PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Masalalu?


__ADS_3

...Happy reading . . ....


Tania menelungkupkan kepalanya di antara kedua tangan.


"Lo enggak ke kantin?" tanya alika menatap sahabatnya itu sepertinya sedang banyak masalah.


"Males"


"Yaudah mau nitip aja?" tanya alika kembali mendapatkan gelengan kepala dari tania.


"Niaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak seseorang yang masuk ke kelas untung saja kelasnya sepi.


"Taniaaaaaaaaa~" teriak nya lagi membuat tania berdiri menatap tajam lelaki yang tadi teriak.


"Berisik!"


Alika mengodekan mata supaya lelaki itu tidak menganggu tania karena mood gadis ini sedang tidak baik baik saja, bagaimana tidak? ia datang ke kampus telat dengan baju yang kotor, di skors untuk membersihkan kamar mandi, belum lagi tania tadi di suruh untuk membuat makalah dengan tema 'Globalisasi' mudah cuma tugas itu harus di kumpulkan besok.


"Tania? mau nitip enggak nih?" tanya alika kembali dan tetap saja mendapatkan gelengan kepala dari tania


"Yaudah gue ke kantin dulu ya" ucap alika mendapatkan anggukan dari tania.


"Nia, numpang duduk ya" ucap lelaki itu, wawan nama nya ia langsung duduk di samping tania yang tadi di duduki oleh alika


Tania kembali ke posisi pertama lalu, "Nia? lo kenapa" tanya wawan


"Gapapa"


"Yaudah sini peluk!" ucap Wawan sambil merentangkan tangan nya, tania yang melihat melototkan matanya.


"Gila lo, bisa bisa gue di gampar sama alika" ucap tania.


"Aelah cuma peluk doang, biar lo enggak bete lagi secarakan di peluk sama cowo ganteng kaya gue" ucap wawan dengan pedenya membuat tania tertawa simpul


"Sumpah wan, geli banget gue dengernya" ucap tania jujur.


"Nah begitu dong, senyum. Kan makin cantik"


"Wan, cukup deh gue kaya jadi selingkuhan sahabat gue sendiri ini" ucap tania


Wawan tertawa renyah sambil menatap tania "Gapapa, alika mah enggak cemburuan"


"Hah? Lo tau?" tanya tania sambil menutup mulutnya terkejut


"Biasa aja deh respon nya" ucap wawan santai


"Kalo lo tau kenapa lo bikin Alika nunggu?, Lo enggak kasian ngeliat alika yang udah mati matian ngejar lo?" jelas tania


"Nanti deh, gue pikir pikir lagi" ucap wawan ia menyandarkan punggungnya di kursi dengan wajah tengil


Tania memukul paha wawan "Awas lo sakitin dia, gue gebukin" ucap tania serius


"Iya iya enggak"


"Janji ya lo sama gue" ucap tania penuh celidik.


"Iya ja-------"


"Nia, ada batagor di depan. Gue malu keluar nya temenin kek" ucap alika memotong perkataan wawan.

__ADS_1


"Lo masih pakai baju, ngapain malu?" ujar tania


"Iya sih, ya intinya malu. Ayo temenin" ucap alika menarik tangan tania.


"Wawan aja tuh, gue males keluar lik. Lo enggak liat baju gue kotor begini?" tolak tania, ia langsung menepis lembut tarikan Alika lalu mendorong wawan membuat sang empu nya badan terkejut


"Ihhh, niaaa" pekik alika malu namun itu membuat Wawan merasa gemas melihat gadis di depan nya itu.


"Yaudah ayo sama gue aja" ucap wawan segera berdiri lalu berjalan terlebih dahulu sebelum itu ia berterimakasih dengan tania


"Cinta banget lo Lik sama dia" gumam tania menatap punggung Alika yang menghilang di balik pintu


melihat itu malah membuat tania sedih, ia juga mau seperti alika bersama dengan orang yang ia cintai bukan nya seperti ini dibingungkan dengan perjodohan.


Tidak mau di pusingkan tania memiliki untuk menghabiskan waktu istirahat nya dengan tertidur namun baru saja menutup mata pengganggu datang lagi. "Nia, gue bawain lo bubur nih. Makan dulu nanti sakit" ucap lelaki itu sambil menyodorkan semangkuk bubur kemudian ia duduk di bangku kosong samping tania


"Gue enggak laper ham" ucap tania singkat.


"Tapi daritadi lo belum makan tania, lo mau maag lo kambuh?" ucap lelaki itu tulus, sebab sahabat nya ini sangat keras kepala jika tidak di paksa gadis ini tidak akan makan hingga besok padahal dirinya tau bahwa ia mempunyai maag akut.


"Biarin aja sih, gue juga enggak lagi nafsu makan" ujar tania


"Mau gue suapin aja?" tanya lelaki itu yang langsung mendapatkan gelengan keras dari tania


"Gue bisa sendiri" ucap tania lalu meraih mangkuk bubur dan ia memakan bubur itu walaupun mulut nya tidak menerima dan seakan ingin memuntahkan isinya itu karena menghargai pemberian dari lelaki yang berstatus mantan nya itu bernama Ilham, tania memaksa bubur itu supaya masuk ke lambung nya.


Ilham tersenyum simpul lalu mengikat rambut tania yang tergerai supaya tidak menganggu makan nya.


"Eh?"


"Di abisin ya" ucap ilham dengan lembut sesekali ia mengusap rambut tania.


Bener bener tidak aman, ia di beginikan saja sudah terbang jauh.


"Ham, udah nih" ucap tania sambil memberikan mangkuk bubur yang sudah kosong


"Nah pinter, gue mau pulangin nih piring dulu ya. Lo jangan bete bete lagi"


Tania menganggukkan kepalanya ia mengigit dalam bibir bawahnya menahan salting setelah kepergian ilham tania menghembuskan nafas lega rasanya saat dekat dengan ilham jantung nya itu nakal.


"Kenapa lo masih perhatian sama gue?" gumam tania berfikir


......✂️✂️✂️......


"Assalamualaikum"


Dengan wajah lesu tania masuk ke dalam rumah.


"Kak niaaaaa" pekik gadis itu girang karena sejak tadi ia sudah menunggu kakak sepupu nya itu pulang.


"Araaaa???" pekik tania tak kalah heboh lalu memeluk tubuh Ara dengan erat.


"Kamu udah gede aja, padahal dulu masih kakak gendong gendong" ucap tania mengingat dulu.


"Iyalah, kan di kasih makan sama bunda"


Tania tersenyum lebar, betul juga jawaban nya sih.


"Yaudah kamu mau tidur di kamar mana?"

__ADS_1


"Jelas kamar kakak dong, hehe" ucap ara semangat


"Ayo" Tania langsung merangkul Ara menuju kamarnya


"Kak nia tau enggak s----"


"Enggak tau, kan belum di kasih tau" potong tania membuat Ara mengerutu kesal, kini mereka sudah berada di kamar


"Ihh Ara belum selesai ngomong!!" ucap ara kesal


"Yaudah kenapa?"


"eumm ARA TINGGAL DISINI, HOREE HAPPY ENGGAK?" Teriak ara membuat tania menutup kedua daun telinganya


"Sekolah disini dong?"


"Yappp pinter banget anak nya papa wisnu" ucap ara


Tania menggelengkan kepala nya sambil terkekeh menatap sang adik.


"Mau mandi dulu lah kak" ucap ara menuju kamar mandi dengan membawa baju salin


Tania kini merebahkan dirinya pikiran nya ternyata masih di pusingkan dengan perjodohan itu.


"*sial...sial nya ku bertemuu dengan cinta semuuuu uuuu~


tertipu tutur dan caramuu~


seolah cintaikuuuu , puas kau cur*----"


"Pamali ra nyanyi di kamar mandi" ucapan tania memotong Ara yang sedang nyanyi.


"Sebel, padahal kak nia juga sering nyanyi di kamar mandi juga kan!" Teriak ara tidak mau kalah


"Di kasih tau itu denger deh cil" teriak tania tak kalah sewot


"Sirik aja nih"


"Udah deh mending mandi!"


...✓✓✓...


......BERSAMBUNG......


......FOLLOW, FEEDBACK NYA DUNG. SHARE CERITA INI.......



..."Gue sebenernya peka, cuma gue mau lihat seberapa lama lo kejar gue"...



..."Feedback nya dong kak, capek nih ngejar terus dari semester satu sekarang udah semester empat"...



..."Rasanya masih sama, tapi luka kamu pasti belum sembuh"...


__ADS_1


..."Apapun masalah nya, turu solusinya. Jangan lupa menyerah jangan semangat, ngapain?"...


__ADS_2