas'' Alfa pun mengeluarkan suara nya.
Tetapi fanya masih memilih diam dan tak menjawab pertanyaan nya .
Sedangkan Davin kini telah sampai duluan di sekolahnya.
ia sengaja membawa motor nya dengan kecepatan tinggi. untuk menghindari Kaka kelas yang satu ini, udah melihat wajah dingin nya saja Davin udah ketakutan lebih baik mencari aman.
''Tumben Lo berangkat sendiri, terus mana teman gue Fanya? tumben engga berangkat bareng'' tanya Tiara. kini tengah berada di tempat parkir bersama teman-temannya yang lain.
''Masih di jalan'' jawab Davin yang turun dari motornya.
''Emang berangkat bareng siapa sih Fanya ke sekolah nya?'' tanya Tiara dengan penuh rasa penasaran nya.
''Sama kulkas lima pintu'' jawab Davin, yang berjalan ke luar dari tempat parkiran.
Danisa pun yang mendengarnya hanya melongo dan menatap heran dengan jawaban Davin.
''Emang ada ia Ra kulkas lima pintu?'' kini tanya Danisa.
''Udah lah Ninis yu masuk kelas aja'' ajak Tiara, yang tak begitu penasaran sama sekali.
Berbeda kini dengan Gavi ia lebih memilih menunggu dan mencari tau siapa kulkas lima pintu itu .
''Masuk kelas yuk,'' mengajaknya keluar dari tempat parkir.
''Udah kalian duluan aja gue disini dulu sebentar'' jawab nya.
Farhan dan Rio pun memilih menyusul Davin untuk masuk kelas nya di susul juga oleh Tiara Danisa dan Ivana .
kini Gavi pun tengah menunggu sendiri di area tempat parkir sekolahnya hanya untuk mencari tau siapa kulkas lima pintu itu.
Bersambung ....
untuk kalian yang udah baca cerita aku terimakasih semuanya, mudah-mudahan kalian suka sama jalan ceritanya .
__ADS_1
jangan lupa untuk meninggalkan jejak disini .