PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Bulol


__ADS_3

...HAPPY READING...


...TYPO BERTAMASYA DI SINI YAKK...


...MAKASI YANG UDA MAU MAMPIR KE CERITA AKU YAA JANGAN LUPA LIKEE....


...----------------...


"Gimana perkembangan nya?" tanya rika sekarang Rika sedang berkunjung ke rumah tomi tadi selepas tomi pulang kantor bersama tania ia di kejutkan dengan kedua orang tua nya yang sedang menunggu kepulangan dirinya di depan rumah.


Tania tersenyum kikuk menatap rika "Alhamdulillah Bun, sejauh ini baik baik aja" ucapnya


"Syukur deh, kalo tomi kasar bilang bunda aja ya. Biar nanti bunda hukum" ucap rika yang langsung mendapat anggukan kepala dari tania.


"Sekarang gimana nih kapan kalian kasih cucu buat kita" ucapan alex sambil melirik tomi


"Sesiap nya kita yah" kini Tomi yang angkat bicara.


"Kalo tania siapnya kapan?" tanya rika menatap tania dalam dalam.


"Tania masih kuliah Bun" Ujar tania sambil menunduk takut kata katanya menyinggung perasaan mertuanya itu.


Melihat tangan Rika menggenggam hangat tangan tania membuat tania langsung mendongakkan kepala menatap mata sang bunda "Gapapa, tapi kalian udah ngelakuin itu belum?"


Ah!! tania malu sekarang, dirinya kembali menundukan kepala sambil menggeleng yang artinya dirinya dan tomi belum melakukan hal itu


"Gapapa, bunda tau pasti kamu belum mau kehilangan harta berharga dalam diri kamu. Gapapa sayang, bunda tunggu tapi jangan lama lama. Bunda mau gendong cucu dari kalian" Jelas Rika panjang membuat hati tania tersentuh


"Iya, biar suami kamu ini sedikit di sibukan dengan anak nya biar enggak keluyuran terus kerjaan nya" ujar alex menatap tomi yang di tatap malah balik menatap sengit ke Alex.


"Ck! keluyuran apa sih, padahal tomi enggak sering keluyuran" Elak tomi ia memutar kedua bola mata nya jengah.


"Emang enggak sering, tapi sekali nya keluyuran enggak inget rumah" sindir bunda menatap tomi dengan ekor matanya


"Inget, kata siapa enggak inget?"


Tania hanya bisa tersenyum melihat interaksi antara tomi dengan orang tua nya.


"Kesel sama kalian" ujar tomi merajuk


"Udah gede ngambek" Lontar alex dengan terkekeh kecil


Sorot mata tomi tajam menatap alex "Diem yah!"


"Sudah sudah kenapa kalian malah berantem? kasihan tania nya di diemin gini dong" ujar sang bunda meleraikan pertikaian kecil dari anak dan ayah.


"Eh?" nama nya di sebut tania jadi kikuk sendiri


"Inget kata bunda ya, bunda mau gendong cucu dari kalian" ucap rika memperingati seolah itu harus selalu di inget


Harus bagaimana lagi? hasil menikah pasti ingin memberikan keturunan, tapi cinta sama cowo itu rasanya tania belum, belum yakin sama perasaan nya dan jantungnya yang selalu berdetak cepat bila bersama dengan tomi.


"Iya bunda, nia enggak bakal lupa" ucap tania kikuk


"Yaudah kami pulang dulu, tomi jaga tania. Jangan kasar" ujar bunda kini memperingati tomi


"Iya"


...----------------...

__ADS_1


"Lo belum ada rasa sama gue kan?" tanya tania sekarang mereka sudah berada di kamar sehabis membersihkan diri tania langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dengan kedua tangan ia lipat kebelakang untuk bantalan kepalanya


"Belum, kenapa?" jawab tomi yang begitu santai


"Mau bikin dede bayi" ujar tania spontan lalu mengelus perutnya yang masih datar "Lucu deh kalo ada bayi disini" lanjutnya sambil menatap tomi yang sedang berdiri di depan lemari pakaian


Terkejut dengan perkataan tania, tomi langsung duduk di pinggir ranjang melupakan kegiatan nya yang tadi ingin mandi "Lo yang ngajak? stress deh lo kaya nya" ujarnya sambil tertawa renyah.


Memang salah? kalo salah dimana letak salah nya? Tania menatap tomi yang sedang ketawa dengan penuh amarah belum saja mengeluarkan kata kata mutiara kini tania tercengang mendengar ucapan tomi.


"Lo sering ngajak cowo lain begini juga pasti?"


Tuh, dengan dada naik turun, ia langsung menyempurnakan duduk nya dan siap siap memukul dada bidang sang suami!


"Bre*ngsek lo pikir gue cewe murahan yang mau ditidurin sama banyak cowo! Gue ngajak lo karena lo itu suami gue!!!" Cerocos tania tangan nya terus memukul tubuh tomi bertubi tubi


"Sakit anj*ing" Pekik tomi kasar lalu mencengkeram pergelangan tangan tania.


"Mending lo tidur! Gue muak ngeliat lo terus" Setelah mengucapkan itu tomi langsung melesat masuk ke dalam kamar mandi.


"Tomi kenapa?" tanya tania pada dirinya sendiri, buru buru ia menarik selimut hingga leher untuk tertidur, tetapi tidak bisa.


Tidak lama suara pintu kamar mandi terbuka tania segara pura pura tertidur ia takut tomi akan kasar lagi dengan nya, dan ia takut jika tomi mengiyakan permintaan nya tadi 'bikin anak' bisa mati dirinya!!


"Tania, sorry gue kasar" ujar tomi lembut menyentuh bahu tania


"Nia, forgive me" Ujarnya begitu lembut, dirinya tadi sangat tidak bisa mengontrol emosi dan ingatan masa lalu yang sangat membekas di memori nya, tomi lupa bahwa ia sedang berusaha membuka hati untuk tania dan menjauhkan bayangan bayangan buruk di masa lalu


"Gue tau lo belum tidur, ayo bangun Nia kita bikin dede bayi" ujar tomi dengan ceria namun tetap saja tania tidak bergerak sedikit pun


"Nia, maafin gue. Tadi gue keinget dia, maaf maaf maaf seribu maaf deh" ujar tomi terdengar lucu di telinga tania, bahkan Tomi sampai mencium bahu tania berkali kali


"Kok gemes?" Ucap tania yang langsung membalikkan badan nya menatap tomi dengan jarak dekat lagi lagi jantung tania disco.


Cup


"Lo kalo mau cium itu bilang!"


"Oh, oke."


"Gue mau cium lo"


Cup


Cup


Cup


Cup


Cup


Tania memejamkan matanya kala bibir mereka saling bertemu hanya sekedar kecupan namun bisa membuat jantung tania berdetak kencang tanda kutip sangat kencang. Tania menetralkan jantungnya setelah itu mendorong bahu tomi untuk menjauh dari dirinya lalu tania duduk.


"Keinget dia siapa?" tanya tania, bohong jika saat ini tania tidak cemburu. Dirinya sedang menahan diri saja untuk tidak marah


Tomi tersenyum tipis lalu mendekati tania ia menaruh kepalanya di antara gundukkan kembar milik tania dengan tangan melingkar di perut tania dan kaki nya yang mengunci kaki tania.


"Jantung lo enggak santai banget detak nya" Ucap tomi santai namun di dalam hati ia sudah tertawa puas, tania mematung dengan tatapan lurus ke depan.

__ADS_1


"Lo udah mulai suka gue kan?" tanya tomi ia mendongak kepalanya lalu menoel dagu tania.


"E--enggak!" Jawab tania dengan gugup.


"Kalo suka bilang aja, kasian jantung lo." Goda tomi


"A---aapaansih, di bilang enggak ya enggak!" Ujar tania kesal "Cepet cerita dia itu siapa!!"


"Iya sayang, sebentar gue mau ngerangkai kalimatnya"


'Sayang' Kata yang keluar dari mulut tomi lagi lagi membuat jantung tania berdetak kencang, ah tania sepertinya akan gila jika begini! perasaan nya sangat aneh, dan sekarang pipi nya seperti udang rebus apa tomi seorang buaya darat? yang bisa berkata seperti itu ke setiap wanita.


Tomi tertawa kencang ketika mendengar detak jantung tania yang kembali berdetak tidak karuan "Haha, jantung lo lucu. Gue cabut ya" ujar tomi di akhir kalimatnya mendapatkan pelototan dari tania.


"Kalo lo cabut yang ada gue mati, bodoh!"


"Nanti gue pulangin lagi"


"Cepet kasih tau dia itu siapa!!" Ucap tania kesal karena tania rasa Tomi terus mengalihkan pembicaraan nya


"Mantan pacar gue yang buat gue trauma kenal cinta lagi" Ucap tomi mulai bercerita ia berusaha mengingat semua walaupun rasanya sakit "Gue udah kasih apa yang dia mau, mobil, rumah, bahkan gue selalu biayain kehidupan nya semua kehidupan nya gue yang tanggung, gue emang bodoh, goblok, tolol! dia malah tinggalin gue, dia tidur sama sahabat gue tania. Gue lihat semua penghianat itu saling bercumbu, gue benci dia. Gue benci perempuan!" Jelas tomi dengan mata yang sudah berkaca kaca, dirinya sangat mencintai perempuan itu namun kenyataannya cinta dia hanya dijadikan permainan, perempuan itu tidak tulus mencintai Tomi dia hanya menginginkan harta tomi.


"Gue bodoh banget ya, di manfaatin sama pacar sendiri enggak ngerti. Dia cuma butuh duit gue bukan diri gue"


"Nah itu lo ngerti!! kenapa enggak mikir begini pas dulu cewe itu morotin lo" Lontar tania memasang wajah garang menatap tomi dengan mata merah.


"Ngapain lo nangis! ****** itu enggak berhak lo tangisin bahkan sampai lo trauma, di dunia ini enggak semua perempuan sama kaya ****** itu tom, enggak! jangan sama ratakan perempuan sama kaya dia, enggak boleh!" Jelas tania sambil mengusap lembut kedua mata tomi


"Lagian kenapa bisa sih lo sama dia?" tanya tania


"Entah, dia cantik banget bagi gue. Awal ketemu sama dia aja seolah olah hati gue mau nya ke dia terus"


"Cantikkan gue apa dia?" tanya tania membandingkan dirinya sendiri


"Lebih cantikkan lo, nyesel gue ketemu lo nya belakangan" Lontar tomi terdengar tulus membuat tania salting


"Terus kenapa susah banget buat lo suka sama gue? di hati lo masih ada ****** itu kah?"


Tomi langsung duduk tegap, ia tersenyum miring "Lo udah mulai suka gue kan?" ucap tomi mengulang pertanyaan nya tadi.


"Dih enggak!" ucap tania tenang


"Kalo suka bilang tania, lo ikhlas gue di ambil orang?" tanya tomi menggoda tania


"Yang mau ngambil lo dari gue siapa? sini langkahin mayat gue dulu" lontar tania ia menggulung lengan nya menantang siapa saja yang mau mendekati suaminya harus menghadapi dirinya dahulu.


"Dasar"


"Udah ya, jangan kebayang bayang sama ****** itu lagi. Apalagi gue beda sama dia, gue enggak kaya gitu."


Tomi mengangguk lalu mengambil posisi untuk tidur diikutin tania yang juga mengambil posisi di dekat tomi dengan posisi berpelukan, dari dulu pelukan tomi sangat nyaman.


"Gue di angkat jadi direktur di perusahaan ayah, tadi sore itu kantor ayah" tomi memulai pembicaraan lagi sambil mengusap surai cokelat milik tania.


"Oh lo jadi bos, keren dong. Pantes tadi resepsionis nya manggil lo dengan embel-embel 'Pak' sedangkan gue tetep panggil lo nama" jelas tania mengingat kejadian tadi sore.


"Pak tomi"


"Iya ibu tania"

__ADS_1


Malam ini rasanya menjadi malam panjang untuk kedua sejoli itu yang sedang berbunga bunga hati nya, terutama tania.


...- BERSAMBUNG -...


__ADS_2