Preman Sekolah Kesandung Cinta

Preman Sekolah Kesandung Cinta
Cemburu


__ADS_3

Alfa tersenyum miring dan melepas kan cengkraman nya. Kini Alfa diam dengan pikiran nya tatapan tajam nya pun kini berubah tidak seperti tadi.


''Kalau cemburu itu kira-kira'' Gerutu nya dengan mengambil kantung keresek makanan nya yang sempat terjatuh.


Kemudian Alfa mendekati nya dan ikut berjongkok ''Mau ngapain ikutan jongkok kaya gitu? tanya Fanya yang masih kesal


''Bantuin Lo yang...'' ucap nya seperti tidak terjadi apapun.


Fanya hanya berdecih iya masih kesal dengan sikap Alfa seperti tadi.


''Maaf'' ujar nya secara tiba-tiba.


''Untuk apa?'' tanya Fanya dengan mata sinis.


''Sikap gue yang seperti tadi, udah keterlaluan sama Lo yang.''


Fanya masih diam belum mengubris nya.


''Yang.''


''Emh'' jawab nya.


Alfa pun mengambil tangan Fanya yang tadi iya cengkram kemudian dia lihat.


''Maaf'' ucap nya yang melihat pergelangan tangan nya merah, akibat ulah dirinya.


Dengan penuh penyesalan secara tiba-tiba memeluk nya dengan erat ''Maaf yang atas sikap kasar gue tadi!'' ucap nya.


Fanya hanya diam mematung tidak melepas pelukan nya justru iya malah kembali membalas pelukan nya. Benar-benar nyaman yang iya rasakan saat ini, entah apa yang ada di pikiran nya saat ini.


Iya tidak tau dengan perasaan nya, karena hati dan pikiran nya seperti nya tidak sejalan.


''Yang, nyaman iya di peluk sama gue'' ucap Alfa.


Membuat Fanya tersadar dan kembali melepaskan pelukannya.


''Kenapa di lepasin yang, padahal gue nyaman di peluk seperti tadi'' menggoda nya terus-menerus membuat pipi nya kembali merah seperti kepiting rebus.


''Udah deh kak!'' dengan menutupi wajah nya yang merah dan berlari kecil masuk ke dalam rumah.


''Hahaha,'' Alfa pun tertawa kecil. Ia mengikuti Fanya yang berlari ke dalam rumah nya.


Di lihat nya Fanya sudah duduk di sofa dengan santai. Tak lama Alfa pun ikut duduk di sebelah nya ''Kakak duduk nya di sana aja. enggak bersebelahan kaya gini juga!" tekan nya.


"Enggak! gue mau nya duduk di sebelah lo!"


"Apa-apaan sih kak! nanti ada orang yang lewat, terus nyangka kita berbuat aneh-aneh.''


''Emang apa sih yang aneh-aneh itu?'' tanya Alfa dengan kembali menghampiri nya lebih dekat.


Dan menatap nya dengan berhadapan, membuat Fanya salah tingkah.

__ADS_1


Fanya kini diam tak menjawab nya, diri nya terjebak dengan kata-katanya dan membuat dirinya kelabakan sendiri.


''I-iya aneh-aneh kaya gitu kak!'' dengan berusaha memundurkan tubuhnya.


Tetapi dirinya malah kelabakan sendiri dirinya sudah mentok di penyanggah ujung sofa.


''Kak'' ucap nya.


Alfa tidak menjawab nya hanya diam dengan terus memajukan wajahnya.


Tak lama suara telpon pun kembali mengagetkan nya kemudian menyadarkan keduanya.


Fanya pun dengan reflek mendorong tubuh nya Alfa dengan keras, sontak membuat Alfa kaget.


''Sial!'' Gerutunya. Dengan mengambil handphone nya dari saku celana dan melihat siapa yang menelepon.


Fanya dengan bernafas lega dengan kembali duduk seperti semula. Sedangkan kan Alfa kini sedang menerima telepon di luar.


Fanya beranjak dari tempat duduk untuk mengambil air minum dan berjalan ke arah dapur.


Ia pun membuka lemari pendingin dan mengambil satu botol minum lalu meneguk nya hingga habis.


''Kenapa sih bukan nya nolak'' Gerutu nya dirinya benar-benar malu saat ini.


Lebih tepatnya bukan malu, masalahnya jantung nya sudah dangdutan dengan heboh.


Dengan terus mengelus ke arah dada nya ''Ada apa sih nih jantung, kenapa enggak berhenti!"


Ya gimana tak jantungan adegan seperti tadi tidak pernah terpikirkan oleh dirinya. Iya hanya akan menonton nya di serial Drama Korea yang sering ia tonton.


Dengan bernafas lega Fanya pun memilih masuk kembali ke dalam.


Tampak Alfa sudah duduk kembali di sofa dengan memicingkan mata sebelah.


"Yang," panggil nya.


"Iya kak" jawab Fanya dengan tenang dan seolah tidak terjadi apa-apa.


Fanya pun melihat ke arah Alfa, dan iya mengerti tatapan Alfa "Aku habis dari dapur, ngambil air minum!" dengan muka datar nya.


Kini tatapan nya pun berubah menjadi senyuman manis, seketika Fanya pun terhipnotis melihat nya.


Tetapi dengan cepat Fanya pun sadar kembali "Apaan sih" batin nya dan menggeleng kan kepala.


Alfa yang melihat nya "Kenapa yang?" dan menatap nya.


"Enggak apa-apa" Fanya dengan duduk kembali di sofa nya.


Tatapan mata Alfa tak lepas dari apa yang di lakukan oleh Fanya. yang sedari tadi menyibukkan diri dengan memainkan handphone nya.


Alfa yang menyadari itu, hanya diam dan tersenyum kecil.

__ADS_1


"Laper banget. Nyari makanan yang, mau?" dengan mengambilnya handphone nya dan menaruh nya di meja.


"Kakak ih!" dengan bergerak mengambil handphone yang Alfa taruh di meja.


"Kalau lagi sama gue, jangan main handphone mulu. Gue enggak suka!" dan menyimpan kembali handphone nya.


Fanya tak menggubris perkataan nya, ia memilih diam dengan muka kesal.


"Ngambek yang" ucap Alfa dengan menyenderkan kepalanya pada bahu nya.


"Kak! berat tau!" dengan melepaskan kepalanya dari bahu nya.


Masalah nya bukan berat, tetapi jantung nya mulai lagi tak bisa di ajak damai terus berdisko ria dengan asyik.


Lama-lama bisa senam jantung jika terus seperti ini pikir Fanya.


Bagaimana tidak jantungan, semua perlakuan nya dari mulai datang mengejutkan diri nya.


''Hahaha, berat yang? seperti cinta gue ke Lo makin hari makin berat yang'' Alfa yang menggoda nya dan menyenderkan kembali kepala nya.


''Kak!''


''Apalagi yang?''


''Ingat iya kak, aku Nerima kakak itu karena terpaksa! jangan berlebihan deh kak! ujarnya kembali menekankan.


''Tapi lo! suka kan walaupun terpaksa jadi pacar gue!'' kini kembali memeluk nya dengan erat.


''Jangan bikin gue ngelakuin hal yang di luar nalar kepala gue!'' ucap nya dengan berbisik di telinga.


Membuat Fanya pun terperanjat dengan ucapan Alfa ''Apaan sih kak!'' dengan melepaskan pelukannya.


''Diem! sebentar lagi yang'' kini ucap Alfa yang kembali lembut.


Fanya pun dengan pasrah menuruti saja, percuma saja Alfa tak akan melepaskan nya.


Lima menit sudah tetapi Alfa belum melepaskan pelukannya nya.


''Kak'' Fanya pun membuka suara nya.


''Bisa lepasin enggak? nanti ada orang yang masuk enggak enak di lihat nya.''


''Enggak bakalan ada yang masuk! Bi Lilis lagi di luar! dan teman Lo Davin enggak bakalan kesini!'' ucap nya.


''Kak! tadi katanya lapar, mau beli makan'' ucap Fanya dengan segala cara agar Alfa bisa melepaskan pelukannya.


''Kamu lapar yang?'' dan melepaskan pelukannya.


Fanya pun mengangguk kan kepalanya ''Iya.''


Dengan segera Fanya pun beranjak jauh dari Alfa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2