
Setelah selesai memakai seragam, Fanya pun langsung keluar dari kamar. Fanya berjalan ke arah tangga menuju meja makan.
''Selamat pagi Mom''
''Selamat pagi juga sayang, Mom kira kamu belum bangun.'' Ucap Mom Della dengan mencium pipi Fanya dengan gemas, ''andaikan Mommy setiap hari di rumah'' gumam nya dalam hati.
Kemudian Mom Della pun mengambil satu lembar roti, yang di olesi selai kacang ke sukanya Fanya ''Mom... aku enggak mau makan roti'' tawar Fanya. ''terus kamu mau sarapan apa ze?'' tanya dengan menyimpan roti di piring.
''Aku mau makan nasi goreng mom'' jawab Fanya.
''Ya udah Mom pergi ke dapur dulu, buat nasi goreng'' dan berjalan ke arah dapur.
Di lihat jam masih menunjukkan pukul 06.10 ''Berarti masih lama'' gumam nya dalam hati kemudian ia memilih memainkan handphone nya sembari menunggu nasi goreng nya matang.
Fanya pun mengganguk kan kepala nya dan kembali memainkan handphone nya.
tak lama handphone nya pun berbunyi pesan pun kembali masuk.
Gue udah di depan,kita berangkat bareng.
Fanya pun berjalan ke arah pintu dan membuka kunci pintu nya.
Kini Alfa tengah berdiri dekat motor dan tersenyum manis ke arah Fanya. "aku bisa berangkat sendiri kak, enggak usah di jemput tiap hari juga!!"
Alfa pun yang tersenyum manis kini dengan muka datar nya "Mulai hari ini kita berangkat bareng tiap hari, gue yang jemput!''
''Apaan sih ka! enggak bisa kaya gitu.... itu sama aja kaya maksa''
''Lo itu milik gue sekarang!!''
Dengan mendengus kesal Fanya pun kembali Masuk dengan menghentakkan kaki nya.
Alfa pun yang melihat hanya diam dan memilih menunggu nya saja, karena sudah terbiasa melihat Fanya bersikap seperti tadi.
Mom Della yang melihat Fanya datang dari arah pintu depan menatap heran ''Kamu kenapa ze? nasi goreng nya udah Mateng. Udah buruan makan keburu dingin. Di luar ada siapa? ko enggak di suruh masuk,'' tanya Mom Della dengan melepaskan Apron yang ia kenakan.
''Kak Alfa mom.''
''kenapa enggak di suruh masuk, enggak baik di biarin nunggu di luar ajak aja kita sarapan nya bareng.''
''Mom....''
__ADS_1
''kenapa lagi ze? buruan suruh masuk?'' Dengan kekeh nya mom Della menyuruh Fanya ''Kamu kebiasaan banget sama orang lain kaya gitu,'' mencerca nya.
Tanpa menjawab Fanya pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan ke arah pintu depan.
Dengan terpaksa ''Kak masuk dulu ke dalam, Mommy menyuruh kakak sarapan dulu bareng di dalam'' ujar nya.
''Ehm... iya'' mengikuti Fanya yang masuk ke dalam rumah dan berjalan ke arah meja makan.
Dengan Tersenyum hangat Mom Della pun menyuruh dan mengajak nya sarapan. Alfa pun mengangguk kan kepala dan duduk di sebelah Fanya.
''Di makan Al ayo, enggak usah malu-malu. Maaf iya sikap Fanya terkadang suka kaya gitu Al'' dengan menuangkan nasi goreng ke piring Alfa ''Iya enggak apa-apa ko Tante'' Jawab Alfa dengan memasukan nasi ke dalam mulutnya.
mereka pun kembali hening, hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring, dengan khusuk mereka menikmati sarapan pagi nya.
kini mereka pun selesai dengan sarapan pagi nya, Fanya dan Alfa pun berpamitan dan mencium punggung tangan Mom Della ''Aku berangkat dulu iya Mom, Assalamualaikum'' Ucap nya.
kemudian Davin pun datang seperti biasa Davin mengajak nya berangkat bareng. tetapi, di lihat seperti nya Fanya akan berangkat bareng ka Alfa ''Eh Fan Lo berangkat nya bareng kak Alfa iya? jadi gue berangkat sendiri lagi dong,'' ujar nya.
''Iya....'' jawab Fanya dengan muka datar nya.
''Jangan lupa Fan yang semalam gue omongin...'' ucap Davin yang mencoba mengingat kan nya sembari menggoda nya.
''Rese... banget sih! aku inget ko! enggak lupa'' dengan sewot nya '' Udah ah kak ayo berangkat keburu siang'' dengan menaiki motor Alfa.
Kini Alfa pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi ''Kak ih..... pelan-pelan'' teriak Fanya Fanya yang mulai ketakutan ''Udah, pengangan yang kuat'' dengan melihat dari kaca spion.
Fanya pun memeluk erat perut Alfa begitu erat, tak lama mereka pun sampai di tempat parkir sekolah. tanpa sadar Fanya pun masih belum turun dari motor dan masih memeluk erat perut Alfa.
''kamu enggak mau lepas Fan, ini udah sampai tempat parkir sekolah,'' ujar Alfa yang melihat nya memejamkan mata ''I-iya kak... maaf aku beneran takut. kakak bawa motor nya ngebut banget'' dengan gugup Fanya pun membuka mata dan langsung melepaskan pegangan tangan nya.
Fanya pun turun dari motor dan melepaskan helem yang iya pakai dan memberikan helem nya kembali. ''Maaf..'' ucap Alfa tiba-tiba, ''Kenapa?'' tanya Fanya dengan muka datar nya.
''Iya gue tadi bawa motor nya ngebut banget, jadi buat Lo ketakutan.''
''Enggak apa-apa ko, lain kali bawa motor nya jangan ngebut kaya gitu'' ucap Fanya dengan melihat sekitar tempat parkir yang masih sepi.
''Iya enggak bakalan kalau sama Lo!'' dengan merapikan rambut Fanya yang sedikit berantakan.
''Kak ih...'' dengan menurunkan tangan dari kepalanya.
''Kenapa lagi Fan?''
__ADS_1
''Nanti ada orang, enggak boleh kaya gitu'' ucap nya.
''Enggak ada ko, masih sepi'' ucap nya dengan terus tersenyum ke arah Fanya.
''Udah ah kak, aku mau ke kelas dulu'' dengan berjalan meninggalkan Alfa sendirian di tempat parkir.
Kini Alfa pun memilih mengikuti Fanya dari belakang.
setelah sampai tangga ia pun menghentikan nya, karena kelas nya berada di belakang sedangkan Fanya berada di lantai dua.
Dengan terpaksa Alfa pun membelokan arah nya.
......................
Kini Fanya duduk di bangku nya, terlihat hanya ada beberapa murid yang sudah ada temen-temennya pun masih belum ada yang datang.
Fanya pun memilih membuka buku pelajaran nya yang kemarin tertinggal karena bolos sekolah.
tak lama satu persatu teman kelas nya mulai berdatangan, termasuk ke tiga teman nya.
''Fanya....'' teriak Tiara yang melihat nya sudah duduk di tempat duduk nya.
''Ara ih berisik banget sih, bikin sakit aja nih telinga'' dengan menutup ke dua telinga nya.
''Iya nih Ara berisik tau suara cempreng Lo tuh'' sahut Danisa.
''Dih... lebay banget kalian ini'' ucap Tiara.
''Bukan lebay Ara ih tapi emang beneran bikin sakit tuh suara cempreng kamu. terus kenapa Lo kemarin enggak masuk sekolah?'' kini tanya Ivana dengan menduduki kursi di sebelah nya.
''Jahat banget ih Ivana,'' rengek Tiara.
''Ih Ara jangan ko ngambek gitu sih,'' dengan mencubit pipi caby nya ''Jangan ngambek dong nanti suara cempreng nya jadi ilang'' dengan menggodanya.
''Au ahh kalian gitu....''
''Udah,udah... kalian berdua'' kini Fanya pun menghentikan perdebatan kecil mereka berdua.
Tak lama bell pun berbunyi menandakan jam pelajaran pun akan di mulai.
kini semua murid pun mulai memasuki kelas nya masing-masing, tanpa terkecuali mereka yang akan pergi bolos seperti biasa Alfa dan ke dua teman nya Juno dan Aji tak terkecuali Delta si ketua Osis yang selalu rajin.
__ADS_1
Bersambung.....