
Fanya pun yang mendengar nya hanya mendengus tak suka ''Lebay'' Gumam nya.
Tanpa sengaja Fanya menekan luka nya kembali saat akan membersihkan sisa darah yang sudah mengering di bibir.
''Aw....'' Alfa pun meringis.
''Enggak sengaja'' ucap Fanya.
''Apa sih untung nya berantem di sekolah? enggak bisa gitu di bicarakan secara baik-baik!'' Fanya pun yang mulai jengah.
''Enggak!" jawab Alfa.
Fanya menatap ke arah nya dan menggelengkan kepala.
"Apa sih yang Lo dapat dari berantem kaya gitu? apa dengan cara berantem kaya tadi dapat menyelesaikan masalah! enggak kan?" ujar Fanya.
Alfa pun yang mendengar nya hanya diam tak menjawab nya.
"Emang apa yang kak Alfa dapat dari berantem kaya tadi? kenapa harus bangga punya predikat preman sekolah? kakak enggak malu bikin rusuh di lingkungan sekolah sendiri? di luar sekolah tawuran!''
Alfa terus diam dan menatap tajam mata hitam Fanya, tanpa menjawab dan hanya menampilkan muka datar tanpa ekspresi.
"Berantem kaya tadi hanya menghabiskan waktu, buang-buang tenaga. mending enggak kenapa-kenapa, coba kalau sampai kenapa-kenapa kak Alfa juga yang rugi!''
''Enggak akan rugi kalau Lo yang ngobatin gue!" ujar Alfa.
Fanya hanya diam tak menanggapi nya. Dia hanya mengamati Alfa dengan seksama. melihat pelipis sudah selesai iya obati, pipi kanan dan kiri pun sudah iya kompres dan iya kasih salep. Sudut bibir sudah yang penuh darah kering sudah iya bersihkan dengan telaten.
Tak lama Fanya pun membereskan kotak p3k, dan menyimpan kembali ke tempat nya.
"Udah selesai" ucap nya.
Kemudian Fanya pun beranjak dari tempat duduk, dengan cepat Alfa pun mencekal tangan nya.
"Kenapa lagi kak? udah selesai kan ngobatin nya juga!''
Dengan menengok ke arah nya lagi lalu mendekati nya, begitu intens membuat dirinya gelagapan dan salah tingkah.
''Kenapa lagi?'' tanya Alfa.
''Kakak yang tadi mencekal tangan aku? mau ngapain lagi coba?'' jawab nya.
Alfa hanya diam tak menjawab nya, emang tadi dirinya yang mencekal nya dan melarang nya untuk tidak buru-buru kembali ke kelas.
Dengan tersenyum kikuk dan mengaruk kepala nya yang tak gatal ''Makasih Fan'' ucap nya kini dengan malu-malu dan mencoba mengalihkan pembicaraan.
Fanya pun mengangguk kan Kepala dan tersenyum manis. Alfa yang melihat nya teriak bahagia dalam hati, karena jarang melihat Fanya tersenyum ke terhadap dirinya.
__ADS_1
Sekali nya senyum buat diri nya salah tingkah dan bersorak ria.
''kenapa?'' menatap nya heran.
''Suka aja liat lo!'' jawab nya.
Fanya hanya diam mendengar nya, untuk ke sekian kali nya Alfa mengatakan hal seperti itu. Hati nya tidak akan goyah oleh gombalan Alfa yang seperti itu sudah hal biasa pikir nya.
kini Fanya pun menghampiri nya lebih dekat, membuat Alfa gelagapan dan memundurkan posisinya. ''Lain kali jangan berantem kaya gini lagi,'' ujar nya dengan melangkah ke luar dari ruang UKS.
Seketika Alfa di buat diam, lalu memegang pundak sendiri. membuat jantung nya berasa berdebar begitu cepat. Apalagi melihat nya saling berhadapan seperti tadi lalu tersenyum kecil dengan memegang dada nya.
......................
Kini Fanya pun sudah kembali ke dalam kelas nya, terlihat ketiga temannya pun sudah berada di kelas dan menatap nya heran.
''Dari mana aja sih fan? dari tadi kita nunggu kamu di kelas. Gue ngirim pesan nggak di buka,'' tanya Ivana.
''Dari UKS,'' jawab nya.
'' Emang abis ngapain ke ruang UKS?'' tanya Tiara begitu penasaran.
''Abis kondangan!'' jawab nya.
Danisa dan Tiara pun yang mendengar nya tertawa ''hahaha... iya kali Ara di UKS kondangan.
''Ih kalian rese banget, gue enggak lagi bercanda Fanya...''
''Bantuin ngobatin kak Alfa'' ujar nya.
Ketiga teman nya pun langsung diam, mendengar Fanya.
''Serius Fan?'' tanya Danisa yang masih belum percaya.
''aku serius,'' dengan menatap heran ke tiga teman nya.
''Beneran Fan tanya Ivana'' Tanya Ivana yang mendekati nya dan melihat ke arah mata nya.
Fanya mengangguk kan kepalanya.
''Kalian kenapa diam mematung kaya gitu?''
''Gue masih bener-bener enggak nyangka, Lo ngobatin luka nya kak Alfa'' Sahut Tiara si fans berat nya Alfa '' kenapa enggak gue aja yah, yang di suruh ngobatin kak Alfa. Gue enggak akan nolak serius'' dengan tersenyum dan menghayal.
''Hahaha.... bayangin aja dulu, siapa tau kesampaian'' ucap Danisa meledek nya.
Tiara pun mendengus kesal.
__ADS_1
''Fan serius Lo sama kak Alfa ada hubungan apa sih?'' Tanya Danisa begitu penasaran.
''Aku enggak ada hubungan apa-apa Danisa sama Ka Alfa,'' jawab nya.
''Beneran enggak ada hubungan apa-apa?''
''Iya...''
''Emh enggak bohong kan?'' tanya nya dengan menyelidik.
''Enggak, emang kenapa sih nis? penasaran banget kaya nya?'' tanya Fanya menatap heran ke tiga temannya nya. ''Ada apa sih? mereka kaya yang curiga gitu...'' batinnya.
''Poko nya kita kalau Lo punya pacar, harus tau lebih dulu! enggak boleh tau dari orang lain'' jawab Danisa.
''Apalagi dari gosip-gosip orang, yang belum tentu kebenarannya'' Tiara yang ikut menyahuti.
Fanya pun yang mendengar nya tersenyum ''Uh... sayang kalian'' ucap Fanya yang ingin memeluk ke tiga temannya.
Tak lama jam istirahat pun selesai, mereka pun kembali belajar.
......................
Sedangkan Alfa kini masih di ruang UKS merebahkan tubuh nya yang sedikit sakit akibat berantem tadi.
Tak lama pintu pun kembali di buka, ternya ke tiga teman nya yang masuk ke dalam.
"wah.... kenapa Lo enggak ajak gue tadi waktu ribut sama si Riko sialan?" ucap Aji dengan mengepalkan ke dua tangan nya.
''Udah lah Ji,ngapain lagi malah nambah masalah lagi'' sahut Delta.
''Lo enggak liat nih Del temen kita Alfa bonyok kayak gini!" Aji yang mulai kesel melihat sikap Delta.
"Tenang Ji Lo jangan ke bawa emosi, toh si Riko juga kini udah habis babak belur sama nih anak!" ucap Juno yang mencoba melerai Aji.
''Tau nih anak bawaan nya pengen mukul anak orang mulu'' Delta menimpali ucapan nya Juno. ''lo sekarang enggak apa-apa Al?'' Tanya Delta dengan melihat sekitar wajah Alfa.
''Enggak, gue udah di obatin sama cewek gue tadi" ujar nya.
"Eh Al SMA sebelah, Minggu depan ngajak tanding basket? gimana tim Kita siap nggak?'' Ucap Delta kini.
'' Pasti siap.''
''Bentar.... enggak salah dengar gue'' Tanya Aji yang menggoda teman nya kali ini.
''Apa Ji... coba lo ulang'' kini tanya Alfa balik bertanya dengan muka datar yang susah di tebak.
Membuat Aji pun terdiam, benar-benar menciut jika berhadapan dengan Alfa ''Eng-gak Al'' Jawab aji gugup.
__ADS_1
Juno dan Delta yang melihat nya pun langsung mentertawakan nya. Iya tau bahwa Alfa hanya mengertak Aji saja hanya mengerjainya tidak bermaksud apa-apa.
Bersambung.....