Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Kepulangan Mom Della


__ADS_3

Niat hati ingin bersantai ria di hari Minggu ini, tetapi malah mendapat kan masalah baru dengan Alfa.


Ah rasa nya benar-benar kacau hari ini, mood nya yang baik kini berubah berantakan.


Dirinya benar-benar kesal dengan sikap Alfa yang kasar dan tak bisa menjaga emosi nya.


Dan tiba-tiba saja datang dengan menuduh nya jalan dengan kakak kelas Riko. Padahal Fanya bertemu pun tak sengaja, mengobrol pun hanya tak lebih membahas ekskul futsal di sekolahnya.


Setelah mengucapkan kata putus, terhadap Alfa hanya diam tak menanggapi dan melengos pergi begitu saja.


Dan handphone nya juga tak dapat iya hubungi, setelah beberapa kali dirinya mencoba menghubungi nya.


Fanya melihat pergelangan tangan nya dan memegang nya dengan tangan sebelah nya "aish sakit banget" pekik nya.


''Yang sakit apa, sayang...'' ucap Mom Della. Dia yang baru datang dari luar kota. Membuat Fanya terkejut sekaligus senang karena Mom Della akhirnya pulang.


''Mom'' teriak nya


Lalu Mom Della tersenyum dan memeluk anak gadis nya.


''Kamu, tadi kenapa? kayak kesakitan gitu,'' tanya Mom Della. Dengan memeriksa seluruh badan nya dari atas sampai bawah.


''Nggak kok Mom'' jawab nya berbohong.


''Sini liat tangan kamu, itu kenapa?'' dengan menarik pelan pergelangan tangan nya.


''Ih... Mom ini mah cuman ke jedot biasa, udah Mom kan cape dan baru sampai juga. Udah istirahat saja, nanti aku di kasih salep biar nggak merah lagi.''


''Emh, iya udah deh Mommy juga cape. Kamu kasih salep sendiri iya'' ucap nya dan berjalan meninggalkan nya di ruang tamu.


Fanya akhirnya bernafas lega, karena Mom Della percaya dengan alasan yang dia berikan. Tak mungkin juga jika dirinya harus jujur kalau itu ulah pacar nya Alfa.


Iya sebisa mungkin menyembunyikan, agar Mom Della tak curiga. Karena jika iya tau pasti urusan nya akan ribet dan melarang nya untuk bertemu lagi.


''Sayang, nanti koper nya tolong di bawa masuk saja sama mang Salim. Tadi Mommy lupa bilangan sama mang Salim'' teriak nya dari balik pintu kamar nya.


''Ah Mom ngagetin saja, iya..'' dengan menganggukkan kepalanya.


......................


Dilain tempat kini Alfa tengah bersama dengan ketiga sahabatnya. Seperti biasa mereka berempat jika lagi suntuk atau tak ada kegiatan akan nongkrong di cafetaria.

__ADS_1


''Kenapa Al? dari tadi Lo diam terus, gue perhatikan'' tanya Juno. yang melihatnya sedari tadi hanya diam dan minuman nya pun belum dia sentuh sama sekali.


''Nggak!'' jawab nya dengan muka datar nya.


''Ada masalah Al?'' tanya Delta.


''Fanya mutusin gue'' ujar nya, lalu menghembuskan panjang asap rokoknya ke udara.


"Alah besok juga balik lagi, nggak mungkin Lo terima gitu aja!" Celetuk Aji. Karena dia paham gimana sifat nya Alfa.


Tiba-tiba saja Alfa menunjukkan Foto di handphone nya, yang layar nya sudah retak akibat ulahnya sendiri.


"Itu cewek Lo, Fanya? kayak sama si Riko sialan" tanya Juno, yang menatapnya heran sekaligus merasa aneh.


"Cari tahu Ji, itu nomer siapa yang ngirim Foto cewek gue sama Riko sialan itu."


"Oke, ta-"


"Gue akan ngasih imbalan sama Lo! cari tahu dulu siapa dan mau apa!" ucap nya dengan langsung memotong ucapan Aji yang belum selesai.


"Gue mau motor Lo itu.." Aji berusaha mencari kesempatan.


"Anji** freak Lo! kagak habir pikir gue sama lo'' ucap Juno.


"Nggak usah sirik Lo Jun. Gue lagi bernegosiasi sama temen baik gue" Ucap Aji.


"Teman baik kagak manpaatin temen nya lagi susah bego'' ucap Juno.


Aji hanya mengendikkan bahu nya seperti tak peduli perkataan nya Juno. ''Ya, terserah gue lah iri iya? gue bisa dapat motor''


Juno menarik nafasnya dalam-dalam dan menggeleng kan kepalanya dengan pelan.


''Jangan bilang, Lo main kasar sama cewek lo?'' tebak Delta. karena sudah pasti sahabat nya itu suka main tangan.


Alfa hanya menyungingkan senyuman nya, jujur saja jika dirinya tak bisa menahan emosi nya yang selalu berlebihan.


''Memang bener-bener aneh sih kalian berdua pacaran. tapi gue salut sama cewek Lo Al bisa sabar sama sifat pemaksa kayak lo'' Juno menimpali menimpali nya.


Hari sudah sore, tetapi ke empat cowok itu masih betah duduk di cafetaria belum juga beranjak dari tempat tersebut.


......................

__ADS_1


Fanya sedang menekuk kedua kakinya, memandangi langit yang sudah mulai gelap dari balkon kamarnya. Tangan gadis itu terus melihat ke arah layar handphonenya.


Dirinya masih menunggu Alfa untuk menghubungi nya sedari tadi. Tetapi apa yang di tunggu belum juga menghubunginya.


Walaupun hubungan percintaan nya sering tidak harmonis dan selalu bersikap acuh. Bukan berarti Fanya tak bahagia bersama cowoknya itu.


Mau bagaimana pun sikap buruk yang dimiliki Alfa, kini iya sangat menyayangi nya saat ini.


Fanya menghirup udara dalam-dalam dan mulai merasakan dingin nya udara malam. jika harus jujur dirinya menyesali perkataan nya tadi siang .


Pintu kamar yang mendadak terbuka, Fanya yang tau akan hal itu menoleh ke arah belakang.


Dirinya mendapati wanita separuh baya, sedang melangkah mendekat menyuruh nya untuk segera ke bawah untuk makan malam.


''Non, ayok turun kebawah. Mom Della udah nungguin sedari tadi untuk makan malam. kenapa atuh, masih duduk di luar udah malam? udah masuk kedalam non.'' ucap bi Lilis dengan mengelus rambut panjang nya.


Fanya mengganguk patuh ''Iya bi, habis ini aku juga turun kebawah kok.''


''Iya sudah... jangan kelamaan di luar nanti sakit, udara nya dingin. Buruan turun ke bawah, makan malam dulu iya'' Bi Lilis bernafas lega, lalu turun ke bawah meninggalkan anak majikannya itu.


Kemudian Fanya menyudahi aktifitas nya itu dan beranjak dari tempat duduknya. Takut nya Mom Della sudah menunggu nya untuk makan malam.


Fanya berjalan menuruni tangga dan mendapati Mommy nya sudah duduk bersama Bi Lilis menunggu nya.


''Ah... Mom, maaf menunggu lama'' ucap Fanya.


''Nggak apa-apa sayang, ayok sini buruan duduk kita makan malam. Mommy udah lapar'' ujar nya, dengan memberikan piring untuk nya.


''Udah aku saja yang ngambil, nggak usah repot-repot'' tolak nya. Dengan tersenyum bahagia karena Mom Della sudah pulang lagi.


''Sudah sini piringnya, Mom ambilkan nasi nya biar banyak makan nya. Kata Bi Lilis kamu jarang makan, suka nya jajan di luar terus.''


''Nggak ko Mom, aku setiap pagi suka makan di rumah.'' jawab nya beralasan.


''Emh... alesan saja kamu sayang, nih di makan buruan abisin'' ucap nya.


''Mom, kebanyakan....'' melihat piring nya begitu penuh.


''Udah nurut saja, kamu kurus kerempeng kayak gitu. Kayak nggak makan saja'' gerutu nya.


Mau tidak mau akhirnya Fanya menghabiskan makan yang tadi di masukkan. Karena percuma saja mom Della, tak akan berhenti memarahinya tak habis makan nya.

__ADS_1


__ADS_2