
Tok... tok ....tok
Suara ketukan pintu kamar nya, dan membuat nya kembali bangun dari tidur nya ''Siapa sih...'' gumam nya dalam hati dan melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul delapan.
''Gue Davin!'' teriak nya.
''Masuk aja enggak di kunci kok?''
Kemudian Davin pun membuka pintu kamar nya langsung duduk di kasur nya.
''Baru bangun Lo fan? ini udah jam delapan.''
dengan menggelengkan kepala ''Enggak, aku tidur lagi tadi'' jawab nya ''Mau ngapain kesini? tanya Fanya.
''Bingung gue hari libur kaya gini, gue harus ngapain! makanya gue kesini mau ngajak Lo olah raga.''
''Enggak ah panas, ini udah jam delapan!'' dengan menolak ajakan nya.
''Ayo lah Fan. Deket ko, cuman keliling komplek atau di lapangan komplek...''
''Enggak ah, malas!!'' jawab nya dengan Kekeuh.
''Ayo lah Fan ....''
''Fanya!''
''Udah lah ayo buruan, kita udah lama enggak olah raga keliling komplek.
''Ayok buruan!''
Fanya pun bangun dari tempat tidur nya dengan wajah yang di tekuk karena kesal dan mood nya yang sedang tidak baik.
''Senyum kek, liat muka Lo di tekuk gitu pengen gue cubit nih'' ucap Davin mencoba menggoda nya.
Fanya hanya mendengus kesal dan meninggalkan nya ke kamar mandi, setelah selesai Menganti baju iya pun keluar.
''Udah ganti baju nya?''
''Udah ayok buruan keluar'' dengan berjalan turun dari kamar nya.
''Kita menggunakan sepeda aja Fan?''
''Iya udah deh... aku ngambil sepeda dulu di garasi'' ucap nya.
''Udah belum, ayok buruan.....'' teriak Davin.
''Buru-buru banget sih. Gue pamit sama Bi Lilis dulu'' ujar nya
''Emh.''
Setelah selesai berpamitan, Fanya dan Alfa pun berangkat.
Kini mereka berkeliling menyusuri jalan komplek yang mulai ramai yang sama berolahraga.
''Kita ke taman kompleks yuk Fan? Cari makan nya di sana. Terus banyak juga ko yang jualan makanan?''
''Ayok...'' dengan mengayuh sepeda nya kembali.
__ADS_1
''Eh Dav? kalian pulang sekolah kemarin, kenapa buru-buru gitu?'' tanya Fanya dari kemarin penasaran.
''Ada deh.... Hanya cowok yang boleh tau, cewek enggak bakalan ngerti'' jawab Davin dengan tertawa kecil.
''Emang mau ngapain sih?'' tanya malah menambah penasaran.
''Ini Rahasia cowok. Udah lah jangan nanya tentang kemarin terus,'' Jawab Alfa.
''Gue penasaran! Emang cowok punya rahasia apaan sih? enggak boleh cewek tau!''
''I-iya ada lah'' jawab nya gugup.
''Kok kamu kamu jawab nya kaya gugup gitu Dav?'' tanya Fanya Dengan mengangkat alis sebelah.
''Eh Fanya kaya nya kita udah sampai di taman nih....'' ucap Davin dengan mengayuh sepeda nya dan meninggalkan Fanya di belakang nya.
''Davin.... ih tungguin'' teriak Fanya dengan cepat menyusul nya.
Seketika Fanya pun lupa dengan obrolan nya dengan Davin. Dengan sengaja Davin meninggal kan nya, menghindari pertanyaan Fanya.
''Ih kok ninggalin aku...''
''Hahahaha....... maaf abis nya lo bawel banget''
Fanya pun mendengus kesal, lalu pergi ke arah bangku taman.
Sedangkan Davin melanjutkan Bersepeda mengelilingi taman.
Fanya pun masih betah duduk di kursi taman menyaksikan orang-orang di sekitar. Saat ini sangat ramai di penuhi dari mulai anak-anak hingga orang tua dan mungkin karena hari ini hari libur.
Anak kecil yang bersamaan nya pun terlihat bahagia, sesekali melihat nya pun tengah tertawa dengan anak kecil.
Tanpa sadar kini mata mereka pun saling bertatapan, dengan cepat pula Fanya mengalihkan tatapannya.
''Fanya.'' teriak Davin.
''Eh... iya Fin, kenapa?'' jawab Fanya.
''Lo enggak lapar? tumben belum beli makanan'' tanya Davin.
''Aku lapar.... Gimana mau beli makanan. aku enggak bawa uang dan bawa handphone'' jawab nya dengan muka lesu.
''Hahahaha... pantesan aja dari tadi diem terus gue perhatiin, iya udah kita beli makan yuk?'' dengan beranjak pergi.
''Ayok'' dengan semangat meninggalkan tempat duduk nya.
Dengan mengangkat alis sebelah, kemudian tersenyum kecil melihat ke arah Fanya.
......................
Fanya pun telah sampai depan rumah nya dengan menjing-jing kantong kresek makanan.
''Makasih iya Dav atas traktiran nya'' dengan tersenyum puas.
Sedangkan Davin dengan muka di tekuk nya dan kesal ''Gue nyesel ngajak Lo makan sama neraktir lo, bikin abis uang jajan gue lo!''
''Kan Lo bilang nya bebas mau makan apa aja, mau ngambil apa aja semua nya yang gue mau'' dengan polos nya jawab Fanya.
__ADS_1
''Tapi enggak gitu juga Fan! uang jajan gue abis hari ini,'' terus menggerutu nya.
''Iya udah deh nih aku balikin semua nya makanan nya...''
''Enggak usah! gue enggak bakalan suka sama makanan pedes kaya gitu'' jawab nya dengan ketus.
''Maaf,nanti uang nya gue ganti kok, nanti kuburan nya sempit'' dengan tertawa kecil.
''Gue mati nya enggak bakalan di kubur!'' dengan menyentil kening nya.
''Ih sakit....'' teriak Fanya dengan memegang kening nya yang sakit.
kemudian Davin pun berlari masuk ke dalam rumah nya batin nya pun tertawa puas.
''Kenapa Dav lari kaya gitu?'' menatap nya heran.
''Enggak apa-apa mah!'' dan Berlari masuk ke arah kamar.
......................
''Kamu dari mana aja yang?'' dengan menatap tajam.
Fanya yang mendengar nya kaget dan mendongak kan Kepala melihat ke arah suara.
''Kak Alfa'' menatap nya heran.
''Ngapain kesini?''
''Lo dari mana aja,dari tadi gue telpon dan nge chat Lo gak di baca-baca?''
''Gue dari tadi nunggu Lo!'' ujar nya dengan muka datar dan sorot mata merah menahan rasa kesal.
''Dari taman komplek!'' jawab nya tak kalah dingin tanpa peduli Alfa yang sudah mulai kesal dengan dirinya.
"Habis ngapain?" memicing sinis menatap Fanya penuh selidik.
Ia curiga kalau Fanya dan temannya mempunyai hubungan lebih, karena kedekatan nya di penuhi rasa cemburu.
Fanya meringis ketakutan melihat Alfa menatap nya dengan sorot mata merah yang tajam.
Tetapi dengan angkuh nya Fanya pun menyembunyikan rasa takut nya kembali dengan sifat nya yang kembali menatap tajam dan menunjukan ke tidak sukaan nya.
"Kenapa enggak suka?" tanya Fanya dengan angkuh.
Kemudian Alfa mengambil tangan kecil nya dan mencengkram dengan kuat "Gue enggak suka Lo jalan sama cowok lain siapapun itu! apalagi di bantah! tekan Alfa dan membuat Fanya tersentak.
Fanya pun meringis kesakitan.
"Lepasin!" ucap nya "aku enggak suka sama cowok kasar kayak Kaka!
Fanya menggerutu dengan kesal, dan berusaha melepaskan dari cengkraman Alfa. Dengan berusaha berontak, tetapi cengkraman pun semakin kuat dan malah menambah sakit.
Dengan pasrah akhirnya Fanya pun menyerah dan memilih mengikuti ke inginan nya saja. Tapi tatapan matanya yang tajam tetap iya tunjukkan.
"Aku pergi sama Davin, teman aku sendiri! aku enggak bawa handphone lupa bawa! ucap nya dengan malas berusaha menjelaskan nya. Tetapi dengan senyum menyebalkan jawab Alfa.
Bersambung....
__ADS_1