
...HAPPY READING...
...---...
"Duluan aja" ucap wawan menyuruh ilham dan alika untuk terlebih dahulu masuk.
Melihat Ilham sudah menghilang di balik gerbang, Wawan menarik tangan tania ke arah tempat yang lumayan sepi.
Tomi yang melihat dari kejauhan langsung keluar dari mobil dan berlari mengejar lelaki yang membawa istrinya itu.
"Weh anjing, bini gue" ucap tomi menepuk bahu wawan lalu menepis kasar tangan wawan yang berada di tangan tania
"Kamu di apa'in?" tanya tomi khawatir sambil memeriksa tubuh istrinya, tidak ada luka. Pakaian nya juga masih utuh
"Enggak di apa apa in mas" ucap tania sambil tersenyum dan mencekal keringat yang menetes dari kening suaminya
Setelah itu atensi Tomi beralih ke wawan "Mau kurang ajar sama bini gue?"
"Aelah gue cuma mau ngomong aja"
"Banjingan, engga harus di tempat sepi begini!" tangan tomi sudah terkepal kuat, rasanya sudah mau pukul in bocah tengil ini.
"Mas, udah ah wawan ga apa apa in aku kok" ucap tania mengelus punggung suaminya pelan
"Kamu belain dia?" ucap tomi
"E-enggak, aku ga belain siapa siapa" ucapnya
"Yaudah ngomong disini aja" ucap tomi
"Ini rahasia"
"Anjing, lo ngajakin ribut beneran?!" ucap tomi dingin ia sudah bersiap ingin menampol lelaki itu
"Mas? udah"
Bener-bener definisi kesabaran nya setipis tisu di bagi seratus, sangat tipis!
...---...
"JAY? INI LO?" Pekik lelaki itu ketika melihat tomi yang baru saja masuk kedalam rumah alika, terkejut dengan teriakan itu tomi memperhatikan wajah lelaki itu dengan seksama
"Hah?"
"Lo lupa sama gue?" tanya nya dengan nada sendu
"Jujur, iya"
Setelah berkata seperti itu tomi menghampiri tania yang sudah duduk di sofa saat wawan ingin duduk di sebelah tania buru buru tomi mendaratkan bokong nya di sebelah tania.
"GUE SEFTIAN, JAY. TIAN GUE TIAN"
"Berisik bang" ucap alika sambil membawa napan berisi enam jus mangga.
__ADS_1
"Tian siapa sih?"
"Lo beneran lupa?"
Tomi mengangguk tanpa bersalah, lalu mengambil gelas dan memberikan kepada tania "Minum"
"Ga haus"
"Minum sayang, aku mau liat kamu minum ini" ucap tomi dengan nada memohon
Tania mengerutkan keningnya heran, kenapa tomi tiba tiba memohon seperti ini? "Kalo kamu yang haus, kamu minum aja" ucap tania
"Tan, aku pengen liat kamu minum jus ini" ucapnya dengan wajah memelas.
Tania menerima sodoran gelas itu lalu meminum sedikit jus yang berada di gelas tersebut.
"Nah Alhamdulillah" ucap tomi ia menaruh gelasnya lalu dengan telaten membersihkan noda jus yang mengotori pinggir bibir istrinya itu
"Jay"
"Hm?" Tomi hanya berdehem tanpa menoleh
"Ga bareng kaluna?"
Deg!
Tomi langsung menatap wajah lelaki itu "Kok kenal luna?"
"Gue tian, amnesia nih gue rasa"
Dirasa cukup lalu Tomi melepaskan pelukan nya ia menoleh ke belakang menatap tania yang sedang menatap nya dengan tatapan bingung.
"Tania, dia istri gue, lagi hamil anak gue" ucap tomi melemparkan senyuman manis ke arah sang istri yang sudah menundukkan pandangan nya
"H-hah? ini mah double lo ngedahuluin gue." ucap seftian terdengar sendu
Tomi tertawa pelan, ia kemudian mendekatkan dirinya ke tubuh seftian "Jangan bahas luna" bisik tomi dengan nada memerintah.
seftian menganggukkan kepalanya "Sorry ya?"
Tomi mundur beberapa langkah lalu mengangguk dan kemudian langsung duduk ke tempat semula.
"Aku engga hamil, mas" bisik tania ketika Tomi sudah berada di sebelah nya, bisikan yang sangat pelan.
......***......
"Kalian bermalam disini aja ya" ucap alika memohon menatapi teman teman nya.
"Gue mau pulang" ucap wawan
"Ih engga asik lo" ucap alika dengan sinis
"Ayo, ya ya ya. Rumah sepi engga ada bunda masa kalian ga mau nginap disini sih?" tutur alika memelas
__ADS_1
Tania menatap jengkel ke arah tomi yang sedang sibuk dengan ponsel nya itu "Ya, gue nginap sini. Yakan mas?" tanya tania membuat tomi merasa di pojokan saat ini bagaimana tidak atensi semua orang menatap ke arah dirinya.
"Pulang aja ya?"
"GA ASIK, TOMI SAMA WAWAN GA ASIK!!" pekik alika kecewa
"Sana pulang, aku mau nginap disini"
Tomi tertegun dengan ucapan tania, ia melirik alika lalu mengangguk setuju bahwa dirinya akan bermalam disini, tidak buruk. Setidaknya malam ini dirinya dapat tidur satu atap dengan sang istri walaupun nanti dirinya tau tania akan tidur bersama alika.
Seftian yang tadi hanya menyimak kini buka suara "Lik, lo bersihin kamar buat yang cowok sama buat pasangan muda itu" ucap seftian sambil menunjuk nunjuk tomi dan juga tania
"Ihh ga usah repot-repot kak, biar gue tidur bareng sama alika aja. Jadi alika ga usah repot bersihin kamar nya" jelas tania mendapatkan tatapan tidak setuju dari tomi.
"Apa?" tanya tania tidak dengan nada biasanya, Tomi menghembuskan nafas pelan kemudian menggelengkan kepalanya
"Aku tidur di sofa aja" ucapnya dengan nada pasrah
tania mengambil tas nya kemudian berjalan melewati tomi sebelum pergi ia membuka suara "Tidur sama handphone aja" ujar tania terdengar menyindir
Ke empat orang itu sudah pada memasuki kamarnya sendiri menyisakan tomi dan seftian yang sedang duduk di halaman depan rumah sambil mengisap benda panjang itu.
"Betah lo tinggal di Amerika?" tanya tomi tanpa menatap seftian
"Ga sih, biasa aja. Gue cuma selesain kuliah doang eh malah kerja di sono, itung itung bonus" jelas seftian sambil terkekeh mengingat kenangan kenangan saat berada di amerika
"Lo menetap disini?" tanya tomi kini atensi nya fokus menatap seftian
Seftian mengangguk ia mengabulkan asap rokok ke udara kemudian menjawab pertanyaan tomi "Iya, gue mau jaga bunda sama lika sekarang" ucap seftian tenang namun penuh kepiluan
Tomi tersenyum lalu menepuk bahu cowok yang usia nya tidak jauh beda dengan dirinya "Gue tau ini berat, tapi gue yakin lo bisa yan. Semangat terus buat mereka, cuma lo yang mereka punya sekarang" ucap tomi tulus "Sorry gue ga ada disaat lo butuh gue." ucap tomi penuh penyesalan
"Udah lewat Jay, gapapa kok"
Jujur tomi sangat merasa bersalah karena di saat vandra ( ayah nya seftian ) kecelakaan dirinya tidak membantu padahal vandra saat itu menelpon tomi 10 kali, tidak terjawab. Sungguh Tomi tidak tahu jika ini akan berakibat fatal yang membuat vandra harus meninggal karena telat di bawa ke rumah sakit, ini salah dirinya.
"Oi, kenapa ngelamun?" tanya seftian yang sudah berdiri di hadapan tomi
tomi tersadar dari lamunan nya ia mematikan rokok nya lalu menggelengkan kepala "Lagi mikirin tania" kelak tomi
"Udah mulai bucin, tenang aja jay. Istri lo aman sama adek gue"
Tomi menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis lalu ia berdiri dan berjalan menuju kedalam rumah seftian
"Lo tidur dimana? kamar gue aja" ucap seftian mendapatkan gelengan dari Tomi
"Gue di sofa aja"
"Soalnya istri gue kalo malam suka minum, biar ga takut jadi kalo dia turun dia bisa liat gue tidur di sofa"
...***...
__ADS_1
...B - E - R - S - A - M - B - U - N - G ...
...tinggalin jejak tinggalin jejakkk ...