
Saat ini Alfa sedang dalam perjalanan mencari makan bersama Fanya yang memeluk nya di belakang.
''Kamu mau makan apa yang?'' tanya Alfa.
Sebenarnya Fanya tidak terlalu lapar, karena tadi di taman iya sebelum pulang sudah makan mie ayam bersama Davin.
Tetapi untuk menghindari sikap Alfa seperti tadi, lebih baik iya mengajak nya keluar saja mencari makan sebagai alasan.
''Terserah kak Alfa. aku bingung mau makan apa kak?'' ujar Fanya.
Alfa yang mendengar nya hanya tersenyum dan melihat ke arah kaca spion.
Tak lama Alfa pun memberhentikan di tempat restoran cepat saji.
''Kita pesan ini aja yang, lagi buru-buru'' ucap Alfa dengan memesan beberapa makanan.
setelah beberapa menit menunggu pesanan, dengan cepat Alfa pun membayar nya.
Kini Alfa melajukan motornya kembali dengan cepat ''kita mau kemana kak?'' tanya Fanya seperti nya tak mengenal jalanan nya.
''Udah pegangan yang kuat yang, nanti kamu jatuh'' dengan menambahkan kecepatan motor nya.
Kini Alfa mengarah kan motor nya bukan jalan pulang ke arah rumah nya, Fanya pun tak mengenal jalanan nya.
Alfa kini berhenti di depan sebuah bangunan yang lumayan cukup luas, terdapat banyak motor terparkir dengan rapi.
Fanya pun hanya mengikuti Alfa yang berjalan ke dalam bangunan itu. Dari luar sudah terdengar suara berisik teriakan, bernyanyi dan suara gitar yang sedang di mainkan.
''Tenang yang, gue enggak akan macam-macam'' ujarnya.
Alfa tau saat ini Fanya tengah panik ketakutan.
Alfa pun masuk kedalam di lihatnya ketiga teman nya tengah asik santai.
''Wih... sekarang udah bawa pawang nih'' Ucap Aji yang menggoda nya.
''Lo pikir pawang hujan Ji'' sahut Reno, yang masih Termasuk anggota geng nya.
''Rese lo! Ren'' mendengus kesal.
''Malam minggu lagi nih, kita enggak keluar?'' tanya Juno yang berpindah posisi duduk dan duduk bersebelahan dengan Aji.
''keluar lah. kita pergi ke club? Gimana udah lama nih kita enggak pergi ke club?'' Usul Aji.
''Terserah aja, gue ngikut kalian aja'' jawab Delta.
''Gue ikut aja'' Melengos pergi ke belakang.
''Gimana Lo Al?'' tanya Aji.
''Gue ngikut aja. Terserah kalian saja'' Jawab Alfa dengan menduduki kursi yang tadi sempat Juno duduki.
__ADS_1
Saat ini Alfa tak menyadari ucapan nya, bahwa di sebelah nya Fanya sudah mulai kesal mendengar Alfa akan pergi ke club.
Dengan menginjakkan kaki nya, Alfa pun tersadar kembali dengan apa yang di katakan nya. Dan melihat ke arah Fanya, dengan menatap nya tajam.
''Ga dulu deh. kayak nya gue ada urusan lain'' dengan menengok ke arah Fanya.
''Hahaha, urusan Apa Lo al? mau kemana Lo Al? Acara malam Minggu biasa nya nongkrong di club'' Tebak Aji lalu meledek nya.
''Mulai bucin nih'' Ujar Juno yang terus meledeknya.
Fanya yang mendengar nya hanya tersenyum, dia kira Alfa akan ikut bersama teman nya pergi ke club.
''Kenapa Al? tobat lo Al'' ujar Reno ikut menggodanya.
Alfa pun mengganguk kan kepalanya. ''Kenapa dia cewek gue sekarang, jadi waktu gue sebagian buat cewek gue!'' ujar nya.
''Wihh... terbang gue jadi Lo Fan?'' ujar Juno.
'' Uch... cocwit yang'' ledek Delta yang ikut menggodanya.
Mendengar celotehan temannya, Alfa kesal ''Diem kalian semua!'' Dengan berdiri kembali dan membawa Fanya ke kamar tempat nya istirahat.
''Kak kemana lagi?'' kini tanya Fanya.
Alfa tak menjawab nya, malah terus berjalan dengan menarik tangannya.
''Asik... ngamar nih'' teriak Juno yang menggoda nya.
''Awas ***** Lo Al'' teriak Aji.
''Bohong! Al... Si Juno yang ngomng! Gue di fitnah'' Teriak Aji yang sudah ketar-ketir melihat Alfa menatap nya dengan tajam.
......................
Kini Alfa mengajak nya ke dalam ruangan yang warna cat nya di dominasi warna Abu hitam dan putih.
''Kak! ngapain bawa kesini kak? aku mau pulang!'' ucap nya.
''Ngapain yang pulang juga. Udah di sini aja temenin gue main game'' Jawab Alfa dengan mengambil handphone nya dari saku nya.
''Kak ih...'' rengek Fanya.
''Kenapa yang? tenang aja mereka cuman bercanda ko! enggak usah di pikirin'' Ucap Alfa dengan mengelus pucuk kepalanya.
Alfa tau jika Fanya saat ini memikirkan candaan teman-temannya tadi.
''Gue enggak akan ngapa-ngapain Lo yang, gue janji deh...''
''Beneran Iya Kak. Janji,'' ucap nya dengan mengangkat jari kelingking nya.
Alfa menatap nya heran.
__ADS_1
''Kak ih...''
Kemudian Alfa pun mengikuti nya mengangkat jari kelingking nya ''Tapi meluk doang enggak apa-apa kan?'' Tanya Alfa dengan tersenyum jahil nya.
''Enggak!'' jawab nya dengan melepas kan jari kelingking nya.
''Gue enggak janji, gue pengen nya meluk Lo terus kayak gini'' dengan meluk nya dari samping.
''Kak lepasin nggak?'' Fanya yang mulai kesal dengan sikap Alfa.
''Nurut bentar yang, jangan buat gue untuk maksa Lo terus!'' ujar nya.
Yang tadi nya bersikap lembut kini berubah dengan raut wajah datar dan dingin.
''Dasar tukang maksa!'' gerutu nya.
''Gue enggak maksa! gue pengen manja aja sama cewek gue!'' tekan nya.
''Ingat aja kak. pacaran juga kan terpaksa!'' ucap Fanya dengan kembali mengingat kan kembali.
''Lo itu milik gue sekarang! apapun yang Lo ucapkan akan tetap jadi milik gue! Ingat gue enggak suka di bantah! dan gue enggak mau dengar ucapan Lo kayak tadi!'' dengan menekan kan kembali ucapan nya.
''Deg'' Diam membeku setelah mendengar penuturan Alfa.
Alfa pun melepaskan pelukannya dan beranjak pergi keluar dari kamar, meninggalkan Fanya sendiri.
Setelah melihat Alfa keluar, kini dirinya merebahkannya badan nya di kasur. Dengan melihat langit-langit kamar dan sepertinya kamar di kunci oleh Alfa.
Di lihat nya jam pun menunjukkan pukul 17.30 sudah sore, satu jam lebih Alfa belum kembali.
Niat hati ingin menghubungi teman nya, Kemudian Fanya meraba tas kecilnya. Ternyata tidak ada di dalam nya. ''Tapi... aku udah masukin handphone nya, enggak mungkin kak Alfa yang bawa'' batin nya.
Akhirnya Fanya tak jadi menghubungi teman-temannya, niat nya kembali iya urungkan.
......................
Kini Alfa sudah satu jam lebih meninggalkan Fanya di kamar sendiri. Dengan sengaja Alfa membawa handphone Fanya, karena dirinya tau iya akan menghubungi teman-temannya.
''Cewek lo, di tinggal di kamar sendirian Al?'' tanya Delta yang sedang bermain game nya.
''Dari tadi Lo kunci tuh kamar, anak orang Al Lo maen kunci aja.'' ujar Juno.
''Berisik...'' ucap Alfa yang kembali menyesap rokoknya dan melanjutkan bermain game.
''Kasian Al cewek lo tuh sendirian. Gimana tuh anak kalau pingsan? Belum Lo kasih makan" Kini Juno memperingati nya.
Dengan meneguk minuman terakhir, Dirinya pun beranjak meninggalkan temannya.
"Main kemana Lo Al?" Tanya Delta.
Tanpa menjawab dirinya pun berjalan menaiki tangga. Kini Alfa Dirinya pun membuka kunci kamar nya dan membuka pintu.
__ADS_1
Yang dia lihat kini Kamar nya gelap, lampu kamar pun belum di nyalakan.
Bersambung......