
Tidak terasa pernikahan mereka telah berjalan selama satu bulan, dalam satu bulan ini tomi lebih banyak menghabiskan waktu nya dengan tania dan sifat tomi yang awalnya dingin bahkan sedikit kasar kini sudah berganti dengan tomi yang lembut, namun mereka masih sama sama tidak mengutarakan perasaannya masing-masing.
"Naik fufu?" tanya tomi melihat motor sport berwarna biru itu terparkir di halaman nya.
"Ya dong, gue mau selingkuh sama fufu dulu ya" ucap tania dengan mimik muka di buat buat
"Pelan pelan, jalan licin" peringat tomi, tadi malam hujan mengguyur yang sudah jelas pagi ini pasti jalan basah dan sangat licin.
Tania berdiri tegak sembari hormat "Siap pak" ucap nya dengan nada bicara lantang setelah itu ngacir menuju motornya namun langkah kaki nya berhenti ketika suara tomi kembali terdengar di telinga.
"Enggak cium tangan gue?"
Tania langsung memutar tubuhnya dan berjalan menghampiri tomi lalu mengambil tangan kanan nya mencium punggung tangan nya itu "Hehe lupa" ujarnya sambil nyengir kuda
Tomi mengacak-acak rambut tania kemudian menuntun tania untuk berjalan bersama hingga sampai di samping motor sport nya.
"Jangan lupa makan" ujar tomi mendapatkan anggukan dari tania yang sudah berada di atas motor bersiap untuk melajukan motornya.
Cup
Kali ini tomi mengecup pipi kiri tania "Hati hati, kalo udah sampe kampus kabarin gue" ucapnya
"Iya" tania buru buru memakai helmnya lalu melajukan motor nya itu, rasanya jantung dia bener bener tidak kuat jika tomi berlaku seperti itu.
......................
Baru saja tomi duduk di kursi notif di handphone nya berbunyi, buru buru dirinya membuka pesan yang di kirim oleh tania.
tomi tersenyum simpul lalu jari jari nya mengetik sesuatu di layar handphone nya, ia mengigit bibir bawahnya menahan tawa kepada tania, gadis ini sangat unik.
Setelah itu tomi menutup handphone nya lalu segera untuk bekerja, satu bulan telah berlalu dirinya merasakan bahwa tania sangat berpengaruh penting dalam hidupnya. Kehadiran tania dalam hidupnya membuat tomi bisa melupakan masalalu nya dan bisa berfikir bahwa perempuan tidak semua nya seperti itu, lebih mengejutkan nya lagi. Tomi kini mencintai tania dirinya hanya ragu untuk mengutarakan perasaan nya tanda kutip ya! bukan ragu tapi gengsi, selama ini jika di tanya tania selalu ngelak tidak menyukai dirinya. Membuat tomi juga ragu mengungkapkan perasaan nya
"Pulang ini, mau lo nolak atau enggak gue bakal bilang!"
Cklek!
Tomi menatap sinis kepada wanita yang main masuk ke ruangan nya tanpa mengetuk dahulu, bukan satu kali tapi ini berkali kali.
"Ketuk dulu emang enggak bisa?" Lontar tomi terdengar dingin
"Maaf pak" ucap velia ya wanita itu velia satu bulan ini diri nya gencar menggoda tomi.
"Pak, hari ini schedule bapak free" ucapnya membuat tomi senang.
"Kita jalan-jalan yuk" Ucap velia menghampiri tomi lalu memeluk Tomi dari belakang ia meletakan dagu nya di bahu tomi, velia mengelus dada bidang tomi.
"Ayo pak, kita habisin waktu berdua" ucap velia tanpa malu ia mulai mengecup leher tomi, terangsang jika tomi terus mematung begini dirinya pasti akan melakukan hal di luar dugaan, namun bukan itu. Tomi malah kembali mengingat bagaimana dirinya melihat sahabat dan juga mantan pacarnya sedang melakukan hubungan intim! Matanya kini memanas tapi dirinya tidak boleh menangis. Dirinya membutuhkan tania
Tomi berdiri dengan cepat mendorong kursi nya hingga membuat velia tersungkur kebelakang pantatnya menabrak dinding dan perutnya terkena kursi itu.
...***...
"Tania, ada yang mau ketemu sama lo" ucap salah satu senior nya yang tiba tiba masuk kebetulan sang dosen sedang pergi.
Senior perempuan itu menatap sinis ke arah tania membuat tania mengerut keningnya. "Siapa?" tanya nya
"Cowo, ada di saung" ucapnya sinis lalu melesat pergi meninggalkan tania, buru buru tania merapihkan buku nya setelah itu langsung menuju ke saung dekat dengan parkiran.
"Siapa ya?" tanya tania melihat cowo yang memunggungi dirinya, dari jas nya Tania kaya kenal.
Cowo itu membalikan tubuhnya lalu langsung terlihatlah cowo yang selama sebulan ini menemani hari harinya.
"Lo kenapa?" tanya tania menghampiri tomi yang sedikit lagi akan menangis, tania memeluk tubuh tomi kini bergetar di pelukan tania, wah siapa nih yang bikin laki gue nangis
__ADS_1
"Eh? duduk dulu" ujar tania membawa Tomi untuk duduk
"Ya Tuhan, mau minum dulu?"
Tomi menggeleng pandangan dia lurus dengan mata sendu, tania yakin pasti cowo ini sedang memikirkan hal yang seharusnya ia lupakan.
"Keinget dia?" tanya tania dengan hati hati, Tomi mengangguk singkat.
"Kok bisa keinget dia?" tanya nya lagi
Bukan nya menjawab tomi kini malah kembali menangis, sungguh lucu. Ketua geng, direktur utama bisa seperti bayi gini.
Tania langsung membawa tomi kedekapannya sesekali mengusap lengan keker nya itu "Cinta banget lo sama dia kaya nya deh" ujar tania pedih, ternyata rasanya begini ya mencintai seseorang yang belum lepas dari masa lalu nya
Tomi langsung menggeleng tegas di dalam pelukan tania "Enggak! Velia cium leher gue, gue takut lo liat terus lo ninggalin gue. Gue enggak mau lo pergi dari sisi gue tania, gue udah cinta sama lo"
Tania yang mendengar itu sedikit senang, namun emosi juga dengan velia yang beraninya mencium tomi sedangkan dirinya saja belum mencium bagian situ!!.
"Lo enggak bakal tinggalin gue kan?" tanya tomi dengan kepala mendongak dengan wajah memprihatinkan mata sembab, hidung merah.
"Tergantung, kalo gue bosen. Ya gue buang lo ke laut"
Tomi tertohok mendengar pertuturan dari tania, dirinya ingin kembali menangis tapi .
"Enggak sayang, gue bakal disini sama lo" ucapan tania membuat tomi tidak jadi menangis, bener bener seperti bayi yang menjelma menjadi ketua geng deh.
"Jadi lo cinta juga enggak sama gue?"
Tania mengangguk malu, tomi tersenyum seneng lalu menjauhkan tubuhnya dari tania ingin mencium bibir istrinya itu namun lebih dahulu tania langsung menahan bibir tomi "Di kampus ini, malu"
"Yaudah di rumah aja ya" ucap tomi polos
"Terserah lo"
"Dateng kesini cuma mau nangis, heran. Lo sebenernya ketua geng atau bayi sih?" tanya tania sedikit meledek
"Ketua geng" ucap tomi singkat sambil mengusap sisa air mata yang berada di pipi dengan kasar!!.
"Schedule gua hari ini free, mau nemenin lo ngampus aja"
...***...
"Mau makan atau sholat dulu?" tanya tomi yang sedang membantu tania merapihkan buku buku yang berantakan di atas meja.
"Makan" jawab tania dengan wajah polos.
"Sholat dulu, abis itu makan. Ayo" ajak tomi ketika meja itu sudah rapi dirinya berdiri.
"Tapi laper" ujar tania mendongakkan kepalanya sambil memonyongkan bibirnya
"Sholat enggak sampai satu jam, nanti abis sholat juga lo makan"
Tania mengangguk lesu, mereka menuju ke masjid kampus. Saat mereka keluar banyak yang menatap sinis ke tania mereka, tatapan iri lebih tepatnya.
Setelah selesai menunaikan ibadah nya tania dan tomi segera pergi ke kantin saat ke kantin pandangan para perempuan tertuju ke Tomi ada yang terang terangan mengejek tania ada juga yang terang terangan ingin bersanding dengan tomi.
Tomi ini sama seperti segerombolan bara datang ke kantin kampus semua wanita pada memekik kagum menatap nya.
"Bete"
Setelah mengucapkan itu tania langsung menjauhkan dirinya dari tomi menuju meja kosong, dia langsung duduk dengan wajah badmood nya.
"Mau makan apa?" tanya tomi lembut
"Terserah"
"Mau mie?"
__ADS_1
"Gue bilang terserah, ya terserah! budeg lo" ujar tania marah, seperti nya Tania sangat cemburu saat ini.
"Gue enggak tau lo pengen apa" ujar tomi dengan sangat lembut
"Mau itu" ujar tania menunjuk tempat makanan ringan, Tomi mengikuti arah yang Tania tunjuk
"Bakso?" tanya nya
"Iyalah pake nanya segala"
"Yaudah sebentar"
Tomi langsung menuju penjual bakso itu, baru kali ini diri nya bersedia di suruh dengan wanita bahkan sangat bersedia.
"Satu, jangan pedes" pesan tomi yang mengantri menatap jengah ke tomi.
"Gue duluan, nyelang aja lo" omel gadis itu
Tomi menaikan satu alisnya menatap gadis yang tadi berbicara seperti itu kepadanya. "Enggak perduli, perut cewe gue lebih penting" Ujar tomi dingin
Penjual itu lebih dahulu membuat pesanan tomi, daripada ada keributan. Setelah mengambil semangkuk bakso itu tomi memberikan selembar uang berwarna merah lalu mencari minum setelah dapat dirinya kembali ke meja tania dengan semangkuk bakso dan segelas teh dingin
"Cepet banget, padahal rame" ujar tania ketika makanan itu mendarat sempurna di meja nya
"Sepi" Tomi mulai menusukan satu bakso kecil itu dengan garpu lalu melayangkan ke udara.
"Buka mulut" instruksi tomi membuat tania malu ia menoleh ke kanan dan kiri sekarang dirinya sedang menjadi objek senior maupun junior dan seangkatannya. Banyak sekali tatapan yang sulit tania artikan
"Malu, gue makan sendiri aja" ujar tania ia ingin meraih garpu nya tapi langsung di larang oleh tomi
Tomi melirik kanan dan kiri dengan tatapan elang "Makan tuh makan aja! mata lo mau gue colok?" ucap tomi dengan meninggikan suaranya sontak semua yang menatap ke arah tania langsung fokus dengan makanan nya
"Aaaaaa"
Tania membuka mulutnya dengan cepat bakso itu berpindah ke mulut tania. "Enak enggak?"
Tania hanya bisa mengangguk saja karena mulutnya penuh dengan bakso, tomi salah dia langsung menyuapi nya dengan se bulat bakso tanpa di potong menjadi dua bagian.
Saat sedang asik menyuapi Tania, Tomi di kejutkan dengan tepukan di bahu nya saat menoleh ia melihat bara dengan wajah panik.
"Erwind serang markas, Baron ditusuk"
Degh.
Walaupun bara berbisik tania bisa mendengar apa yang bara katakan, tangan tomi mengepalkan ia segera berdiri.
"Breng*sek, ayo" ujar tomi lalu melesat begitu saja tanpa berpamitan dengan tania, mungkin sekarang tania sedang ditertawakan dengan seniornya.
"Nah kasian banget di tinggalin"
"Aduh aduh pasti sakit tuh"
"Muka pas pas an aja belaga cakep deketin cowo tadi"
"Iya kebanting padahal ya"
Rasanya tania mau membogem satu satu mulut seniornya itu tetapi dia lebih milih untuk mengejar suaminya tania khawatir akan keselamatan tomi.
"TOMI STOP" Teriak tania memekik di area parkiran saat melihat Tomi ingin masuk kedalam mobil buru buru tania berlari mengejar tomi dengan nafas terengah-engah dirinya sampai di depan tomi.
"Bahaya tom, jangan" mohon tania dengan nada bicara khawatir.
"Temen gue Tan, dia terluka. Gapapa gue bisa jaga diri" ucapnya sambil mengelus bahu tania lembut semoga tania mengijinkan nya
"Tap----"
"Bar, ayo"
__ADS_1
...- BERSAMBUNG -...
^^^Typo bertebaran kiww.^^^