
''Kak Juno sama kak Aji lagi ngapain sih disini?'' tanya Danisa.
''Nyusulin kalian berdua'' Jawab Juno dengan muka datar nya.
''Gue kira kak Aji udah pulang. terus kak Juno ngapain juga disini?''
''Ah elah nih bocah... di bilangin nyusul kalian berdua'' sahut Aji.
''Kenapa nyusulin kita berdua, kan nggak apa-apa kita berdua juga'' jawab Danisa.
''Udah nih bersihkan dulu tuh maskara nya'' Juno memberikan Tisu.
Dengan malu-malu Danisa menerima tisu dari Juno.
''Makasih kak...'' Ucap Danisa.
Juno hanya mengangguk kan kepalanya tanpa menjawab nya.
''Buruan kita pulang, udah mau malam nih. Gue anterin kalian berdua'' ucap Aji.
''Iya tunggu bentar kak Aji'' Ucap Danisa.
Setelah selesai membersihkan maskara Danisa yang luntur mereka semuanya pun pulang, karena hari pun sudah mulai gelap.
......................
Kini Alfa sedang berada di rumah nya Fanya, Alfa masih belum pulang dan masih memakai seragam sekolah nya.
''Kak mau pulang jam berapa sih? nanti ke buru malam di jalan nya?'' Tanya Fanya.
''Bentar lagi yang...'' jawab nya, sembari bermain game online nya.
''Iya udah deh aku mau mandi dulu...''
''Iya... jangan lama-lama'' teriak nya.
Fanya tanpa menjawab nya, pergi begitu saja meninggalkan nya.
Sedangkan Alfa hanya tersenyum karena sudah biasa dengan sikap Fanya dan melanjutkan bermain game lagi.
Tiga puluh menit sudah Fanya selesai dan segera turun ke bawah lagi. Melihatnya Alfa yang masih bermain game dan tak sadar keberadaan Fanya.
''Kak''
''Kenapa yang, udah selesai mandi nya?'' dengan fokus bermain game nya.
''Udah...''
Fanya pun membuka handphone nya dan melihat siapa yang udah mengirimkan pesan pada nya tanpa ada nama.
Hai Fan...
lagi ngapain? sorry ganggu..
Siapa?
Fanya yang penasaran membalas nya lagi,tak lama pesan kembali masuk.
Gue Riko
Gimana udah Lo pikirin, mau ikutan ekskul Futsal nya?
Oh iya maaf ka, aku sama temen aku mau ikutan ekskul Futsal nya kak
Oke
Besok formulir pendaftaran di isi iya
Gue anterin ke kelas lo
Iya kak, makasih sebelumnya
Sama-sama
__ADS_1
Mudah-mudahan Lo suka sama ekskul Futsal nya
Tanpa sadar Alfa kini menatap nya dengan tajam dan sorot mata tajam nya.
''Lagi chatan sama siapa?'' tanya nya.
''Sama kakak kelas, ngajakin ekskul Futsal kak''
Fanya yang masih belum sadar saat ini Alfa tengah kesal melihat dirinya chatan bersama orang lain.
''Ekskul apa?''
''Futsal kak, aku sama Danisa mau ikutan ekskul...''
''Nggak usah ikutan ekskul Futsal deh. Kalau mau udah basket aja'' Ucap Alfa.
''Nggak mau!''
''Kata gue nggak boleh! iya nggak boleh!''
''Apaan sih kak!'' jawab Fanya yang kesal atas sikap Alfa.
Alfa yang mulai kesal dengan sikap Fanya tak menurut ke ingin diri nya.
''Fan...''
Fanya masih diam saja tak menjawab nya.
''Fanya...''
''Fanya''
''Fanya''
Sudah beberapa kali Alfa memanggil nya, iya tak menyahut nya.
''Fanya''
''Nggak usah ikut ekskul Futsal iya...'' ucap nya dengan lembut.
''Apaan sih kak! aku udah daftarin aku sama Danisa buat ikut ekskul Futsal'' ucap nya dengan berbohong.
Alfa pun mengepalkan tangannya yang mulai kesal dengan sikap Fanya yang batu.
Sebisa mungkin Alfa pun menahan nya untuk tidak marah lagi.
Tanpa pamitan kini Alfa pun melengos pergi ke luar dan menyalakan mesin motornya.
Dengan cepat Fanya pun berlari ke arah luar untuk melihat nya. Tetapi Alfa dengan cepat membawa motor nya melesat sampai tak terlihat olehnya.
Padahal baru beberapa detik dan belum lama keluar dari dalam rumahnya nya.
Fanya pun membuang nafasnya dalam-dalam kemudian memilih masuk ke dalam kamarnya nya saja.
Fanya merebah kan badannya dan memikirkan kejadian barusan.
Kemudian dirinya mencoba untuk menghubungi Alfa menelepon dan mengirimkan beberapa pesan. Tetapi tidak mengangkat panggilan nya maupun membalas pesan nya.
Tanpa sadar kini ketiduran dan melewatkan makan malam nya.
Saat ini Alfa tengah berada di markas nya bersama ke tiga temannya.
Seperti biasa mereka akan menghabiskan malam mereka di bersama teman nya. Disini mereka sudah seperti keluarga, mungkin karena keluarga mereka sebagian sibuk dengan bisnisnya.
Alfa yang sedang menyesap rokok nya sedari tadi dan sudah iya habiskan berapa Putung rokok untuk menghilangkan rasa marahnya.
''Al tuh handphone Lo dari tadi bunyi...'' Ucap Aji.
Tetapi Alfa tak menanggapi nya dan hanya meneruskan menyesap rokoknya kembali.
Sedangkan Juno kini tengah asyik dengan melihat layar handphonenya. Sesekali iya tersenyum bahagia, membuat ke orang-orang yang melihatnya begidik ngeri.
''Lo kenapa Jun?'' tanya Aji yang menatapnya heran.
__ADS_1
''Nggak!'' Jawab nya.
Juno pun melangkah pergi ke luar ''Jun? Lo mau kemana?'' teriak Aji.
''Pulang'' dan menyalakan motor nya dengan cepat melesat sampai tak terlihat.
Kemudian di susul pula dengan Alfa yang beranjak dari tempat duduknya.
''Kemana lagi Al?''
''Pulang'' jawab nya dengan muka dingin nya.
''Anji**! pada pulang semua, gue disini sama siapa'' gerutunya.
''Sama gue, nyantai aja ji!'' Ucap Delta.
Aji pun duduk kembali di kursi nya dan mengambil rokok nya di meja.
''Gue kira Lo ikutan pulang Del'' ujar nya.
''Abis ngapain aja lo, sama tuh cewek?'' tanya Aji begitu penasaran.
''Kepo banget lo!'' Ujar nya.
''Sialan Lo Del!''
Mereka pun berlanjut mengobrol segala hal dan menceritakan kejadian tadi sore. Termasuk Delta pun bercerita tentang hubungan nya bersama Ivana.
Tanpa terasa waktu sudah tengah malam Aji dan Delta memilih tidur di di markas saja.
......................
Fanya kali ini sudah siap berangkat ke sekolahnya. Dengan seragam yang sudah rapih kini Fanya tengah menunggu Alfa menjemput nya.
Karena Davin sudah dirinya untuk berangkat lebih dahulu, Davin yang mengerti pun memilih berangkat sendirian.
Tetapi Alfa masih belum juga datang menjemput nya, padahal sudah hampir jam tujuh.
Beberapa kali dirinya menelepon nya tetapi tak mengangkat nya.
''Apa mungkin kak Alfa bolos lagi?'' batin nya.
Akhirnya dengan terpaksa Fanya pun meminjam motor nya Davin. Karena tidak memungkinkan jika dirinya membawa mobil sendirian.
''Mah Wen...'' teriak nya.
''Mah..'' dengan masuk kedalam rumahnya.
''Kenapa lu belum berangkat sekolah Fab?'' tanya Mamah Wen.
''Iya mah, aku tadi telat bangun jadi nyuruh Davin berangkat duluan'' jawab nya berbohong.
''Yah... anak satu nih, emang dasar kebo'' memaki nya.
''Mah Wen, pijem motor nya Davin lah'' rengek nya.
''Ambil noh kunci nya di laci Fan''
''Iya... makasih Mah Wen'' dengan mencium pipi kanan dan kiri nya.
''Hati-hati lu bawa motor nya, pelan-pelan'' teriak nya.
Fanya pun mulai menyalakan mesin motornya dan berangkat.
''Dadah Mama Wen.. Assalamualaikum'' teriak nya dengan polos.
''Apa lupa iya anak satu ini, kita kan seamin tapi tak seiman'' Dan menggeleng kan kepalanya dengan pelan.
Dua puluh menit sudah, hampir saja pintu gerbang sekolah nya di tutup.
Fanya pun kini telah sampai di tempat parkir sekolah nya. Iya melihat motor nya Alfa sudah ada di tempat parkir.
Bersambung....
__ADS_1