Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Mobil baru Fanya


__ADS_3

Fanya berangkat sekolahnya beserta mobil barunya yang Mom Della berikan sebagai hadiahnya.


Jadi dia tak perlu untuk kesusahan jikalau berangkat sendirian.


''Wah... Mom mobil baru iya,'' Ucap Davin melihatnya kagum.


''Eh Vin, kamu mau berangkat bareng sama Fanya?'' tanya Mom Della.


''Iya mom, udah siap belum? Fanya''


''Udah, tapi kayak nya dia bawa mobil sendiri Vin? katanya mau nyobain bawa mobil sendiri'' Jawab nya.


''Iya deh Mom, tumben nggak di jemput sama kak Alfa? biasa nya juga kalau pagi-pagi udah ada disini aja.''


''Mom Della nggak tau, iya... Fanya kan punya pacar sekarang'' ujar Davin.


''Nggak. Sejak kapan pacaran sama Alfa? kok nggak pernah bilang iya sama Mommy''


''Gibah saja Lo pagi-pagi gini, ngapain sih pake bilang sama mommy Davin'' Ucap Fanya. yang keluar dari dalam rumahnya.


''Siapa yang gibah. Gue bilang sama Mommy kenyataan nya, Lo pacaran sama kak Alfa.''


''Mulut lo lemes banget! Gue udah putus sama kak Alfa'' ujar nya. meninggalkan Davin, kemudian masuk kedalam mobil.


''Tiap hari juga bilang nya, putus atau nggak suka. tapi besok nya juga udah jalan-jalan'' meledek nya.


''Gue Beneran putus Davin...'' teriak nya dari dalam mobil.


kemudian Fanya dengan cepat melesat meninggalkan pekarangan rumah nya.


Davin yang di tinggalkan Fanya hanya mendengus kesal melihat nya. ''Udah di tungguin, malah ningalin gitu saja.''


Mom Della yang melihat anak gadisnya dan Davin, hanya menggeleng kan kepalanya.


''Kalian berdua ada-ada saja. Kamu udah buruan berangkat, nanti kesiangan?'' menyuruhnya untuk segera berangkat.


''Emh... iya mom''


Di lihatnya tempat parkir juga masih sepi belum banyak para murid yang datang. Fanya sudah sampai saja di sekolahnya, iya memilih tempat parkir yang masih kosong.


Fanya kemudian turun dari dalam mobil nya dengan penuh semangat. Rasa nya hari ini dirinya benar-benar senang karena bisa membawa mobil sendiri.


Tak lama Davin pun kini sudah sampai, dirinya tertinggal jauh, karena Fanya membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.


''Rese banget sih, lo! gue tungguin malah ninggalin gitu aja'' celetuk nya.


''Hahaha, maaf abis nya kamu lama malah gibah nggak jelas sama Mommy.''


Tanpa menjawab, Davin hanya melengos pergi meninggalkan nya di tempat parkir. Sedangkan Fanya


''Pantesan saja,'' gerutu nya dan melihat Jam tangan nya menunjukan pukul 06.30 tetapi udah sampai di sekolahnya.


Dia dengan cepat menyusul Davin yang berjalan cepat dan sudah tertinggal jauh.

__ADS_1


''Davin ih, ngambek Iya...'' teriak nya dengan berlari cepat menyusul nya.


''Apaan sih! udah sana masuk kelas.''


''Baperan amat nih cowok, udah aku minta maaf.'' dengan memasang wajah lesu.


Davin yang melihat raut wajah Fanya seperti itu, dia tersenyum kembali dan mengangguk kan kepalanya.


Fanya yang tadi raut wajahnya lesu kini kembali tersenyum penuh bahagia.


''Bye...'' dan masuk kedalam kelas nya.


''Dasar rubah betina...''


Bisa-bisa nya dengan cepat Fanya kembali ceria, setelah tadi memasangkan wajahnya yang lesu dan merasa bersalah.


Sedangkan kini Fanya kini sudah berada di kelasnya dan duduk di kursi kemenangan nya. Seperti biasa duduk di kursi belakang dekat jendela adalah tempat ternyaman di kelas nya saat ini.


Fanya melihat di kelas nya masih sepi, hanya ada beberapa murid yang ada di kelas.


Tak lama Ivana kini sudah datang dan tersenyum ke arah nya.


''Udah ada di kelas aja Fan, udah lama'' tanya Ivana. dengan menyimpan tas nya di atas mejanya.


''Iya nih Ivana'' jawab nya dengan tersenyum bahagia.


Fanya yang teringat jika ke dua temannya Ivana dan Danisa masih belum baikkan.


''Ivana, boleh nggak aku nanya? tapi kamu nggak boleh marah iya. ada hal yang ingin aku tanyakan sama kamu'' ujar nya dengan berhati-hati.


''Tapi beneran iya, nggak boleh marah, tapi janji dulu.''


''Iya ih Fanya...''


Dengan menarik nafasnya ''Kamu beneran udah jadian sama kak Alfa? sejak kapan kamu jadian?'' tanya Fanya.


Ivana masih diam, belum menjawab nya sama sekali. Tak lama Tiara dan Danisa sudah masuk ke dalam kelas nya menghentikan obrolan mereka berdua.


''Fanya udah di kelas aja nih,'' tanya Tiara.


''Iya Ara'' jawab nya.


Fanya kembali menatap ke arah Ivana, untuk meminta jawaban.


''Aku nggak maslah Ivana, kamu jadiaan sama kak Delta. Tetapi disini aku mencoba meluruskan masalah kalian bertiga'' ujar nya.


''Tapi aku nggak ngerasa ada ma-'' ucapan nya belum juga selesai. Suara bel pun berbunyi menghentikan percakapan mereka berempat.


Fanya menarik nafasnya dalam-dalam dan membuang nya kembali. Lalu berjalan keluar kelas nya untuk melaksanakan upacara bendera.


''Ah hari Senin yang menyebalkan'' gerutu Fanya. Tiba-tiba saja dan membuat ke tiga teman menoleh.


''Ada apa sih Fanya, tumben nggak semangat kayak gitu'' ucap Tiara.

__ADS_1


''Nggak kenapa-kenapa kok,'' dengan muka kurang semangat yang iya tunjukkan.


''Ada masalah?'' tanya Tiara lagi.


''Ini kelas kita kenapa jauh banget sih, untuk ke lapangan upacara'' protes Fanya. membuat ke tiga temannya tertawa cekikikan.


''Hahaha, baru sadar Fanya. Kelas kita itu paling jauh dan ujung pula'' ucap Danisa.


Fanya menarik nafasnya dalam-dalam dan memilih diam tak menyahuti nya.


''Yeah... lagi sedih iya, udah buruan kita upacara. Nggak usah sedih-sedihan, kita bolos bareng yuk?'' ujar Davin berbisik. kemudian berlari meninggalkan nya.


''Davin ih, nggak jelas banget'' pekik nya.


Davin hanya tersenyum dan menjulurkan lidahnya.


''nyebelin banget sih!'' Gerutunya.


Di lain tempat kini Alfa tengah ikut berbaris sesuai kelas nya. Semua temannya dan guru yang melihat menatap nya heran karena iya mengikuti upacara.


Jelas saja, Alfa jarang mengikuti upacara selama ini.


''Tumben banget, nih anak ikut upacara. Hidayah dari mana?'' celetuk Aji.


''Hidaya bapak mu Ji, bisa diem nggak nih upacara udah mau di mulai'' ujar Juno.


Alfa menatap Aji dengan malas kemudian menatap nya dengan sorot mata tajam.


Aji yang melihat nya mulai ketar-ketir, dirinya ''Gue cuma bercanda, Al'' ucap nya panik.


''Bohong Al, tadi beneran ngeledek Lo...'' ucap Juno membuat Aji ketar-ketir.


Tetapi Alfa tak menghiraukan kelakuan ke dua temannya. Dia tengah sibuk mencari seseorang, yang baru saja datang ke lapangan upacara.


Akhirnya dia bernafas lega setelah melihat Fanya yang sudah mengikuti upacara bendera, dia pikir Fanya tak masuk sekolah.


Sedangkan Fanya yang sadar sedari tadi iya di perhatikan membuat Tiara dan Danisa terus menggoda nya.


''Ah, kok gue yang salting sih di liatin seperti ini'' celetuk Tiara.


''Bener-bener tuh calon imam yang baik, tanpa jelalatan melirik Cewek lain'' ucap Danisa. Yang mencoba memeluknya dari arah belakang.


''Danisa ih, lepasin malu di liatin sama orang-orang'' Protes Fanya. membuat Tiara geli melihatnya.


''Yeah... ini mkh pelukan seorang sahabat, tapi kalo kak Alfa yang meluk Lo. Pasti betah nih,'' celetuk Danisa dengan tersenyum tanpa dosa.


''Ngawur banget, nih anak kalau ngomng'' ucap Tiara.


Ivana yang sedari tadi memperhatikan tingkah ke tiga temannya hanya tersenyum, tanpa ikut menyahuti nya.


''Kalian bisa bertiga bisa diem nggak! upacara udah mau di mulai nih. malu di liatin kelas kita berisik terus'' tegur salah satu teman sekelasnya Ayu.


''Iya,iya... Ayu kita diem'' jawab Danisa dengan selenyeaan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2