Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Berantem part 2


__ADS_3

Riko pun yang mendengarnya hanya tersenyum kecil dan meremehkan nya. Dan mencoba bangun kembali, kali ini iya pun menyerang Alfa kembali dengan membabi buta tanpa ampun. Dengan sekuat tenaga Riko terus memukul wajah tampan Alfa yang sudah mulai babak belur sampai terhuyung ke belakang.


Kemudian Alfa pun bangun kembali Dan menyerang nya tanpa ampun juga.


Dengan mengepalkan tangannya dengan kuat Alfa terus memukuli dan menendang nya.


Sampai Riko sudah tidak berdaya tak melawan lagi.


Saat akan menginjakan kaki nya, Alfa pun terhenti oleh suara teriakan pak Wawan guru konseling nya dan juga Delta si ketua Osis yang menarik kerah baju nya.


Di tarik nya hingga jauh dan baju nya pun sudah berantakan dengan muka sudah habis babak belur.


kini Alfa dan Riko pun di bawa dengan di giring oleh pak Wawan ke ruang konseling dengan di susul oleh ketua Osis.


Yang tadi sempat berkerumun pun kini telah di bubarkan kembali.


Sebagian siswi pun banyak yang protes karena di bubarkan nya pertunjukan itu dan sebagian pula malah langsung pergi ke arah kantin.


Termasuk Fanya iya menganggap nya hal biasa saja.


Sesaat, kini mata mereka pun saling bertemu dan beradu tatap.


Alfa dengan menatap nya penuh kecemasan, sedangkan Fanya hanya menatap nya datar. kemudian Fanya pun memutuskan pandangan nya lebih dulu dan meninggalkan nya dengan segera.


Alfa pun yang melihatnya nya tersenyum kecil melihat Fanya yang seperti itu, bagi dirinya sudah hal biasa jika dia akan bersikap acuh terhadap nya. pikirnya yang terpenting Fanya sudah menjadi milik nya.


Dengan di bawa paksa oleh pak Wawan, Alfa pun mengikuti nya dari arah belakang.


Sedangkan Riko di bawa oleh Delta dengan di susul oleh ibu Ika yang mengikuti nya di belakang Delta.


......................


Kini mereka pun telah sampai di ruang konseling.


kini mereka berdua pun tengah duduk bersebelahan ''Kalian lagi! apa kalian tidak cape berantem terus di sekolah!!'' ujar pak Wawan dengan menggeleng kan kepala.


''Kalian mau sampai kapan berantem seperti tadi!! bukan memberikan contoh yang baik untuk adik kelas kalian... malah memberikan tontonan gratis seperti tadi! kalian ini tidak punya malu" kini Ibu Ika pun ikut menyahuti nya.


Riko pun yang mendengar nya hanya tersenyum sinis. Sedangkan Alfa hanya melihat nya dengan muka datar tanpa ekspresi yang di tunjukan.


"Riko...."


"Sampai kapan berantem terus? kamu itu sudah kelas tiga. harus nya kamu segera perbaiki nilai kamu! Dan absensi kamu segera perbaik!'' ujar Pak Wawan yang sudah bingung dengan anak wali nya ini.


''Sampai puas!'' jawab Riko dengan lantang.


Dan pak Wawan pun hanya bisa menggeleng kan kepala melihat anak wali nya kali ini.

__ADS_1


Dan kini Ibu Ika yang mencoba memperingati Alfa.


''Alfa.''


''Apa lagi bu?'' jawab nya dengan muka datar nya.


''Ibu sudah bingung mengahadapi kamu dengan cara apalagi? dan harus memberikan hukuman apalagi biar kamu bisa hera! dan mau berubah?'' gumam nya dengan nada lembut.


''Ibu mau saya berubah jadi apa? jadi dokter, jadi polisi atau jadi.... power ranger!'' dengan tersenyum sinis.


''Alfa...'' teriak nya.


''Kamu ini benar-benar sudah kelewat batas!'' dengan mata yang mulai melotot dan rahang yang mulai mengeras kemudian menatap nya dengan tajam.


''Apa... saya tidak akan pergi dari sini!!''


kini Ibu Ika pun menatap ke arah nya dengan tajam. Dan mulai kesal dengan tingkah ke dua murid nya kali ini.


''Kamu saya sekor tiga hari! dan ibu akan memberikan tugas selama kamu di skor tiga hari! jika kamu dalam tiga hari masih tidak ada perubahan dengan terpaksa saya akan drop out dari SMA Bintang.'' ujar nya mencoba memperingati nya.


''Dan kamu Riko saya skor juga selama tiga hari , tugas nya juga sama pula dengan Alfa.''


Ucap pak Wawan yang menyahuti ucapan Bu Ika.


''Kalian berdua, jika sudah selesai masa hukuman dengan segera melapor ke saya!''


Alfa pun berjalan ke arah kantin dan mencari Fanya gadis nya itu, tetapi iya tidak menemukan nya mungkin iya sudah kembali ke ruangan kelas nya lagi.


Alfa pun akhirnya memilih mengirimkan pesan untuk nya.


Nanti setelah jam istirahat ke dua, Lo datang ke ruang UKS obatin luka gue


Kira-kira isi pesan tersebut, Fanya pun hanya membaca nya tanpa membalas isi pesan tersebut.


Ngapain gue peduli sama Kak Alfa, toh dia hanya pacar terpaksa nya aku, Bukan serius juga. pikirnya dengan berjalan masuk ke dalam kelas nya.


Kerena bel pun sudah berbunyi, dan jam pelajaran pun akan segera di mulai.


Tak lama guru pun segera masuk dan mulai mengajar lagi seperti biasa.


Tak lama bell istirahat pun berbunyi, jam istirahat ke 2 sudah di mulai.


Ke tiga teman nya sudah mengajak nya keluar, tetapi Iya memilih diam di kelas saja. Dari pada nanti ketemu kak Alfa pikir nya. Iya lebih baik diam di kelas sendirian.


Ketiga teman nya pun akhir nya meninggalkan nya sendirian. tak lama bunyi pesan masuk ke handphone nya, kemudian Fanya membuka handphone nya melihat isi pesan tersebut.


Kamu dimana? aku di ruang UKS jangan kemana-mana

__ADS_1


buruan gue tunggu sekarang


kira-kira isi pesan tersebut. Fanya pun kembali mengetik dan membalas.


Bukan urusan aku!


Alfa pun yang membaca isi pesan tersebut tersenyum kecil dengan cepat mengetik kembali Iya pun mengirimkan pesan tersebut.


Lo udah janji mau ngobatin luka gue sekarang! udah buruan ayok! gue tunggu


''Apaan sih! dasar tukang maksa!''


''Tukang maksa'' gerutu nya.


*Ting


pesan kembali masuk ke handphone nya.


Gue tunggu sekarang sayang....


enggak usah mengumpat tentang gue,


Fanya pun yang membaca isi pesan tersebut berasa geli sendiri. Apalagi Alfa menyebutkan kata sayang untuk dirinya, dengan sangat terpaksa Fanya pun menuruti perintah Alfa untuk ke ruang UKS dari pada Alfa yang datang ke kelas nya. pasti akan membuat ribut sekolah nya.


Fanya kini telah sampai di depan ruang UKS, iya pun memegang pintu lalu membuka nya dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


Fanya menatap nya dengan tajam, terlihat begitu kesal dari raut wajah nya. Alfa yang tengah berbaring dan penuh luka di wajah dan sudut bibirnya yang berdarah.


Dengan tersenyum kecil Alfa pun bangun ketika melihat Fanya sudah berada di ruang UKS.


''Kenapa harus aku! yang ngobatin luka nyal! kan bisa sama anak PMR juga. atau ka Aji sama teman-teman kaka!'' gerutu nya dengan mengambil kotak p3k.


Dengan mendengus kesal Fanya pun mengobati luka nya. Dengan muka datarnya Fanya pun tanpa sengaja menekan luka dengan keras.


Alfa pun meringis kesakitan ''Pelan-pelan yang'' ucap Alfa yang menggoda Fanya.


Fanya pun yang mendengar nya memangil seperti itu langsung dengan menetap nya begitu tajam, dan memutar bola nya dengan sinis.


''Tau nggak, ngobatin orang nyebelin kaya kakak bisa dengan buas!'' Fanya setelah mendengar Alfa meringis dan memangil nya seperti tadi.


Alfa pun hanya diam melihat gadis di depan nya yang berbicara sedari tadi.


Benar-benar mengemaskan, apalagi melihat bibir tipis yang merah muda membuat seketika iman nya pun luntur.


''Kenapa lagi? liat nya kaya gitu?'' Dengan sewot nya Fanya pun menyadari melihat nya di perhatikan seperti tadi. ''Kenapa enggak boleh liat pacar cantik gue!''


Dengan pipi mulai merah, Fanya hanya diam tak menanggapi nya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2