
...HAPPY READING...
...BUT SEBELUM BACA JANGAN LUPA KLIK LOVE YAA JADIIN CERITA INI CERITA FAV DI KALIAN....
...----------------...
"Perkenalkan nama saya Tomi Ergio Sanjaya, selaku anak dari direktur Alexander Tio Wijaya. Disini saya Menganti ayah menjadi ya gitu, Semoga bisa berkerjasama dengan baik. Terimakasih" Ucap Tomi dengan nada bicara formal, dirinya sekarang terada di kantor sang ayah dengan menggunakan pakaian yang formal menambah kesan ketampanan dari sosok tomi.
Para karyawati yang melihat penampilan tomi menjerit tertahan.
"Cakep bangetttt, bakalan betah kalo punya bos secakep ini mah"
"Pak alex kok enggak pernah bilang ya punya anak ganteng, keren bangett"
"Bismillah jodoh saya"
"Dih? jodoh saya itu"
"Emang belum beristri ya?"
"Cincin nikah nya aja enggak ada di jari dia"
Ya begitulah kira kira bisikan karyawati dengan tatapan mempesona menatap tomi, memang untung saat ini tomi tidak memakai cincin pernikahan nya dengan tania. Tomi masih belum mau pernikahan nya di ketahui semua orang, agak jahat tetapi dirinya sangat muak dengan perempuan!
Di samping Tomi sudah ada sosok perempuan cantik dan sexy sambil tersenyum lebar menatap semua nya. "Oke, perkenalkan saya Veliana Fathezwa kalian bisa panggil saya velia, disini saya sebagai sekertaris pak Tomi mengantikan pak farman. Senang bisa bertemu kalian dan menjalankan kerjasama" ucap velia di akhiri dengan senyuman manis nya.
"Gilaaa, manis banget senyumnyaaa"
"Semok juga"
"uuuuuuuuu"
"Oke, segini saja perkenalan nya. Silakan kembali ke tempat masing masing" Ujar tomi datar.
Setelah semua nya berhamburan menuju kubikel nya kini tomi dan velia saling tatap tatapan. "Pak tomi, dimana ruangan saya?" tanya velia mendapatkan gelengan dari tomi, ahh padahal dirinya hanya ingin memulai topik.
"Kalo ruangan bapak ada di ma---"
Sebelum selesai velia bicara tomi terlebih dahulu berjalan menuju ruangan nya.
__ADS_1
"Cuek banget" Setelah mengucapkan itu velia segera menuju ruangan nya dengan hati dongkol.
...***...
"Permisi mba, saya mau tanya tomi nya ada?" tanya gadis yang baru saja pulang kampus karena sang suami menyuruh nya untuk ke kantor, entah kantor siapa. Apakah karena tomi ingin membuka hati dan tomi ingin menafkahi dirinya.
"Pak tomi? sebentar ya mba. Sebelum nya sudah punya janji dengan beliau?" tanya wanita itu ramah, tania mengerutkan keningnya mendengarkan wanita itu menyebut nama tomi dengan embel embel 'Pak' kelihatan bahwa tomi orang penting di perusahan ini.
"Udah, tadi tomi suruh saya kesini" ujar tania, wanita itu menganggukkan kepalanya dengan senyuman.
"Nama nya siapa ya kalo boleh tau?" tanya wanita itu lagi membuat tania kesal, memangnya Tomi ini siapa sih? kenapa ribet sekali.
"Tania, ruangan tomi dimana ya mba?" tanya tania tidak sabaran ia mengetukkan jari telunjuknya di meja resepsionis, lama sekali.
"Halo, selamat sore pak. Ada yang ingin bertemu dengan bapak, tania nama nya" Ucap resepsionis itu setelah beberapa kali panggilan tidak terjawab akhirnya kini panggilan itu terjawab
Mendengar jawaban dari lawan bicaranya di telepon mempersetujui, resepsionis itu langsung memberi kode kepada tania dengan senyuman "Baik pak, akan saya antar ke ruangan bapak"
Tut..
"Baiklah, mari ikuti saya" ujar nya, mendapatkan anggukkan dari tania. Wanita itu berjalan terlebih dahulu menjadi pemanduan menuju ruangan tomi tania menaiki lift dan berhenti di lantai 5 segeralah berjalan lurus sedikit lalu setelah itu berbelok ke kiri.
Tok tok.
Setelah wanita itu pergi dari dalam ruangan tomi, tania menyapu setiap sudut ruangan dan menatap tomi dengan tatapan heran menghampiri tomi yang duduk santai.
"Kok? lo jadi apaan Cok?" tanya tania bingung
"Coba tebak gue jadi apa?" kini malah tomi yang bertanya.
"Jadi monyet kali" jawab tania kesal ia membuang wajahnya ke arah lain.
Tomi memutar bola mata malas ia berdiri sedikit merapihkan jas nya lalu menghampiri tania "Suami lo udah ganteng begini di bilang monyet?"
"Lagian lo nya sih di tanya malah nanya balik!" seru tania sambil mengerucutkan bibirnya sebel.
"Nanti gue ceritain di rumah ya, kemarin malam mau cerita tapi lo keburu mangap" ujar tomi mengingat bagaimana wajah tania yang tertidur dengan mulut sedikit terbuka, lucu. Ya kini mereka sudah tidur satu kamar dan satu ranjang tanpa guling penghalang nya lagi.
"Ihh anj*ing lo" marah tania memukul dada tomi ah ia rasa dirinya saat ini ingin tenggelam di laut saja! memalukan.
"Gue enggak nyangka aja ternyata lo kalo tidur begitu" ucapnya lagi gencar menggoda tania.
__ADS_1
"Bisa diem enggak sihh!!! gue gigit lo" ujar tania dengan nafas menggebu-gebu dirinya sangat malu saat ini tapi kenapa lelaki di depan nya ini seperti tidak melihat wajah tania yang memerah menahan malu.
"Yaudah sih gitu aja marah, cepet tua lho nanti"
"Anj*ing malah ngatain tua!"
Tahan, tahan! tania harus tahan bisa bisa dirinya kena serangan jantung karena cowo ini. "Tadi kesini naik apa?" tanya tomi mengalihkan pembicaraan.
"Gak tau!"
"Enggak sama fufu?" tanya nya lagi
"DI BILANG ENGGAK TAU YA ENGGAK TAU, MONYET LO!!"
Tuh kan apa gue bilang! cewe itu ribet, tapi kali ini ribet nya itu membuat tomi candu beda dari yang lain, tanda kutip sangat berbeda!
"Nyesel gue suruh lo kesini"
"Yaudah gue balik!"
"Jangan!!" tomi menahan tangan tania padahal tania hanya menggertak saja.
"Katanya nyes---"
Cup
Cup
Cup
Tomi mengecup bibir tania berkali kali, ****! tomi mulai candu sama benda kenyal berwarna merah muda itu!
Tania masih mematung dengan detak jantung berdebar kencang, doanya saat ini semoga Tomi tidak mendengar suara detak jantung nya bisa bisa cowo itu bakalan kegeeran
"BILANG DULU KALO MAU CIUM!"
...- BERSAMBUNG -...
..."Lihat saja seberapa jauh dirimu bersikap dingin dengan saya, sedangkan kita akan bertemu dengan waktu yang lama"...
__ADS_1
^^^Ayo jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa..^^^