PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Darah di kaki


__ADS_3

...HAPPY READING GUYSS...


...\=\=\=...


Beberapa hari setelah dari rumah alika sikap Tomi agak sedikit aneh, yang membuat tania bertanya ada apakah dengan suami nya? contoh nya sekarang tania sudah menyiapkannya sarapan namun tomi tidak menyentuh sedikit pun masakan nya.


"Makan dulu mas" ucap tania mengikuti langkah tomi yang sudah bersiap untuk pergi ke kantor.


"Enggak keburu"


"Selalu aja begitu, gak keburu gak keburu. Kamu ini sebenerny--"


"Cukup tania, masalah kecil begini aja kamu besar besarkan!" serkah Tomi dengan nada bicara sedikit di keraskan


Tania menundukkan pandangan nya, kemudian ia berlari bergegas ke kamar nya, takut, Tomi sangat menyeramkan jika sudah begitu. Tania memilih untuk bersiap-siap pergi ke kampus, ya beberapa hari ini tania tidak pernah di antar oleh suaminya ataupun sang suami menyuruh bara, sudah tidak ada lagi. Tomi berubah seratus delapan puluh derajat


Tania mengambil koper mini lalu ia memasukan seluruh baju nya ke dalam koper, tania hanya menyisakan beberapa pakaian saja di rumah tomi ini. Mungkin untuk saat ini Tomi memang butuh waktu sendiri maka nya Tania berniat untuk pulang ke rumah Afifah.


Cklekk...


"Mau kemana?"


Deghh..


Suara berat nan dingin itu membuat keringat tania mengucur dari kening, mengapa lelaki ini belum berangkat kerja?


"Kampus" jawab tania seadanya tanpa menatap wajah lelaki yang beberapa hari ini sangat menyebalkan menurutnya


"Kampus? bawa koper?"


Tomi tidak main main dirinya langsung menarik tangan tania untuk segera masuk kedalam kamar, tidak perduli rintihan tania tomi terus menarik tania supaya kembali masuk ke dalam kamar.


"SA-SAKITT M-M-MASS" Rintihan tania tidak di hiraukan dengan tomi yang terus menerus menarik tangan tania. Sekuat tenaga tania berusaha untuk melepaskan cengkeraman suaminya namun nihil tenaga Tomi lebih besar daripada dirinya membuat tania terhempas dan perutnya mengenai ujung ranjang yang tumpul


"Akhh"


Tomi kaget melihat tania sudah tergeletak di lantai sambil memegang perutnya


"Ini enggak lucu kalo gue ke guguran ya anjing" Ucap tania kasar ia meremas perutnya yang sangat sakit


"Jangan kaya di sinetron sinetron, LO BAWA GUE KEK KERUMAH SAKIT JANGAN BENGONG KAYA ORANG BEGO SIALAN. S-SA-SAKIT BANGETT" Ucap tania kesal melihat gelagat Tomi yang tidak ada gerakan sama sekali


Tomi juga ikut panik melihat darah segar yang mengalir di kaki tania.


"TOMI ERGIO SANJAYA JANGAN BENGONG BEGITU PERUT GUE SAKIT BANGET ARGHHHH MAMAHH PERUT TANIA SAKIT"


...***...


Pintu ruangan terbuka menampakkan seseorang wanita dengan menggunakan jas putih bername tag Dr. Fazha evarawan


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?" tanya tomi dengan wajah panik


"Alhamdulillah semuanya baik baik saja, tetapi kandungan Bu tania saat ini sangat rentan mengalami keguguran nanti saya akan kasih obat penguat kandungan ya, bu tania juga bisa langsung pulang setelah ini. "


Tomi tersenyum senang mendengar penjelasan dari dokter tersebut "Saya boleh masuk?"

__ADS_1


Fahza menganggukan kepalanya sambil tersenyum simpul mempersilakan tomi untuk masuk ke dalam UGD


Tomi langsung bergegas masuk untuk menemui sang istri.


"Puas?" ucap tania membuat tomi sangat merasa bersalah


"Maafin aku" ucap tomi dengan penuh penyesalan


Tania memaksakan diri untuk duduk di bantu dengan Tomi namun tania langsung menepis kasar tangan suaminya yang berada di punggung nya "Maaf, maaf, lagian kamu juga aneh mas! kenapa sih? ada apa ... ?" tanya tania bertubi tubi membuat tomi menatap wajah istrinya itu sebentar lalu mengalihkan pandangan ke arah lain


"Kenapa mas?"


Sejujurnya tomi malu sama dirinya sendiri, dia tidak bisa seperti ini terus menerus terhadap tania, bayangan tentang masa lalu masih saja sering terlintas di dalam pikiran nya, saat ini Tomi seperti sedang selingkuh dengan bayang bayang masa lalu nya.


"Mas, di tanya malah ngelamun" ucap tania kesal


"Di kantor lagi banyak masalah Tan, aku pusing" elak tomi semoga saja tania percaya.


"Kenapa enggak bilang ke aku? mas, kamu punya aku, susah senang kita harus bareng bareng! Masalah kaya begini kenapa harus kamu tutupin dari aku?" ujar tania niat nya mau marah namun tidak jadi karena masalah suaminya ini sudah cukup banyak dan ia tidak mau menambah beban pikiran Tomi.


Tomi semakin merasa bersalah karena telah membuat pernyataan palsu "Aku enggak mau nambahin beban pikiran kamu tania, terlalu banyak kamu Mikir kasian anak aku" ucap tomi terdengar sangat lembut sambil mengusap perut tania


"Tania, untuk saat ini kamu fokus sama kuliah kamu aja dan wajib jaga kesehatan biar debay nya sehat terus kuat kaya mamah nya" lanjut tomi ia tersenyum sangat manis sembari mencubit hidung tania gemas


"Awhhh .... sakit tau!!"


"Maafin aku ya ..."


...***...


"Mas, cepetan bangunin ara" ucap Afifah menyuruh suaminya untuk membangunkan keponakan nya


Wisnu beranjak dari ruang tamu namun ara sudah keluar dengan menggunakan baju tidur dan rambut yang mengambang seperti singa


"Astaghfirullahalazim" pekik Wisnu melihat penampakan keponakan nya, Ara yang setengah sadar itu membulatkan matanya sempurna terkejut dengan pekikan sang paman ia segera memegang gagang tangga


"Ya Allah, paman liat apaan sampe istighfar gitu?"


"Kamu, cepet mandi kita ke rumah sakit" ucap Wisnu membuat ara mengerucut bibirnya


"Ish ... siapa yang sakit?"


"Sudah cepat, lima menit paman tunggu di ruang tamu"


setelah itu wisnu segera pergi dari area tangga dan sekarang berjalan menghampiri sang istri, mendapatkan kabar dari putri membuat Afifah terkejut sebab dirinya tidak tahu bahwa selama ini tania sedang hamil.


"Memang anak sama menantu kampret" ucap Afifah kesal


......***......


"Ternyata beneran hamil ya, mas." tania terkekeh tidak percaya di dalam perutnya ini ada janin hasil buah cinta mereka, tidak pernah terlintas di benaknya akan hamil di usia muda.


"Bener apa yang aku katakan, kamu hamil. Disini ada Tomi junior" tomi mengusap lembut perut tania yang masih rata


"Tania junior!"

__ADS_1


"Kenapa gak, Tomi dan tania junior?" ucap tomi dengan senyum mengembang sempurna di bibir nya itu


"Kembar? engga mungkin ah, gak ada keturunan keluarga aku anak kembar"


"Kalo begitu kita pecahkan ketidakmungkinan itu"


BRAK!!!


"Astaghfirullah, kalian ngagetin saja" Tomi tersentak ketika melihat mertua nya datang dengan tergesa-gesa


"Nia, kok bisa begini. Kenapa dapat kabarnya begini tiba tiba hamil bahkan hampir saja keguguran, Mamah sangat menginginkan cucu, kenapa kamu memberi kabar yang begitu mengejutkan? Hampir saja jantung mamah tidak merosot" cerocos Afifah membuat tania mengerucut bibirnya, mamah nya ini sangat posesif


"Jantung nya merosot kemana tuh mah?"


"Mamah sedang tidak bercanda."


"Iya iya maafin tania ya, ini aja tania kaget kalo lagi berbadan dua" ucap tania sedikit mengelak padahal dia tau bahwa dirinya ini hamil sejak beberapa Minggu ya lalu.


"Huh ... okelah terus kenapa bisa sampai begini?"


Tania menatap tomi ia mengelus punggung tangan suaminya.


"Nia kepleset pas masak" bohong tania


"Bohong, aku tidak sengaja mendorong tania sehingga membuat perut nya terbentur ujung ranjang" tomi tidak mau istrinya menutupi kesalahannya yang di perbuat oleh nya.


"Sudah kamu apakan saja anak tania!" murka wisnu terpancar di wajah nya yang merah padam


"Aku tidurin, terus aku hamilin, aku peluk, aku ciumin, aku gendong, aku mandiin ya mandi berdua sih, pah tomi gak sengaja. Maaf" ucapan tomi sangat nyeleneh, afifah menutup kedua telinga ara yang tidak pantas mendengar ucapan itu.


"Mas." bisik tania penuh tekanan


"Iya sayang" bisik tomi dengan nada sensual


"Cukup, kenapa malah bisik bisik tetangga. Bukan itu yang papah maksud tom, bukan itu."


"Lalu?"


"Lupakan saja"


Tomi menatap wajah papah mertuanya itu dengan tatapan geli seperti orang ngambek.


Ara melepaskan diri dari Afifah yang masih setia menutupi telinga nya, ia berjalan menuju brankar tania


"Kak, padahal ara udah beli tiket buat naik wahana wahana ekstrim itu bareng kakak! Bang orang hamil boleh naik rollercoaster gak ya?" tanya ara kepada tomi


"Nanti dulu ya Ra, tania gak boleh terlalu capek" ucapnya membuat harapan ara pupus


"Ish lagian Abang kenapa hamilin kak nia sih?" gerutu ara memberi tatapan nyalang ke arah Tomi bersiap untuk mencabik wajah kakak iparnya itu.


"Lah istri aku, bebas dong"


......***......


...CUAPEE BINGITSSS, INI CUAPII SEKALII SI? AYO AYO TINGGALKAN JEJAK TINGGALKAN JEJAKKKKKK!!...

__ADS_1


__ADS_2