Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Marahnya Alfa


__ADS_3

Di kelasnya Alfa kini tengah kesal dan mengepalkan kedua tangannya. Dan menahan supaya dirinya tak lepas kendali.


''Udah Al tenagin dulu, jangan terbawa emosi kaya gitu'' Ucap Juno.


''Diam!'' dengan berjalan ke luar dari kelas nya.


''kemana lagi Al?'' tanya Juno. Dengan segera berlari menyusul nya.


''Lah.. kalian berdua mau kemana?'' teriak Aji.


Tak lama aji pun ikut menyusul nya dengan berlari cepat mengikuti nya.


Kini Alfa berjalan begitu cepat menuju arah kelas nya Fanya. Dan di susul pula oleh Juno dan Aji yang sudah berada di belakang nya saja.


Kini Alfa sudah sampai di depan kelas nya, tetapi dia tak melihat Fanya di kelas nya.


''Cewek gue dimana?" tanya Alfa dengan muka dingin dan datar nya.


"Fa-nya" jawab Tiara gugup.


"Iya..."


"Lagi per-"


Tiba-tiba saja Fanya yang datang dari balik pintu dengan senyum bahagia.


"Itu Fanya kak, udah dateng" tunjuk Tiara melihat ke arah pintu.


Fanya yang melihat Alfa sudah berada di kelas nya, senyum pun seketika hilang dan dirinya langsung panik.


''Aku deg-degan gini'' gumam nya dalam hati.


''Ada apa sih Fan?'' tanya Danisa yang baru datang dari balik pintu.


Danisa yang sadar keadaan di memilih keluar lagi meninggalkan nya.


Juno dan Aji yang mengerti pun menyuruh semua teman sekelasnya untuk keluar dari kelas nya terlebih dahulu.


Mata tajam Alfa kini saling bertatapan dengan mata teduh milik Fanya. mereka berdua kini berada di kelas nya Fanya.


Hari ini Fanya tak menyangka jika Alfa akan datang ke kelas nya. Dan posisi mereka kini hanya berdua di dalam kelas.


Rasa nya campur aduk hati dan pikirannya saat ini. Dirinya takut terkena masalah karena kedatangan Alfa ke kelas nya, apalagi fans berat Alfa.


''Kak ngapain datang ke kelas?'' tanya Fanya.


''Gue lagi nemuin pacar gue, yang udah nemuin cowok lain'' jawab Alfa dengan enteng.


Kata-kata yang keluar dari mulut Alfa, mampu membuat dirinya panas dingin saat ini.


Apalagi Alfa kini dirinya saling berhadapan, menambah jantung nya berdegup kencang.


''Apaan sih kak! siapa yang Ngobrol berduaan sama cowok lain'' protes Fanya.


Alfa hanya diam dengan muka datar dan dingin nya. Kali ini Fanya pun tak tau, apa yang ada dalam pikiran nya Alfa.

__ADS_1


Apalagi sekarang Alfa sudah berada lebih dekat, untuk bergerak dan bergeser pun tak bisa.


''Kak Alfa bisa nggak, mundur sedikit?'' ucap nya dengan pelan.


Tetapi Alfa justru malah semakin mendekat kan wajah nya.


''Kak Alfa mau ngapain?'' dan mendorong tubuh Alfa dengan pelan.


Tetapi dengan cepat pula mendekatkan tubuhnya, bahkan lebih dekat dari sebelumnya.


''Gue nggak suka! apa yang Lo lakuin hari ini! termasuk seperti tadi. dan batalain ikut ekskul futsal!" dengan pelan Alfa berbisik.


Tak lama Alfa pun mundur dan keluar dari kelas nya Fanya. Fanya yang masih diam mematung dan memegang dadanya yang masih berdegup kencang.


Tak lama setelah Alfa pergi, Fanya pun keluar dari kelas nya. Dengan keringat dingin yang sudah keluar Fanya pun mulai bernafas lega.


Dia pikir Alfa akan melakukan hal aneh Seperti kemarin-kemarin.


ke-tiga temannya yang penasaran dengan cepat menghampiri.


''Kak Alfa abis ngapain sih?'' tanya Tiara.


''keren banget iya kak Alfa... Andaikan kak Del-'' Danisa tak meneruskan ucapannya. Dan memilih meninggalkan ke-tiga sahabatnya begitu saja.


''Kalian bertiga ada apa sih? aku aja yang nggak tau disini. dari tadi nanya nggak ada yang jawab'' tanya Fanya penasaran.


''Nggak tau ah, Fan. pusing jelasin nya gimana?'' ujar nya mengaruk kepala nya yang tak gatal.


''Ivana mau ngejelasin Nggak?'' tanya Fanya lagi.


Ivana hanya diam belum juga menjawab nya.


......................


Danisa kini berada di kantin sendirian, dia menunggu bakso yang di pesan. Karena sedang kesal dia memilih melampiaskan dengan makan saja.


Tak lama bakso pun datang, dengan segara meraciknya dengan sambel dan saos begitu banyak.


Di rasa sudah cukup pedas, kini Danisa makan bakso begitu lahap. Tak lama Danisa mengeluarkan air mata nya, dengan cepat dia mengambil tisu dari meja.


Sebagian orang-orang yang melihatnya karena makan bakso terlalu pedas. Tetapi yang terjadi dirinya sedang menangis karena kecewa hubungan nya Ivana dan Delta.


''Pedes iya...''


Tiba-tiba saja datang dan duduk di sebelah nya Danisa.


''Nih, di minum dulu'' dengan memberikan satu botol minuman.


''Nggak usah! udah ada, bentar lagi juga datang'' tolak Danisa.


''Nggak apa-apa! di minum aja dulu! Gue yang bayar kok'' jawab nya.


''Ih apaan sih! nyebelin banget. aku mampu kok bayar minuman nya'' ketus Danisa.


''Kalau nggak mau iya udah, gue yang minum'' ujarnya.

__ADS_1


Dengan cepat Danisa pun mengambil botol minum yang akan di minum nya.


''Kalau ngasih minum itu harus ikhlas, ini malah mau di minum sendiri'' Gerutunya.


Juno hanya menggeleng kan kepalanya, mendengar kan ocehan gadis unik nya.


''Iya udah nih...'' minuman di berikan nya lagi.


Kemudian Danisa meneguk air minum nya hingga habis.


''Makasih'' ucap nya berdiri meninggalkan nya sendirian.


Juno yang melihat nya, menatap gadis unik nya itu ''Bener-bener unik'' gumam nya.


''Maaf den Juno, anu... bakso yang tadi di makan neng yang tadi belum di bayar'' Ucap nya.


''Iya udah deh, nih pak uang nya'' Dan membayarnya.


Kemudian Juno pergi dari kantin menuju kelas nya lagi.


Kini Danisa sudah berada di kelasnya lagi dan duduk di kursinya lagi.


''Abis dari kantin iya..'' tanya Tiara.


''Iya...'' jawab nya.


''Kalian berdua mau sampai kapan sih, diam-diam kaya gini?'' Tanya Tiara yang mulai geregetan.


''Siapa juga yang diem-dieman'' jawab Danisa.


''Aku juga, nggak diem-dieman!'' ucap Ivana.


''Ah tau pusing mikirin kalian berdua! mending nyusulin Fanya di perpus'' dan Melengos pergi meninggalkan Danisa dan Ivana berdua.


Kini mereka berdua pun masih saling diam belum ada yang memulai pembicaraan nya.


''Danisa....''


''Apa!" jawab nya dengan ketus.


"Nggak jadi deh..''


Mereka berdua masih saling diam tak ada yang mau mengalah satu sama lain.


Di perpustakaan Fanya saat ini tengah asik bergelut dengan pikirin nya.


''Harus nya aku yang marah tadi! siapa juga yang berduaan sama cowok. nyuruh-nyuruh buat nggak ikutan ekskul Futsal! bener-bener nyebelin tuh cowok!'' batin nya terus mengumpat.


''Emang berduaan sama siapa sih! dasar cowok tukang maksa!''


''Cowok egois!''


''Fanya...'' teriak nya.


Seketika orang-orang yang berada di perpustakaan Mun menengok ke arah nya dengan tatapan sinis dan tajam. Tiara yang di tatap seperti itu bergidik ngeri.

__ADS_1


 


Bersambung...


__ADS_2