Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Menuruti ke inginan nya


__ADS_3

Kini jam Pelajaran pun sudah berakhir, bel pun sudah berbunyi.


Seluruh murid SMA Bintang pun keluar semua untuk pulang, termasuk Fanya dan ke tiga teman nya kini keluar dari kelas.


''Fan, gue enggak bisa pulang bareng kayak nya. Lo pulang duluan aja, gue ke rumah nya Farhan dulu maen'' ucap nya yang berjalan dari kelas.


''Emh... berarti pulang sendiri dong.''


''Sorry iya fan, gue buru-buru nih'' Dengan berlari meninggalkan nya.


Dengan menatap heran melihat Davin Farhan dan Rio berlari terburu-buru.


''Mereka mau ngapain sih Fan, pada lari kaya gitu?'' tanya Tiara.


"Tau tuh mereka pada ngapain sih.


Tak lama Gavi juga keluar dari dalam kelas dengan berlari terburu-buru "Gue lagi buru-buru, kalian jangan nanya dulu'' ucap nya dengan berlari meninggalkan nya.


Ke empat gadis itu hanya menatap nya aneh dan heran saja. Kemudian mereka kini berjalan menuju tempat parkir sekolah.


''Eh gue duluan iya, sopir yang jemput gue udah di depan nih'' ucap Ivana dan berjalan dengan cepat meninggalkan ke tiga teman nya.


''Eh Fan Lo mau pulang bareng kita gak?'' ucap Tiara yang mengajak nya pulang bareng.


''Enggak deh kaya nya, kan beda arah kasihan harus putar arah lagi nanti,. aku naik taksi aja, lagian aku kan arah nya berlawanan.'' jawab Fanya.


''Enggak apa-apa ko dari pada Lo pulang sendiri dan takut nya ke sorean.''


''Lo duluan aja gue enggak apa-apa kok Ra.''


''Iya udah deh kalau Lo masih Kekeh enggak mau gue anterin pulang. Gue duluan iya?'' dengan menaiki mobil nya.


''Iya...''


Tiara dan Danisa pun sudah pulang lebih dulu. Kini dirinya berjalan ke arah depan untuk mencari taksi. Kini suasana sekolah pun sudah terlihat sepi hanya beberapa orang saja.


Fanya pun terus berjalan ke luar pintu gerbang sekolah ''Lebih baik nunggu taksi nya di halte bis aja, pasti aman kok'' ujar nya dalam hati.


Tiba-tiba saja ada suara motor berhenti di belakang, kemudian tangan nya di cekal membuat diri nya kaget dan panik.


''Fanya''


''Fan...''


Fanya masih diam belum menyahuti nya, pikir nya orang yang akan menculiknya.


''Fanya'' teriak nya begitu kencang.


Iya pun menengok ke arah belakang, dengan panik dan mulai ketakutan. Fanya pun bernafas lega setelah tau siapa yang memanggil dirinya.


''Kamu kenapa? dari tadi aku panggil enggak nyaut?'' ucap nya dengan tangan yang masih belum melepaskan pegangan nya ''Tangan kamu kamu kaya nya keringat dingin begini, kamu lagi sakit?'' dengan memperhatikan raut wajah nya.


''A-ku kira tadi tangan penculik yang megang tangan aku. makanya aku keringat dingin kaya gini'' jawab Fanya dengan rasa gugup nya.

__ADS_1


''Hahaha......, mana ada penculik jam segini Fanya.... apalagi masih di lingkungan sekolah. Tuh satpam sekolah aja masih jaga, ada-ada aja kamu Yang'' dengan menatap heran gadis di depan nya.


''Apaan sih kak? iya bisa aja kan aku di culik terus di jual atau di bawa lari jauh gitu. Terus ginjal aku di jual, mata aku, jantung aku...''


''Enggak akan ada yang mau nyulik kamu yang. Orang pendek kaya gini mana ada yang mau nyulik'' ujar nya dengan tersenyum kecil.


Fanya mendengar Alfa yang meledek nya seperti itu hanya berdecak kesal. Dan tatapan nya mulai menajam , kemudian Alfa membalas nya dengan senyum menyebalkan.


''Kak!''


''Kenapa Yang....''


''Ngapain disini!'' bentak nya dengan menunjukkan raut wajah kesal nya.


''Ngambek lagi yang! bercanda enggak usah di masukin hati'' dengan terus menggoda nya.


''Udah yang.... buruan naik jangan ngambek terus!'' dengan memberikan helem yang biasa Fanya pakai. ''Udah nih! buruan pakai helem nya, atau mau gue pakein?'' dengan tersenyum manis.


''Engga usah! aku bisa pakai sendiri!'' dengan memakai helm dan langsung menaiki motor nya.


''Tumben langsung naik? biasa nya juga suka nolak kalau gue ajak pulang bareng?'' tanya Alfa .


''Udah lah kak aku mau pulang dan cepat sampai rumah'' ujar nya yang malas berdebat panjang lebar dan ujung-ujung nya pasti menuruti perkataan Alfa.


Tanpa di suruh Fanya pun langsung memeluk erat perut Alfa, bukan ingin nya. tetapi Fanya tau sudah pasti akan membawa motor nya dengan kecepatan tinggi.


Iya tidak mau ambil resiko jatuh terjungkal dari motor, dengan segala ke egoan nya iya tak mau mati muda dan masih belum menikah.


Kini Alfa pun telah sampai depan rumah nya Fanya kemudian iya pun turun dari motor nya Alfa dan membuka pagar rumah.


Kemudian Alfa pun ikut masuk dan memarkir kan motor trail nya.


''Kenapa ikut masuk mau ngapain?'' Tanya Fanya tiba-tiba saja.


''Iya ngapelin Lo Yang, ngapain lagi coba?'' Jawab Alfa.


Tanpa menjawab lagi Fanya langsung berjalan masuk ke dalam rumah, seperti tadi Alfa pun mengikuti nya ke dalam tanpa di suruh Alfa langsung duduk saja di kursi.


''Yang buatin minum dong haus nih,''


Fanya yang sedari tadi mendengar Alfa memanggil nya yang berada geli sendiri ''Kak bisa nggak manggil nya jangan yang terus?'' ujar nya.


''Kenapa? mau di ganti aja sama baby, ayang atau ada panggilan lain yang lebih manis dari kamu?'' ujar nya terus menggoda Fanya.


Fanya yang mendengar nya pun mulai jengah dengan sikap Alfa, benar-benar lebay.


''Enggak semua nya kak!'' jawab nya dengan tegas.


''Iya udah deh manggil Yang lagi kaya tadi'' ujar nya.


''Terserah...'' melengos pergi ke arah dapur.


Tak lama Fanya pun meletakkan minuman nya di meja. Kemudian duduk di kursi sebelah nya.

__ADS_1


''Gue hari Senin sampai hari Rabu enggak masuk, jangan nyari gue di sekolah'' memberi tahu nya.


Dari tatapan mata nya Alfa sudah tau, karena gengsi Fanya yang gede dan seakan dapat membaca pikiran nya.


''Gue di skor selama 3 hari jadi gue enggak masuk sekolah.''


''Gara-gara berantem tadi'' tanya Fanya.


''Iya!''


''Jangan genit di sekolah! terus gue bakalan tetep nganterin Lo sekolah dan jemput Lo.''


''Aku bisa berangkat sendiri! enggak usah di anterin tiap hari juga!'' ucap Fanya kali ini sudah benar-benar kesal yang suka maksa dan harus selalu patuh dengan dirinya.


''Enggak bisa Lo itu udah jadi milik gue! awas aja Lo genit di sekolah!'' Alfa mencoba menekan nya.


''Apaan sih kak! aku enggak suka iya di atur kaya gini dan di paksa terus seperti itu'' Fanya yang kembali protes dengan sikap Alfa.


''Gue enggak suka di bantah! lebih baik Lo diam dan nurut apa yang gue katakan!'' tekan Alfa dan membuat Fanya tersentak kaget.


Kali ini Alfa benar-benar keterlaluan dengan sikap nya seperti ini.


Fanya tak habis pikir dengan sikap Alfa membuat diri nya ingin marah.


Bahkan wajah ketidaksukaan langsung iya tunjukkan. Tetapi Alfa yang melihat nya justru menyukai nya.


Alfa pun memilih meminum kembali minuman yang tadi di buat Fanya untuk memenangkan pikiran nya.


Sebenarnya iya ingin merokok tetapi takut gadis di depan nya tak menyukai bau asap rokok dia pun mengurungkan niat nya.


Setelah menghabiskan minuman nya, rasa kesal nya sudah mereda kembali. Alfa menghampiri Fanya yang sedang duduk tidak jauh dari nya. kemudian Alfa pun langsung berjongkok di bawah nya Fanya, sedangkan Fanya yang melihat sikap Alfa tiba-tiba seperti itu seketika di buat kaget.


Menatap nya dengan bingung entah mau berbuat apa sekarang Alfa, yang jelas Fanya takut nya Fanya berbuat aneh.


Tetapi di luar dugaan tiba-tiba saja ''Maaf!'' dengan memegang tangan nya ''Gue kasar sama Lo...'' menatap mata hitam pekat.


Fanya benar-benar di buat bingung dengan sikap Alfa kali ini.


Iya bingung dalam posisi seperti ini dirinya harus bersikap seperti apa, ini kali pertama diri nya di perlakukan seperti saat ini.


''Kak bangun ih,ngapain jongkok kaya gitu?'' ujarnya yang tidak enak melihat Alfa di posisi ini.


Jika gadis lain yang di perlukan seperti ini, mungkin akan sangat bahagia, tetapi berbeda dengan dirinya malah di buat bingung.


Mungkin wanita lain akan menanggapi nya sangat romantis.


''Aku udah enggak apa-apa kak?'' ujar Fanya yang tak enak hati. ''Udah di maafin, kakak udah buruan duduk kembali.''


Kemudian Alfa yang mendengar nya pun kembali tersenyum manis dan mencium punggung kedua tangannya.


Alfa pun beranjak lagi dan kembali ke tempat duduk semula.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2