PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Dia suka tania?


__ADS_3

...HAPPY READING...


...--------...


Setelah menenangkan alika ilham segera mencari wawan, tidak mungkin di kelas karena di sana ada tania, ilham teringat belakang kampus ada sebuah saung yang berukuran kecil untuk orang menikmati indahnya taman bunga yang berada di sana.


Ilham langsung menuju belakang kampus dan benar saja wawan sedang berada di sana, buru buru ilham menghampiri wawan dan duduk di sebelah lelaki itu.


"Wan, udah jangan kaya anak kecil begini" ucap ilham langsung pada intinya karena dirinya juga sangat geram dengan kelakuan sahabat nya ini


"Terserah gue, kenapa lo ngatur?"


"Iya terserah lo, tapi bisa ga lo pikir pake otak lo itu, tania ga salah apa apa dia juga tiba tiba di jodohin. Lo ga di posisi dia wan waktu itu, jadi lo ga bakal ngerti!" jelas ilham dengan wajah serius


Wawan menoleh "Harus nya gue duluan yang nikahin dia, bukan cowo brengsek itu!! Gue suka sama tania sebelum lo suka ham, di tikung dua kali, coba lo pikir?" ucap nya membuat mata ilham terbelalak


"Lo suka tania udah lama?" tanya ilham dengan nada terkejut


Wawan hanya berdehem kini atensi nya kembali fokus ke depan "Gue ga suka kalo tania nikah, ditambah lagi sekarang dia malah hamil!"


"Tania hamil?" pekik ilham tertahan "Kenapa ga bilang ke gue?" tanya nya pada wawan


Wawan mengangkat kedua bahu nya "Gatau"


"Wan? udah jangan kaya anak kecil lagi, kasian tania enggak tau apa apa, apalagi sekarang dia lagi hamil lo jangan nambah nambah in beban pikiran dia"


"Ga bisa!!"


"Harusnya gue yang nikah sama dia, gue yang suka dia bukan cowo itu"


"Cuma suka kan? gue mantan nya, gue ikhlas begitupun lo yang harus bisa nerima kenyataan."


Wawan menghela nafas panjang "Mau lo apa kesini?" tanya wawan mengalihkan topik yang membuat hatinya sakit


"Baikan sama tania, dan ikut balik bareng bareng"


Wawan menggeleng tegas "Enggak!! gue ga mau satu mobil sama cowo tukang nikung" ucapnya


Ilham menoyor kepala Wawan "Bajingan! lo nyindir gue?"


"Lah? ngerasa, kalo iya bagus"

__ADS_1


Ilham tidak membalas perkataan Wawan ia memilih untuk membahas untuk pulang kampus yang ingin bareng dengan tania "Gue mau lo baikan sama tania, dan balik dari sini kita bareng bareng sama tania" ucapnya dengan nada final lalu Ilham berdiri bergegas untuk meninggalkan tempat itu. Namun sebelum pergi ia mengeluarkan kata kata kembali "Tomi bukan nikung, tapi lo yang kurang cepet"


...---...


"Itu mobil suami gue" pekik tania heboh saat melihat mobil terparkir di area parkir kampus yang sudah di bilang tidak terlalu banyak kendaraan yang terparkir disana.


Alika ikut tersenyum melihat sahabatnya itu yang sangat bahagia ketika melihat mobil suaminya.


"Ayo lik" ucap tania mengajak alika dengan menarik tangan gadis itu untuk bergegas ke mobil tomi.


"Wawan, ilham?" ucap alika memberhentikan langkahnya


"Lama amat sih mereka di kelas ngapain lagi coba?" kesal tania


Baru ingin balik lagi ke dalam kelas untuk melabrak kedua lelaki itu, tetapi belum saja melangkah Wawan dan Ilham sudah keluar kelas dengan wajah wawan yang sangat amat tertekan.


"Nah udah, ayo" ucapnya


"Beneran udah ijin sama suami lo kan?" tanya alika ragu takut jika tania belum ijin nanti tomi bisa terkejut.


"Udah, ih ayo buruan" ucap tania


Sampai di depan mobil suaminya tania langsung membuka pintu untuk duduk di samping pengemudi "Lik, gue disini ya" ucap tania tidak enak hati rasanya.


Tania masuk kedalam di ikutin dengan alika yang sudah duduk kursi penumpang.


"Masih mual ga?" tanya tomi tangan nya langsung mengusap perut tania


"Enggak" ucap tania sambil menggelengkan kepalanya dan menyentuh tangan tomi yang berada di perutnya itu.


"Beneran? aku khawatir tau ga tenang kerja nya mikirin kamu di sini, kalo mual siapa yang bantu?" tutur tomi terdengar lucu di telinga tania


"Aku bisa sendiri, ada alika juga, banyak kok ada dosen juga"


"Tetep aja aku ga tenang" ucap tomi pelan namun tania masih bisa dengar.


"Mas, maaf ya"


"Apalagi? maaf terus, kamu ga ngelakuin kesalahan tania gausah minta maaf terus." titah tomi membuat tania mengangguk paham


"Ini cuma alika aja?"

__ADS_1


"Ada wawan sama ilham mas, tapi belom sampe" tomi hanya menganggukkan kepalanya dan tomi kembali menegakan tubuhnya


Tak lama Wawan dan juga ilham datang dengan menarik tangan wawan supaya lelaki itu masuk kedalam mobil.


"Gausah dorong dorong" kesal wawan yang sudah masuk kedalam dan tidak sengaja menyenggol bahu alika membuat alika menggeser duduknya semakin pojok.


"Lo lelet orang nya wan, jadi harus di dorong dorong dulu" ucap ilham lalu masuk dan menutup pintu mobil.


"lik, lo aman?" tanya ilham melihat tubuh alika bergerak ke kanan dan ke kiri.


Tania yang dari tadi melihat ke arah belakang menghembuskan nafas pelan "Itu lika kesempitan, kalian di belakang sana"


"Eh enggak kok, nia"


Tania tersenyum menggoda menatap alika "Oh lupa mau Deket wawan ya?" ucapnya sambil cekikikan


Alika menoleh ke Wawan bersamaan Wawan yang menoleh membuat mereka eye contacts sebentar lalu alika langsung memutuskan


"Enggak juga" ucapnya pelan lalu membuang pandangan nya ke arah lain


"Lik? gapapa?" tanya ilham ia merasa perubahan mood alika


"Gapapa kok"


Tania menepuk paha tomi pelan lalu mencondongkan tubuhnya ke samping, merasa ada sesuatu yang ingin tania bicarakan tomi mendekatkan dirinya kepada tania "Mas, alika kaya nya lagi sedih, aku boleh di belakang ga?" tanya tania dengan berbisik


Tomi menoleh ke belakang, kemudian kembali menatap tania dengan berat hati ia menganggukkan kepalanya.


"Makasih, mas"


Cup


Kecupan singkat yang mendarat di pipi tomi membuat tomi menggigit bibir bawah gemes jika tidak ada teman teman nya Tania sudah pasti ia akan langsung menerkam istrinya itu.


"Kunci motor titip ke bara" ucap tomi dengan wajah datar


"Motor gue ilang lo tanggung jaw-"


"Gue ganti!"


"Awas gue mau duduk bareng alika" ucap tania yang sudah menarik Ilham dan wawan untuk keluar dan duduk di belakang.

__ADS_1


...---...


__ADS_2