PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU

PRIA BRANDAL Itu TERNYATA SUAMIKU
Luka dengkulnya?


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap tomi yang baru saja sampai di dalam rumah sang mertua, dirinya masuk kedalam mendapatkan Afifah dan Wisnu sedang berada di ruang tamu.


"Eh ada tomi, maaf maaf kita enggak denger" ucap afifah menghampiri tomi, Tomi segera meraih tangan kanan Afifah dan mencium nya sebagai tanda hormat, kemudian ia lakukan sama ketika wisnu menghampiri nya


"Tania ada disini mah?" tanya tomi dengan lembut


"Ada, dia di kamar. Mungkin masih tidur, samperin gih"


Tomi mengangguk dengan menaikan sedikit kedua sudut bibirnya ke atas lalu melirik tangga yang menghubung ke atas, kamar istrinya. "Yaudah kalo gitu aku ke atas"


...-...


Baru saja masuk kamar tomi bisa melihat bahwa tania sedang terlelap di atas ranjang membelakangi pintu, tomi berjalan mendekati ranjang lalu berjongkok ketika sudah sampai di samping wajah tania yang masih terlelap itu, wajah tenang milik tania seolah pengobat rasa penatnya, tania sangat cantik jika sedang tidur.


"Tan, bangun" tomi mengusap rambut tania dengan lembut, mengelus kening istrinya itu dengan hati hati


Bukannya terbangun tania hanya menggeliat lalu kembali mengeratkan pelukannya kepada guling kesayangan nya.


"Tania, bangun sayang"


"Hoamm" tania mengedipkan matanya membiarkan cahaya masuk ke pupil mata, lalu menatap lama wajah cowo yang berada di sampingnya.


"Lo siapa??!" pekik tania terlonjat kaget dan langsung duduk bersila dengan kedua tangan berbentuk silang menutupi dadanya


Saat pandangan nya kembali normal, tania nya menunjukkan nyengir kuda tanpa bersalah kepada tomi suaminya.


"Tadi burem mas" Ucap tania jujur


Tomi tidak marah, ia mendudukkan bokongnya di bibir ranjang sebelah tania, melihat dengkul nya yang terluka tidak parah hanya ada beberapa goresan panjang dan mengeluarkan sedikit darah "Luka? siapa yang buat?" tanya tomi dengan wajah datar menatap luka tania.

__ADS_1


Keringet tania bercucuran dari keningnya, kenapa tomi bisa melihat luka itu dengan cepat? peka sekali! Tania mencoba mencari jawaban yang pas sehingga tomi tidak akan bertanya lagi.


"Eumm ini? ini mah luka kecil enggak sakit sama sekali" jawab tania menunjuk dengkulnya


"Aku tanya, siapa yang buat kamu terluka? masih tidak mengerti pertanyaan yang aku kasih? aku tidak menanyakan itu sakit atau tidak!" lontar tomi dengan formal membuat tania menundukan kepalanya sambil memilin ujung hoodie nya


"Mamah bilang?" cicit tania pandangan nya masih ke bawah ia enggan menatap tomi yang saat ini menyeramkan, ada apa? kenapa tomi marah? kan dirinya yang terluka.


"Mamah? ada sesuatu yang kamu tutupin dari aku?" tanya tomi lagi mendengar pertuturan tania membuat tomi yakin ada sesuatu yang sedang istrinya itu sembunyikan "Bara yang ngelakuin ini?" tania mendongakan kepalanya, memberanikan diri melihat wajah tomi yang sudah merah dan urat yang menonjol di lehernya.


"Bukan mas bukan, aku cuma jatuh, ya itu jatuh!!" elak tania ia mengelus tangan tomi agar suaminya itu bisa tenang.


"Serius?"


"Iya mas, serius!" jawab tania lugas tanpa ragu


"Kalo bohong, aku mutilasi kamu ya? atau bikin tato, aku jago gambar lho tan, ngukir di tubuh kamu pakai noda darah pun bisa. Jadi mau jujur atau tidak?"


"Mas ihh, masa iya kamu lukain istri sendiri" ucap tania dengan bibir mengerucut dan mata sendu


"Oh jadi kamu mau pisau yang tumpul atau yang lancip? yang tumpul aja ya biar lebih bagus hasilnya"


"Mas!! yaudah iya ini aku cerita" ucap tania sambil mendengus kesal, merasa puas tomi mengacak rambut cokelat milik tania dengan tatapan gemas ia mencubit kedua pipi chubby nya.


Padahal tomi hanya bercanda, tidak mungkin dirinya bisa melukai perempuan yang saat ini menjadi tahta tertinggi di hatinya.


"Jadiii tuh di kampus ............. "


Tania menceritakan semuanya tanpa di potong bahkan ia menceritakan kebodohan nya yang tidak melihat bahwa bekas kissmark tomi itu masih terpampang jelas.

__ADS_1


"Bre*ngsek!" umpat tomi dengan tangan mengeram


"Nama nya siapa, fakultas nya apa, kelasnya di gedung berapa?"


"Udah mas, aku juga udah enggak papa!!"


Tomi menangkup kedua pipi tania dengan tangan nya lalu mengecup bibir istrinya itu "Aku cari tau sendiri, atau kamu yang kasih tau?"


SHITT!!


Tania lupa anak tangan tomi banyak yang sudah jelas hal sekecil ini bakal mudah untuk tomi ketahui, mungkin ini akan terbilang mudah karena tangan kanan tomi yaitu bara kuliah di sana.


"Vanya Sealica fakultas nya manajemen bisnis di gedung f sebelah gedung aku"


"Makasih yang sayangku, mau di kecup lagi atau sedikit di lum*at?"


Tania langsung memukul dada bidang milik suaminya itu, berani beraninya ia berkata mesum di kamar kesayangan ini.


"Di jawab sayang"


"Kecupan aja tapi sedikit melum*at deh"


Mereka berdua tertawa terbahak bahak, bahkan saat ini tania merasa dirinya bodoh meminta hal konyol seperti itu, sebenernya hari ini tuh hari apa sihh? sial terus diri nya..


"Udah sholat ashar? kalo belum sholat dulu masih ada satu jam lagi untuk adzan Maghrib kita pulang selesai sholat Maghrib ya"


"Iya, mas"


...- bersambung - ...

__ADS_1


^^^typo bertebaran!!^^^


__ADS_2