
Dengan muka datar dan tatapan tajam nya kini Alfa sudah berdiri di depan pintu. Seketika ke dua wanita itu diam melongo melihat nya.
''Bisa-bisa iman gue bisa goyah nih, liat malaikat pencabut nyawa ganteng gini'' celetuk Tiara.
''Eh anjir rese Lo, Ra. Muka ganteng gini bisa-bisa nya lo sebut malaikat pencabut nyawa'' protes Danisa.
''Fanya sorry gue kali ini berkhianat sama Lo. mubajir di lewati gitu aja'' ujar Tiara yang masih belum sadar.
''Nggak apa-apa Ara, gue berbagi dikit'' Ucap Fanya.
membuat Tiara yang diam melongo langsung tersadar mendengar ucapan Fanya.
''Bisa-bisa nya nyaut kaya gitu.'' ucap Tiara.
Alfa yang mulai kesal melihat Fanya masih berdiam diri.
''Udah ayok! buruan pulang. Betah banget di kelas dari kemarin" ucap nya.
"Nungguin Ivana kak, ih..'' kesal Fanya.
''Udah nggak usah di tunggu. palingan pulang sama temen gue, bentar lagi'' tekan nya.
''Siapa kak?'' tanya Fanya dengan mengangkat alis sebelah.
''Buruan ayok udah sore, masih mau disini. Kalian berdua juga buruan pulang!'' ucap nya.
''Iy-a kak'' jawab Tiara dan Danisa dengan gugup. Karena pertama kalinya berbicara dengan Alfa cowok paling populer di sekolah nya. Dan tak menyangka juga bakalan menjadi pacar teman nya.
Tiara dan Danisa dengan cepat membawa tas nya, lalu berpamitan untuk pulang.
''Duluan iya Fanya..''
''Iya, kalian hati-hati dijalan nya'' ucap Fanya.
Kemudian Fanya berjalan melewati Alfa begitu saja yang masih berdiri di samping pintu.
''Pelan-pelan yang, jalan nya buru-buru banget!'' Teriak Alfa. dengan segera menyusulnya yang sudah berjalan jauh.
Tidak memerlukan waktu yang lama Alfa dengan cepat sudah berada di sebelah nya.
Fanya menengok ke arah nya hanya berdengus kesal, sedangkan Alfa hanya tersenyum manis ke arah nya.
''Kenapa lagi yang'' Tanya Alfa.
''Nggak kenapa-kenapa kak'' jawab nya.
''Aku bawa motor sendiri kak! kakak pulang duluan aja'' ucap Fanya.
Alfa yang mendengarnya berdengus kesal, dia tak suka jika Fanya menolak nya.
''Siapa suruh bawa motor sendiri! udah sini mana kuncinya?'' bentak Alfa.
''Nggak mau!'' tolak Fanya kekeuh.
__ADS_1
''Buruan sini! mau gue cium disini'' ancam nya dengan sengaja. Karena jika tak seperti itu Fanya tak akan mendengar nya sama sekali.
''Nggak mau kak...'' dengan kekeuh Fanya terus tak memberikan kunci motor.
''Buruan...'' Alfa dengan cepat mendekati nya.
Fanya yang mulai panik dan takut dengan melihat Alfa sudah berada di dekatnya, dengan terpaksa memberikan kunci motornya.
Dan berjalan cepat meninggalkan Alfa dengan menghentakkan kakinya karena kesal.
Alfa melihat nya hanya tersenyum penuh kemenangan, dengan cepat pula menyusulnya. Karena Fanya pasti ngambek kunci motornya yang di ambil.
Tak lama mereka berdua sudah sampai di tempat parkir. Fanya yang masih ngambek masih diam dengan muka di tekuk.
''Buruan naik yang. kenapa lagi masih diam di situ! keburu sore'' ucap Alfa.
''Ini motor gimana? masa di tinggalkan di sini'' ucap nya.
''Nanti Aji yang akan nganterin ke rumah, ayo buruan naik. Betah banget diam di sekolah'' ujar Alfa.
''Tapi kak!''
''Ayok buruan naik!'' kesal Alfa.
''Iya,iya kak.''
Dengan cepat menaiki motor nya dan memegang erat perut nya tanpa penolakan. Alfa menancapkan motor nya meninggalkan tempat parkiran sekolah.
Dan tiba-tiba saja kini memberhentikan motor nya di depan gerobak mie ayam.
''Kenapa lagi kak? malah berhenti disini. katanya mau pulang'' protes Fanya.
''Nggak kenapa-kenapa yang. Kita makan dulu yah, lapar yang... kamu nggak suka makan disini?'' ucap nya dengan lembut.
''Iya udah deh..''
kemudian mereka berdua masuk dan duduk di bangku yang sudah tersedia.
''Bang pesen dua iya...''
''Iya dek, di tunggu'' jawab nya.
''Kak ko pesen nya dua sih, aku kan nggak mau makan..'' ucap Fanya.
''Kenapa nggak mau makan, nggak suka makan disini? kalau nggak suka kita pindah cari yang lain. Gimana mau, yang...''
''Nggak! iya udah disini aja. Kebiasaan apa-apa harus maksa terus!'' gerutu nya.
''Masih marah yang,'' melihat Fanya banyak diam.
''Nggak!''
Tak lama mie ayam yang Alfa pesan sudah datang. Fanya dengan cepat menambah saos dan sambal ke dalam mangkok.
__ADS_1
''Nggak usah banyak-banyak! nanti tukang jualan nya rugi" celetuk Alfa.
"Nggak apa-apa. tinggal bayar lebih aja sama kak Alfa" ucap Fanya kembali menambah sambal nya.
"Yang bayar kamu yang, aku lupa bawa duit" jawab nya dengan santai.
Fanya menyipitkan matanya melihat ke arah Alfa. Dia benar-benar bingung, saat ini dia juga tidak membawa uang lebih.
"Kak ih, aku nggak mau nanti di suruh nyuci mangkok bekas makan" ucap Fanya yang mulai panik.
Alfa menahan tawa nya melihat Fanya yang percaya begitu saja perkataan nya. Sedangkan Alfa sudah mulai makan.
"Kak nanti bayar nya, pakai motor kakak aja dulu. aku nggak mau di suruh bantu nyuci mangkok bekas makan yang banyak" dengan melihat ke arah ember penuh mangkok kotor.
"Hm, udah di makan aja dulu, gue bercanda yang. Buruan di makan nanti keburu dingin," tersenyum puas.
"Kak ih..."
"Bercanda kok. Makanya jangan ngambek mulu dari tadi" ujar nya.
"Siapa yang ngambek, Kak Alfa aja suka bikin orang kesel."
Mereka telah selesai makan, setelah selesai Alfa membayar nya dan meninggalkan warung mie ayam tersebut.
Fanya sepanjang jalan hanya diam tak banyak mengobrol. Dan masih belum sadar bahwa jalan yang di tuju bukan jalan menuju ke arah rumah nya.
Tak lama mereka telah sampai di basemen tempatnya parkir. Fanya yang baru saja turun dari motor baru tersadar ternyata Alfa bukan membawa nya pulang.
"Mau kemana sih kak?" tanya Fanya yang penasaran.
"Ke apartemen gue." jawab nya.
"Mau ngapain sih kak! kita pulang lagi, yuk?" Ajak Fanya.
"Udah ayok, bentar kok..."
Akhirnya Fanya mengikuti Alfa yang berjalan ke arah lift.
Lima menit sudah kini Fanya dan Alfa sudah berada di apartemennya.
''Mau ngapain sih kak?'' tanya Fanya lagi. karena sedari tadi Alfa tidak menjawab nya.
''Duduk dulu aja. Gue mau ambil dulu barang-barang di dalam kamar'' ucap nya, meninggalkan nya sendirian.
''Oh, mau ngambil barang-barang'' ucap nya.
Alfa masuk kedalam kamarnya, entah barang apa yang saat ini dia bawa begitu banyak juga yang iya bereskan.
Sedangkan Fanya yang sedari tadi menunggu nya sudah kesal.
''Katanya sebentar, tapi lama banget kak Alfa'' gumam nya dalam hati.
Dia ingin menyusul nya ke dalam kamar, tetapi dia urungkan takut nya tidak sopan pikir nya. Akhirnya dia memilih menunggu nya lagi di kursi sembari menonton acara di tv.
__ADS_1