
...HAI HAI HAI SEMUA NYA...
^^^Seperti biasa typo bertebaran^^^
.......
.......
.......
...HAPPY READING...
Tania menghembuskan nafas kasar, lihat sekarang bagaimana tomi mengetahui dirinya sudah pulang atau belum? mau memberikan kabar pun lewat mana? tukeran nomer telepon saja belum.
"Tolol, bukan gue tapi tomi" ucap tania pada dirinya sendiri
Sudah sedari tadi tania menunggu tomi di depan kampus nya namun tidak kunjung datang, Alika sudah lebih dahulu pulang bersama Wawan. Ilham? ya tania ingin menjauhi ilham jadi ia menolak tawaran Ilham yang ingin mengantar dirinya.
Dan sekarang? Bodoh, kenapa tadi ia tidak memilih yang pasti saja.
"Gue harus pake apa buat hubungin lo tomi!!!!" gerutu tania menatap layar handphone nya
tinnn
Wahhh, pasti tomi. Tania mendongakan kepalanya menatap pengemudi online itu menghampiri tania.
"Mba tania ya?" tanyanya
Tania mengerutkan kening bingung, dirinya tidak memesan ojek online perasaan deh "Iya pak betul, ada apa ya?" tanya tania dengan nada bicara sopan
"Ayo mba naik"
"Hah? saya tidak pesan pak, mungkin beda orang kali ya" ucap tania tersenyum kikuk ia menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal
"Tapi bener kok mba, alamat nya disini"
"Tapi saya memang tidak pesan pak, kalo boleh tau siapa nama pemesan nya ya pak?" tanya tania
Bapak parubaya itu menatap layar handphone nya sambil menyipitkan mata "Disini nama pemesan nya mas tomi ergio" ucapnya lalu mendongakan kepalanya menatap tania.
"maaf pak boleh lihat nomor telepon nya?" tanya tania ia sudah percaya cuma memang ingin lebih memastikan saja
"Maaf mba tapi perat-----"
"Saya istrinya" ucap tania cepat memotong penjelasan ojek online itu
Bapak parubaya itu memperlihatkan nomornya kepada tania dengan cepat jari jari nya menari nari di layar handphone, setelah selesai. Tania segera menekan tombol hijau untuk menelpon Tomi.
"Ya? siapa"
"Tania, lo yang pesen? kenapa enggak lo aja yang jemput gue biar kita bisa bareng bareng kerumah mamah?" cerocos tania membuat orang yang di sebrang sana menghembuskan nafas pelan
"Males, lo ganggu"
"Kalo gitu gimana gue ngambil fufu nya, mamah kan udah enggak izinin gue bawa fufu. Lo enggak berguna banget!!!" omel tania kesal
Tut.
Setelah mematikan telepon nya sepihak, tania segera naik ke motor ojol itu, dengan kecepatan sedang motor itu membelah kota jakarta di sore hari. Hingga tidak terasa sudah sampai di depan rumah
"Nih, pak terimakasih ya" ucap tania memberikan selembar uang berwarna merah namun di tolak dengan ojek itu, apa uang nya kurang?
"Kur-----"
__ADS_1
"Tadi sudah di bayar sama mas tomi nya mba" ucapnya
tania menganggukkan kepalanya, ia kembali memberikan selembar uang itu "Buat bapak, anggap aja bonus ya" ucap nya sambil tersenyum manis
"Terimakasih mba"
...✂️✂️✂️...
Sekarang giliran Kurnia yang memutar botolnya, kini Tomi dan teman teman nya sedang bermain truth or dare mereka membuat lingkaran dan di tengah tengah lingkaran itu ada sebuah botol yang nantinya akan di putar, jika ujung botol tertuju pada titik itu maka ia akan mendapatkan pertanyaan atau tantangan.
"YAHAHAHA TOMI" Ketawa Kurnia semerkah, karena sudah beberapa kali putaran tomi tidak pernah kena dan sekarang dirinya menjadi sasaran empuk. sepertinya di otak Kurnia sudah ada pertanyaan yang sangat bagus dan semoga saja cowo itu memilih truth
Tomi mengisap rokok nya sebelum memilih antara truth or dare
"Truth aja"
"NAH CAKEP" Pekik ke enam nya bahagia
"GUE DULU" Ujar Joshua tak sabaran.
"Gue duluan" ucap Kurnia tidak mau ngalah dan joshua yang akhirnya ngalah
"Berapa ronde pas malam pertama?" tanya kurnia terbilang frontal.
"Gue belum ngelakuin itu" ucap tomi jujur berharap teman teman nya itu menganti pertanyaan.
Joshua langsung menyerobot bertanya "Kenapa belum? kasih satu alasan"
"Enggak sabaran banget lo!" ucap kurnia, Joshua hanya cengengesan tidak jelas.
"Males, ribet." ucap tomi terdengar santai.
"Gue ya" ucap cowo dengan rambut sedikit gondrong menunjuk dirinya, tomi mengangguk "Masih trauma? kalo masih kenapa mau nikah, enggak takut kalo cewe lo yang ini bakal nyakitin lo lagi?" tanyanya, Tomi yang sedang asyik menikmati benda panjang itu lalu mengisapnya dan menghembuskan ke udara terdiam, seakan pertanyaan itu membuat nya kembali mengingat trauma masalalu nya tentang cinta.
"Gue di jodohin, gue bukan tipe anak pembangkang jadi gue mau. Masalah dia bakal nyakitin gue atau enggak, gue enggak perduli. Karena gue yang bakal nyakitin dia" jawab tomi tidak ada beban mendapatkan tatapan membunuh dari kurnia.
"Trauma sih boleh cuma kalo mau bales dendam sama perempuan yang enggak tau masa lalu lo itu enggak banget, inget ya tom. Jangan sampai trauma lo jadi boomerang buat masa depan lo nanti" Ucap Kurnia memberi nasihat, karena kurnia sangat yakin sahabat yang sudah ia anggap saudara itu masih sangat labil, dan kurnia tidak mau jika tomi menyakiti istrinya.
Tomi menghela nafas kasar lalu meranjak untuk ke kamar, ia sudah muak melanjutkan permainan nya.
Kurnia yang melihat itu hanya menggelengkan kepala, kurnia sangat tahu Tomi memang sangat sulit di kasih tau. Keras kepala
"Trauma banget kaya nya sama cewe tuh orang" ucap kurnia dengan nada lelah
"Susah kur, gue kalo jadi tomi juga bakalan ngelakuin yang sama" ujar kenny yang dari tadi hanya berdiam kini ikut nimbrung
"Tapi itu masa lalu Ken, seharusnya tomi bisa buka hatinya lagi" lontar kurnia menjawab ucapan kenny
"Buka hati itu enggak segampang bolak balik telapak tangan, apalagi tomi pernah patah hati bakalan susah bang" ucap cowo yang baru saja datang ia ikut nimbrung di antara dengan benda pajang yang sudah menempel di bibirnya
"Ck! tomi aja enggak mau coba buat buka hati nya bar, susah kalo dia nutup hati terus." ucap kurnia kesal karena teman teman nya ini tidak ada yang memihak ke dirinya.
"Udah lah capek ngomong sama kalian."
...----------------...
"Tania?" panggil seseorang terkejut melihat tania yang tertidur di sofa ruang tamu dengan televisi menyala dan di perutnya ada toples berisi makanan ringan.
Cowo itu segera menghampiri gadis yang sedang menjelajahi mimpinya, lalu mengambil toples untuk ia taruh di meja. Setelah itu cowo itu berjongkok di depan sofa
"Tania? lo kenapa tidur disini?" tanya nya sambil mengelus lembut punggung tangan tania
"Bangun dulu, udah adzan. Kita sholat bareng yuk" ucap nya sangat pelan tetapi ajaib tania bisa terbangun
__ADS_1
"Hoamm" tania menguap lalu mengucek matanya menetralkan pandangan setelah itu menatap ke arah kiri yang sudah mendapatkan muka suami nya.
"Tomi?!"
"Biasa aja kali, mandi sana. Gue tunggu di mushola" ucap tomi ia menunjukkan arah untuk ke mushola di dalam rumahnya ini.
"Ada mushola? kerennn" pekik tania takjub namun matanya langsung kembali sendu
"Kenapa?"
"Takut ke kamar" Ucap nya sambil nyengir "Ayo temenin gue mandi dulu" lanjut tania
"Gue juga belum mandi" ucap tomi, ia baru saja pulang dari markas melihat tania yang tertidur jadi dia belum sempet mandi di sana, entah rasanya ia tidak tega meninggalkan tania lama lama.
"Yaudah mandi bareng" Ucap tania tanpa ragu kini dirinya sudah berdiri dan menarik tangan tomi yang dari tadi berusaha mencerna ucapan tania.
Gadis ini memang sudah gila ia menarik tomi hingga sampai di dalam kamar mandi, rasa takut membuatnya gila.
"Lo gila?" Lontar tomi meneguk ludah kasar menatap baju tania yang sudah terlepas kini tersisa tanktop saja, mau bagaimana pun tomi hanya laki laki biasa.
"Kenapa?" tanya tania polos tangan nya bergerak untuk membuka celana namun di tahan oleh tomi
"Lo stres ya!"
"Ih kenapa sih? lo kan suami gue" ucap tania kesal
"Gue perkosa aja lo sini"
Serem! tania sekarang seperti telah membangunkan macan tidur tubuhnya di sudutin ke dinding "Nyobain bibir lo gapapa? Lo kan istri gue"
"*Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh*"
Tania mencium punggung tangan tomi sambil tersipu malu menatap dirinya yang tadi ciuman dengan cowo itu. memalukan!
"Gue mau coba buka hati buat lo" ucap tomi sangat tiba tiba membuat tania mengerutkan keningnya bingung
"Lo serius? lo yakin sama gue" pertanyaan tania membuat tomi kembali berpikir ia mengangkat kedua bahu acuh.
"Yakin enggak yakin, kan gue baru mau coba. Belum sepenuhnya gue buka hati untuk lo" jelas tomi membuat tania mengangguk ngangguk sebagai persetujuan.
"Yaudah gue ngikut lo aja, gimana enak nya" ucapnya
"Ayo, cerita semua nya"
Tania terkekeh "Kayanya lo yang harusnya cerita banyak ke gue deh, masa lalu lo keliatan suram banget" ucap tania membuat tomi sedikit tersinggung namun ia mencoba untuk tidak marah.
"Ciuman tadi, first kiss lo?" tanya tomi mengalihkan pembicaraan, jujur malu anjir! pipi tania memanas, tania mengangguk malu sambil menundukkan kepalanya.
Tomi menangkup kedua pipi tania membuat tania mau tak mau menatap kedua bola mata tomi "Tapi ciuman tadi itu bukan first kiss gue" ucapnya sambil tersenyum miring. Tania memikirkan apa? sampai ia berharap ciuman tadi adalah first kiss Tomi. Ternyata!! Kurang ajar.
"Bren*gsek!! balikin first kiss gu------"
Cup!
"First kiss gue itu aspal, lo pikir bibir gue murahan nempel sana sini gitu?"
Tania masih mematung karena tomi kembali mencium bibirnya, kok bisa semanis ini sih Anji*ing! Pekik tania dalam hatinya
...BERSAMBUNG.......
^^^^^^FOLLOW MEE GAIS, LIKE JUGA DUNGG.^^^^^^
__ADS_1