Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Siapa nomer baru? yang masuk


__ADS_3

''Kak! bisa nggak bawa motor pelan-pelan'' teriak Danisa.


''Bisa nggak diem!'' dengan menambah kecepatan motor nya.


''Gue nggak bisa kak! kalau di bawa ngebut kayak gini. Kayak di kejar malaikat maut.''


Tak lama Juno kini memberhentikan motor nya, di depan rumah yang lumayan cukup besar dan mewah. Tetapi Danisa masih belum juga turun dari motor nya Juno.


Dia masih belum sadar dan memegang erat pinggangnya Juno.


''Betah banget Lo meluk gue?'' ujar Juno, dengan tersenyum menyeringai.


Kemudian Danisa turun dari motor Juno ''Aku nggak mau lagi naik motor kak Juno lagi, bukan betah yang ada takut. Kapok deh, lain kali nggak usah nawarin buat nganterin pulang lagi deh!'' Ucap Danisa memaki nya.


Sedangkan Juno yang mendengar makian Danisa hanya tersenyum.


''Ngapain senyum kaya gitu! nggak ada yang lucu nggak usah tersenyum!''


''Nggak mau ngajak gue masuk dulu, gitu. Nawarin minum air, haus gue'' ujar Alfa.


''Nggak ada! air galon di rumah gue udah habis'' dengan sewot jawab Danisa.


''Selain cerewet, Lo pelit juga iya'' sindir Juno.


''Apaan sih kak! siapa juga yang pelit. Iya udah tunggu, mau minum'' dengan mengambil susu kotak dari dalam tas nya.


Pikiran Juno dia pikir akan mengajaknya ke dalam rumah atau mengajak nya masuk, tetapi malah membuka tas nya dan mengambil sesuatu dari tas tersebut.


Kemudian memberikan nya susu kotak tersebut ''Di minum dulu, biar di jalan nggak ketemu malaikat maut'' ujar nya.


Juno bukan meminum nya tetapi malah memasukkan nya ke dalam tas ranselnya.


''Terimakasih, gue pulang dulu'' ucap nya. Kemudian menyalakan motor nya kembali dan dengan cepat melesat pula sampai tak terlihat.


Sedangkan Danisa yang melihatnya menggeleng kan kepalanya. Tak terbayang jika setiap hari dirinya di antara pulang oleh Juno, bisa-bisa mati muda karena serangan jantung.


Danisa pun masuk kedalam rumahnya, yang sudah di sambut oleh adiknya dan Mamah tercinta nya.


''Baru pulang? pulang diantar siapa, Danisa?'' tanya mamah nya.


''Sama kakak kelas mah, kak Juno'' jawab nya dengan jujur.


''Pacar kamu?'' tanya nya dengan menyelidik.


''Apaan sih mah, kepo banget sih...'' jawab nya dengan ketus.


''Yeah mamah kan pengen tau, kali aja mamah bisa pamer sama temen-temen arisan mamah'' ujar nya.


''Dah lah mah, aku mau ke kamar dulu. Capek mau istirahat dulu.''


Danisa meninggal kan mamah nya, yang masih duduk di kursi ruang tamu nya.

__ADS_1


''Kenapa kakak kamu, Ezan?'' tanya nya.


''Nggak, tau mah. mamah aneh nanya ke Aku, yang ada di rumah'' gerutu Ezan, adik nya Danisa.


''Iya juga Ezan,''


''Mamah aneh aja sih,'' ucap Ezan.


Adik nya yang baru kelas 6 SD dan sebentar lagi akan memasuki SMP.


Sedangkan di kamar nya Danisa kini sedang asik melihat layar handphonenya. Dengan menarik ulur beranda, dia kini melihat.


Drt...drt...drt...


tiba-tiba saja handphone nya berbunyi, tetapi Danisa belum mengangkat nya sama sekali. Bukan belum, tetapi karena malas mengangkat nya.


Tetapi untuk kedua kalinya, nomer baru yang masuk itu menelepon nya lagi. Dengan cepat dia malah di matikan nya.


''Siapa sih, ganggu orang aja lagi istirahat'' Gumam nya dalam hati.


Kemudian dia kembali melihat beranda handphone-nya. Baru juga beberapa menit, handphone sudah kembali menampilkan nomor baru yang kembali memanggil nya.


''Ini siapa sih'' Gerutunya.


Kemudian iya menekan tombol hijau yang tertera di layar handphonenya.


''Hallo...''


Tetapi saat di angkat nomer tersebut sama sekali tak mengeluarkan suara, akhirnya dia menutup panggilan tersebut.


Danisa masuk ke dalam kamar mandi nya dan memulai ritual mandi nya.


......................


Di kamar nya Fanya saat ini belum juga tidur, dia masih melihat layar handphonenya. Dilihat jam menunjukkan pukul sembilan lebih, belum juga terlalu larut malam.


Fanya jadi teringat Papi nya yang pergi ke Singapura untuk berbisnis. Sudah hampir Dua bulan lebih tak menghubungi nya lagi.


Papi nya mengatakan hanya dua Minggu, tetapi ini udah dua Minggu tidak ada menghubungi nya.


Pesan terakhirnya pun tak di balas, dia saat ini tengah mengkhawatirkan keadaan nya.


Iya mencoba menghubungi nya dan mengirimkan pesan lewat aplikasi di handphone nya.


Papi❤️


Papi apa kabar? Papi lagi ngapain?


Aku kangen ...


Papi udah pulang ke Indonesia? papi sehatkan, Baik-baik saja, nggak ada masalah?

__ADS_1


Setelah selesai mengetik nya, Fanya langsung mengirimkan pesan tersebut. Dan menunggu balasan pesan dari papih Andra dan terus mengirim pesan nya kembali.


Tetapi satu pesan pun belum ada yang di balas nya, membuat hati nya sedikit kecewa.


''Apa sesibuk itu iya, papi? sampai-sampai nggak buka pesan dari aku'' batinya.


Fanya mematikan handphone nya kembali, setelah beberapa kali mengirim pesan dan satu pun tak ada yang di baca. Iya juga bangkit dari tempat duduknya, untuk pindah tempat tidurnya ke kamar mom Della.


Fanya keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamar mom Della, yang berada di bawah.


Hanya berjalan beberapa detik kini Fanya sudah berada di depan kamar mom Della.


''Mom'' dengan mengetuk pintunya.


Kemudian dengan membuka nya dengan pelan ''Udah tidur, mom?'' Ucap nya dengan tersenyum dari balik pintu.


''Kenapa, Ze?''


''Aku mau tidur sama mommy, boleh kan?''


''Emh, iya udah ayok masuk.''


Fanya yang sudah di ijin kan masuk, dengan cepat berlari kecil masuk kedalam kamar.


''Tumben mau tidur sama Mommy? biasa nya juga nggak mau.''


''Hehehe, nggak apa-apa mom. kangen saja, udah lama juga nggak tidur bareng'' kemudian memeluk nya.


''Ada apa sih, Ze? jangan buat bingung''


''Udah mom, ayok kita tidur. Nanti aku bangun nya kesiangan'' Ajak nya.


Kemudian Fanya membaringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya. Namun bukannya tidur, justru susah untuk memejamkan matanya sama sekali.


Dia terus berguling mencari posisi yang nyaman agar iya bisa tidur terlelap. Membuat Mom Della yang belum tidur pun, merasa sedikit terganggu ulah anak gadisnya itu.


''Kamu kenapa, Ze? ada masalah'' tanya Mom Della.


''Nggak mom. aku tadi ma menghubungi papi, tapi nggak membalas pesan yang aku kirim di telepon juga nggak di angkat?''


''Jadi kamu nggak bisa tidur gara-gara mikirin papi kamu, Ze? mungkin lagi sibuk, atau masih ada miring sama klayen.''


Fanya mengganguk kan kepalanya dengan pelan.


''Kamu kayak nggak tau papi kamu gimana, apalagi waktu nya yang beda beberapa jam'' Ucap mom Della menenangkan.


''Aku takut kenapa-kenapa mom, udah lama juga nggak ketemu'' ujar nya.


''Nggak, apa-apa Ze. cepetan tidur udah malam, besok kesiangan bangun nya.''


''Iya mom...'' dengan bernafas lega, tetapi dirinya merasa aneh dengan Mom Della.

__ADS_1


''Kok bisa tau dan lebih detail tentang papi Andra'' batinya.


Kemudian iya menepisnya kecurigaan nya terhadap mom Della. Dan memilih memejamkan matanya untuk tidur.


__ADS_2