
Tiga hari sudah Alfa menjalani masa hukuman nya. Kini dirinya dengan bersemangat untuk berangkat sekolah.
Hari ini iya akan menjemput Fanya dan akan meminta maaf secara baik-baik untuk nya.
Dengan kecepatan tinggi Alfa melajukan motornya dengan cepat. Agar dirinya cepat sampai dan bertemu Gadis nya itu.
Beberapa menit sudah kini Alfa telah sampai depan rumah Fanya. Alfa turun dari motor nya dan memilih menunggu nya.
Fanya akhirnya keluar dari rumah dengan terkejut nya ''Ngapain kak Alfa disini?'' dengan menoleh ke arah nya.
Alfa yang mendengar pertanyaan Fanya hanya tersenyum manis ke arah nya. Seketika Fanya melihat nya pun langsung terdiam dan melihat Alfa, dengan sejuta pesona ketampanan.
''Pantas aja di sekolah, cewek-cewek pada suka sama nih cowok'' Batinnya. membuat Alfa yang melihat Fanya diam dan melongo heran.
''Kenapa? liatin nya kaya gitu. Gue ganteng iya? udah jangan di raguin lagi, Lo suka kan liat wajah ganteng gue'' Dengan pede nya. Alfa pun membanggakan diri nya.
''Pede banget! Biasa aja kak'' Jawab Fanya dan menggeleng kan kepalanya.
Alfa yang melihatnya terus tersenyum ke arah nya. ''Gengsi lo! terlalu gede, susah banget buat jujur sama perasaan lo'' dengan beranjak dari kursi.
Kemudian berjalan ke arah motor dan menaiki motor nya.
''Mau sampai kapan, diam berdiri kaya gitu?'' Tanya Alfa. yang melihat Fanya masih diam mematung.
''Apaan sih kak?'' dengan nada kesal nya.
Kini Alfa dengan lembut mengajak nya untuk berangkat. ''Udah ayok, buruan naik kita berangkat?''
''Iya... '' berjalan ke arah motor.
Fanya naik motor nya Alfa dan langsung memegang erat perut nya. Sekilas seperti memeluk dari arah belakang.
Tidak seperti biasanya untuk pegangan saja, biasa nya susah dan mencari alasan. Tetapi sekarang dia tidak berbicara apa-apa, sudah menempel kan tangan nya.
''Udah ayok? mau berangkat kan?'' ajak Fanya. membuat Alfa menoleh ke arah nya dan menatap nya heran.
''Pakai dulu helem nya atau mau gue pakein?'' dengan tersenyum manis.
''Enggak, aku pakai sendiri aja'' Jawab nya. dengan mengambil helem yang Alfa pegang.
Mereka pun berangkat ke sekolah, tak ada yang mengeluarkan suara. sepanjang jalan menuju sekolah nya terus diam, hanya sesekali Alfa melihat dari dari kaca spion.
Tanpa sadar kini telah sampai di depan sekolah nya.
''Kak ngapain berhenti di depan'' protes Fanya yang kesal terhadap Alfa.
Alfa menarik nafasnya dalam-dalam dan membuang nya kembali.
''Enggak apa-apa yang, berhenti di depan itu jauh. kasihan kamu harus dari depan sana, itu jauh yang.''
Fanya berdecih kesal ''Udah ah, aku mau masuk kelas aja'' meninggalkan Alfa sendirian.
''Tungguin yang'' dengan cepat Alfa memarkirkan motornya.
Alfa pun dengan cepat berlari menyusul Fanya yang berjalan cepat. membuat semua orang yang melihat nya melihat ke arah nya.
''Yang tungguin...'' teriak nya saat akan berjalan menaiki tangga.
''Kak ih, ngapain ngikutin aku sih. Nanti, ada orang yang liat'' ucap nya.
__ADS_1
''kenapa kalau ada yang liat?'' dengan mengangkat akan sebelah.
''Kak Al enggak ngerti iya? aku enggak mau jadi pusat perhatian di sekolah. Apalagi, nyari masalah sama fans kaka?'' Ujar nya.
''Enggak akan ada yang berani sama kamu yang...''
''Kah ih...'' Fanya yang kesal dengan sikap Alfa.
''Apalagi yang... Udah ayok masuk kelas, gue anterin?''
''Enggak usah ih, udah sana masuk kelas aja'' dengan mendorong nya pelan.
Dengan terpaksa Alfa mengalah dan berjalan menuju kelas nya.
''Masuk kelas, enggak usah bolos sekolah terus'' Ujar nya . Dengan berjalan meninggalkan Alfa.
Alfa yang mendengar nya, tersenyum penuh semangat.
Kini Alfa sudah berada di kelas nya, seperti biasa diri nya sudah duduk di kursi belakang.
''Wih... tumben udah ada di kelas aja nih?'' Ucap Juno, yang baru saja sampai.
''Semangat bener anjir...'' menggoda nya.
''Lebay, banget lo! Ji'' Ucap Juno yang sudah berdiri di belakang nya Aji.
"Sialan! Jun" Ucap Aji.
"Apa lu!'' tantang Juno.
''Dih, najis!'' sahut Aji.
''Ekhm...'' deheman Alfa menghentikan perdebatan tidak jelas Aji dan Juno.
''Nggak!'' jawab nya.
''Anjir! sejak kapan Lo nolak! Gue ajak bolos?'' Ucap Juno, Menatap nya penuh selidik.
''Sekarang'' dengan melihat handphone di tangan nya.
Juno dan Aji menatap heran ke arah nya, merasa aneh saja, Alfa menolak saat di ajak bolos. Biasa nya Alfa yang suka bolos terlebih dahulu tanpa di ajak juga.
''Kenapa lo? liatin gue kaya gitu?'' sentak Alfa,
Membuat Aji dan Juno panik.
''Nggak! aneh aja'' Jawab Juno.
''Temen insyaf bukan nya bersyukur, malah di bilang aneh'' sahut Delta, yang sedari tadi hanya menyimak obrolan ke tiga temannya.
''Anji** rese lo! Lo pikir gue preman!" Ujar Alfa.
''Nggak sadar Al! Lo itu preman nya SMA Bintang'' Ucap Juno.
''Sialan!'' jawab nya dengan raut muka datar.
Bel sudah berbunyi semua siswa siswi pun kembali masuk kelas nya.
''Jamkos'' Teriak nya si ketua kelas Aden.
__ADS_1
''Kemana den, guru nya?'' Tanya Delta.
''Rafat Del,'' jawab nya.
Delta hanya mengangguk kepala nya dengan pelan.
Sedangkan kini Fanya di kelas, tengah mengerjakan tugas yang di berikan oleh Tiwi Guru kimia.
''Lagi males mikir nih'' Ujar Danisa.
''Lah, tiap hari juga Lo malas mikir, kapan semangat nya'' sahut Tiara.
Fanya dan Ivana yang mendengar nya tertawa cekikikan.
''Bener banget tuh... palingan seni budaya, kamu paling semangat. Gak perlu banyak mikir tuh...'' Ucap Fanya.
''Kalian semua memang sahabat Durhaka,'' Jawab Danisa. Lalu kembali membuka buku tugas nya.
Mereka bertiga hanya menggeleng kan kepalanya melihat Danisa.
''Tadi Lo berangkat bareng, Kak Alfa?'' tanya Ivana. Membuat Danisa dan Tiara yang sedang menulis pun menoleh ke arah nya.
''I-iya'' Jawab nya gugup.
''Pantesan aja tadi Davin berangkat nya sendiri pas di tempat parkir.''
''Emang Lo, udah baikan sama kak Alfa. Fan?'' Tanya Tiara. Dengan mendekat ke arah nya, karena begitu penasaran.
''Gimana iya, bingung jelasin nya juga'' Jawab Fanya.
''Eh Fan, gimana sih rasa nya di boncengan sama kak Alfa? cowok paling ganteng di sekolah'' Tanya Danisa yang langsung menghayal.
''Enggak tau ah,'' Jawab Fanya yang menurut nya begitu aneh pertanyaan Danisa.
''Kita ke lapangan basket, yuk?'' Ajak Tiara.
''Ngapain Ra?'' tanya Ivana.
''Nonton orang latihan basket anjir, masa nonton orang Dangdutan'' Jawab Tiara. membuat Fanya dan Danisa mendengar nya tertawa terbahak.
''Nyebelin banget ih'' Ucap Ivana, dengan raut wajah kesel nya.
''Uh.. tayang.. jangan ngambek'' Ucap Tiara menggodanya.
''Dih apaan sih?'' Ucap Ivana dengan sewot.
''Kaliam semua udah kayak anak SD aja, dikit-dikit berantem'' Ucap Fanya.
''Nih Tiara duluan yang mulai'' rengek Ivana.
''Katanya mau nonton latihan basket, udah ayok buruaan'' Ucap Danisa.
Mereka pun pergi ke lapangan basket, Karya tugas yang ibu Tiwi berikan sudah mereka kerjakan.
Bersambung....
Guys ... terimakasih semuanya yang sudah membaca dan terimakasih semua dukungan nya.
Mudah-mudahan kalian menyukai cerita jalan cerita nya.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih...
jangan lupa untuk like, vote dan berikan komentar nya..