
''****, berhenti berbicara sialan!'' dengan sorot mata yang merah, melihat ke arah Juno membuat Juno diam tak bergeming.
Juno mengerti dan langsung terdiam tak banyak bicara seperti tadi ia saat datang. Namun saat ia melihat sorot mata merah Alfa dan melihat nya mabuk seperti itu, membuat Juno khawatir melihat sahabatnya kali ini.
Dengan nafas yang berat Juno pun mencoba mengeluarkan suara nya lagi ''Al apa ini beneran lo? lo beneran suka sama Fanya?'' dengan tenang Juno pun menanyakan perasaan Alfa.
Dengan menatap nyalang ke arah Juno, kemudian Alfa pun beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan ke arah kamar mandi nya. Juno yang melihat nya tiba-tiba berdiri langsung panik, dia kira Alfa akan melakukan sesuatu terhadapnya. Dengan bernafas lega Juno pun mulai tenang melihat Alfa ternyata berjalan ke arah kamar mandi.
''Huhh... Sialan!" umpat nya dalam hati, "Gue kira Alfa bakalan marah. Ternyata pergi ke kamar mandi," dan mengusap dadanya sendiri.
Di kamar mandi kini Alfa sedang membasuh muka nya dan mencoba menenangkan diri dengan bernafas gusar. Tak lama Alfa pun segera keluar kembali dari kamar mandi.
"Gue kira Lo mau pergi kemana Al? ternyata Lo hanya ke kamar mandi," tanya Juno yang melihat Alfa seprti nya sudah begitu tenang.
Alfa pun menjawab nya dengan tersenyum kemudian mengambil jaket dan kunci motornya.
"Lo mau pergi kemana Al?" tanya Juno yang melihat Alfa pergi meninggalkan dirinya sendirian di apartemen nya.
"Ke Rumah Fanya."
Yang berteriak sambil berjalan ke arah luar pintu kamar apartemen nya.
Kini Alfa pun mulai menaiki motor nya, di lihat nya jam tangan nya menunjukan pukul 16.30 "Pasti Fanya sudah berada di rumahnya" Gumamnya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi seperti biasa.
Dengan kecepatan tinggi tak lama Alfa pun sudah hampir sampai dan Alfa pun memberhentikan motor secara mendadak. Tatkala tiba-tiba saja ia seperti melihat Fanya, tengah berjalan mengendap-endap yang akan memasuki rumah. "Gadis aneh" gumam nya, dan menyalakan motor nya kembali dengan cepat Alfa menyusul Fanya yang masih belum masuk ke dalam rumahnya nya.
Tak tau saja Padahal saat ini Fanya begitu bingung takut Mommy nya tau hari ini ia bolos sekolah "Gimana ia cara menjelaskan nya?" pikirnya, "Masalah kemarin malam saja belum selesai."
Dengan rasa ragu-ragu Fanya masih belum memasuki rumah, ia pun masih berdiam diri di depan gerbang rumahnya masih bergelut dengan pikiran nya. "Alasan apa lagi, yang harus aku berikan sama Mommy bolos sekolah kali ini?" membuka kunci gerbang nya pelan-pelan.
Tetapi tiba-tiba saja motor berhenti begitu saja di belakangnya. Dan membuat kaget dirinya, dengan menengok ke arah datangnya suara motor. ''Apaan sih ngagetin aja? tuh suara motor nya," Fanya dengan mengusap dadanya nya kaget tiba-tiba saja motor berhenti di belakang Fanya.
__ADS_1
Dengan tersenyum manis ke arah Fanya "Kenapa kaget kaya gitu? langsung masuk saja, Mommy kamu udah nungguin di dalam.'' Ucap nya dengan mengacak-ngacak rambut.
Seketika Fanya pun terpaku melihat senyum Alfa yang begitu manis. ''Kenapa lo liat gue kaya gitu? gue emang ganteng Fan? tapi engga usah kaya gitu juga liat nya,'' ucap nya dengan mencoba menggoda Fanya.
Dengan muka merah seperti buah tomat Fanya pun langsung tersadar dari lamunannya. ''Kepedean banget sih! Biasa juga," dengan malu-malu Fanya pun menjawab nya. ''Terus kenapa tuh muka nya jadi merah kaya gitu?'' Alfa yang terus-menerus menggodanya.
''Ih kenapa sih, nyebelin banget!'' Gumam nya dengan melengos pergi meninggalkan Alfa sendirian.
Dengan santai nya Alfa pun langsung ikut masuk menyusul Fanya. ''Ngapain sih ikut masuk juga kak? '' tanya Fanya.
''Kenapa lagi Fan? gue cuma mau ketemu lo? ada yang salah?'' jawab Alfa.
"Apa lagi sih kak? bisa nggak sehari saja jangan ganggu aku mulu.''
Hampir setiap bertemu atau menjemput nya, Fanya selalu marah-marah tak jelas. Dan selalu menolak perhatian yang Alfa berikan.
''Cemberut mulu, jangan marah-marah terus'' Alfa mengusap pucuk kepala Fanya.
Seketika Mommy Della yang melihat nya di balik pintu menatap nya horor dan langsung menggeleng kan kepala.
Tak berapa lama, Mom Della pun keluar dari balik pintu dan menyuruh mereka berdua masuk ke dalam rumah. ''Ze di ajak masuk aja ke dalam rumah? enggak baik ngobrol di luar!'' Mom Della pun kembali masuk ke dalam rumah.
''Yuk masuk dulu kak?'' mengajak nya masuk ke dalam rumah.
Dengan tersenyum penuh kemenangan saat ini, Alfa sangat senang suasana hati nya kali ini. Setelah seharian mellow tak bisa menghubungi Fanya dan tak bertemu dengan nya.
Dengan membawa satu nampan air minum dan cemilan, Mom Della pun tiba-tiba saja duduk di samping Fanya.
''Ehm... Mom'' Tanya Fanya tiba-tiba saja gugup. Berbanding terbalik dengan Alfa, ia begitu tenang dan santai saja melihat Mom Della yang ikutan duduk. ''Ada lagi Mom?'' tanya Fanya.
''Kamu pulang sore begini dari mana saja? Mom khawatir dari tadi. Terus handphone kamu juga enggak bisa di hubungi terus.''
__ADS_1
''Dari toko buku dulu Mom'' jawab nya dengan berbohong, ''Oh... pantesan saja pulang sore kaya gini. Mom kira kamu masih marah,'' gumam nya.
''Enggak kok mom,''
Dengan bernafas lega, berarti Mommy enggak tau kalau hari ini aku nggak masuk sekolah.
''Ehm... ia udah Mommy tinggal lagi. Di minum Al minuman nya?'' dan pergi meninggalkan Alfa dan Fanya di ruang tamu.
''Ada apa sih kak datang kesini?'' tanya Fanya dengan kesal. ''Gue udah bilang dari tadi juga, Ingin ketemu sama lo!! emang dari kemarin kesini gue mau ketemu sama bi Lilis?'' jawab Alfa dengan memasang muka datar nya kembali membuat suasana nya menjadi dingin.
Kini Fanya pun diam mendengar jawaban Alfa. ''Ehm... bener juga jawab Ka Alfa selama ini, yang selalu berusaha mendekati dirinya'' Gumam nya dalam hati.
Melihat Fanya yang sedari tadi hanya diam setelah mendengar jawaban dirinya. ''Dari mana saja tadi pagi enggak masuk sekolah?'' dengan tersenyum sembari mengambil minuman di meja dan meminum nya.
''shut... kak ih diem!'' dengan panik Fanya pun langsung memohon, ''Kak!'' seru Fanya melihat ke arah Alfa dengan meremas ujung rok sekolah nya.
''kenapa?'' dan menoleh ke arah Fanya. Alfa pun yang melihat Fanya seperti itu seketika terdiam.
''Jadi... Mom Della belum tau kalau Fanya hari ini bolos sekolah. Bisa gue jadikan alasan nih buat Fanya, biar lebih nurut nih cewek.'' Dengan ide konyol nya Alfa kini tersenyum bahagia dalam hati.
''Jadi.... Mom Della belum tau kalau kamu bolos sekolah tadi pagi?'' dengan tersenyum menyeringai. ''Ehm... ia kak, jangan bilang sama Mommy ia? please... kak'' dengan terus memohon agar Alfa tak memberi tahu Mom Della.
''Oke! tapi ada syarat nya?'' dengan penuh kemenangan. Alfa pun langsung menjadi kan nya kesempatan.
''Syarat apa kak?'' tanya Fanya dengan mengangkat alis sebelah. ''Lo harus jadi pacar gue!'' ucap Alfa.
''Enggak,'' jawab nya.
''Emh... ia udah siap-siap saja,'' ancam Alfa.
Fanya pun mengigit bibir bawah nya, ketika Alfa menatap ke arah nya. ''Bisa-bisa nya kak Alfa kaya gitu!'' Fanya mencerca.
__ADS_1
Bersambung....