PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Kenala harus dia?


__ADS_3

HAII AKU BACK LAGI NIHH, YANG BARU MAMPIR AYO DONG FOLLOW DULU SETELAH ITU KASII LIKE NYA YAAA...


.


.


.


HAPPY READING GUYS.


................


Hari ini hari dimana tania bertemu dengan lelaki yang akan menjadi suaminya kelak, sungguh saat ini ia sedang berdebat dengan ara.


"Kenapa kakak enggak bilang kalo mau nikah?" marah Ara menatap tania dengan intimidasi


"Eh, kakak nikah terpaksa. Perjodohan, P-E-R-J-O-D-O-H-A-N" Ucap tania dengan mengeja kan kata perjodohan penuh penekanan setiap kata nya


"Ck!! iya iya ngegas terus nih"


Tania tidak menghiraukan ia mengunakan dress dari sang ibu namun ia sangat tidak percaya diri.


"Ara, ini jelek banget ya" ucap tania cemberut menatap dirinya di cermin, sepertinya ia tidak mau memakai dress.


"Cantik kok kak" ucap ara jujur, karena memang kakak sepupu nya ini sangat cantik dan anggun dengan mengunakan dress itu.


"Ck! jelek gini dibilang cantik" keluh tania pelan.


Tok tok tok!


"Nia? sudah belum, Sebentar lagi mereka datang" ucap sang ibu sedikit teriak.


"Bentar mah, dikit lagi" tania memoleskan sedikit lip cream dan bedak baby, ia bener bener tidak nyaman memakai dress ini kemudian ia memilih untuk kembali membuka lemari nya dan mencari sesuatu, setelah ketemu tania masuk kedalam kamar mandi lagi.


.


Afifah mendengar suara mobil masuk ke pekarangan halaman nya sontak langsung menatap sang suami.


"Itu kayanya dia deh pah, tania belum selesai dandan lagi" ucap afifah panik ia ingin menyusul ke kamar tania namun tangan nya di tahan oleh wisnu.


"Ayo kita samperin" ucap Wisnu mengandeng tangan sang istri


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, Masuk masuk" ucap afifah mempersilahkan Rika dan keluarga masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Duduk dulu ya, biar aku ambilkan minuman" ucap afifah kemudian melesat ke dapur membuatkan minuman.


Afifah kembali dengan membawa enam gelas jus jeruk lalu ia tata di atas meja.


"Di minum dulu" ucap nya


"Makasih lho fa ngerepotin banget kita" ucap Rika tidak enak hati, afifah tersenyum tipis mendengarnya kemudian duduk di sofa sebelah suaminya.


"Anak mu belum datang?" tanya afifah heran, apakah putra dari rika menolak perjodohan ini?


"Sebentar lagi fa, lagi di perjalanan" jelas Rika singkat, Afifah hanya mengangguk ngangguk saja.


...----------------...


Tania turun dari kamar menuju ruang tamu, afifah terkejut menatap tania dengan pakaian yang tidak sesuai dengan perjanjian kemarin.



Semua yang ada di ruang tamu menatap tania, membuat tania tersenyum kikuk namun! tunggu gue? nikah sama bapak' kaya gitu? demi apa sih, GUE ENGGAK MAU!!


tania menatap lelaki yang umurnya seperti sang papah dengan tatapan berfikir, orang tua nya kenapa tega menikahkan anak gadisnya kepada pria tua seperti ini.


"Kenapa kamu pakai baju ini?" tanya Afifah pelan


Tania membungkuk tubuhnya membisiki sesuatu kepada ibunya "Enggak tau, pokok nya males sama mamah. Masa ia aku di jodohin sama lelaki seusia papah"


"Maaf, aku telat ya?"


atensi mereka segera menatap ke arah sumber suara itu, dengan mulut terbuka mata tania dan lelaki itu saling bertemu.


"Eloo?!" Ucap mereka berbarengan


"Dih ngapain lo kerumah gue?" tanya tania sangar


Tomi, ya lelaki itu adalah tomi, mengerutkan keningnya "Lah rumah lo? mana gue tau, Gue cuma di suruh bunda kesini" ucap tomi seadanya


Tania bertolak pinggang "Mana bunda lo hah?"


"Kepo amat sih lo"


"Gue panggilan satpam, pasti lo mau maling di rumah gue kan?!" Tania jalan menghampiri tomi


"Siapa takut?"


"Oh jadi lo beneran mau maling di rumah gue?, okei tunggu lo pasti di gebukin" ucap tania ia berlari ke depan halaman nya

__ADS_1


"TOLONGGGG ADA MALING DI RUMAH SAYAAA"


"TOLONGG DIA MAU RAMPOK!! DIA PENJAHAT, DIA MAU NGAMBIL DU-----"


"TANIAAA AQELA PUTRI! MASUK" Teriak Wisnu membuat tania menundukkan kepalanya takut dan ia masuk sambil menunduk.


"Jangan di marahin om, kasihan." ucap tomi melihat wajah Wisnu yang memerah, sedangkan tania masih menundukan kepalanya.


"Enggak us----"


"Ngejawab aja! etika kamu kemana tania?!" ucap wisnu tegas penuh penekanan.


Tania takut, ia malu. Jujur rasanya ia ingin menangis karena telah mengundang kemarahan dari sang papah, tania mendongakan kepalanya lalu berlari ke arah tomi yang sedang berdiri.


Grepp


"Takut" cicit tania di dalam dekapan tomi, rasanya ia akan aman di pelukan tomi untuk saat ini.


"Kalian udah kenal lama?" tanya Afifah bingung tadi datang tania marah seakan sudah mengenal lelaki ini


"Enggak" ucap meraka serentak


"Terus? kenapa bisa kelihatan dekat sekali?" goda rika


Tania mengangguk angguk lucu di dalam pelukan tomi "Papah, nikah sama dia kan? Mau deh mau, jangan marah lagi tapi ya pah" ujar tania memohon.


Mereka yang melihat permohonan itu tertawa kecil menatap wajah gemas milik tania.


"Oke, 2 Minggu lagi pernikahan kalian."


"Setuju" pekik menggoda Rika dan Afifah bersamaan sambil melirik kedua sejoli yang dari tadi berpelukan.


"Hah? 2 Minggu?" Ucap mereka bersamaan sontak tania langsung melepaskan pelukan nya dan menjauhkan dirinya pada tomi.


"Enggak mau" ucap tania dengan mengerucut bibirnya.


"Enggak mau? yaudah enggak papah maafin" ancam sang papah


"Ehh, iya iya mau"


...----------------...


...BERSAMBUNG...


^^^TYPO BERTEBARAN^^^

__ADS_1


^^^AYO DONG LIKE AND KOMEN SHARE JUGA YAA^^^


__ADS_2