PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Cubte?


__ADS_3

...HAPPY READING...


...SEBELUM BACAA JANGAN LUPAA FOLLOW DULU YAAA....


^^^Typo bertebaran^^^


...----------------...


"Kalo mau pulang telepon gue aja ya, gue mau ke markas dulu" ucap tomi, kini mereka sudah berada di depan kampus kencana global


"Iya, Nanti jangan pesenin gojek lagi" ujar tania cemberut.


"Enggak" ujar tomi terdengar lucu di telinga tania, buru buru ia meraih tangan tomi lalu mencium punggung tangan nya.


"Awas ya kalo sampai tukang ojek lagi yang dateng, gue ngambek!" ujar tania melipat tangan nya di dada


Tomi yang melihat itu gemas lalu mengacak acak rambut tania. "Masuk sana"


"Hm oke, hati hati ya."


Tomi mengangguk lalu menutup kaca visor nya dan melesat meninggalkan tania. Setelah melihat motor Tomi menghilang dari pandangan tania segera menuju kelasnya dengan senyum yang mengembang.


"Dor"


"Anjir"


"Hayoooo ceria banget hari ini" ucap ilham yang berdiri di belakang pintu bertujuan bila tania masuk ia bisa mengagetkan nya


"Kepo deh" ujar tania yang langsung mendapatkan toyoran dari Ilham


"Ck! mulai rahasia rahasia an" kesal ilham


"Bodoamat"


"TANIAAAA" Pekik seseorang dari belakang dan langsung memeluk tania dengan erat, sungguh Dirinya sulit bernafas karena pelukan mematikan itu.


"L-lepasin, gue enggak bisa nafas anj*ing"


Alik, ya gadis itu adalah alika. Langsung melepaskan pelukan nya lalu menarik tania untuk duduk di kursinya.


"Ada info apa nih bestie??

__ADS_1


Tania tersenyum simpul lalu menggenggam tangan alika kuat kuat, "Tomi mau coba buka hati buat gue" ujarnya pelan, yang boleh tau ini hanya dirinya, alika, dan Tuhan.


"Serius? mantap, lo juga mau buka hati enggak?" tanya alika berbisik


"Mau coba sih"


"HARUS!!!" Teriak alika membuat semua orang menatap ke arahnya termasuk ilham yang menghampiri meja mereka


"Apa nya yang harus tuhh?"


"Kepo lo" ujar kedua gadis itu bersamaan.


......................


"Berati besok udah tomi yang gantiin ayah?" tanya tomi malas, saat ini dirinya sedang berada di ruang tamu, pukul 12 siang tadi ayah nya menghubungi dirinya untuk ke kantor, tomi mengira ada sesuatu namun ternyata dirinya di suruh perkenalan diri karena sang ayah pensiun jadi ayah nya itu menjatuhkan jabatannya kepada tomi.


"Iya, jangan malas malas kamu kepala keluarga. Semua kamu yang pikul bahagiain istri kamu"


"Iya, tapi beneran langsung jadi direktur? kenapa enggak karyawan biasa dulu yah?" tanya tomi


"Ayah lebih percaya kamu" ucap sang ayah


"Sekertaris ayah yang sekarang resign, kemungkinan besok sudah ada pengganti nya." ucap ayah tomi hanya menganggukkan kepala nya.


Sedangkan disisi lain ada sosok gadis yang sedang bertengkar dengan seorang cowo.


"Enggak mau anj*ing, lo mau culik gue yaa!" selidik gadis itu sambil memeluk tubuhnya sendiri


"Lo balik sama gue" ucapnya


"Enggak mau!" Tolak tania mentah mentah, ya gadis itu tania ia sedang bertengkar dengan bara yang dari tadi memaksa nya untuk naik ke motor, tania takut cowo itu mau balas dendam karena kemarin ia memelintir tangan nya. "Suami gue, ketua geng juga. Kalo lo macem macem sama gue dia pasti bakal bunuh lo" ucap tania sedikit gugup.


"Enggak akan, karena gue tangan kanan suami lo. Tomi Ergio Sanjaya?" ucapan cowo yang bernama bara itu membuat tania menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Wahhh, nama suami gue tuh" ucap tania bangga lalu segera naik ke jok belakang bara, walaupun agak kesal tomi ingkar janji lagi.


Bara langsung melajukan motornya menuju markas, selama perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan. Keheningan melanda namun saat motor nya berhenti karena lampu merah, bara membuka suara.


"Jangan kecewa in tomi, dia punya trauma sama cewe" jelas bara terdengar memerintah.


"Insyaallah"

__ADS_1


"Lo istrinya bukan pacarnya jadi harus yakin" ucap bara tegas


Tania juga bingung, disisi lain ia belum mengerti trauma tomi dan disisi lain tania takut mengecewakan tomi. Kenapa sekarang dirinya seperti sedang disudutkan sihh!


Tin tinnn...


Tania menoleh kebelakang lalu menatap lampu merah yang sudah berubah warna ke hijau, tania memukul bahu lebar bara.


"Jalan bego"


...✂️✂️✂️...


"Gue cubte lo semua" ucap tania cengengesan dirinya sudah menyilang kan tangan nya di dada.


"Anjir"


Mereka menatap tania dengan tatapan menggemaskan karena bagi nya tania saat ini seperti bocah kecil


"Tete lo mau gue cubit juga?" tanya tania kepada bara yang terduduk diam di kursi.


"Gimana kalo kita yang cubit punya lo" ucap bara santai


"GUE BILANG SAMA TOMI, LO SEMUA" Teriak tania menggelegar di semua penjuru.


"Ada apa? bawa bawa nama gue" suara berat itu membuat tania menoleh kebelakang menatap cowo yang sedari tadi ia tunggu-tunggu akhirnya datang, tania berlari kecil lalu memeluk tubuh tomi dengan erat.


"Tomiii"


Tomi mengusap punggung tania secara pelahan. "Hm?"


"Kenny, bara, Joshua, kurnia mereka mau cubte gue" adu tania mendapatkan pelototan dari nama yang Tania sebut.


"Cubte?"


"Cubit tete, ihh gitu aja enggak tau" Ujar tania tanpa malu


"Ban*gsat! lo belum di cubte sama mereka kan?" tanya tomi ia menatap geram ke arah teman teman nya.


"Enggak, untung lo dateng tepat waktu" ujar tania tersenyum tipis sambil mendongakan kepala.


"Yaudah, ayo ngambil fufu" ajak tomi ia melepaskan pelukan tania berganti dengan bergandeng tangan meranjak pergi dari markas menuju ke rumah Afifah.

__ADS_1


^^^NEXT?^^^


^^^Typo bertebaran, jangan lupa likee and comment ndee!^^^


__ADS_2