Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Kembali lagi


__ADS_3

Dua puluh menit sudah, Alfa sedari tadi menunggu nya di kantin. Dia sengaja tak datang ke kelasnya, karena pasti nya Fanya sudah berada di kantin.


Tetapi dugaan nya salah ternyata Fanya tak ada di kantin sama sekali.


''Samperin aja, Al? biasa nya juga Lo langsung nyamperin ke kelasnya. Nggak usah uring-uringan kaya gitu'' Ujar Alfa.


''Lagi malas ribut, Del. Lo tau kan kalau gue masuk ke kelas nya,'' dengan muka di tekuk nya.


''Ah serah lu aja, tumben banyak mikir nih...'' celetuk Delta.


''Kemana nih, anak dua sialan'' gerutu Delta.


''Di rotf top sekolah biasa nya juga, nggak usah dicari mereka berdua.''


Tak lama Fanya dan ke-tiga temannya kini sudah sampai di meja kantin sekolah nya. Kantin pun mulai terlihat sepi karena beberapa murid sudah kembali masuk kelas.


''Ah gue laper banget, dari tadi pagi cacing di perut gue udah berdemo. Minta jatah'' dengan tertawa cekikikan.


''Kalian mau pesen apa aja? gue yang akan pesenin semua nya. Buruan, waktu kita nggak lama'' ucap Danisa.


''Aku pengen nya batagor aja, minum nya udah ini aja air mineral'' ujar Fanya.


''Gue pengen somay, gue aja sendiri yang pesen kasian bakalan susah bawa nya''


''Aku juga pengen somay aja, sekalian pesenin iya Ra?'' ucap Ivana.


''Oke, kalian tungguin...''


Kedua gadis itu akhirnya pergi untuk pesan makanan nya. Sedangkan Fanya dan Ivana berdua masih menunggu di meja.


Sekarang tiba-tiba saja Alfa sudah duduk di kursi sebelah nya. Namun nampaknya mereka masih asik sendiri mengobrol, yang menurut menurut mereka berdua asik tetapi Alfa yang tak mengerti hanya diam.


Sedari tadi Alfa memanggil nya dan terus memotong obrolan ke dua nya, tetapi Fanya masih tak bergeming sama sekali. Dan seolah-olah keberadaan Alfa tak ada sama sekali.


''Fanya!'' panggil Alfa dengan suara lembut, memasang raut wajah memelas. ''Yang, masih marah iya?''


Fanya masih belum menanggapi Alfa sama sekali, kini malah tambah asik dengan obrolan nya. Alfa semakin bertambah kesal dengan sikap Fanya yang belum menyahuti nya.


Kini Danisa Tiara pun sudah kembali dengan membawa makanan yang kedua sahabatnya pesan tadi.


Tiara yang melihat Alfa sudah berada di mejanya menatapnya penuh kebingungan dan pasti bertanya kenapa Alfa ada di meja nya saat ini.


Sedangkan Ivana yang sudah tau dan mengerti, tak mengindahkan sikapnya. "Fanya! nggak boleh gitu. kasihan kak Alfa dari tadi"


Fanya memutar bola matanya jengah "Nggak, apa-apa Ivana'' dengan melepaskan tangan yang memeluk nya dari samping dan menjauhkan pundaknya.

__ADS_1


"Yang... Gue minta maaf sikap gue kasar sama Lo kemarin. Gue beneran nyesel sama sikap gue, yang masih marah'' dengan menggeser posisi duduknya.


''Aku nggak marah kak. udah sana buruan pergi! aku malu di liatin orang-orang kantin kak, sana balik sama temen-temen kakak.''


''Nggak! kalau Lo masih marah, gue nggak akan ngikutin lo kemana pun. Sampai Lo nggak marah sama gue'' dengan menyipitkan matanya, dan berkata tegas.


''Kak, udah lah sana pergi ganggu aja aku mau makan!'' berdengus kesal.


''Yang aku beneran minta maaf, nggak mau putus sama kamu'' dengan pelan bercampur frustasi.


''Sayang...'' lirih nya.


Fanya yang mendengar nya melotot melihat ke arah Alfa. Rasa nya geli mendengar nya, apalagi kini di depan teman-temannya.


Ke-tiga sahabatnya kini yang melihat Alfa yang merengek dan memohon tak percaya. Ada apa? bisa-bisanya cowok dingin di sekolahnya, populer seperti kak Alfa sang preman sekolah yang di takuti.


Fanya akhirnya memilih menyudahi makan nya, dan beranjak dari tempat duduknya.


''Kemana yang?'' tanya Alfa. Yang ikut beranjak dari tempat duduknya.


Fanya hanya diam tak menjawab nya dan meninggalkan ke-tiga sahabatnya. kemudian dengan cepat disusul oleh Alfa.


''Kemana sih mereka?'' tanya Danisa, begitu penasaran.


''Penasaran Lo, sana ikutin...'' jawab Tiara.


''Biasa aja tuh muka, tadi katanya pengen tau mau ngapain mereka berdua.''


''Apaan sih, Ra'' jawab nya.


......................


Fanya yang masih berjalan ke arah kamar mandi dan masih di ikuti oleh Alfa.


''Kak ngapain sih, ngikutin? aku mau ke kamar mandi'' ujar Fanya.


''Gue belum selesai berbicara sama Lo, yang...'' ujar Alfa dengan lembut.


Fanya yang kesal ''Kak ih,'' dan melengos pergi masuk ke dalam kamar mandi sekolahnya.


Sedangkan Alfa masih Kekeh menunggu nya di di depan kamar mandi. Fanya yang melihatnya Alfa masih menunggu nya hanya bernafas gusar.


''Udah selesai yang...'' tanya Alfa.


''Udah!'' jawab nya.

__ADS_1


''Ngapain lagi kak?'' tanya nya dengan raut wajahnya ketus.


''Gue beneran minta maaf yang'' jawab nya. Dan menarik paksa tangan nya Fanya, menuju rooftop sekolahnya.


Karena tidak mungkin mereka berdua mengobrol di depan kamar mandi sekolah nya.


Fanya yang di tarik tangan nya secara paksa, memilih mengikuti nya saja. Walaupun dirinya saat ini sangat kesal dengan sikap Alfa.


Berbarengan dengan habis nya waktu istirahat, kini Alfa dan Fanya telah sampai di rooftop sekolahnya.


''Mau ngapain lagi sih, kak? jam istirahat sudah habis kak'' protes Fanya.


Alfa tak menjawab nya sama sekali, hanya menatap nya ke arahnya.


''Kak, ih. mau ngapain kita kesini? nanti ada guru masuk. Gimana?'' tanya Fanya.


''Bisa diem nggak sebentar. Gue mau ngomong sama Lo disini!'' bentak Alfa. membuat Fanya terkejut dan terdiam.


''Apaan sih kak!'' jawab Fanya tak kalah.


''Bisa nggak nurut sebentar saja, yang'' ucap Alfa kembali dengan lembut.


''Gue cuman mau minta maaf sama sikap gue yang kasar, kemarin'' ucap nya. Dengan memegang pergelangan tangan nya, kemudian mencium punggung tangan nya Fanya.


Fanya yang melihat nya hanya tercengang dengan sikap Alfa saat ini.


''Gue minta maaf yang'' ucap nya. we:


Kini keduanya begitu dekat tanpa ada jarak sedikit pun.


''Ta-pi kita udah putus kemarin, kak'' ucap Fanya dengan gugup.


''Kata siapa, putus? itu nggak berlaku buat gue. Lo mau bilang seribu kali kata putus pun, itu nggak akan buat gue pergi dari lo'' ucap Alfa, yang keluar dari bibirnya begitu saja.


Kali ini Fanya tak menjawab nya lagi, dia benar-benar jantung nya sudah berdegup kencang.


Dirinya kini hanya menundukkan kepalanya pipi merahnya seperti buah tomat.


''Yang...''


''Iya kak...'' jawab Fanya, yang masih menundukkan kepalanya.


''Kita baikan iya, jangan marah lagi. Terus jangan jalan sama Riko lagi, gue nggak suka!'' tekan nya.


''Siapa yang jalan sama kak Riko? aku nggak sengaja ketemu kok,'' jawab Fanya. Dengan mengangkat kepalanya.

__ADS_1


Alfa hanya tersenyum dengan muka dingin nya, entah apa lagi pikirnya.


Bersambung....q


__ADS_2