
''Enggak kak,'' jawab Fanya yang masih Kekeh.
Alfa pun menarik nafas nya dalam-dalam dan membuang nya kembali.
''Oke.... ia udah,'' dengan berdiri dan beranjak dari tempat duduk.
''Mom.'' teriak Alfa begitu keras.
Membuat Fanya yang sedang duduk duduk tiba-tiba saja berdiri dan menutup mulutnya Alfa dengan tangan Fanya.
''Kak! jangan bilang sama Mommy, Please...'' merengek yang belum melepaskan tangan nya dari mulut Alfa.
Padahal Alfa sendiri bukan untuk memberitahu Mom Della, Alfa hanya akan berpamitan pulang saja. Tetapi dengan sigap Fanya langsung salah paham terhadap diri nya.
''Udah lepasin dulu Fan, tangan nya dari mulut gue!'' ucap nya dengan mencoba melepaskan tangan Fanya. ''Enggak bisa? Lo harus jadi pacar gue dulu, baru gue enggak bilang sama Mom Della.'' Dengan kekeh Alfa pun masih meminta Fanya untuk menjadi pacar.
''aku enggak mau kak!'' dengan melepas kan tangan nya dari mulut Alfa.
''Beneran masih mau nolak?'' tanya Alfa dengan menggoda kali ini.
''Kak Al ih nyebelin, emang enggak ada cara lain gitu selain menjadi pacar kak Alfa?'' tanya Fanya.
''Enggak ada!''
''Ini mah pemaksaan'' Ujar Fanya.
Dengan wajah kesal dan menundukkan kepala nya ke Bawah. ''Kalau aku tolak... takut nya nanti bilang sama Mommy,'' batin Fanya.
Alfa pun melihat Fanya tanpa berkedip.
''Gue enggak maksa! Tapi? kalau enggak mau juga ya udah gue nggak apa-apa ko.''
Alfa pun kemudian seperti nya akan beranjak lagi dari tempat duduk. Pikir Alfa kali ini seperti nya akan berhasil menjadi pacar nya Fanya. Melihat nya yang sangat ketakutan, karena Fanya tak masuk sekolah hari ini dan takut diri nya melaporkan kelakuan Fanya pada Mom Della.
Dengan licik nya Alfa pun menjadikan ini sebagai alasan agar Alfa bisa jadiaan sama Fanya pikir nya pun benar-benar konyol.
''Kak...'' dengan pasrah karena Fanya takut Mom Della marah. ''Ya udah aku mau jadi pacar nya ka Alfa. Tapi...'' ucap nya terhenti.
kemudian Alfa mendudukkan diri nya tepat di samping Fanya. Alfa pun mengelus pucuk kepala rambut dengan lembut. ''Tenang aja, gue enggak akan buat Lo kecewa dan enggak akan buat aneh sama lo selama jadi pacar gue!'' ujar Alfa. Membuat gadis yang berbalut hoddie kian besar di badan nya dan menundukkan kepala.
Tak lama Fanya pun mengangkat kepala nya kembali, ''Kak!'' Dengan menoleh ke arah Alfa. ''A-ku enggak mau teman-teman aku di sekolah tau, kalau kita jadian!'' Ucap Fanya.
''Ya.'' Alfa pun hanya menuruti saja ke inginan Fanya kali ini. Karena suasana hati nya lagi bahagia dan malas berdebat dengan gadis di samping nya maka Alfa pun menurut saja malam ini. Tidak tau saja besok akan seperti apa, lebih jelas nya Alfa saat ini sangat bahagia.
Setelah tadi pagi di buat resah karena tak bertemu di sekolah dan handphone nya pun tak dapat di hubungi oleh gadis yang sedang di samping nya.
Dilihat nya jam sudah menunjukkan pukul 20.10 lebih, Alfa pun akhirnya memilih pulang.
Alfa pun kini memilih berpamitan dulu pada Mom Della.
Setelah selesai berpamitan, Alfa pun keluar dari rumah Fanya. Kini Alfa sedang melajukan motor nya dengan kecepatan rendah tidak seperti biasa dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
...****************...
Setelah Alfa pulang Fanya pun memilih masuk ke dalam kamar. Dengan segera ia mengambil handuk yang di gantung, rasa nya benar-benar tak nyaman badan nya yang lengket oleh keringat. Fanya pun dengan terburu-buru memasuki kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan memakai baju piyama, Fanya memilih merebahkan badannya saja di atas kasur empuk nya dengan memainkan handphone. ''Bener-benar cape seharian keliling mall, kaki aku juga pegel'' batin nya.
Tak lama Mom Della pun masuk ke dalam kamar. ''Ih Mom. ngagetin tau, kenapa enggak ketuk pintu dulu sih?'' ujar nya.
Mom Della pun tersenyum ke arah Fanya, ''Dari tadi juga Mom udah ketuk pintu, udah manggil kamu beberapakali'' ucap Mom Della.
Fanya pun bangun dari tempat tidur, lalu tersenyum kikuk. ''Mom dari tadi manggil ya, maaf aku enggak kedengaran tadi?'' menggaruk kepala yang tak gatal. ''Emh... Mom ke kamar aku mau apa?'' tanya Fanya.
''Makanya jangan ngelamun Mulu, jadi enggak kedengaran Mom kan kamu Mom panggil'' dengan mengelus rambut panjang nya. ''Kamu belum makan malam sayang...''
''Aku enggak ngelamun kok Mom, cuman enggak ke dengeran saja Mommy manggil.''
''Lagi ngelamunin apa sih ze? dari tadi kamu Mommy perhatikan bengong.'' ucap nya yang terus menanyakan.
''Mom... ih aku enggak ngelamun!'' dengan muka cemberut nya.
''iya... Mommy percaya kok kamu enggak lagi ngelamun.'' ujarnya yang terus-menerus menggodanya anak nya.
''Mom ih, nyebelin.''
''Kenapa Ze? Mommy enggak mau saja kamu ngelamun kaya gitu. nanti, kemasukan hehe....'' ujar nya.
''Ih Mom ngomong nya suka kaya gitu, nakutin.''
''Mom ih.''
''Udah, udah .... kamu belum makan malam kan? ke bawah dulu yuk, kita makan?'' ajak Mom Della.
''Mom, aku masih kenyang tadi sore udah makan.''
''Makan dimana Ze?'' tanya Mom Della.
''Emh... tadi di rumah Tiara Mom,'' jawab nya dengan berbohong.
''Itu kan tadi sore Ze, udah makan lagi yuk?'' dengan Kekeh Mom Della mengajaknya turun ke bawah.
''Mom aku masih kenyang.....''
''Ya udah deh, kalau kamu masih kenyang Mommy turun ke bawah lagi deh.
Akhirnya Mom Della pun keluar dari kamar Fanya dan kembali menutup pintu.
Tak lama pintu kamar pun kembali di buka, Fanya pun melihat siapa yang masuk. ''Ternyata kamu Dav? ngapain kesini?'' tanya Fanya.
''Mau mastiin lo!'' dan membaringkan tubuh nya di sopa.
''Emang aku kenapa?'' jawab Fanya dengan muka datar.
__ADS_1
''Lo kemana? di sekolah gue cari kagak ada? tadi pagi gue samperin, udah berangkat kata Mom Della.''
''Hehehe... Lagi males masuk aja.'' jawab Fanya kini yang berbohong lagi. Padahal sebenar nya Fanya kesal dengan sikap Mom Della.
Tetapi justru malah membuat dirinya berakhir jadi pacar nya Alfa.
''Bolos sekolah lo!'' tanya Davin.
''Ih Dav, kamu ngomong nya jangan keras-keras. nanti kedengaran ke bawah sama Mommy.''
''Jadi Mom Della belum tau, kalau Lo bolos sekolah?'' tanya Davin.
''Enggak lah. kalau tau aku bolos pasti bakalan marah, handphone aku di sita. Terus aku nanti enggak di bolehin lagi liat suami online aku.'' jawab Fanya.
''Makanya kamu Dav, jangan bilang sama Mommy ya? please.....''
Dengan tersenyum licik ''Oke gue enggak akan bilang sama Mom Della, tapi gue ada syarat buat Lo Fan!'' ucap nya tanpa basa-basi.
''Syarat apaan sih Dav? kamu jangan aneh-aneh deh sama temen sendiri!! pake syarat segala!'' Jawab Fanya dengan sewot.
''Ya udah.... kalau Lo! enggak mau sama syarat yang gue kasih. gue juga enggak akan maksa kok''
''Emang apa sih syarat nya Dav? rese banget sih Dav, sama temen sendiri saja pakai syarat segala!!'' dengan terpaksa Fanya pun menuruti syarat yang di berikan Davin.
''Gampang ko syarat nya juga,'' dengan tersenyum bahagia.
''Iya, apa syarat nya Davin?''
''Lo tinggal kasih gue contekan sama bantuin gue buat ngerjain tugas sekolah selama satu Minggu.''
''Anjir..... Dav enggak salah? aku bilangin sama mamah kamu!'' kini ancam nya.
''Iya udah, gue bilang juga sama Mom Della. kalau tadi pagi Lo enggak masuk sekolah, gimana mau enggak?'' dengan tertawa puas rencana nya pun akan berhasil.
''Iya,'' jawab Fanya dengan terpaksa menuruti Davin .
''Beneran nih Fan.... enggak nyesel kan?'' Dengan mengulurkan tangan nya ''Nih kita iya deal,selama satu Minggu Lo ngerjain tugas sama ngasih gue contekan.''
Davin pun tertawa puas, selama seminggu akan tenang dengan tugas-tugas sekolah nya karena Fanya yang akan mengerjakan nya.
''Ih benar-benar menyebalkan kan, enggak Alfa enggak Davin sama saja kelakuan nya.'' batin nya.
Fanya pun menoleh ke arah Davin, menarik nafas dan membuang nya kembali.
''Udah lah kamu keluar aja dari kamar, aku mau tidur. Besok kesiangan lagi baru tau rasa!'' Fanya pun mengusir nya dari kamar.
Dengan bersemangat dan tersenyum bahagia, Davin keluar dari kamar nya Fanya. ''Jangan lupa ya, mulai besok tugas gue Lo yang ngerjain....''
Dan keluar menutup pintu kamar Fanya.
Bersambung.....
__ADS_1