Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Rumit


__ADS_3

Dengan menarik nafasnya dalam-dalam.


Fanya kini akhirnya mau menjelaskan semua nya dari ia bertemu. Dan sampai sekarang ka Alfa jadi bersikap seperti itu, secara detail tak ada yang terlewat satu pun. Fanya masih tak mengerti sama sikap ka Alfa sekarang .


''Berarti waktu itu kamu juga Ivana di antara pulang dong? sama Ka delta,'' tanya Danisa dengan muka cemberut nya.


''Andaikan gue, ga pulang duluan waktu itu. pasti gue di anterin pulang sama Ka Alfa,'' Dengan pikiran nya yang langsung menghayal kemana saja ia pun tersenyum sendiri.


''Dih pede banget Lo Ra, belum tentu juga Ka Alfa berhenti. Dan mau nganterin Lo pulang!'' sahut Danisa yang meledek nya dan menjulurkan lidah nya .


''Terus gimana kelanjutannya sama Ka Delta jujur aja, gue ga apa-apa ko. jika kalian lo jadi pacar ka Alfa atau sama Ka Delta walau pun hati gue sebenernya sakit,'' dengan tertawa cekikikan dan rasa penasaran nya Tiara pun menanyakan nya .


''Gue engga gimana-gimana, masih tetep sama engga ada kelanjutannya!'' jawab Ivana yang masih belum mau jujur.


''Beneran Van, enggak ada kelanjutannya? gue kira kaya ka Alfa sekarang" sahut Tiara.


"Ohh ia, berarti foto yang di Ig nya ka Alfa jangan bilang itu Lo fanya dan Ka Alfa?" dengan muka cengo nya Kini Danisa menanyakan .


''I...tu emang aku Danisa, ka Alfa itu suka maksa kalau apa-apa. contohnya kaya tadi waktu datang ke sekolah nya, aku juga terkadang suka bingung sama kelakuan ka Alfa'' jawab fanya yang begitu gugup saat ini .


''what...itu beneran foto Lo fan?'' teriak Tiara membuat ketiga teman nya pun kaget mendengarnya .


''ara ihhh berisik banget sih Lo ga usah lebay deh'' kini dengan kesal Danisa pun langsung menutup telinga nya karena terlalu berisik mendengar teriakan nya.


''ara ih bikin kaget kita semua, tau ga? dan itu foto emang beneran aku.'' jawab Fanya. Dengan pasrah Fanya pun menjawab kedua temannya, yang saat ini begitu penasaran. berbeda dengan Ivana hanya tersenyum menanggapi nya .


...*****...


Gavi pun kini memarkirkan motornya di halaman rumah nya. Dengan terburu-buru ia pun masuk ke dalam rumah dan berjalan ke arah kamar nya. ia pun mencoba membaringkan badannya dan memejamkan matanya kali ini ia benar-benar ingin meredakan rasa kesalnya.


Kemudian mengigat kembali perkataan Tiara yang mengatakan jika Alfa membawa Fanya pulang.


''Apa ka Alfa menyukai Fanya? gue baru tau ternyata ka Alfa menyukai gadis yang sama. tetapi sejak kapan ka Alfa menyukai Fanya? apa gue harus bersaing sama Ka Alfa?'' Gavi pun terus menerus bergelut dengan pikiran nya .


......................


Di jalan kini Alfa sedang menikmati angin malam nya, sedari tadi ia hanya berkeliling mengunakan motor nya tanpa arah dan tujuan.

__ADS_1


Ia akan seperti ini jika hati dan pikiran nya sedang banyak pikiran, menyusuri jalanan kota untuk mengembalikan mood nya yang kurang baik .


Alfa pun berhenti dan menepikan motor nya di depan penjual batagor entah tiba-tiba ia pun teringat fanya saat ia mengikuti nya.


''pak pesen batagor nya dua? Terus di bungkus ia ga pakai cabe ia pak?'' Alfa pun langsung pesan batagor .


''Ia'' jawab penjual batagor .


setelah beberapa menit menunggu batagor pun selesai di bungkus .


kemudian ia pun menerima dan membayar nya dan mulai menyalakan kembali motornya. Dengan cepat ia pun meninggalkan tempat penjual batagor tersebut .


tak lama ia pun telah sampai depan rumah nya Fanya, Alfa pun dengan cepat mengirim pesan ke Fanya .


"G**ue di depan rumah Lo? gerbang nya di kunci,cepat keluar ga usah lama-lama."


ia pun selesai mengirimkan pesan nya.


*'ting.


"Ih apaan sih ka Alfa suka banget maksa orang," Fanya pun beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya dan turun dari tangga rumahnya.


Tiara Ivana dan Danisa mereka semua sudah pulang dari rumah nya Fanya .


Fanya dengan sangat terpaksa membuka kini gerbang rumah "apa lagi sih ka suka banget bikin orang kesel" ucap nya dengan ketus .


"Nih buat Lo." memberikan Katong keresek yang berisikan batagor .


"apaan sih ka?"tanya nya .


"Udah ambil aja. gue engga masukin apa-apa ko,gue tau itu makanan kesukaan lo"ucap nya dengan Kekeuh memberikan nya .


"Ta ... pi kak," belum juga selesai berbicara Alfa pun menyalakan mesin motornya kembali dan meninggalkan fanya kembali .


kemudian Fanya pun kembali mengunci pintu gerbangnya dan pergi masuk ke dalam rumah nya kembali .


*"Ting .

__ADS_1


suara pesan pun masuk ke hp nya,dengan cepat fanya pun melihatnya.


"jangan lupa di makan fan,gue sengaja beli buat Lo tadi di jalan"


di lihat nya dari siapa dengan menarik nafas nya "masih orang yang sama,"gerutu nya.


kemudian fanya pun duduk di meja makan nya dan membuka isi kantong kresek nya ternya batagor "ko tau ia ka Alfa aku suka batagor" gerutu nya .


"kalau cowok lagi tertarik sama seseorang ia akan terus mencari tau apa saja yang ia sukai,kamu harus tau itu!" tiba-tiba Mommy Della pun berjalan ke arah meja makan.


"apaan sih mom engga usah berlebihan deh" sahut nya .


"emang bener kan perkataan Mommy Ze" ia pun duduk di meja makan nya .


"Mommy mau ga ini batagornya? kalau mau aku mau mengambil dulu sendok sama piring nya," Dengan beralasan ia pun mencoba mengalihkan pembicaraan nya tadi .


"Jangan mengalihkan pembicaraan Mommy Zee. kamu itu jangan terlalu menutup diri sama orang,btakut nya kamu nanti nyesel kalau dia udah pergi sama orang lain." dengan lembut mommy Della pun menasehati nya.


"Ihh Mommy ko malah belain ka Alfa sih. kak Alfa itu orang nya emang nyebelin suka maksa terus" gerutu nya .


"Tapi baik kan sama kamu walaupun kamu suka judes dan marah-marah engga jelas," sindir Mommy Della.


Fanya pun hanya diam tak menanggapi omongan mommy Della dan memakan batagor nya yang berada di piringnya .


Mommy Della pun hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya melihat anak nya kali ini yang keras kepala.


''Ze Mommy itu engga belain ka Alfa,coba deh kamu belajar membuka hati kamu untuk orang lain. kamu juga butuh teman,'' ucap nya dengan lembut.


''Mom'' menghentikan ucapannya lalu meninggalkan meja makan saat ini.


''Sakit nya masih terasa disini!'' menunjukan ke arah dada.


Fanya pun berjalan ke arah tangga lalu tanpa terasa meneteskan air matanya dengan berlari segera ia pun masuk kedalam kamarnya.


Mommy Della pun akhirnya diam dan tak melanjutkan makan nya. ia pun meneteskan air mata nya, ia benar-benar tak menyangka bahwa fanya masih mengingat kejadian delapan tahun yang lalu .


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2