
Kini Alfa telah sampai di tempat parkir sekolah nya dan melepaskan tangan nya Fanya.
''Sakit kak ih...'' Ucap Fanya. yang masih menundukkan kepalanya.
''Ngapain masih di kelas, udah mau jam tiga sore'' ujar nya.
Fanya hanya diam tak menjawab nya dirinya belum berani mengangkat kepalanya.
''Yang...''
''Yang...'' memanggil nya untuk ke dua kalinya yang masih tak menyahuti nya.
Sedangkan Fanya masih diam dirinya masih malu karena kelakuan nya tadi di kelas bersama Ivana.
''Yang...''
''Udah jangan nunduk terus'' ujar nya.
''Kita langsung pulang iya, udah sore juga''
Dengan lembut Alfa mencoba menyuruhnya untuk tidak menunduk terus menerus.
Fanya pun mencoba mendongak kan kepalanya dengan pelan-pelan. Dengan pipi nya yang masih merah karena menahan malu, membuat Alfa yang melihat nya tersenyum ke arah nya.
''Udah sini mau aku pakein helem nya'' Ucap nya.
''Eng-''
Belum juga selesai dengan ucapannya Alfa sudah memasang kan helem nya. Membuat jantung nya berdegup kencang, rasa nya mau copot saja.
Tak lama Alfa pun menyalakan motor nya a dengan cepat.
Sedangkan Ivana dan Delta yang masih berada di kelasnya mereka berdua tengah membicarakan apa. Sedangkan Juno yang mengerti dengan teman satu nya, memilih keluar bersama Aji.
Tiara yang melihat Juno dan Aji keluar dari dalam kelas nya, datang dan menghampiri nya.
''Kak'' Ucap Tiara.
''Hmm'' Jawab nya.
''Ivana kenapa masih di dalam? lagi ngapain? kok belum keluar sih...''
''Tenang aja, kak Delta nggak bakal apa-apain teman kamu'' Jawab aji.
Tiara yang penasaran pun mencoba untuk masuk kedalam kelas. tetapi dengan cepat Aji menahannya ''Udah tunggu aja disini bentar lagi juga keluar.''
''Ta-pi kak''
''Udah tunggu aja''
Danisa yang sedari tadi hanya diam tak berbicara, memilih melengos pergi meninggalkan Tiara dan ke dua cowok antek-antek nya Alfa.
''Danisa...'' teriak nya.
__ADS_1
''Danis...''
Tiara yang tau dan mengerti segera menyusulnya dengan berlari menyusul nya dengan cepat.
Tiara yang mencoba untuk mencari Danisa ke arah tempat parkir pun sudah tidak ada.
Dengan cepat pula Tiara menghubungi Danisa tetapi Danisa sama sekali tak mengangkat nya sama sekali.
Tiara pun menyalakan mesin mobilnya, niat hati ingin mencari Danisa. tetapi mobil nya sungguh sial tidak menyala sama sekali.
''Sial" Gerutunya.
"Kenapa lagi darurat kaya gini malah nggak mau nyala sih.."
Pikiran Tiara kini sangat panik, karena takut nya Danisa kenapa-kenapa. Kali ini dirinya bingung harus berbuat apa.
Akhirnya Tiara pun memilih meminta bantuan ke dua cowok tadi. Tiara akhirnya kembali lagi ke kelas nya dengan terpaksa.
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan ''Kak, bisa bantu tolongin aku nggak?'' Ucap Tiara dengan menarik tangan dengan paksa.
''Kalian mau kemana'' teriak Juno. melihat Aji yang di bawa paksa oleh Tiara.
Dengan cepat pula berlari, Juno menyusul Aji dan Tiara.
Melihat Aji dan Tiara yang berada di tempat parkir Juno dengan cepat berlari ke arahnya.
''Lo mau bawa temen gue kemana?'' Tanya Juno.
''Udah ka buruan nyalain motor nya! nanti aja, jangan di jawab dulu''
''Kemana sih mereka'' Gumamnya nya dalam hati.
''Kak berhenti disini!'' teriak Tiara.
Aji pun memberhentikan motor nya dengan cepat.
''lo itu mau kemana sih?'' tanya Aji yang sedari tadi penasaran.
''Noh... mau liat keadaan temen gue! yang lagi nagis'' tunjuk nya.
''Mana...'' tanya Aji.
''Tuh yang lagi duduk di kursi''
''Lah temen lo! lagi makan bakso bukan lagi galau''
Tiara tanpa menjawab nya meninggalkan nya tanpa mengucapkan terimakasih sama sekali.
Tak lama Juno pun telah sampai menyusul Aji ''lagi ngapain sih Ji?'' Tanya Juno.
''Tau tuh, Cewek nggak jelas!'' jawab Aji merasa kesal terhadap Tiara.
''Udah ayok! kita samperin aja ke sana'' ajak Juno.
__ADS_1
''Ngapain?'' Tanya Aji.
''Gue jadi lapar, liat tuh cewek makan bakso'' jawab nya.
''Sialan Lo jun'' gerutu nya.
Aji pun menyusul Juno yang sudah berada di dekat ke dua gadis aneh.
''Anji** Lo Jun ningg-'' ucapan nya pun terhenti. tatkala melihat teman nya Tiara yang sedang menangis.
Aneh saja bagi Aji yang melihatnya melihat nya menangis sembari memakan bakso begitu lahap. Berbanding terbalik dengan Juno, justru dirinya malah tertarik dan merasa dirinya menyukai nya.
Tiara yang mencoba menenangkan sahabatnya nya itu. Dengan mencoba menasehati nya dengan pelan.
''Udah iya Danisa ku yang baik hati, nggak usah sedih kaya gitu'' Ujar nya.
''Tapi aku kecewa sama Ivana, Ra. Kenapa nggak jujur aja kalau ada hubungan sama kak Delta! padahal Ivana, sangat tau kalau aku sangat suka sama kak Delta'' ucap nya dengan menangis sesenggukan.
''Kata siapa Ivana sama kak Delta jadian, Danis. jangan nyimpulin apa-apa itu dari yang kamu lihat aja nis, kan belum tentu juga ada hubungan.''
Danisa pun diam dan masih mengucurkan air mata nya dan masih sesenggukan. Tetapi dengan lahap Lula memakan bakso nya lagi.
Seketika membuat Juno dan Aji melihat nya ingin tertawa, tetapi kedua cowok itu sebisa mungkin menahan nya untuk tidak tertawa.
''Terus kalau mereka nggak jadian, gimana? kenapa nggak jujur aja sih Ra?''
''Iya nggak apa-apa, Danisa. Kita itu nggak bisa maksa orang buat mencintai kita dan kita juga nggak bisa misahin ke dua orang yang saling mencintai.''
Danisa pun diam dan tak mengeluarkan air mata nya lagi. Dan memikirkan setiap perkataan nya Tiara, ada benar nya juga pikirnya.
''Makasih iya Ra. Udah pedulin gue, tapi kok tumben kata-kata Lo bijak kata gini?'' dengan memeluk sahabatnya.
Tiara yang mendengar nya pun melepaskan pelukannya Danisa dan mendengus kesal.
''Bener-bener, udah gue kasih sandaran kaya gini. malah meledek gue kaya gitu?'' ujar nya.
''Apaan... aku kan cuman nanya kok. Bukan meledek Lo Ra'' ucap Danisa.
''Iya... terserah deh. Udah jangan nangis lagi tuh maskara Lo luntur''
Danisa dengan cepat mengambil cermin dari dalam tas. Dan melihat mata nya yang kata nya luntur karena air mata nya.
''Ih Ara, kenapa nggak bilang dari tadi kalau maskara gue luntur'' rengek nya.
''Kan barusan gue bilang juga Danisa...''
Sedangkan ke dua cowok yang tengah asik melihat ke dua gadis berbincang masalah hati, hanya tersenyum mendengar nya.
Apalagi mendengar Danisa cewek polos yang menarik perhatian Juno.
kini Tiara dan Danisa yang sadar akan ke beradaan mereka berdua langsung terdiam.
Apalagi Danisa, yang malu karena telah menangis dan maskara nya yang telah luntur.
__ADS_1
Bersambung....