
Ivana Dan Tiara kini membuka mata nya secara perlahan. Sekarang jam 11 Siang tetapi kedua teman nya masih meringkuk kan badan nya di Kamar Fanya. Kedua mata mereka melotot saat melihat Fanya dan Danisa yang masih memejamkan mata nya.
''Hari ini kita bolos sekolah'' menoleh ke arah Fanya. ''Gara-gara ikutan nonton tuh Film, jadi bangun siang kayak gini gue''
Ivana hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum simpul.
''Kalian berdua bangun, ini udah siang woi'' teriak Tiara dengan menarik selimutnya.
Kemudian Ivana menarik bantal nya Fanya ''Bangun Fan udah siang, nih'' Seperti emak tiri saja membangun kan nya dengan kasar.
Kemudian Fanya sedikit terganggu dengan kelakuan ke dua temannya hanya menatap kesal.
Berbeda dengan Danisa yang berdecih kesal mendengar suara bawel nya.
''Kalian apa-apaan sih?'' Ucap Danisa yang kesal.
''Lo yang apa-apaan, ini udah siang tau!'' Sahut Tiara yang ikut kesal.
''Heh... kalian berdua, bisa diem kagak! malah pada berantem. Kita hari ini enggak masuk sekolah barengan, mau cari alasan apa buat besok?'' Jelas Ivana yang jengah.
Tiara dan Danisa saling Pandang dan menatap Ivana bersamaan.
''Bodo!'' jawab nya secara bersamaan dan kembali merebahkan di kasur.
Membuat Ivana menatap heran melihat tingkah mereka berdua. Bukan karena perkataan nya tetapi karena mereka berdua malah berbaring di kasur lagi.
Ivana yang melihat nya pun hanya menggeleng kan kepala.
''Kalian berdua giliran liat kak Alfa sama Kak Delta, kompak nya luar biasa. Giliran di suruh bangun malah kaya gini. susah nya minta ampun'' ucap Ivana.
''Gue udah bangun iya, tadi pagi juga! Udah mandi. Kalian aja yang masih tidur'' Jawab Tiara.
''Iya, iya... Gue siap-siap mandi duluan iya?'' Ucap Danisa penuh semangat.
Bahkan Danisa sudah ngacir pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Fanya yang sedari tadi diam menyaksikan perdebatan kecil temannya hanya menggeleng kan kepala nya.
kemudian kembali merebahkan tubuh nya dan mencoba mengaktifkan handphone nya yang sudah 3 hari tidak dia nyalakan.
Begitu juga dengan Tiara yang sedang melihat layar handphonenya dan membalas pesan masuk nya.
''Ra, gimana nih... besok kita cari alasan apa?'' tanya Tiara.
__ADS_1
''Enggak tau! terserah besok aja'' jawab nya.
Tiara yang mendengar Fanya hanya berdecih kesal.
''Dih...''
Fanya membaca pesan masuk dari Alfa begitu banyak dengan begitu malas. Sudah tiga hari lebih tidak bertemu dengan Alfa dan tidak juga membalas pesan nya.
Bahkan dengan sengaja tidak mengaktifkan handphone nya. Ia kesal dengan tingkah Alfa yang suka maksa dan tak bisa menjaga emosi nya.
Apalagi dengan perbuatannya kemarin, membuat Fanya merasa malu jika bertemu dengan nya.
''Apaan sih kak Alfa, berlebihan banget!'' gumam nya sedikit kesal.
Tiara menoleh ke arah Fanya dengan menatap heran ''Siapa Fan?'' Tanya Tiara. Fanya yang enggan membahasnya hanya tersenyum kecil.
''Pasti kak Alfa. Kalau gue jadi Lo! gue bakalan pergi ke salon tiap harinya'' celetuk Tiara dengan tertawa kecil.
Fanya yang mendengar nya hanya menoleh tanpa menjawab dan kembali melihat layar handphonenya.
Sudah hampir setengah jam lebih Danisa di kamar mandi. Dia baru saja keluar dan beres mandi.
''Kamu ngapain aja di kamar mandi? lama banget sih mandi nya,'' gerutu nya.
Sedangkan Tiara hanya tertawa cekikikan sendiri mendengar nya. Dan Ivana hanya menoleh sekilas ke arah nya.
Akhirnya Fanya dengan terburu-buru mandi dengan cepat sedang kan Ivana mandi di kamar tamu.
Jangan tanya Tiara, dia tidak mau mandi lagi karena tadi saat bangun iya sudah mandi.
Setelah selesai mandi, kini mereka tengah duduk di meja makan.
''Gara-gara Lo, nih Ivana. Kita jadi bangun kesiangan gini! ngajakin nonton Drakor'' ucap Tiara. Yang baru menyadari bangun kesiangan, karena terlalu malam tidur nya.
''Ko gara-gara gue sih! yang ngajakin pertama nonton tuh Drakor, siapa coba?'' Jawab Ivana. kesal Tiara yang menyalahkan nya.
''Udah Ra. kamu juga! ujung nya suka tuh nonton Drakor, kamu juga yang nonton sampai akhir.'' Ujar Fanya dengan nada lembut. Membuat Tiara diam mati kutu.
Ivana dan Danisa pun menoleh ke arah Tiara lalu mentertawakan nya.
''Dih! Kalian berdua awas aja,'' dengan nada kesal nya.
''Kalian berdua. Udah deh, ribut mulu dari tadi bangun tidur'' Fanya yang mulai kesal.
__ADS_1
''Tau nih! mereka berdua nyebelin banget'' Jawab Tiara yang tak mau kalah.
''Kamu juga! Ra, bisa gak diem sama aja kaya mereka'' Jawab Fanya membuat Tiara mengerenyit.
''Gue lapar nih.. '' ucap Danisa. Dengan memegang perutnya.
''Makanan udah di depan mata, masih aja ngeluh ninis!'' Ucap Tiara yang jengah.
''Iya gue tau Ra, tanpa! Lo kasih tau juga'' jawab nya dengan sewot.
Fanya yang mendengar nya hanya memutar bola matanya dengan malas ''Kalian! bisa gak diem. Kita mau makan kalian masih aja ributin hal sepele'' Ujar nya.
Membuat Ivana cekikikan sendiri mendengar nya.
''Ayok makan...'' titah nya seperti emak tiri yang sedang menyiksa Cinderella.
kini mereka pun makan sarapan pagi yang sudah terlewat, karena bangun kesiangan.
......................
Di lain tempat kini Alfa dan ke tiga sahabat nya tengah asik duduk asyik mengobrol.
''Gue bener-bener takut, Al? tadi pagi liat Om Levi yang marah kayak banteng ngamuk'' Ucap Aji. Membuat Delta yang duduk di sebelah nya langsung menginjakkan kaki.
''Mulut lo Ji! pahit bener. kagak bisa tuh mulut di filter'' Ucap Juno menggeleng kan kepalanya.
''Udah biasa...'' dengan tersenyum tipis dan diam kembali. Kemudian meminum minuman yang sudah tadi dia pesan.
Aji pun hanya tersenyum kikuk ''Sorry. Al, gue kagak maksud ngeledek bokap lo'' Ujarnya merasa sedikit bersalah.
''Hahaha, nyantai aja Ji. Gue enggak apa-apa lagian'' Jawab Alfa.
''Minggu depan kita siap-siap tanding sama SMA 07 kuy. Siapin mental siapin Fisik juga jangan lupa'' Ucap Delta. Juno dan Aji hanya mengangguk kan kepalanya.
Mereka semua tau, jika SMA 07 sering bermain curang secara terang-terangan.
''Bar-bar semua anjir'' Ucap Juno. Dengan melihat layar handphonenya di tangan nya.
Aji mengganguk kan kepala nya ''Bener.''
''Mudah-mudahan tim kita bisa ngalahin tim SMA 07, gue agak ragu kalo ini'' ujar Delta. Alfa yang mendengar nya langsung menoleh ke arah nya.
''Usahin dengan tenang main nya, jangan tersulut emosi'' Ujar Alfa.
__ADS_1
Dua jam lebih mereka duduk dan mengobrol santai di cafe. Kini mereka memilih untuk pulang dan menyudahi semua, karena hari pun sudah hampir sore.