
Upacara hari Senin kini telah selesai, semua murid mulai meninggalkan lapangan upacara dan memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk keempat gadis itu sudah berada di dalam kelas nya lagi.
''Hari ini otak gue akan bekerja lebih keras lagi teman-teman'' Ujar Danisa.
Ke-tiga sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya nya, mendengar celotehan Danisa jika menghadapi hari Senin dan Selasa.
''Ayok semangat, Danisa. Jangan lupa ada tugas juga'' ucap Fanya mengigat kan.
''Gue ingat lah, tugas nya juga udah gue kerjain kemarin.'' ucap Danisa.
Fanya dan Tiara hanya mengangkat jempol untuk sahabat nya ini dan tersenyum.
Tak lama guru sudah masuk ke dalam kelas nya dan mulai mengajar.
Sedangkan Alfa di kelas kini sedang bermalas-malasan, dirinya ingin meninggalkan kelasnya hari ini. Tetapi dia teringat dengan janji terhadap Fanya untuk tidak bolos sekolah lagi.
Akhirnya niatnya pun iya urungkan kembali dan seperti sekarang dengan muka lesu tak bersemangat.
''Gimana Al, samperin sana ke dalam kelas nya. mumpung belum ada guru'' Ujar Juno.
''Kelas kita nggak ada guru, bego. Noh kelas nya dia guru matematika, udah masuk aja dari tadi'' Jawab Alfa.
''Terobos aja, biasa nya juga Lo langsung bawa tuh anak gadis orang'' celetuk Juno.
''Heh Anjir, sialan! anak gadis orang maen bawa aja. Sesat Lo ngajarin temen sendiri,'' ujar Aji.
''Tumben, otak Lo normal Ji. Biasa nya juga Lo yang suka ngajarin anak orang kagak jelas'' Celetuk Delta tiba-tiba saja.
''Bener tuh, Del. biasanya juga omangan yang unfaedah doang yang keluar'' Ucap Juno, meledeknya.
''Anji** kalian berdua. Kaya nggak seneng aja liat teman menjadi baik" ujar nya.
"Yeah terserah lo aja, anak baik..." ujar Juno, yang terus-menerus menggoda Aji.
"Bisa diem nggak kalian, bertiga! gue lagi nggak mau di ganggu'' ucap Alfa dengan mendongkak kepalanya.
''Hahaha, sorry Al kelakuan temen receh mu yang satu ini'' ujar Juno. Dengan Menepuk-nepuk punggungnya Aji.
''Gue lagi, yang salah! nih kelakuan kalian berdua. benar-benar terdzolimi sama kelakuan kalian berdua'' dengan menunjukkan dirinya sendiri.
''Udahlah Ji, udah garis nasib Lo harus seperti itu. Lo terima aja dengan lapang dada'' Ujar Juno.
''Sialan! kalian berdua seperti mendengar cerita azab saja.'' ucap Delta.
Tak terasa kini bel jam pergantian pelajaran sudah berbunyi.
__ADS_1
kini ke empat cowok itu kembali fokus untuk kembali belajar. Walupun dengan terpaksa Kini Alfa memilih untuk tidak bolos lagi, dirinya ingin segera lulus tahun ini untuk masa depan nya.
Termasuk Juno dan Aji, mereka tidak ikut bolos juga ke dua cowok tersebut memilih ikut jejak Alfa sang ketua.
Sedangkan Delta si ketua OSIS di sekolahnya mana mungkin dia bolos sekolah, dia harus memberikan contoh baik di sekolahnya.
''Bosen banget gue, dari tadi mendengarkan Ibu Karin muter-muter jelasin nya'' gerutu Aji.
''Ah otak lu aja yang kagak sampai, malah muter-muter di club'' jawab Juno.
''Rese, Lo Jun. Sumpah malah ngantuk gue dari tadi...'' ujar nya.
''Semalam Lo tidur jam berapa sih? ngapain aja,'' tanya Juno.
''Gue tidur jam tiga Jun. pus rank biasa,'' jawab nya lagi.
Kedua cowok tersebut malah asik sibuk mengobrol, tanpa memperhatikan ke depan.
Tanpa sadar kini Ibu Karin tengah melempar kan spidol ke arah mereka berdua.
''Kalian berdua! dari tadi ngobrol terus. Ganggu teman-teman kalian yang lagi belajar saja'' ucap nya. Dengan berjalan ke arah mereka berdua.
Tetapi pada dasarnya ke dua cowok tersebut memang tak berniat untuk mengikuti pelajaran, ke dua cowok tersebut tak menggubris perkataan Ibu Karin.
''Juno, Aji kalian tau? nilai kalian berdua itu sudah di bawah KKM. Di tambah dengan kelakuan kalian ini, malah menambah minusnya.''
''Iya Bu... kami berdua keluar saja iya Bu, dari pada ibu pusing-pusing mikirin liat kita berdua. Jadi kita berdua pamit keluar iya Bu,'' Celetuk Aji.
Membuat ibu Karin yang mendengar nya berdengus kesal, tetapi dengan cepat menahan emosi nya agar tak meledak.
''Ibu yang menyuruh kita keluar iya..'' Ucap Juno, yang beranjak dari tempat duduknya.
Kemudian di susul juga oleh Aji, yang berjalan di belakang Aji.
Delta yang melihat kelakuan Aji dan Juno hanya menggeleng kan kepalanya. Bener-bener random kelakuan dua sahabatnya ini.
Setelah satu jam lebih belajar, kini bel istirahat berbunyi. Seperti biasa, para siswa dan siswi akan berhamburan keluar kelasnya.
Termasuk Alfa dan Delta yang berjalan keluar dari kelas nya.
''Ke kantin Al?'' tanya Delta.
''Iya, mau nyari cewek gue pasti lagi di kantin'' jawab nya.
''Iya udah, ayok bareng aja.''
__ADS_1
Kini Fanya dan ke-tiga sahabatnya masih berada di dalam kelas nya. Dirinya sengaja menahan ke-tiga sahabatnya untuk duduk dulu di kelas.
Dan menyelesaikan masalah nya yang sudah beberapa hari terjadi belum juga selesai.
''Aku nggak tau mulai nya harus dari mana dan yang pasti aku nggak tau masalah permasalahan kalian bertiga. Terutama kamu Ivana dan Danisa?'' ucap Fanya. melihat ke arah Danisa dan Ivana.
''Aku nggak ada masalah kok, sama Ivana. iya, nggak tau kalau Ivana'' jawab Danisa memebela dirinya.
''Danisa, diem kamu jangan dulu bicara iya. kita selesaikan masalah ini sekarang, jujur iya aku nggak enak dari kemarin diem-dieman gini.''
''Aku juga sama, berasa kayak orang asing aja'' sahut Tiara.
''Kalian berdua, coba deh selesaikan masalahnya dengan baik-baik. Jangan pake acara diem-dieman'' ucap Tiara lagi.
''Gini, coba deh. Kamu! Ivana, jelasin dulu hubungan kamu sama Kak Delta itu ada apa? yang sebenarnya. kenapa sih, nggak jujur saja dari awal?'' Ucap Fanya. Sedari kemarin dirinya benar-benar ingin menanyakan hal ini.
''Iya... Gue juga sama. Kenapa, nggak jujur dari awal'' jadi kita nggak kayak gini.
''Gue bingung Fanya... harus jujur gimana!'' kini membuka suara nya.
''Gue dari awal kan pernah nanya, waktu Fanya sama kak Alfa pertama Deket. tapi kamu bilang nggak!'' tekan Tiara.
''Kalian semua! kayak bela Danisa.'' protes Ivana, dengan air mata yang sudah mulai keluar.
Dengan menarik nafasnya dalam-dalam ''Ivana... aku nggak belain Danisa, tapi gini iya. kamu tau kan Danisa suka sama kak Delta, tapi kamu di belakang malah jadiaan sama kak Delta. Danisa itu, bukan soal marah kamu jadian sama Ka Delta.'' ujar nya.
''Bukan, Ivana. Tetapi ini masalah nya kamu kenapa nggak jujur gitu kalau kamu udah deket sama kak Delta. Jadi Danisa nggak terlalu berharap sama kak Delta,'' ujar Fanya.
''Disini posisi aku kayak badut, jadi bahan tontonan kamu sama kak Delta'' ucap Danisa, yang sedari tadi diam.
''Dari kemarin aku mau jujur sama kalian, terutama kamu Danisa. Tetapi aku bingung harus dari mana dulu, aku takut ini jadi masalah.'' ujar Ivana.
''Ini juga udah, jadi masalah'' sahut Tiara.
''Ra, nggak boleh kayak gitu. kita ini kan mau menyelesaikan masalah. Bukan nambah masalah..'' ucap Fanya.
''Aku minta Maaf Danisa...'' Ucap Ivana, dengan menundukkan kepalanya.
''Aku nggak apa-apa, kok'' jawab Danisa. Jika harus jujur, dirinya masih ada rasa sakit di hatinya.
Tetapi demi persahabatan mereka Danisa memilih memaafkan nya dan berbaikan lagi dengan Ivana.
Tak terasa dua puluh menit, mereka akhirnya menyelesaikan masalah nya. Masih ada waktu untuk istirahat, mereka pun keluar dari dalam kelas nya.
Bersambung....
__ADS_1
maaf iya jika jalan cerita agak sedikit tak nyambung disini, aku udah berusaha untuk menulis.
Terimakasih untuk kalian semua yang udah mau mendukung โบ๏ธโบ๏ธ๐ค love you sekebon jeruk๐๐โบ๏ธ๐๐