PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Masih zaman perjodohan?


__ADS_3

Baru saja ada sosok gadis yang keluar dari kelas dengan mengerutu.


"Nia, tungguin gue dong" Pekik gadis itu sambil mengejar sahabatnya.


"Huft .... huhh, Lo mah main ngacir aja" ucap gadis itu ketika langkahnya sudah sejajar dengan tania dengan nafas terengah-engah.


"Ck! Lo yang lama keluar nya" Omel tania menatap sahabatnya itu garang


Yang di tatap malah menyengir tanpa dosa "Sorry, gue nungguin wawan" ucap gadis itu.


"Udah gue duga! otak lo emang wawan terus, Nih lo bawa motor gue" ucap tania melemparkan kunci motor sport nya kepada sahabatnya itu.


"Hah? gue??? Taniaaaa lo pikun ya gue enggak bisa naik motor begituan" keluh gadis itu setelah menangkap kunci motor milik tania


"Bisain lik, lo enggak mau mati kan?" ucapan tania membuat gadis yang bernama Alika itu bingung.


"Yaudah cara nya gimana?" tanya alika pelan ia tidak mau mengundang kemarahan dari sahabatnya itu bisa bisa kena semprot dirinya


"Tinggal lo gas" final tania


...---...


"Pelan pelan anjirr!!" Pekik tania mencengkram bahu alika


"LOHH LOHH INI KENAPA ENGGAK BERHENTI NIAAA?" Alika yang panik karena motornya itu terus melaju cepat.


"Kunci, matiin motornya likaaa!"


Citttt


Saat Kunci motor off motor besar itu berhenti namun tidak sepenuhnya berhenti tapi bisa mengurangi kecepatan motor itu melaju, Alika menghembuskan nafas panjang.


Tapi..


BRUK!


Motor tania maju dengan kencang lalu mereka terjatuh untung saja motornya terjatuh dengan arah berlawanan, jika tidak? bisa jadi kaki nya ini akan tertindih oleh motor.


Tania bangun walaupun pantatnya sudah mencium aspal ia menghampiri sosok motor yang tadi menabraknya.


Tania menatap kesal ke cowo yang sedang menatap sangar ke dirinya, tidak perduli tatapan sang cowo itu tania memukul motor depan cowo itu.


"Punya otak enggak? motor berhenti lo tabrak!" Bentak tania, cowo itu hanya menatap tania tanpa mau merespon ucapan tania malah ia bersiap siap untuk melajukan motornya untung saja tania sergap ia langsung menarik jaket yang cowo itu kenakan membuat keseimbangan cowo itu hilang akhirnya cowo itu terjatuh.


"Rasain lo!"


Tania menjulurkan lidah nya meledek, di luar dugaan sang cowo berdiri menatap sinis ke arah tania.


"Lo yang salah harus nya minta maaf!" Ujar cowo itu lantang membuat siapa saja melihat ke arah mereka


"Kenapa harus gue?, jelas jelas lo yang nabrak motor gue" Ujar tania lebih lantang


"Motor lo yang menghalangi jalan, buta mata lo?"


"Lah lo yang buta! motor berhenti di tabrak"


"Berhenti tuh jangan di tengah jalan, enggak bisa bayar parkir ya?" ujar cowo itu sambil tertawa renyah lalu membangunkan motornya dan berjalan meninggalkan tania yang masih kesal dengan cowo itu.


"Nia sini" ujar alika mengayunkan tangannya di udara menyuruh tania untuk membangunkan motor beratnya itu dan untuk meninggalkan tempat ini karena sekarang mereka sedang menjadi tontonan seseorang.


Tania menghampiri Alika lalu membangunkan motornya "Apa lo liat liat?! bukan nya bantuin malah ngeliatin kaya anj**ing lo semua" Ucap tania sebelum akhirnya ia bener bener melesat pergi dari lokasi.


"Assalamualaikum tante" ucap alika ketika memasuki pekarangan rumah tania, sedangkan tania ia langsung melesat ke kamar tanpa merespon ucapan sang ibu.

__ADS_1


"Nia kenapa? Kok kelihatan nya lagi kaya banyak pikiran gitu?" tanya sang ibu terhadap alika


"Biasa tan, tadi di kampus ada masalah" ucap alika ia sengaja tidak menceritakan dirinya dan tania yang tadi terjatuh, bisa bisa tidak di bolehin mengendara lagi.


"Ya ampun"


"Yaudah tan, lika mau ke kamar tania dulu ya" ucap alika di angguki oleh sang Afifah ibu tania.


---


"B***ren***gsek! kalo bukan cewe udah gue ajakin bogem bogeman" Gerutu cowo itu saat masuk ke markasnya dengan wajah merah padam ia menuju ruang tamu.


"Kenapa lo?" tanya joshua menatap sahabatnya


"Tadi ketemu cewe enggak jelas!"


"Siapa sih dia tom?"


"Enggak kenal" ujar tomi ia mengeluarkan satu batang tembakau kering lalu ia selipkan di bibir nya kemudian ia nyalakan setelah nyala ia mengepulkan asapnya ke udara terus saja begitu hingga tidak sadar telah menghabiskan enam batang tembakau kering tersebut.


Setelah dirasa telah cukup bergegas untuk pulang karena sudah menuju pukul delapan malam, tidak butuh waktu lama tomi sudah sampai di perkarangan rumah orang tuanya



Tomi memarkirkan motornya di halaman lalu masuk kedalam rumah melihat rumah nya sepi tomi segera bergegas ke kamar nya.


Ia membersihkan dirinya setelah itu tomi melesat ke rooftop untuk bersantai dengan menyalakan satu batang rokok menikmati suasana di malam hari.


Tak lama ada sosok wanita paruh baya yang datang menghampiri tomi yang sedang duduk di sofa.


"Tomi, bunda mau tanya boleh?" tanya sang bunda membuat tomi menatap wanita itu


"Mau tanya apa?"


Tomi tertawa singkat "Bunda mah, kenapa tanya begitu sih?"


"Gapapa, bunda cuma mau lihat kamu tuh bawa perempuan kesini. Bunda kesepian kamu sering banget keluyuran enggak jelas" ucap Rika merajuk kepada putra nya


"Nanti ya Bun, Tomi belum ketemu yang cocok" ucap tomi asal, sebenernya ia malas berurusan dengan perempuan bagi nya perempuan itu ribet.


"Gimana kalo bunda jodohin kamu aja" ucap sang bunda membuat tomi tersedak asap rokok yang baru ia isap itu.


Uhukk uhukk...


"Hah? Maksud bunda?" tanya tomi yang sedang di duduk di rooftop rumah nya dengan kedua tangan terselip benda panjang menyala hingga mengeluarkan asap itu tersedak.


"Matiin dulu rokok nya" ujar sang ibunda, tomi langsung mematikan rokok nya


"Bunda mau jodohin aku?"


Sang bunda menganggukkan kepalanya membuat pria itu berdiri lalu menggelengkan kepala sebagai tolakan nya.


"Tomi bisa nikah sama perempuan yang Tomi cintai Bun"


"Mana perempuan itu? kapan kamu bawa ke bunda, mau tunggu bunda mati?" ujar sang bunda membuat tomi menghela nafas kasar.


"Ck! Nanti tomi bawa, tapi batalin perjodohan ini ya?" ucap tomi menegosiasi


"Enggak keputusan bunda dan ayah sudah bulat untuk menjodohkan kamu dengan anak rekan bisnis ayah, kamu harus setuju" suruh sang ibunda membuat tomi menghela nafas panjang "Dia cantik, baik, dan bunda yakin dia bisa bimbing kamu untuk jadi yang terbaik"


"Tetap saja! semua perempuan itu ribet" batin tomi


"Kamu bersedia kan?" tanya sang ibunda

__ADS_1


"Entah, mau tomi pikir pikir lagi" ujar sang anak lalu melesat dari rooftop meninggalkan sang bunda yang menatap penuh harap punggung lebar tomi.


Tomi langsung melesat ke kamar nya menghela nafas pelan


"Gue hidup di zaman apa sih? masih ada aja perjodohan!"


...---...


Tania sedang berada di ruang makan ia baru saja menyelesaikan makan malam bersama ke dua orang tuanya, jam lima tadi alika sudah pulang tadi perempuan itu berniat untuk menginap namun niatnya harus terundur karena ia harus pulang, ada masalah mendadak katanya


"Nia" panggil sang ibu memberhentikan atensi tania yang baru saja ingin meninggalkan ruang makan itu.


"Iya mah?"


"Mamah sama papah sudah bicarakan ini matang matang" ucap sang ibu membuat tania mengerutkan keningnya bingung menatap ke dua orang tuanya itu


"Bicarakan apa?"


"Mamah sama papah mau menjodohkan kamu" ucap Afifa tanpa beban


Tania terkejut dengan perkataan dari sang ibu apa apa an? zaman sekarang masih ada perjodohan?


"What!!! nikah? Nia bisa cari jodoh sendiri!!" Seru tania kesal sambil menatap wajah sang ibu


"Nia, tolong sekali ini aja nurut sama mamah!!"


"Nurut terus, capek!"


BRAK!!


Kini sang Papah yang memukul meja dengan kencang membuat tania terkejut menatap takut ke wajah sang papah yang sudah merah padam


"Papah tidak suka di bantah!" bentak sang papah membuat tania langsung meninggalkan kedua orang tuanya itu ke kamar membanting pintu kamar lalu menjatuhkan dirinya di ranjang.


"Gue enggak mau di jodohin!!" Teriak tania kencang dengan penuh emosi.


"Kalo cowo itu ternyata aki aki gimana? Gue gak mau nikah sama aki aki huaaaa!"


Membayangkan itu membuat tania mengidik ngeri bagaimana kalo yang ia pikirkan itu ternyata bener? HUAAAA AMIT AMIT DEH!.


"Mamah jahat banget sih? Gue masih belum mau nikah, gue masih mau kuliah huaaa gue mau nikmati masa muda gueeee!!!"


Ketukan pintu membuat tania terbangun dari duduknya dengan kaki menyilang, "Mamah masuk ya?" ujar sang ibu tidak di jawab oleh tania tak lama sosok paru bayah itu masuk dan menghampiri sang anak mengusap surai cokelat panjang milik tania


"Mau ya? Jangan buat mamah dan papah kecewa" ucap sang ibu membuat tania menoleh sambil cemberut


"Mah? Nia belum siap buat menikah!" Tania memohon kepada sang ibu supaya membantu dirinya buat bilang ke sang papah untuk membatalkan perjodohan konyol itu.


"Nia, kamu pasti seneng kalo lihat lelaki ini. Dia anak rekan bisnis papah, Anak nya Sholeh, baik, pinter dan ganteng. Pasti kamu suka, Nurut ya?" ucap sang ibu sambil tersenyum penuh goda kepada tania.


"Bukan kakek - kakek kan mah? Dia masih muda juga kan?" ucap tania pelan ia sangat takut jika lelaki yang di jodohkan dengan dirinya itu adalah pria tua.


"kamu daritadi mikir gitu? jelas lelaki ini seumuran dengan kamu"


Tania tetep saja menggelengkan kepalanya tidak setuju, bagaimana pun ia masih mau menikmati masa muda nya tanpa harus di pusingin dengan pernikahan bahkan dia juga masih belum ngerti tentang pernikahan ia tidak mau jika pernikahan nya suatu saat nanti akan berantakan karena tidak ada rasa cinta di antara dia dan sang calon suami.


...--- ...


BERSAMBUNG....


okeii ayo dong kasihh like nya yaa, dukungan kalian sangat berharga sekali untuk kuuu umumu, follow juga jangan lupa yaa.


see u gais.

__ADS_1


__ADS_2