Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Ketahuan menonton drama Korea


__ADS_3

''Bisa diem nggak? kalian berdua'' Umpat Alfa. yang mulai kesal dengan kedua teman nya.


''Al liat deh, kaya nya si Fanya lagi jalan ke arah sini'' Ucap nya.


''Nggak bakalan keluar, lagi sibuk sama suami online nya'' Jawab Alfa. dengan kesal karena Fanya sedari tadi mengabaikan nya lagi.


''Oh iya.. kagak jeoles lo, Al?''


''Kagak, ngapain? Gue suami dunia nyata nya'' Ucap nya dengan membanggakan diri nya.


Membuat Aji dan Juno yang mendengar nya, tertawa terbahak. mereka berdua masih tak percaya dengan cowok dingin dan preman sekolah seperti Alfa bisa sebucin ini.


''Anjayyy, gue jadi nggak sabar mau buru-buru kondangan'' celetuk Aji.


''Sama gue, buru-buru pengen punya ponakan'' Sahut Aji.


''Ngomong apaan kalian berdua'' Ucap nya seolah tak mengerti apa yang mereka bicarakan.


''Pura-pura nggak ngerti, Ji denger nggak''


''Kalian berdua'' Umpat Alfa.


Aji dan Juno yang melihat Alfa sudah berdecak kesal. Kini Meraka berdua mundur dengan pelan-pelan kemudian segera pergi meninggalkan Alfa sendirian.


Membuat Alfa semakin kesal dengan ke dua sahabat nya.


Andai saja ini bukan di sekolah nya mungkin saja ke dua temannya sudah ia lemparkan ke jalan.


Dikelas nya Fanya masih asik menonton drama Korea bersama Ivana.


"Kalian nggak bosen dari tadi abis istirahat nonton Drama?" Ucap Danisa.


"Enggak dong...kan ada suami ke dua aku, setelah mas Chanyeol suami pertama aku"


Danisa yang mendengar ucapan Fanya hanya memutar bola mata nya mendengar nya jengah.


"Nggak ingat Lo! sama kak Alfa cowok Lo sendiri" sindir Tiara. melihat nya heran bisa-bisa nya Fanya mengakui ke dua cowok sekaligus menjadi suami nya.


''Yeyy... sirik aja Ra. Lain kali, gue tunjukin nih cowok-cowok lebih ganteng dari mas Chanyeol suami nya Fanya'' Ucap Ivana yang membela Fanya sekaligus menjatuhkan nya.


''Terserah deh, kalian berdua sama aja'' dengan memalingkan wajahnya.


Tiara pun kembali melihat layar handphonenya lagi. Seperti biasa Tiara mencari barang-barang terbaru dan terpopuler di aplikasi nya.


''Ara..''


''Hmm'' Jawab nya.

__ADS_1


''Kamu nggak mau lanjutin nonton drama Korea kemarin?'' Tanya Fanya, yang mulai meracuni pikiran nya dengan mengajak nonton Drakor.


''Enggak!'' Jawab nya.


''Padahal tinggal 5 episode lagi, Ra. Kan sayang nanti gantung Lo penasaran nggak sampai selesai nonton nya.''


''Enggak Fan..''


''Iya udah deh kalau enggak mau, nanti nonton berdua sama ivana''


Fanya melanjutkan nonton kembali di handphone nya bersama Ivana.


Sedangkan Danisa sedari tadi sibuk dengan peralatan tempur nya iya make-up nya yang sengaja iya bawa ke sekolah nya.


Ivana yang melihat nya sekilas langsung melotot, karena begitu banyak alat tempur yang di bawa nya.


''Kamu nggak salah nis? bawa tuh make-up segitu banyak nya?'' tanya Ivana.


''Nggak lah, ini tiap hari gue bawa semua ke sekolah'' Jawab nya sedang memilih make-up yang akan iya pakai saat pulang.


''Udah biarin aja van, dari dulu juga gitu'' Ucap Tiara.


''Gue sih nggak apa-apa Ra. tapi gimana kalau guru sama OSIS lagi rajiaan?'' begitu penasaran.


''Gampang tinggal titipin aja di kantin'' dengan tersenyum polos. ''Kalau di rajia dan di ambil make-up nya kan sayang. Nih mehong harga nya'' jawab nya dengan memamerkan semua make-up nya.


''Gue tau nis'' jawab nya dengan muka datar nya.


Ivana pun diam dan tersenyum ''Enggak deh, lain kali aja'' ujar nya.


''Jangan tanya gue. Kalau gue udah pasti menolak nya'' Ucap Tiara.


Danisa pun menoleh ke arah Fanya ''Lo nggak boleh nolak Fan. Permintaan teman baik mu ini,'' memohon dengan muka memelas nya.


Fanya pun tersenyum manis ''Maaf Danis ku yang baik hati, cantik dan rajin menabung. aku lagi asik nonton kan sayang kalau di tinggal.''


Seketika raut wajah nya yang penuh semangat dan bahagia runtuh sudah.


''Kalian jahat banget ih'' dengan raut wajah yang di tekuk.


''Besok aja iya nis...'' Ucap Fanya.


''Mending besok ada jamkos lagi kaya gini''


''Berdo'a aja mudah-mudahan besok guru nya ngadain Rafat lagi'' membuat ke-tiga temannya melongo mendengar nya dan tertawa cekikikan.


''Bisa-bisa nya murid pintar kaya Lo ngomong kaya gitu Fan? bukan nya ngajak teman untuk rajin belajar malah di suruh berdoa kagak jelas'' Ucap Tiara.

__ADS_1


Fanya yang mendengar nya hanya tersenyum manis ke arah nya. Dan melanjutkan acara nonton drama Korea nya.


Tak terasa bel pun berbunyi untuk pulang, tetapi Fanya dan ke-tiga temannya masih diam di kelas. padahal semua teman sekelas nya sudah pulang dan sepi termasuk Davin dan ke-tiga temannya.


Fanya dan Ivana masih asik menonton drama Korea nya. sedangkan Tiara masih di suruh untuk menunggu nya sampai selesai untuk menyelesaikan satu episode.


''Fan cabut yuk, udah mau sore nih'' ucap Danisa yang baru selesai memakai make-up nya.


''Iya nih, buruan tadi katanya masih satu episode. tapi ini udah mau tiga puluh menit belum selesai juga'' ucap Tiara yang mulai kesal.


''Bentar Ra lima menit lagi deh'' ucap Ivana.


''ayo buruan ih...'' rengek Tiara.


"oke lima menit lagi Iya... kalau nggak selesai nonton gue tinggal kalian berdua'' ucap nya.


"Iya..." jawab nya kompak.


Tiara akhirnya untuk menunggu nya lagi, dengan melihat ke arah jam tangannya.


"Fan... lanjutin nggak. Udah mau lima menit nih" ucap nya.


"Pas adegan cemewew nanggung di tinggal, pasti inget terus di jalan. apalagi kita mau langsung ke cafetaria"


"iya juga Fan..."


Kini Fanya dan Ivana tengah saling berpelukan dengan mencoba menutupi matanya.


"Mata aku yang suci ini ternod-"


Saat adegan cemewew di mulai tiba-tiba saja, handphone nya di ambil alih oleh Alfa yang tiba-tiba saja datang dari arah belakang.


Kini Fanya dan Ivana yang ketahuan--- menonton seketika diam tertegun. Dengan pipi merah nya mereka berdua menundukkan kepalanya, tak berani mengangkat kepalanya.


Dan sialnya kedua teman nya Danisa dan Tiara, telah kabur ke luar kelas nya. saat adegan di mulai ke empat cowok itu datang masuk menghampiri nya.


"Lo itu masih di bawah umur, kenapa malah nonton kaya gitu" Ucap Alfa. Dan memberikan handphone nya pada Delta.


"Udah ayo buruan pulang" menarik tangan nya dan berjalan keluar dari dalam kelas.


Dengan menundukkan kepala nya Fanya masih belum berani mengangkat kepalanya. Fanya tanpa protes sama sekali mengikuti Alfa berjalan.


Di luar kelas kini Danisa dan Tiara hanya melihat Fanya yang di bawa Alfa hanya menatap nya.


"Sorry Fan, gue pilih cari aman aja'' ujar Tiara.


walaupun sebenarnya dirinya merutuki kesialan ke dua temannya.

__ADS_1


Fanya yang menengok ke arah Danisa dan Tiara menatap nya kesal.


Bersambung...


__ADS_2