PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Periksa


__ADS_3

...LOHAAA HALOOO LAMA SEKALI GA UP!! AYO DONG FOLLOW DULUU YAA JANLUP LIKE n KOMEN NYAAA... DUKUNGAN KALIAN SANGAT DI BUTUHKANN:((...


...-...


Tomi dan tania sudah berada di dalam angkutan umum untung saja panas tidak terlalu menyolok.


"Mas" ucap tania mendongakan kepalanya menatap wajah tomi yang hanya beberapa centi saja


"Iya, kenapa? sempit ya? atau panas?" tanya tomi bertubi tubi, angkutan ini di penuhi manusia manusia, melihat tania menggeleng. Membuat tomi mengerutkan kening nya bingung


"Mual banget mas!!" rengek tania ia menyembunyikan kepalanya di dada bidang tomi, mendapatkan tarikan dari tomi agar lebih dekat tania langsung merapatkan tubuhnya.


tangan tomi yang berada di pinggang tania kini tengah mengelus elus perut tania dengan sangat lembut, sialnya mobil miliknya bisa tiba tiba mogok. Jika tidak mogok sudah pasti ia tidak akan menaiki angkutan ini.


"Depan ber-"


Mendengar tomi ingin memberhentikan mobil angkutan itu buru buru tania membungkam mulut suaminya itu "Diem!! Pasti mau bilang stop kan?"


"Iya, kita naik taksi aja"


"Gamau, mas. Aku lagi mau naik angkutan umum"


Tomi menggelengkan kepala jengah, apalagi melihat wajah tania seperti sedang menahan muntah, begimana tega? melihat istrinya seperti ini.


"Istrinya ga bisa naik angkot tuh" nyinyir ibu ibu dengan wajah julid


"Biasa abg sekarang" saut ibu ibu yang sedang mengendong bayi


"Nempel-nempel mending kalo udah suami istri? anak zaman sekarang kaya gini mah rusak bu" tutur nyaa


Kedua ibu ibu itu saling bersautan menyindir tomi dan tania.


"Kita harus pandai pandai jaga anak perempuan kita bu, nanti kena pergaulan bebas kaya pemuda ini lagi"


Tomi tidak menghiraukan ucapan ke dua ibu ibu stres itu ia memilih untuk terus mengusap perut tania tidak perduli ada banyak orang yang lihat pun.

__ADS_1


"Masih mual?" tanya tomi lembut


"Udah mendingan, usapin terus ya mas. Jangan berhenti" pinta tania ia kembali menegakan tubuhnya


"Miris penerus bangsa kalo kaya gini semua" ucap ibu ibu yang sedang sibuk menenangkan bayi nya itu supaya berhenti menangis.


Tomi menghela nafas panjang, rasanya ia ingin membalas perkataan ibu ibu tersebut. Seolah tau tania mengusap punggung suaminya itu agar tidak menanggapi ucapan kedua wanita parubaya itu


"Gapapa, mereka bukan lagi ngomongin kita kok. Kita kan udah nikah mas" bisik tania tepat di telinga tomi


...-...


Tania bangun dari brankar rumah sakit setelah di periksa, ia mengikuti langkah dokter di ikuti dengan tomi yang setia berada di samping nya.


Dokter bername tag ovy duduk, dan mempersilakan tania berserta tomi untuk duduk dan membacakan hasilnya.


"Tes urine menunjukan hasil nya positif bahwa ibu tania hamil, namun itu masih kurang akurat kenapa saya bilang seperti itu karena gejala mual, pusing itu bisa jadi efek kelelahan. Sekitar 1 minggu ibu tania wajib kontrol lagi untuk memastikan ibu hamil atau tidak" jelas dokter ovy sambil memberikan amplop yang berisi hasil pemeriksaan tania kepada tomi.


"Oh oke, makasih ya dok" ucap tania sambil tersenyum simpul ia berdiri diikuti tomi.


Setelah itu mereka keluar dari ruangan tersebut, dengan merasa tidak enak hati tania menatap genggaman tangan tomi ia memberhentikan langkah kaki nya sambil menundukkan kepala, bagaimana kalo tomi kecewa?


"Gimana kalo ternyata aku enggak hamil, mas?" tanya tania terdengar lemah


"Hamil, pasti kok. Aku yakin disini ada anak aku" ucap tomi semangat sambil mengusap perut tania yang masih rata


"Kalo ternyata enggak? aku pasti ngecewain kamu banget"


"Apaan sih enggak!! Ga ada yang ngecewain" ucap nya tegas menolak keras ucapan tania


"Takut mas, takut bikin kamu kecewa"


"Enggak tania, kalo ga sekarang, bisa besok? anak aku bakal tumbuh di rahim kamu, cuma rahim kamu"


Tania mengangguk paham ia mengeratkan genggaman tomi di jemarinya sambil menatap lelaki tinggi yang ada di samping nya itu dengan tatapan takjub, beruntung tania bisa kenal lelaki ini

__ADS_1


"Mas, i'm lucky to meet you"


Tomi mengerutkan keningnya "not you, but me, aku yang beruntung bisa ketemu kamu" ujar tomi sambil mencubit gemas hidung mungil tania


Tania merintis ketika hidung nya di cubit, ia mengusap usap bekas cubitan itu dengan mengerucutkan bibirnya "Sakit tau!!!"


"Biarin, lagian gemes banget pengen aku kurung di kamar" ucap tomi tanpa beban


"Jahat!"


Tidak membalas tomi malah merogoh saku nya dan memberikan sebuah dompet berwarna biru lalu menyodorkan dompet tersebut ke tania.


"LAHH KOK ADA DI KAMUUU?" Pekik tania heboh sambil mengambil ahli dompet nya yang ada di tangan tomi


"Bara kasih tadi"


"TUH KAN UDAH DI TEBAK PASTI BARA!!"


Buru buru tania langsung memakai cincin pernikahan nya lagi, kini cincin itu kembali tersemat di jari manis miliknya.


"Naik taksi aja ya, kita sekalian ke bengkel. Kaya nya mobil aku udah selesai di perbaiki" ucap tomi yang hanya di respon anggukan dengan tania


......-......


Huekk.... huekk... huekk


Tomi setia memijat tengkuk istrinya itu, padahal sudah ada lebih dari 10 kali tania bolak balik ke kamar mandi, namun tomi tidak lelah mengikuti istrinya itu.


"Kenapa ya mas, ini mual banget" cicit tania sangat pelan, di tambah lagi pusing yang membuat tania tidak dapat menumpu badan nya sendiri


"Aku tidur di kamar mandi aja lah, mas. Daripada ngerepotin kamu terus" ucap tania tidak enak hati besok suaminya ini juga harus kerja


"Heh, enak aja. Tidur di kamar, aku enggak ngerasa di repotin kok"


"Maaf mas" ucap tania sambil menundukan kepalanya

__ADS_1


"Gapapa, sayang"


...-...


__ADS_2