
Kini Fanya sudah berada di dalam kelasnya dengan tersenyum bahagia yang iya tunjukan pada teman-temannya.
''Abis ngapain sih tadi, Fanya? Di atas'' tanya Tiara.
''Abis ngobrol biasa Ra, emang kenapa?'' .
''Tiap hari juga kayak gini, guru belum ada yang masuk?''
''Nggak ada, jamkos lumayan bisa buat gibahin orang'' ujar Danisa.
''Gibah mulu, yang ada di pikiran Lo Danisa. Nih tugas kerjain dulu'' ucap Tiara.
''Nanti Aja Ra, kan bisa di bawa ke rumah'' Jawab nya dengan melihat layar handphone di tangannya.
''Eh Fanya, tadi abis ngapain aja sama kak Alfa?'' ucap Ivana, yang penasaran.
''emh.. iya tuh gue juga penasaran, abis ngapain aja tadi di rooftop sekolah'' sahut Tiara.
''Di bilangin abis ngobrol biasa, ngeyel banget ih di kasih tau!'' kesal Fanya.
''Iya. kali aja ada hal romantis yang kak Alfa lakuin, kayak di drama-drama Korea'' ucap Ivana.
''Ada kok!'' Ucap Fanya, mencoba mengerjai ke-tiga temannya yang pada penasaran.
''Gimana aja, Fanya'' Danisa dengan menyimpan handphone nya ke dalam tas nya.
''Iya, buruan ceritain dong...''
''Wah, pasti kak Alfa romantis banget'' Ivana yang langsung melayang dengan dunia hayalan nya.
Bel pun berbunyi, jam pelajaran pun telah usai dan menghentikan obrolan ke empat gadis di kelasnya.
''Lama sih, cerita nya jadikan keburu pulang'' ucap Danisa.
''Besok kan bisa cerita lagi, Danisa. Udah ayok, buruan tuh beresin buku nya, kita pulang hari ini'' ucap Fanya.
''Suka banget sih, ngegantung cerita. tau nggak? aku udah penasaran banget'' ucap Tiara.
Fanya tak menjawab nya hanya tersenyum ke arah ke tiga temannya.
''Nggak ada yang lucu iya, Fanya!'' kesal Danisa. karena dia yang paling antusias untuk mendengarkan cerita nya.
''Udah ayok, buruaan'' ajak Fanya penuh semangat. membuat ke-tiga menatap nya aneh, biasa nya dia yang paling terakhir dalam urusan pulang.
Mereka keluar dari dalam kelas nya, berjalan menuju tempat parkir seperti biasa.
''Gue duluan iya'' pamit Tiara, dengan melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat parkiran.
Menyisakan Fanya, Danisa dan Ivana di tempat parkir tersebut.
''Kamu pulang sama siapa, Ivana? aku mau bareng sama Fanya?'' tanya Danisa.
''Aku sama kak Delta, aku mau jalan ke depan iya? takut nya kalau naik disini. Ada yang liat.''
''Iya nggak apa-apa, dong. kan bagus juga ada yang liat, dari pada sembunyi-sembunyi kaya orang mau nyuri aja!'' ucap Danisa dengan sinis.
__ADS_1
Fanya yang mengerti ucapan Danisa yang sedikit sinis, dengan cepat menarik nya menuju tempat mobil nya terparkir.
Dirinya tidak mau ada masalah lagi dalam persahabatan mereka.
''Danisa...'' ucap Fanya dengan muka lesu.
''Apa Fanya!''
''Aku masih kesal dengan Ivana, rasa nya masih sakit hati. jika harus jujur'' tiba-tiba saja ucap nya, membuat dirinya sedikit tercengang dengan jujurnya Danisa.
''Aku ngerti ko, Danisa. Tapi pelan-pelan aja dulu kita memaafkan nya, kita wajar sebagai manusia pasti punya sifat marah. tapi jangan jadi orang pendendam'' ujarnya.
Kemudian memeluk nya, untuk sedikit memenangkan persaan nya yang sangat kecewa.
''Manusiawi ko, menangislah jika itu bisa buat tenang. Aku bisa menjadi bahu mu saat ini Danisa, aku ini sahabatmu.''
Kini Danisa menangis sejadi-jadinya, tanpa bersuara di tempat parkir yang sepi yang menyisakan beberapa motor saja.
''Udah nangis nya? kalau udah, buruan lepasin. nggak malu nangis di tempat parkir!'' ucap Alfa, yang sedari tadi melihat Fanya dan Danisa berpelukan.
''Ada apaan Al, ko masih di tempat parkir?'' Tanya Juno, yang baru saja datang.
''Noh cewek Lo lagi nangisin si ketua OSIS sialan,'' ujarnya.
Juno mengangkat alis sebelah nya dirinya masih tak mengerti apa yang di ucapkan Alfa.
"Eh Bab*, kenapa jadi gue?'' Ujar Juno dengan tegas.
''Nih! denger Lo yang suka. Ambil hati nya'' ujar Alfa.
''Kenapa yang, pulang sekarang yuk'' Ajak Alfa dengan lembut.
''Duluan aja kakak pulang nya! nyebelin banget sih!''
''Yang, biarin temen kamu sama Juno pulang nya. Kenapa lagi yang?''
''Kak...''
Alfa menarik nafasnya dalam-dalam ''Iya, gue tungguin sampai selesai.''
''Udah aku nggak apa-apa kok, Kamu pulang aja. Nanti aku pulang sendirian saja?'' Ucap Danisa.
''Nggak! kamu bareng aku aja pulang nya,''
''Fanya udah kamu pulang aja sama Alfa! temen Lo biar gue aja yang anterin pulang.''
''Iya gue nggak apa-apa, pulang sendiri aja'' ucap Danisa.
''Iya udah deh..." kesal Fanya dengan berjalan meninggalkan ke-tiga orang tersebut.
Di susul juga oleh Alfa yang berlari kecil, "Aku bawa mobil kak, gimana? masa di tinggal di sekolah" Ucap Fanya.
''Pulang naik motor aja,"
"Kak, nanti Mommy nanyain mobil. mau jawab apa coba sama mommy."
__ADS_1
" Di jual sama gue! Udah buruan naik mobil. Gue bawa motor sendiri, di belakang" Ujar Alfa yang kesal. Dan akhirnya memilih mengalah saja, dari pada berdebat lagi.
"Mau nga-" ucap nya belum selesai. Tetapi Alfa sudah memotong nya.
"Nganterin lo! sama ketemu mommy" ucap Alfa.
"Udah buruan masuk mobil."
"Marah-marah Mulu, nanti cepat tua" ucap Fanya dengan tersenyum.
"Terserah!" Jawab nya. Membuat Fanya membulat kan mata nya dan mulai menyalakan mesin mobilnya.
Kini Alfa dan Fanya sudah meninggal kan tempat parkiran sekolah nya dengan cepat, hingga Danisa yang melihat pun hanya bernafas gusar.
Sedangkan Danisa kini dengan memakai tas selempang nya akan beranjak dari tempat parkir sekolah nya.
"Lo mau pergi kemana?" tanya Juno.
"Aku mau pulang kak, masa mau nginep disini'' Celetuk Danisa.
"Udah gue anterin pulang nya, buruan ke buru sore''
"Nggak mau!" menolak nya dengan Kekeuh.
"Iya udah kalau nggak mau! jangan nyesel iya kalau udah sore gini susah cari taksi." ujar Juno.
"Gue mau di jemput sama supir gue!" Jawab Danisa tak mau kalah.
"Emang nggak takut gitu? nunggu di depan sekolah sendirian. Gue kasih tau iya, disini itu suka ada pereman yang nyulik'' ujar Juno. mencoba menakutinya.
''Mana ada lah, pereman nya juga udah pulang. Apalagi ini masih pakai seragam sekolah di depan aku'' dengan menatap nya ke arah Juno.
''Siapa?'' tanya Juno, dengan mengaruk kepala nya yang tak gatal.
''Kak Alfa sana Ka Juno lah, eh iya satu lagi Kak Aji. Kakak masih nggak sadar?'' ujar Danisa.
''Nggak! mana ada pereman ganteng kaya gue gini'' ujar nya, dengan pede.
Danisa tak menjawab nya hanya memutar bola matanya dengan malas.
''Udah sana, kalau mau pulang?''
''Buruan naik, mau pulang nggak? kalau nggak mau iya udah. Gue pulang duluan''
''Bentar iya kak, aku mau mikir dulu'' ujar Danisa.
''Yeah elah, pakai mikir lagi. Mau gue anterin pulang, nggak?'' Kesal Juno bentak nya.
''Mau kak, tapi ini kakak yang maksa iya...''
''Iya, buruan naik. Cerewet banget sih, jadi cewek!''
''Sabar kak, jangan marah-marah terus. Nanti ganteng nya keburu hilang loh, kalau hilang tau rasa!'' Celetuk Danisa.
''Terserah!'' ujar Juno. Dengan menyalakan mesin motornya, lalu meninggalkan sekolah nya.
__ADS_1
Bersambung....