PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Albara Fernando


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


^^^Typo bertebaran^^^


...----------------...


"Tomi, bangunnn" ujar tania menggoyangkan tubuh tomi dengan kasar.


"TOMI BANGUN, TEMENIN GUE KE KAMAR" Teriak tania, melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 lewat. Dirinya masih belum bersiap siap untuk ke kampus, ya hari ini tania kembali kuliah karena ia hanya meminta izin tiga hari untuk libur.


Lalu, sekarang ia menatap lelaki itu dengan kesal. Dan lebih kesalnya kenapa dirinya ini sangat penakut? Bahkan tadi malam tania memilih untuk tidur seranjang dengan lelaki rese itu, sebal. Tomi sama sekali tidak mau mengalah untuk tidur di bawah, alhasil mereka seranjang hanya di batasi dengan guling di tengah-tengah nya.


"Tom, bangun dulu. Temenin gue ke kamar" ujar tania lelah ia sudah cape bagaimana lagi caranya untuk membangunkan lelaki itu.


"Sendiri"


Nahkan, giliran buka suara malah membuat tania naik pitam pagi pagi. Singkat banget!!!


"Enggak bisa gue penakut" ucap tania tanpa ragu, dirinya tidak perduli jika sewaktu waktu menyebut dirinya penakut. Yang ia pikirkan sekarang bagaimana harus berganti pakaian dan pergi ke kampus.


Tomi berdecik pelan lalu terduduk dengan mata tertutup dan rambut yang acak acakan menambahkan kesan ketampanan nya,tapi jujur memang ganteng banget.


"Hm, yo" ucap tomi dengan suara serak dan berat.


"Ck! gimana caranya kalo mata lo aja masih di tutup" ucap tania kesal, lelaki ini memang kebo.


"Ribet" terdengar helaan nafas panjang, setelah itu tomi turun dari ranjang nya mengucek kedua mata untuk menetralisir cahaya masuk ke dalam pupil mata nya itu.


Tania berjalan menuju kamar di ikutin tomi di belakang yang masih menguap.


"Jangan tinggalin, gue mandi dulu" ucap tania menatap tomi dengan intens sang empu hanya mengangguk setelah itu masuk ke kamar mandi tidak butuh waktu lama tania menyelesaikan ritual mandinya kini ia segera keluar dengan style yang sudah siap.


Subhanallah!, Lihat lelaki itu malah kembali tidur di ranjang miliknya dengan tubuh terlilit selimut hanya bagian kepala saja yang keliatan, benar bener ***** *nempel** molor***.


__ADS_1


"Bangun!" titah tania mengguncang tubuh tomi dengan kuat.


"Apalagi sih?!" Ujar tomi sedikit kesal, Hari ini dirinya sangat mengantuk mungkin karena tadi malam tidak bisa tidur, entah mengapa dirinya sulit sekali menutup mata tadi malam dan heran nya setelah fajar menyambut matanya ini sangat berat.


"Udah selesai, taraaa. Cantik enggak gue?" tanya tania heboh memutar balikan tubuh nya mempamerkan outfit hari ini.



Tomi terbangun menatap tania dengan menyipitkan matanya "Biasa aja, baju lo kaya nenek-nenek" ucap tomi tanpa ragu dan memikirkan perasaan tania.


"Selera lo nenek nenek" ucapnya sambil terkekeh, tania menyibak selimut itu lalu menarik tomi supaya duduk. "Ayo anterin gue ke kampus" pinta tania tanpa ragu.


...----------------...


"Ambilin fufu di rumah mamah ya" ucap tania setelah turun dari motor sport tomi, setelah itu. Tania meraih tangan kanan tomi dan mencium nya, walaupun mereka menikah karena terpaksa bagi tania sekarang tomi adalah suaminya.


"Ribet, pulang kampus aja gue jemput lo. Baru abis itu ke rumah mamah" jelas tomi singkat ia menutup visor helm nya dan bergegas melesat pergi dari kampus tania tanpa menunggu tania menjawab penjelasannya itu.


"Yeahh ketemu fufu" gumam tania senang.


"TANIAAAAA, MISS U" Teriak seseorang dari belakang membuat tania menoleh ke belakang menatap sahabatnya yang berlari ke arah dirinya.


Seakan ucapan tania barusan itu membuat gadis yang tadi berlari kini berhenti, magic.


Tania berjalan menghampiri Alika lalu mengandeng gadis itu untuk ke kelas bersama namun tiba tiba ada motor sport yang melaju cepat membuat ke dua gadis itu spontan memiringkan badan nya ke samping, jika tidak. Sudah pasti mereka akan keserempet motor itu.


"Lo ka------eumphhhh" Baru saja tania ingin marah mulutnya sudah lebih dahulu di tutup dengan tangan Alika membuat dirinya sulit berbicara.


"Udah, lo kaya enggak tau bara aja" ucapnya berbisik, Albara Fernando ia adalah senior tania yang terbilang cukup galak, karena dia salah satu tangan kanan dari ketua geng beatless yang sangat terkenal di jakarta.


"Apa?! mau marah?" tanya bara menghampiri mereka, tania yang di hampiri langsung menatap sengit mata bara. Tidak perduli, sejahat apapun dia, sama sama makan nasi kok kenapa takut?


"Nia ayo" bisik Alika lalu menarik tania, bukan nya berhasil tangan Alika yang berada di mulut tania kini sudah terlepas.


"Dasar manusia sombong! baru jadi tangan kanan ketua geng aja belagu lo. Sampah" ucapnya lantang, Alika rasa tania sudah kelewat batas berani.


Bara tersenyum miring, baru kali ini ia melihat cewe seperti yang di depannya. "Lo cewe sih, kalo cowo udah gue habisin!" ucap bara, tania takut? tidak, tania malah menantang dengan wajah menyeleneh

__ADS_1


"Uuuu atut banget lhooo" ejek tania, rahang bara mengeras ia mengeratkan jemarinya urat urat di wajah nya terlihat jelas, kini mereka berdua menjadi tontonan para mahasiswa/i lain nya ada yang mendukung tania ada juga yang mendukung bara dan menjelekkan tania dengan keberanian nya


Siap melayangkan pukulan ke perempuan itu namun pukulan bara meleset yang di gantikan dengan tangan nya di putar ke belakang, tania membisikkan sesuatu "Panggil ketua geng lo, enggak takut gue sama dia" bisik tania ia mendorong tubuh bara, karena tidak seimbang akhirnya bara tersungkur ke depan dengan wajah memarah karena malu. Harga dirinya terlihat rendah sekarang.


"Jangan kira gue cewe enggak bisa lawan lo" Final tania lalu ia segera melesat pergi dari lapangan itu, Namun selama berjalan di koridor tania seperti tidak asing dengan jaket yang bara gunakan, seperti nya ia pernah melihat jaket itu. Tetapi dimana?


...----------------...


"Nia, kiw gimana rasanya?" tanya alika penasaran sejak dosen menjelaskan dirinya sangat tidak fokus.


"Rasanya apa?" tanya tania bingung


"Itu, masa enggak ngerti" ucap alika malu malu


"Hah? ngomong yang jelas sih lik"


"Malam pertama lo" Tudep alika, tidak di respon. Alika cengengesan sendiri menatap tania.


"Enggak tau, belum rasain" ucap tania singkat dan ia harap di mengerti dengan alika


"Masa sih? bohong! Ayo rasanya gimana" tanya alika tambah penasaran


"Enak kali, gue enggak tau. Lo tanya sama yang udah pernah aja" ucap tania ia melirik salah satu perempuan dengan makeup menor di kursi belakang


"Tuh cabe belakang kan sering, tanya coba" ucap tania ia memiringkan kepalanya untuk menunjuk perempuan itu


Alika menoleh menatap perempuan yang sedang mengunakan lipstik padahal lipstik nya itu sudah tebal "Beda lah nia, dia mah udah sana sini masuk"


"Eh, enggak boleh gitu lo" ucap tania beristighfar dalam hati, emang bener sih. Mereka berdua tertawa pelan


"Yaudah jawab lah, gimana rasanya?" tanya alika mengulang


"Enggak tau alika, gue belum ngelakuin itu" ucap tania jujur, sahabat nya ini sangat kepo.


"Oh belum, kalo udah kasih tau ya. Kalo bisa live private aja gue penonton nya" ucap alika bercanda


...****************...

__ADS_1


...BERSAMBUNG....


__ADS_2