
...HALOO, YANG BARU MAMPIR AYOOO FOLLOW DULU YAWW ANW MASIH PEMULA SO DUKUNGAN KALIAN SANGAT DI BUTUHKAN HEHE, KALO ADA TYPO KOMEN YAA...
.......
.......
.......
...HAPPY READING!!...
Rasanya hari hari tania sekarang lebih buruk dari hari hari sebelum mendengarkan rencana sang orang tua yang ingin menjodohkan dirinya.
"Kak nia? ayo jogging" ucap ara yang sudah siap dengan pakaian jogging nya
"Kakak mendadak sakit perut Ra" ujar tania berbohong sebenernya ia sangat males buat jalan kecil di pagi hari di tambah mood nya sedang jelek.
Terlihat raut wajah Ara berubah kini ia duduk di tepi ranjang sebelah tania "Yaudah deh, ara juga enggak jadi" ucap ara lesu
"Sorry ya" ucap tania tidak enak hati
"Gapapa kak" Ara segera mengganti pakaian.
Karena haus tania turun menuju dapur dengan jalan pelahan hingga sampai dapur dan tepat di depan kulkas tania mengambil gelas lalu menuangkan air ke dalam gelas tersebut setelah itu ia menengguk hingga kandas.
"Nia" panggil seorang paru baya dan tania tau itu adalah sang ibunda
"Kenapa mah?" tanya tania basa basi
"Besok minggu calon suami mu ingin berkunjung ke sini" ucap sang ibunda membuat mulut tania terbuka lebar dan kerutan di keningnya menapak jelas.
"Nia belum mau!"
"Enggak bisa, besok dia mau kesini" ucap mamah nya
"Nia enggak siap mah"
"Mau buat papah kamu marah dengan kamu menolak perjodohan ini?" ucap afifah dengan nada tegas membuat tania menundukkan kepalanya
"Enggak mau, maaf."
"Yaudah, ikut mamah yuk" ucap afifah menarik tania.
"Eh? mau kemana mah?" tanya tania heran karena Afifah membawa dirinya ke kamar Afifah
"Bentar, mamah mau pilih dress buat kamu. Mamah yakin lemari kamu enggak ada dress kan?" ucap afifah ia sangat mengetahui anak semata wayang nya ini tidak menyukai pakaian seperti itu.
Afifah menunjukan beberapa koleksi dress nya yang kemungkinan pas di tubuh tania.
Tania tidak menyangka melihat baju yang di perhatikan oleh sang ibu, sungguh tidak banget kalo ia pakai.
"Enggak mah, itu tangan nya bolong"
Afifah kembali mencari dress nya.
"Mah? haha ini lebih enggak banget ya mah" ujar tania menatap dress berwarna pink itu.
__ADS_1
"Ini bagus, Nia"
"Enggak! ini kaya cewe banget" jawab tania membuat sang ibunda memukul lengan sang anak.
"Kamu emang cewe, gimana sih?"
"Tapi itu enggak banget mah warna nya" ucap tania kesal
"Kalo ini?" tanya Afifah sambil menjinjing dress nya lalu ia mendekat ke arah tania menjajal dengan cara mendekatkan dress ke tubuh tania
"Ck!! bunga bunga, enggak suka!"
terdengar helaan nafas dari Afifah, cape jika sudah begini anak nya sangat sulit menjadi feminim.
"Ini satu lagi, kalo tetep enggak ada yang cocok. Mending telanjang aja kamu" omel Afifah
"Tega amat sih mah"
"Emang harus banget pake dress ya?" tanya tania yang dari tadi memikirkan hal itu.
"Enggak juga, tapi ini biar kamu kelihatan feminim aja" jawab sang ibu membuat tania menganggukkan kepalanya
"Yaudah ini" ucap tania menggambil baju opsi terakhir setelah dress itu di tangan nya tania segera keluar dari kamar sang ibu melesat ke kamar nya untuk ia coba baju tersebut.
...🦪🦪🦪...
"HAH? PERJODOHAN NYA JADI?" Pekik Tomi terkejut menatap kedua orang tuanya sebab beberapa hari ini tidak ada pembahasan yang menuju ke situ ia mengira sudah tidak ada lagi yang namanya perjodohan
"Enggak lupa, cuma aku kira bohongan" ucap tomi santai.
"Ini beneran tomi"
"Yaudah" ucap tomi singkat
"Kamu setuju?" tanya sang ayah dengan nada bahagia
"Kalo aku enggak setuju juga kalian maksa kan?, Yaudah sama aja setuju, enggak setuju bakalan tetap nikah" ujar tomi terdengar santai dan datar tanpa ada beban setelah mengucapkan itu tomi meranjak ke kamarnya ia lelah baru saja pulang sudah di suguhi dengan pertanyaan menyebalkan seperti itu!
setelah membersihkan tubuhnya tomi duduk di balkon kamar dengan sebatang benda berukuran panjang yang ia selipkan di antara kedua jari telunjuk dan juga jari tengah berkali kali ia mengebulkan asap nya.
"Males banget sebenernya gue berurusan sama cewe lagi" gumam nya di tengah malam yang damai namun pikiran nya kini sedang tidak damai
drtttt drtttt
Dering handphone mengusik ketenangan nya, ia mengangkat nya.
"Apaan?"
"Lagi apa? markas di serang!"
Tomi yang sedang asik menikmati kebulan asap yang ia buat harus di panikan dengan suara teman nya yang terengah-engah.
Bren*gsek!! umpat tomi kesal ia meraih jaket nya dan kunci motor
"Cari perlindungan, gue otw"
__ADS_1
Tut..
Tomi berjalan tergesa gesa melesat untuk keluar.
"Mau kemana?" tanya Rika menghadang tomi
"Bentar doang"
"Udah malam, enggak boleh keluar lagi" ucap rika segera mengunci pintu utama lalu berjalan menuju kamar nya.
"Bundaaaaaa, temen temen tomi bisa mati nanti" rengek tomi memeluk tubuh Rika dari belakang tiba tiba.
"Bunda enggak izinin, kalo kamu yang mati gimana?" tanya sang bunda membuat tomi menggelengkan kepala nya tegas.
"Enggak bunda, Tomi kuat. Please"
"Enggak" ucap Rika sambil bersedekap dada walau pun tomi sampai menangis darah pun Rika tetap tidak mengizinkan putranya itu keluar.
"Yaudah, Tomi enggak mau di jodohin" ucap tomi ngambek.
"Oh ngancem, oke. Bunda bilang ayah fasilitas kamu di potong ya"
"Oke, bilang aja. Tomi pergi dari sini" ancam tomi membuat rika luluh dan langsung memberikan kunci rumah nya kepada tomi
"Ini, jangan pergi" ucap rika sekarang ia yang memohon.
"Enggak akan bunda, tomi kan sayang bunda." Setelah berkata seperti itu tomi buru buru untuk segera ke markas karena perdebatan antara dirinya dan sang bunda tadi memakan waktu yang lumayan, tomi khawatir akan keselamatan teman teman nya.
Tidak butuh waktu lama tomi telah sampai di markas nya banyak segerombolan orang yang tomi ketahui itu adalah anak buahnya erwind musuh bebuyutan Beatless.
Tomi menerobos puluhan orang yang sedang sibuk dengan kegiatan nya masing masing.
"STOP!" Pekik seseorang yang sudah jelas bukan tomi mendengarkan perintah itu anggota Erwind menjauh dari markas.
"Erwind?!" Batin tomi rahang nya sudah mengeras ia mengepalkan jemari nya kuat kuat menatap tajam ke arah erwind yang sedang berjalan ke arahnya.
Bugh!
Satu pukulan mengenai pipi erwind sehingga menyebabkan sudut bibir nya sobek dan berdarah.
Saat lawan sudah terhuyung ke bawah tomi kembali memegang kendali bahkan berkali-kali tomi mendaratkan tinjuan nya ke pipi erwind hingga tidak sadarkan diri, rasanya lega setelah ini. ia tidak terlalu di pusingkan dengan perjodohan.
"Diem!" Bentak tomi saat salah satu teman nya menarik tangan tomi yang terus saja memukul erwind walaupun sang lawan sudah tidak berdaya
"Udah, enggak biasa nya lo gini" bentak kurnia lalu menarik tomi menjauh dari tubuh erwind.
"Bawa bos lo, kesini bikin rusuh lagi gue pecahin pala lo satu satu ya a*n*j*ing" teriak tomi sebelum akhirnya ia masuk kedalam markas.
"Liat aja itu belum seberapa, gue mutilasi lo wind nanti" ricau tomi sambil terkekeh pelan.
"Kaya orang mabok euy" ucap ricko mendapatkan tatapan tajam dari tomi.
"Gue, tidur sini deh" ucap tomi ia membuka jaketnya lalu masuk ke kamar khusus miliknya sebelum merebahkan diri ia memberikan kabar kepada sang bunda kalo dia mau menginap di rumah teman nya saja.
"Gitu doang tepar, gaya gaya'an ngusik markas gue" gumam tomi setelah itu ia melemparkan tubuhnya di ranjang empuk milik nya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...BERSAMBUNG....
__ADS_1
...TYPO BERTEBARAN, JANGANLUPA TINGGALIN JEJAK KALIAN YAPP.!!...