Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Club


__ADS_3

''Kita pulang Ji,'' Ujar Delta.


''Sekarang! Gak salah denger, baru juga jam segini'' ujar Aji.


''Udah jangan banyak bacot! nyet. Kagak liat Alfa udah tepar kaya gini?'' sahut Delta dengan membuang roko nya.


''Slow Del... Juno, dia kemana Al?'' Tanya Aji.


''Palingan tengah asik joget... Buruan cari tuh anak, gue tunggu di depan!''


''Oke....''


Aji pun mencari nya di tengah kerumunan orang-orang yang tengah asik berjoged.


''Bangsat! Dimana Lo juno'' ujar nya. Kini yang mulai kesal, karena tidak menemukan nya.


''Lagi nyari apa Ji? dari tai gue cari lo. Kagak ketemu?'' Menepuk pundak Aji.


Aji menengok kebelakang dan melihat siapa yang menepuk pundaknya.


''Anji**! dari tadi gue cari!! dari mana aja lo?" Tanya Aji dengan sorot mata merah menahan rasa kesal nya.


"Ngapain?'' Jawab Juno dengan raut wajah tanpa dosa.


''Buruan kita balik...'' ujar nya.


''Gila! Buru-buru banget! masih jam 22.15'' protes Juno.


''Udah! buruan nyet! Alfa tumbang. Kita balik aja'' Ucap Aji.


''Ok... kita pulang!'' ujar nya dengan sedikit kesal.


Berjalan ke pintu keluar meninggalkan club tersebut.


''Tumben nih anak mabuk kaya gini, biasa nya juga gak apa-apa!'' menatap heran.


''Udah lah! kita pulang aja. Gue juga, udah pusing'' ucap Delta.


ke empat cowok itu pulang dengan menggunakan mobil, sedangkan motor nya mereka tinggalkan.


......................


Di kamar kini kini ke empat gadis masih tertidur dengan pulas. Padahal, alarm berbunyi sudah berulang kali.

__ADS_1


Tetapi ke empat gadis itu, masih tak menghiraukan nya.


Davin dengan sengaja meninggalkan nya, karena dirinya tau ke tiga temannya tengah menginap di rumah Fanya.


Akhirnya ia memilih berangkat sendiri dan meninggalkan nya.


''Ini jam berapa sih?'' Gumam Tiara. Dengan meraba mencari handphone nya.


Setelah ketemu handphone nya, Tiara melihat jam di handphone dengan mata yang masih ngantuk.


''Ahhhhhhh.......'' teriak nya begitu kencang.


Membuat Fanya, Ivana dan Danisa terbangun dan panik mendengar Tiara berteriak.


''Kamu kenapa Ra?'' Dengan menggaruk kepala nya dan mata masih terpejam karena masih mengantuk.


''Kita bangun kesiangan!'' ucap nya dengan berlari ke arah kamar mandi.


Seketika Ivana dan Danisa bangun dengan panik nya mencari kamar mandi kosong.


''Kalian mau masuk sekolah?'' tanya Fanya.


''Iya. baru juga jam delapan lebih ko,'' Jawab Danisa dengan membawa handuk nya.


''Lo enggak akan masuk Fan?'' Dengan menggoyang kan badan nya, menyuruh nya untuk bangun.


''Enggak deh. Percuma sampai sekolah, paling langsung pergi ke kantin untuk istirahat''


''Kenapa bisa gitu Fan?'' Tanya Danisa.


Dengan melihat jam nya, Ivana yang menyadari itu. Seketika tersadar dan melihat jam sekarang jam setengah sembilan.


Dirinya juga belum mandi dan ganti seragam sekolah nya. Ditambah di jalan menuju sekolah memerlukan waktu sekitar 20 menit kalau tidak macet.


''Iya juga, tapi... berarti hari ini kita enggak masuk'' Ujar Ivana. ''Udah lah, aku mau tidur lagi deh'' dengan mengambil selimut.


''Kalian berdua ih...'' Ucap Danisa.


Yang bingung, harus pergi sekolah atau kembali melanjutkan tidurnya.


''Kamu mau di hukum sama guru, nis?'' Ucap Fanya, Dengan mata yang masih Ngantuk.


''Enggak lah, mau di taro di mana muka gue. Apalagi kalau di suruh berdiri di depan tiang bendera.

__ADS_1


Tiara keluar dari kamar mandi, melihat Fanya Ivana dan Tiara yang tidur lagi. Dengan cepat menyuruh nya bangun.


''Kalian semua enggak, akan berangkat sekolah?'' Tanya Tiara.


''Enggak deh, lanjut tidur lagi'' Jawab Danisa.


''Ih kalian mau bolos sekolah, ayok buruan bangun!''


''Percuma Ra. Berangkat juga, bakalan siang yang ada di hukum'' Ujar Danisa. ''Diam deh, jangan ngajak ngobrol lagi. Aku mau ikutan tidur aja.''


''Gue laporin Tante Merry tau rasa, Nis.'' Ujar nya. yang kesal melihat ke tiga temannya malah memilih tidur kembali.


......................


Alfa kini bangun dari tidur nya, setelah semalam iya tak sadar karena terlalu banyak minum.


Dirinya membuka mata nya, seperti ini bukan kamar apartemen nya.


Tak lama pintu kamar di buka, ternyata Mamah nya yang membuka pintu.


''Al udah bangun, kamu! Udah buruan cepat di makan itu sup nya. Pasti masih pusing kan''


''Udah cepet makan. Dan buruan mamah tunggu di bawah, ada yang mau mamah obrolin.''


''Apa mah?'' tanya nya.


''Cepat buruan bangun! Ini udah siang.'' dengan melihat ke arah jam. ''Papah! nunggu kamu di bawah," ujar nya dengan meninggalkan nya.


Dengan mengangkat alis sebelah nya ''apa yang terjadi semalam?'' batinnya.


Dia benar-benar tak ingat apa-apa semalam, mungkin karena terlalu banyak minum.


Setelah selesai makan, dia memilih segera turun ke bawah.


Pemandangan pertama yang Alfa lihat adalah, ke tiga temannya nya yang sedang duduk di kursi dengan menundukkan kepala.


Alfa tak banyak bertanya dia hanya menunduk kan kepala seperti ke tiga temannya.


Dirinya tak ingin bertengkar di hadapan teman-temannya.


Jadi dia hanya akan diam saja, biarkan papah nya menghukum nya kali ini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2