
Fanya menarik nafasnya dalam-dalam dan membuang nya kembali.
Kali ini dirinya menahan rasa kesal terhadap Alfa. Bukan masalah tidak datang menjemput nya, tetapi gara-gara dirinya pula hampir kesiangan.
''Pikasebelen pisan! kalau nggak bisa jemput ngabarin atuh. aku teh teu nungguan salila-lila gini! gerutu nya dengan berjalan ke arah kelas nya.
Fanya dengan muka di tekuk dan rambut sedikit berantakan kini masuk ke dalam kelas nya.
Ke-tiga sahabat nya pun sudah menunggu nya sedari tadi.
''Gue kira Lo nggak masuk lagi Fan?'' Ucap Danisa dengan tersenyum bahagia.
Dengan muka yang masih di tekuk dan perasaan masih kesal terhadap Alfa. Fanya pun duduk di kursi tak menggubrisnya Danisa yang bertanya.
Tiara dan Danisa yang melihatnya pun merasa aneh dengan sahabatnya ini.
Sedangkan Ivana hanya diam dan menatap nya meminta nya untuk menjelaskan semua nya.
Fanya yang mengerti ke-tiga sahabat nya penasaran kenapa dirinya bisa kesiangan.
''Aku lagi males ngejelasin! nanti aja'' ujar nya dengan melihat handphone nya lagi.
Entah ada apa kali ini ke-tiga temannya merasa ada yang aneh. Dengan sikap nya atau perasaan nya saja terlalu berlebihan.
Tak lama guru pun masuk kedalam kelas nya dan mulai menerangkan semua materi hari ini.
''Nanti jelasin iya, di kantin'' tekan Tiara.
Dengan terpaksa Fanya tersenyum menjawab nya. Dirinya tadi sempat melihat jika motor nya juga udah ada di tempat parkir.
Akhirnya Fanya menjadi gagal fokus, gara-gara memikirkan Alfa.
Dengan bernafas gusar Fanya hanya menatap ke arah jendela dan melamun. dia melihat ke arah jam tangan nya menunjukan pukul sembilan, ternyata masih lama jam istirahat.
Ke-tiga sahabatnya yang sedari tadi melihat tingkah Fanya, merasa aneh.
Danis pun mencoba melempar kan kertas yang sudah di gulung ke arah nya.
Fanya yang terkena lemparan kertas pun menengok dan mencari siapa sang pelaku.
Danisa sang pelaku pun hanya tersenyum dengan menampilkan Gigi putih nya.
''Apaan sih?'' tanya Fanya.
''Buka!" menyuruh nya untuk membuka kertas yang dirinya lemparkan.
...kenapa bengong terus? ada masalah?...
Isi kertas yang Danisa tulis tadi.
Fanya hanya menggeleng kan kepalanya dengan pelan, "Nggak apa-apa'' jawab nya.
__ADS_1
Tak lama bel istirahat pun berbunyi, semua teman sekelas nya pun keluar dari dalam kelas. terkecuali Fanya dan ke-tiga temannya masih diam di kelas nya.
Mereka semua belum beranjak dari tempat duduk. ''Kalian semua nggak ada yang mau pergi ke kantin?'' tanya Fanya. merasa aneh karena mereka semua saling diam, biasa nya bersemangat saat mendengar bel istirahat.
''Nggak!'' Jawab Danisa yang diam kembali.
''Tumben sih. pada diem semua, kalian kenapa? lagi sariawan iya...'' tanya Fanya.
Yang semakin bingung melihat nya ''Iya udah, kalau nggak ada yang mau jawab'' ujar nya.
Kemudian Fanya membuka tas nya dan mengambil satu batang coklat yang sengaja iya bawa dan memilih memakan nya.
''Nggak ada yang mau kan. syukur deh, jadi aku makan sendiri'' ucap nya dengan memakan kembali coklat nya.
Dengan serempak ''Mau..'' jawab ke-tiga sahabatnya.
''Kompak bener, giliran makanan aja pada buka suara'' Sindir Fanya. Dan mengambil kembali coklat dari dalam tas nya.
''jadi nggak iklas nih, ngasih coklat nya?'' sahut Tiara mengeluarkan suara emas nya.
''Bukan gitu Ra. tapi kalian dari tadi diem-dieman'' ujar nya.
''Nggak ko! Gue biasa aja. tadi kenapa wajah Lo di tekuk kaya kain mpel?'' tanya Tiara.
''Tau ah sama kak Alfa. nyebelin banget, gara-gara dia jadi be-''
Kemudian Riko dan teman-temannya pun masuk ke dalam kelas nya. Membuat keempat gadis itu kaget saat kedatangan nya yang tiba-tiba saja.
''I-iya kak'' Fanya pun tersenyum.
''Kamu jadi kan, ikut ekskul Futsal?''
''Jadi kak. aku sama temen aku ikutan gabung sama ekskul Futsal'' jawab nya dengan penuh semangat.
Riko pun menggangguk kan kepala nya, lalu memberikan Formulir pendaftaran nya.
''Di isi dulu iya data nya, nanti kumpulin aja sama kakak'' ujar nya.
''Em.. iya kak, sekalian ini juga buat temen kamu satu.''
''Iya kak..''
''Iya udah, gue masih ada urusan Fan. jangan lupa formulir pendaftaran, di kumpulin lagi'' dan melangkah pergi.
Seketika membuat kedatangan Riko menjadi bahan gosip di kelas nya.
Setelah kepergian Riko, kini ke-tiga sahabatnya yang penasaran menanyakan nya.
''Fan itu kan, kak Riko? ko bisa kenal gitu'' tanya Ivana begitu penasaran.
''Fan.. Lo tau nggak? kak Riko itu masih musuh nya kak Alfa'' Ujar Tiara. mencoba memberi tahu nya.
__ADS_1
''Fan beneran deh, gue nggak nyesel deh ikutan gabung ekskul futsal'' Ucap Danisa yang berbeda dari ke dua temannya.
''Kalian semua! bisa nggak nanya nya satu-satu'' Fanya yang merasa kesal mendengar nya.
''Ayok buruan ih jawab Fan, ih! lumayan ganteng juga ka Riko'' ucap Danisa.
''Udah lah, buruan tuh isi formulir nya kita berdua harus ngumpulin lagi tuh'' Ucap Fany dengan memberikan kertas.
''Ngeselim banget ihh, kenapa nggak di jawab dulu. Gue itu penasaran...''
''Bener tuh Fan. Apa yang di omongin Danisa, gue juga pengen tau? kok bisa tau'' menatap nya penuh selidik.
''Kalian bertiga penasaran iya...''
ke-tiga sahabat pun menggangguk kan kepala dengan kompak.
''Kepo kalian semua... Udah Danisa tuh isi formulir pendaftaran nya, kita kumpulin sekarang''
''Au ah... Gue tuh pengen denger cerita nya gimana-gimana nya'' Ucap Tiara dengan menatap curiga.
''Nggak usah kaya curiga kaya gitu, Ra. Aku menjung-jung tinggi setia, apalagi ini masalah perasaan'' jawab Fanya menyentil kening Tiara.
''Aw aish... sakit ih Fan'' pekik Tiara.
Fanya pun tertawa cekikikan mendengar melihat Tiara kesakitan seprti itu.
''Udah.. Aku ceritain nih, biar kalian nggak penasaran.''
Kemudian Fanya pun menceritakan semua nya, dari awal pertemuan nya hingga sekarang.
''Berarti baru kemarin dong,'' ucap Ivana.
''Iya'' dengan mengganguk kan kepala dengan pelan.
''Terus kalian bertiga kenapa dari tadi kok saling diam? nggak enak tau, kalau ada masalah diem-dieman kaya gini!"
''Gue nggak apa-apa kok. Tuh mereka berdua yang ada maslah'' ucap Tiara dengan menunjuk ke dua sahabat nya.
''Kalau aku nggak ada masalah tuh, nggak tau tuh Ivana'' dengan sinis Danisa pun melihat ke arah Ivana.
Fanya yang heran dengan ke-tiga sahabat nya saling menyalahkan. Dan menunjukkan siapa yang salah membuat diri nya jengah melihatnya.
''Kalian semua nya, kenapa! dari tadi saling menyalah kan satu sama lain. pusing liat nya, nggak ada yang mau jelasin!'' tekan Fanya.
''Ayok! siapa yang mau jelasin semuanya...'' tanya Fanya dengan meninggikan sedikit suara.
Tett...
Suara bell kini menghentikan ke empat gadis, yang sedang bertikai.
Karena tak ada yang menjawab dari salah satu dari mereka. Akhirnya Fanya memilih untuk mengumpulkan formulir pendaftaran tadi.
__ADS_1
Bersambung...