
...HAPPY READING GUYSS......
...----------------...
"Saya terima nikah dan kawin nya Tania Aqela putri binti Wisnu Anderson dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta satu buah rumah di bayar tunai" dalam satu kali tarikan nafas, tomi mampu mengucapkan ijab kabul itu.
"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu yang masih berjabat tangan dengan Tomi
"SAH!!"
Meraka pun langsung membaca surat Al-Fatihah dalam hati masing masing. Setelah selesai. Afifah menghampiri tania untuk memberi instruksi agar mencium punggung tangan tomi begitupun Tomi akan mencium kening tania
"Ihh harus banget?" ujar tania spontan tanpa melihat penghulu di depan nya masih ada.
Mendapatkan pelototan dengan sang ibu tania mengerucut bibirnya lalu menarik tangan tomi dan mencium punggung tangan nya.
Buru buru tania menutup keningnya karena tomi ingin mendekatkan bibirnya itu ke kening tania
"Enggak mau, merinding." geleng tania, pernikahan macam apa ini. Tidak pernah terfikir oleh tania.
Tomi tidak menghiraukan perempuan itu dan kemudian meraih tangan ibunya, lalu berganti tangan ayah nya, untuk meminta doa. Setelah itu, ia lakukan hal yang sama dengan orang tua tania.
"Bimbing Tania ya, kalo bandel marahin aja. Tania punya maag kalo enggak di ingetin makan dia bakal sulit untuk makan. Papah yakin kamu bisa jadi pembimbing yang baik untuk putri papah" jelas wisnu semoga saja tomi paham
Tomi tersenyum tipis "Iya, pah. Tomi akan berusaha untuk jadi suami yang baik untuk tania" ucapnya begitu sopan.
......................
Setelah akad selesai kini mereka sedang berdiri di atas pelaminan, tamu yang di undang hanya rekan bisnis papah dan juga ayah nya tomi.
Bahkan tania hanya mengundang teman teman dekatnya saja begitupun tomi ia hanya mengundang beberapa anak geng motor nya itu.
"Selamat broo, nikah juga lo akhirnya. Gue kira homo" ucap Joshua memancing emosi tomi.
"Berisik lo"
"Santai, Gue sama anak anak bawa hadiah buat lo" ucap joshua mengeluarkan kotak kecil dari sakunya setelah itu ia berikan kepada tomi.
"Gue tau, lo pasti mau enak nya dulu kan? Jangan lupa di pake nanti malem ya. Cabut" ucap Joshua sebelum tomi membuka pemberian dan ia sudah jelas akan di bogem, Joshua turun dari pelaminan.
Nafas tomi naik turun setelah melihat hadiah yang di berikan oleh teman teman nya "Ck! Malu malu in" ucapnya kesal lalu membuang kotak itu ke sembarang tempat.
Tania mengambil isi dari kotak kecil yang sudah keluar dari kotaknya itu "Ini apa?" tanyanya dengan wajah polos
"Bukan apa apa" ucap tomi membuang pandangan nya, tania ingin membuka kemasan itu lebih dahulu tomi langsung merampas benda itu
"Kepo an lo"
__ADS_1
"Dih biarin"
"NIAAA" Pekik gadis itu dengan bahagia menaiki pelaminan.
"Ya Allah laki lo cakepp banget" ucap alika berbisik bisik namun itu masih bisa terdengar oleh tomi yang berada di sebelah nya.
"Biasa aja" ucap tania melirik sinis ke arah tomi
"Kasih tau kalo rasanya enak ya" ucap alika membuat kening tania mengerut heran
"Maksudnya?"
"Malam pertama kalian" ucap alika dengan intonasi lumayan kencang membuat tomi juga menatap ke arah alika
Tania menggelengkan kepalanya, enggak mungkin deh kaya nya tomi akan meminta itu. Cinta sama tania saja tidak.
Alika turun menjauhi panggung pelaminan itu lalu munculah kedua sosok lelaki yang selama ini sudah sangat berarti bagi tania.
"Selamat ya, jangan bikin debay dulu" ucap ilham sambil tersenyum tipis.
Tania mengangguk "Siap, ham. Makasih udah dateng ya" ucapnya dengan nada bicara lembut
"Selamat juga ya nia, selamat buat kalian berdua. Lo jangan langsung di atas tania ya bro, tahan dulu kan kalian cuma di jodohin" ucapan terakhir Wawan membuat tomi menatap sinis.
"Iya, enggak minat juga gue sama tubuh Sabahat lo itu" lontar tomi begitu saja
"Kurang ajar lo!, Sam------"
"Tap----"
"Mending makan deh wan" ucap tania memotong perkataan wawan ia segera mendorong wawan untuk segera menyusul alika dan Ilham.
"Awas lo ya"
"Engg, eumphhhh" ucapan tomi terpotong karena tangan tania langsung membungkam mulut tomi supaya tidak mengeluarkan kata kata yang memunculkan keributan.
"Malu malu in lo"
...----------------...
Malam telah tiba di mana sekarang kedua pengantin itu sedang tidur di rumah rika, rasa lelah karena seharian berdiri dan tumit kaki tania lecet oleh sepatu sialan itu!
"Sakitt" cicit tania yang duduk di bibir ranjang milik tomi? rasa nya aneh sekarang ia sudah menjadi seorang istri
Tomi keluar dari kamar mandi ia baru saja membersihkan dirinya.
"Mandi sana, badan lo bau" ucap tomi membuat tania tersinggung
"Sabar, kaki gue sakit" ucap tania tidak santai
__ADS_1
Tania cemberut lalu berjalan pelan menuju kamar mandi, tidak butuh waktu lama tania keluar dengan piyama dan wajah fresh nya.
"HUAAAA SAKIT" Teriak tania lalu ia mendudukkan dirinya di lantai sambil menangis kecil.
"Mamah, kaki Nia sakit"
Tania memijat kakinya yang pegal lalu memeriksa tumit kaki nya yang memerah, Setelah itu. Tania meniup niup tumit kaki yang mulai terasa perih
"Huaaa badan nia sakit semua"
"BERISIK!" Tomi menaikan oktaf suara nya, membuat tania terdiam dengan tangan yang terus memijat kecil kaki nya, lalu. Meregangkan otot otot nya yang menguat.
"Mau pulang, Sakit." ucap tania pelan ia berdiri berjalan menuju pintu
"Eh?" tomi segera menarik tangan tania dan mendorong tubuh tania ke ranjang membuat punggung nya lumayan menubruk kasur Tomi yang empuk.
"Hiks, Sakit. Lo jahat"
"Ck!! sini mana yang sakit?" tanya tomi kasar mencari luka tania.
"Shhh ah ah Anj*ing Lo!" desis tania ketika tomi menekan tumit kaki nya dengan kencang
"AHHHHH AWWW S-SSAKIT, JANGAN DI GITUIN!" Teriakan tania mungkin bisa saja di dengar oleh sang bunda dan ayah, karena kamar bunda dan ayah hanya beda beberapa 1 kamar kosong.
"Berisik banget sih"
Tania menatap manik mata tomi sambil menghembuskan nafas pelahan "Enggak niat!" omel tania memukul bahu tomi dan meranjak untuk segera tidur saja.
"Dih? Kasur gue ini" Ucap Tomi menarik tania untuk tidak tidur di sini.
"Bodoamat, lo tidur di lantai aja" ucap tania tanpa menoleh ia segera menarik selimut hingga dada dan mulai memasuki alam mimpi
Tomi membaringkan tubuhnya di ranjang sambil menatap natap dinding langit.
"Mimpi apa sekarang gue udah jadi suami" Gumam tomi heran
"Lo tidur di lantai!"
Tomi menoleh kesamping ternyata tania sudah membalikkan badannya kaget menatap tania yang sangat dekat membuat tomi terhuyung jatuh ke lantai.
"Nah pinter, bobo di bawah ya anak jelek" ucap tania meledek. Setelah itu, tania kembali tertidur
"BR*ENG*S*EKK!!!" Kesal tomi ia mengambil bantal nya lalu tertidur di lantai tanpa alas
...**ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...BERSAMBUNG**....
^^^HEYOO GES AYO LIKE NYA MANAA NIH? KOMEN JUGA YO GES RAMEIN ^^^
__ADS_1
^^^JADIIN FAV CERITA INI DUNG HEHE..^^^