Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 9 : Latihan dan Tempat Rahasia


__ADS_3

Happy Reading...


****


Sekarang mereka sudah kumpul di depan gerbang Academy. Ya, mereka telah meminta izin pada kepala sekolah.


"Hm, Veera cepatlah tunjukan tempatnya," ucap Ardolf tak sabaran. Veera hanya mengangguk sebagai tanggapan.


"Ayo ikuti aku!" Mereka semua mengikuti Veera. Mereka mulai merasa aneh saat masuk ketengah hutan.


"Hei mengapa kita masuk ke hutan ini? Tidak ada hewan yang berbahaya kan?" tanya Atea.


"Tentu tidak!" sahut Veera. Veera terus berjalan, bagaikan ratu tumbuhan, saat Veera melintas, tumbuhan bergerak seperti menghormati.


Sudah 20 menit mereka berjalan dan belum sampai juga.


"Kapan kita sampai?" Kkeluh Atea.


"Sekitar 20 menit lagi mungkin." Namun Fath yang menyautnya.


"Ya, 20 menit lagi." Veera mengiyakan.


Namun sekarang, mereka sudah 1 jam tapi tak sampai-sampai juga.


"Aduh, kakiku pegal," Atea cemberut. Tidak seperti yang lainnya, Queen lebih memilih diam. Queen ini memang selalu berubah sikap.


"Kemarilah," ucap Fath seraya menarik tangan Atea lalu setelah itu menggendongnya.


"E-eh?!" Wajah Atea merona.


"Tak apa," sahut Fath.


Mereka pun terus berjalan.


Veera nampak membaca mantra, lalu tumbuhan yang menghalangi mereka tiba-tiba menyingkir. Mereka pun masuk disertai dengan tutupan tumbuhan yang menghalangi jalan masuk.


"Sampai!" seru Veera sembari tersenyum girang.


Mereka semua nampak terkejut melihat pemandangan ini, ya kecuali Veera. Dan mereka juga mempertanyakan nagaimana Veera bisa tau tempat seperti ini?


"Veera, dari mana kau tahu tempat ini?" tanya Atea.


"Sepertinya, waktu itu Mr. Rin salah menteleportasikanku," sahut Veera seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Pantas saja kau datang terlambat!" gerutu Atea sedangkan sang empu hanya nyengir.


"Siapa dulu yang akan memulai?" tanya Fath, dengan antusias Veera mengacungkan tangannya antusias.


"Aku!" Mereka semua pun mengangguk. Veera membaca mantra pemanggil hewan pendamping.


Munculah kedua hewan itu.


"Serigalanya sangat menakjubkan, aku menyukainya." Ardolf mengusap kepala sang serigala. Veera hanya tersenyum.

__ADS_1


"Aku Pokaru! Salam kenal." Daun itu berbicara dengan nada yang imut. Seketika Atea menerjang daun itu.


"Aaa pipimu sangat cabi! Aku menyukainya!" seru Atea gemas. Atea memainkan pipi daun itu. Mereka hanya tertawa melihat tingkah Atea.


"Nah sekarang siapa?" ucap Ardolf. Fath mengangkat tangannya. Fath pun dengan cepat merapalkan mantranya. Munculah dua hewan pendamping disana. Satu Phoenix bayangan dan satu kalajengking raksasa. Mereka semua menganga.


"Hebat!" puji Atea.


"Sekarang giliranku!" Atea membacakan mantranya. Munculah Phoenix Aheria dan gumpalan Aheria.


"ATEA! GUMPALAN AHERIA ITU SANGAT MENGGEMASKAN!" Veera memeluk gumpalan itu. Beda dengan Queen yang sendari tadi hanya diam.


"Ternyata Phoenix Aheria itu lumayan ya," puji Fath.


"Sekarang giliranku!" ujar Ardolf.


Mulutnya berkomat-kamit membaca mantra. Ia membuka matanya, pada detik itu pula muncul Pegasus berlapis api dan Pegasus berlapis es. Mereka semua terbelak.


"Ardolf," panggil Veera.


"Iya? Ada apa?" Ardolf menoleh.


"Kan kau ini adalah anak dari raja lava, tapi mengapa penampilan mu seperti anak dari raja es?" tanya Veera.


"Sebenarnya, ayahku adalah raja lava dan dia ras vampire, dan ibuku adik dari raja es, ibuku ini ras werewolf," jelas Ardolf. Semuanya hanya mampu mengangguk mengerti.


"Tapi saat aku menggunakan kekuatan lavaku, penampilanku juga akan ikut berubah," lanjutnya.


Nick pun maju.


Munculan lima Naga. Naga itu Naga Shadow, Naga Rainbow, Naga Blodtz, Naga Tunder, Naga Fire blow. Mereka semua terkejut bukan main.


"Hewan pendampingmu ... " semuanya menganga kecuali Queen.


"Menurutku, Naga Rainbow tak cocok untuk pria cuek sepertimu!" Queen bersandar di salah satu pohon.


"Diam kau cewek aneh! Kau kira aku tak bisa ceria?!" desis Nick.


"Tunjukan jika kau bisa ceria," sahut Queen dengan nada yang datar. Nick pun tersenyum.


"Baiklah!" Nick bersemangat.


"Jadi gini TEMAN-TEMAN! Ini semua adalah HEWAN PENDAMPINGKU! Bagus kan? WOIYA DONG JELAS! GUE GITU LOH!" Semuanya menganga mendengar ucapan Nick.


"Ah sudahlah," ucap Nick kecewa. Queen tertawa terbahak-bahak.


"Suara mu mirip lekong Nick!" Nick terbelak. Matanya menatap Queen tajam namun gadis itu terus mentertawakan tingkah apapun yang dilakukan Nick.


"Enak saja!" Nick mendelik tak suka.


"Yasudah maaf, giliran aku," ucap Queen seraya memejamkan matanya, ia merapalkan mantranya. Mulutnya berkomat-kamit. Sampai akhirnya hewan pendampingnya muncul.


"Dari mana kau mendapatkan ini Queen?" tanya semua tim, kecuali Queen.

__ADS_1


"Ceritanya gini .... "


Flashback on


Queen terbelak saat melihat apa yang dilihatnya.


"Mochi!" Queen menerjang tiga hewan berbentuk mochi itu.


"Pipipipi!"


"Akan ku makan." Queen tersenyum saat tiba-tiba ada dua unicorn datang menghampirinya. Itu unicorn Kristal biru dan unicorn cahaya.


"Jangan makan mereka!" Unicorn Kristal biru itu memperingati. Queen menoleh.


"Mereka itu makanan, ya harus dimakan lah!" sahut Queen kesal.


"Lihat baik-baik," ucap Unicorn Cahaya.


Queen memicingkan matanya pada mochi- ralat. Maksudku hewan seperti mochi, atau hewat buntal ah entahlah.


"Makannya, kalo jadi hewan jangan seperti makanan." Queen berdiri lalu akan pergi namun unicorn cahaya itu memanggil.


"Hey!" Queen menoleh kesumber suara. Ia mengangkat salah satu halisnya.


"Ada apa?"


"Namamu Queen kan?" tanyanya.


"Ya, kenapa?" tanya balik Queen.


"Apa kau sudah mendapatkan hewan pendamping?" tanya unicorn cahaya itu.


"Belum," sahut Queen seraya menggeleng.


"Bagaimana jika kami menjadi hewan pendampingmu?" tanyanya mereka berdua serempak.


"Pipipipipi!" Sepertinya tiga hewan yang menggiurkan itu juga setuju.


"Hmm baiklah, tunggu." Queen mencoba untuk duduk diatas batu besar.


"Hewan pendampingku ya ... " ia mengeluarkan coklatnya. Ia pun memakan coklat tersebut sembari berfikir keras.


"Tunggu, aku harus berfikir!" sikap tololnya selalu saja kumat. Ia terus berfikir tanpa mempedulikan tatapan berharap dari lima hewan itu. "Sepertinya .... " ucapnya gantung.


"Boleh juga, tapi sebelum itu aku akan memberikan kalian nama!" Queen berseru. Kelima hewan itu mengangguk setuju.


"Unicorn Kristal Biru kuberi nama Esther, Unicorn cahaya kuberi nama Moon, untuk si kembar tiga kuberi nama Cia , Cio, dan Coi, buat mochi berwarna biru namanya Cia, yang warna ungu Cio, yang warna hijau Coi." Kelima hewan itu pun menjadi cahaya dan masuk kedalam tubuh Queen.


Flashback off


"Aku sempat mengira mereka itu kue mochi!" Queen menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Pantas saja kau terus bergumam kue Mochi," ucap Fath. Queen hanya mengangkat jarinya yang ia bentuk seperti huruf V yang berartikan..

__ADS_1


"Damai .... "


-¤-


__ADS_2