Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Stobery dan coklat


__ADS_3

''Aish... kalian berdua'' ucap Davin.


''Stoberry dan coklat uchhh... kalian manis banget'' Ucap Danisa dengan gaya centilnya.


''Apaan sih kalian, biasa aja! jangan lebay deh'' dengan muka datar nya.


''Sensi amat sih! kalian berdua, bikin Baper kita semua tau...'' ujar Tiara.


''Sensi apaan? kamu nya aja Ara Baper,'' dengan beranjak dari kursi nya.


''Kamu mau kemana Fan?'' tanya Gavi dengan memegang tangan nya.


''Pergi ke toilet dulu'' dengan Melengos pergi.


''Aihh... berasa lagi nonton Drakor aja, pake pegangan tangan segala.'' Ucap Ivana dengan mengangkat dagunya.


''Enggak mau nyusul Gav? nanti ada yang nyulik Gav,'' Ucap Rio.


''Kagak! nanti malah, gue di tuduh mau ngintip cewek!''


Jam istirahat pun hampir selesai, hanya menyisakan waktu 5 menit lagi.


Mereka pun akhirnya memilih kembali masuk kelas nya lagi.


......................


Kini Fanya sudah berada di kelas nya.


"Kok udah di kelas aja Fan?'' tanya Tiara.


''Iya. tadi aku langsung masuk kelas aja, pasti kalian juga langsung masuk kelas.


''Fan... Gue tadi chat lo! tapi enggak aktif, handphone Lo enggak Lo aktipin?'' Tanya Ivana yang datang dari luar.


''Iya. tadi gue lupa waktu abis ngisi Batrei'' jawab nya beralasan.


''Oh... pantesan aja'' Ivana pun menggangguk kan kepala.


Tak lama bel pun berbunyi...


''Uchh... Otak yang sabar iya? ini jam terakhir ko, kalau cape jangan mikir lagi. istirahat aja iya,'' gerutu nya.


Membuat ke tiga teman nya tertawa terbahak, mendengar curahan hati nya Danisa.


''Sumpah njir... Gue, baru sadar punya temen tingkah nya konyol seperti lo'' dengan terus tertawa cekikikan.


''Ih apaan sih Ara, suka lebay deh!'' duduk di kursi nya.


Tak lama guru pun masuk, dan mulai mulai menerangi materi nya.


......................


Di apartemen nya Alfa kini tengah uring-uringan, perihal Fanya tak dapat di hubungi.


Beberapa kali menghubungi nya masih tak aktip.


Kemudian Alfa pun keluar dari apartemennya, dengan cepat mengendarai motor. Untuk menjemput Fanya, di lihat nya jam masih ada waktu satu jam lagi.

__ADS_1


Tak lama kini Alfa telah sampai di depan sekolah nya, dengan sengaja iya menunggu nya.


Satu jam sudah Alfa menunggu nya.


Tetapi Fanya masih belum keluar, tak lama bell pun berbunyi. Dengan cepat Alfa menyusul Fanya ke dalam kelas nya.


Saat akan memasuki kelasnya, Fanya sudah tidak ada, hanya ada ke tiga temannya.


''Lagi nyari siapa kak?'' Ivana pun menanyakan nya. Karena jarang sekali Alfa masuk kelas 10, membuat ke dua temannya Tiara dan Danisa sibuk merapikan makeup nya.


''Nyari temen lo!'' jawab nya dengan muka dingin nya.


''Ta-di udah pulang duluan ka, kaya nya lagi buru-buru'' jawab nya dengan gelagapan.


''


Membuat Ivana yang melihat nya bergidik ngeri.


''Udah enggak ada Al? Fanya di kelas nya'' tanya Delta dari belakang.


Alfa dengan muka dingin nya, hanya melengos pergi tanpa menjawab nya.


Kemudian Delta Juno dan Aji pun ikut menyusul nya.


Setelah Alfa benar-benar pergi dan tak terlihat di kelas nya. Dengan mata melihat ke arah ujung koridor sekolah dan merasa aman, Ivana menyuruh nya keluar dari dalam lemari.


''Sumpah! jantung gue bener-bener mau copot. Liat tatapan nya kaya mau ngebunuh,'' Dengan mengelus dadanya.


''Serius deh, niat gue mau caper dikit. Liat muka dan sorot mata kaya gitu, mana berani'' Sahut Tiara.


Dengan bernafas lega ''Sabodo teuing, rudet aku mah sama kalakuan na! hayu atuh, kita pulang aja'' jawab Fanya.


''Hayu buruan atuh? lieur pokona mah anu aya'' gerutu Fanya.


''Ngomong apaan sih Fan? aku enggak ngerti apa yang kamu bicarakan?'' melihat nya heran.


''Udah... ayo kita pulang aja, ini udah sepi sekolah'' keluar dari dalam kelas.


''Iya. tungguin kita dong'' Ucap Tiara yang menyusul nya. ''Cepet banget sih jalan nya,'' dengan berlari kecil ke arah nya.


Kini ke empat gadis itu keluar dari sekolah dan menaiki mobil nya Tiara. Sekarang mereka dalam perjalanan menuju rumah nya Fanya.


Dengan sengaja mereka akan menginap dan berangkat sekolah dari rumah Fanya.


30 menit sudah....


Mereka pun telah sampai depan rumahnya nya Fanya.


''Udah ayo masuk, enggak ada siapa-siapa ko!'' ajak Fanya.


Sesampainya di kamar mereka langsung merebahkan badan nya.


''kalian enggak ada mau yang mandi'' tanya Fanya.


''Nanti aja deh, masih cape'' dengan memejamkan mata Tiara malah tidur.


''Gue masih kepikiran nih dan masih penasaran Lo sama Ka Alfa itu ada hubungan apa sih?'' tanya Danisa.

__ADS_1


''Iya... Gue juga sama penasaran'' bangun dari tidur nya.


''Jelasin dong. Lo enggak pernah cerita sama kita'' ucap Ivana.


Fanya yang mendapat pertanyaan dari ke tiga temannya, jadi bingung sendiri. Dirinya juga masih bingung, karena jadian juga karena terpaksa.


''Gue jadi bingung'' dengan mengaruk kepala nya yang tak gatal.


''Bentar deh, Apa jangan-jangan, Lo! udah jadian sama Ka Alfa?'' tebak Danisa.


Fanya menganggukkan kepalanya. ''Waktu gue bolos sekolah, jadian juga terpaksa karena dia ngancam mau bilang sama Mommy aku bolos sekolah.''


''Serius! Lo udah jadiaan!'' dengan mata melotot teriak Tiara.


''Iya Ara... Maafin aku, beneran aku enggak maksud rebut cowok yang kamu suka'' merasa bersalah.


''Fan, gue udah bilang sama lo! gue enggak apa-apa, walaupun jadian sama kak Alfa. suka bukan berarti harus jadian juga Fan....''


''Ara kamu beneran enggak apa-apa? aku beneran merasa bersalah sama kamu'' dengan menetap nya penuh penyesalan.


''Aku enggak apa-apa Fanya....''


''Kata nya terpaksa, tapi kaya nya kak Alfa bucin banget sama lo. Fan,'' sahut Ivana.


''Iya sih, kayanya kak Alfa serius deh sama Lo Fan...'' Danisa menimpali.


''Enggak tau ah pusing'' dengan beranjak dari tempat tidurnya.


''Kemana Fan?'' tanya Tiara.


''Mau mandi dulu, bau keringat nih...''


''Hahaha, Gue kira mau ngumpet lagi di lemari''


''Dih, enggak lah...''


Fanya pun masuk ke dalam kamar mandi nya.


......................


Bunyi dentuman musik begitu menggema di telinga, tetapi Alfa si penikmat minuman beralkohol kini sedang asik minum.


Entah sudah berapa gelas yang sudah dia habiskan, sudah hampir satu jam lebih Alfa tak berhenti minum.


''Sialan bangsat'' Umpat Alfa. Saat seorang wanita bergelayut manja di lengannya.


Alfa dengan sorot mata tajam melepaskan tangan wanita dan mendorong nya hingga jatuh.


kemudian Juno dengan cepat menghampiri, untuk menghentikan Alfa dan menyuruh pergi perempuan yang bergelayut manja pada Alfa.


''Al udah berhenti, Lo dari tadi minum terus'' ujar Juno yang khawatir terhadap Alfa.


kemudian ke tiga temannya, membopong membawa nya pulang.


Bersambung....


Untuk kalian yang masih setia membaca, terimakasih atas dukungan nya.

__ADS_1


Maaf ia jika cerita nya sedikit berantakan dan tidak nyambung.


Jangan lupa like, vote dan vote.


__ADS_2