Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Balapan Motor


__ADS_3

Kini di kamar Fanya tegah membaringkan tubuhnya di kasur, pikiran nya pun tengah berkelana.


Mengigat semua kejadian di sekolah sampai tadi pulang sekolah seperti apa.


Dirinya kini di buat bingung sendiri dengan perasaan nya terhadap Alfa.


Memang sejak awal Fanya tidak mencintai nya, sampai sekarang iya masih belum bisa. tetapi diri nya masih terikat dengan Alfa.


Kini hati nya di buat bingung dan posisi serba salah, antara melanjutkan percintaan nya dengan Alfa atau meminta nya untuk putus dari nya.


Jika harus jujur saat ini, Fanya tidak mau terlalu terlena dengan perasaan nya Alfa yang secara terang-terangan mengejar nya terus menerus.


Di perhatikan secara berlebihan, dia tak ingin terlalu dalam dengan perasaannya. Iya tak ingin saat rasa sayang Fanya menjadi bergantung kepada Alfa.


Terlebih lagi yang membuat dirinya benar-benar takut adalah dirinya takut terjebak cinta sendirian. Di saat Alfa sudah tak menyukai nya lagi atau tak mencintai nya lagi.


Fanya juga takut jika Alfa hanya obsesi saja terhadap nya saat ini.


Mungkin ke banyakan yang diri nya lihat, yang selalu di perjuangkan sejak awal ujung-ujungnya akan di tinggalkan atau berpaling ke lain hati.


Yang menjadi gambaran tidak jauh Mommy nya sendiri.


Memang sedikit egois tetapi itulah cara Fanya untuk melindungi hati nya. Dengan cara bersikap acuh adalah cara dia sebagai perisai hati nya untuk melindungi dari orang-orang yang mencoba untuk masuk dalam ke hidup nya.


Memikirkan itu semua, membuat kepala nya pusing.


Apalagi mengingat kembali masa lalu Papi nya, menjadi ketakutan sendiri.


Di lihat nya menunjukan pukul 20.45, akhirnya iya memilih tidur saja dari pada bergelut dengan pikiran nya malah membuat pusing dirinya sendiri.


......................


Suara riuh dan berisik begitu menggema di jalan yang kini sudah sepi, tak ada satu pun pengguna jalan yang lewat jalanan yang saat ini akan di pakai balapan liar.


Alfa yang baru sampai pun kini di sambung oleh ketiga teman nya, Delta Juno dan Aji.


Mereka bertiga telah sampai terlebih dahulu.


Terlihat begitu banyak anak-anak seumuran nya pun tengah mengelilingi jalanan termasuk anggota geng motor nya sendiri.


'' Lebih baik mundur Lo Alfa! percuma saja lo! enggak akan menang lawan gue!!'' ucap Daren nya dengan berjalan ke arah Alfa dan ketiga teman nya yang tengah bersiap-siap.

__ADS_1


''Kita lihat saja! siapa yang akan menang di balapan motor kali ini! dan kita buktikan siapa yang pantas jadi pemenang nya!'' ucap Alfa yang berusaha tenang untuk tidak emosi.


kini mereka tengah bersiap-siap untuk tanding balapan motor.


Suara deruman motor yang saling menyahut begitu menggema, di tambah jalan yang sepi dan hawa dingin begitu menjalar.


''Oke..... kita mulai iya balapan nya. nggak boleh ada yang licik! apalagi bikin lawan maen kalian celaka! kalian siap...'' Teriak nya cewek yang memakai baju seksi dengan rambut merah di gerai nya.


Suara teriak penonton pun saling bersahutan, untuk mendukung jagoan masing-masing.


Belum sempat di mulai tiba-tiba saja suara serine polisi yang datang untuk membubarkan kan acara balap liar tersebut.


''Sial!'' Alfa yang mengumpat dengan melajukan motor dengan kecepatan tinggi meninggal kan tempat tersebut. kemudian di susul oleh ke tiga teman nya juga.


Acara balap motor malam pun kini gagal karena polisi telah membubarkan acara nya.


Alfa pun dan ketiga teman nya memilih pulang ke apartemen nya.


Kini mereka pun sudah berada di apartemen nya.


''Anj***!'' Umpat Juno ''Ini pasti ada yang lapor acara malam ini.''


''Udah lah Jun besok juga bisa malam Minggu balapan lagi...'' sahut nya.


''Gue masih heran saja, biasa nya acara kita tidak pernah gagal! dan tidak pernah tertangkap polisi tetapi kejadian tadi hampir saja kita tertangkap!''


''Pasti ada sesuatu dibalik semua ini! dan besok kita harus lebih hati-hati. Ini pasti bakalan ada yang menjebak kita!'' kini Delta pun membuka suara nya ''Dan kasih tau anggota kita saat ini harus lebih berhati-hati lagi!''


''Cari tau!'' ujar Alfa dengan sorot mata merah karena sudah terlalu banyak minum.


Kini Aji dengan cepat menghubungi anggota geng lain nya yang sedang berada di markas. jangan sampai lengah, takut nya musuh mereka mengambil kesempatan untuk menghancurkan geng nya Alfa.


Alfa pun menatap Aji dengan tajam, Aji yang mengerti pun langsung memberitahukan nya.


''Gue udah hubungi Ando sama Tiar, biar mereka lebih hati-hati lagi.''


Setelah mendengar Alfa pun langsung melengos pergi ke arah balkon apartemen nya.


Seperti biasa Alfa akan menikmati angin malam dengan menyesap rokok nya.


Dengan melihat langit malam yang gelap begitu pekat Alfa terus-menerus menyesap rokok nya.

__ADS_1


Ketiga teman nya kini sudah terbaring tidur di sofa dengan pulas.


Di lihat nya jam sudah pukul 02.15 dini hari, mata nya masih betah melihat langit malam.


Tetapi hawa dingin terus menyeruak ke dalam tubuh nya. Alfa pun memilih masuk dan membaringkan tubuh nya saja, menutup mata hingga iya pun tertidur pulas.


......................


Kring....


Suara alarm pun berbunyi Dengan segera Fanya pun bangun dari tidur nya dan mematikan alarm.


''hoamm'' dan menggeliatkan tubuh nya.


kemudian iya pun turun dari tempat tidur dan membuka gorden kamar nya. Dengan segara Fanya pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya.


Hampir 15 sudah Fanya membersihkan tubuh nya, kemudian iya dengan segera melaksanakan kewajiban nya solat Subuh.


Setelah selesai Fanya memilih turun dari kamar untuk menemui Mom Della, karena setelah pulang sekolah Fanya belum bertemu.


Dengan berlari dan turun dari tangga ''Mom'' teriak nya dan membuka pintu kamar mom Della ''Kok enggak ada iya? Mommy kemana iya pagi-pagi gini udah enggak ada di kamar nya?'' gerutu nya dan menutup pintu kamar kembali.


''Bi....'' teriak nya.


''Iya kenapa neng Fanya?'' jawab nya yang berlari dari arah dapur.


''Mommy kemana iya? aku enggak liat dari pulang sekolah Bi?'' tanya Fanya.


''Kemarin ibu bilang mau ke Surabaya. katanya ada pekerjaan yang mendadak, yang harus di tangani sama ibu sendiri neng.''


''Oh...'' jawab nya dengan sedikit kecewa.


Kemudian Iya kembali masuk kamar lagi.


Fanya kembali merebahkan tubuhnya, entah harus ngapain libur sekolah gini. "Kenapa Mommy enggak bilang sih! terus enggak menghubungi aku dari kemarin."


"Aku kira Mommy hari ini bakalan ada di rumah, rasa nya sepi lagi rumah ini..." batinya.


Iya bingung hari ini mau ngapain lagi, rencana yang sudah di buat bersama Mom Della pun gagal. Karena mom Della berangkat ke Surabaya untuk urusan bisnis.


Mood nya pun jadi hancur berantakan lagi.

__ADS_1


Akhirnya Fanya memilih untuk tidur lagi, diri nya malas untuk kemana-mana lagi.


__ADS_2